Sebagian Besar Orang Uzbekistan Berbicara Bahasa Persia?

Secara umum, bahasa yang paling umum digunakan di Uzbekistan adalah bahasa Uzbek, yang merupakan bagian dari keluarga bahasa Turkik. Meskipun ada pengaruh yang signifikan dari bahasa Persia dan bahasa lainnya, mayoritas orang Uzbekistan tidak berbicara bahasa Persia sebagai bahasa sehari-hari.

Historisnya, wilayah yang sekarang dikenal sebagai Uzbekistan memiliki hubungan yang erat dengan Persia, terutama selama periode Kekaisaran Timur dan Jalaluddin. Selama waktu ini, budaya dan bahasa Persia berpengaruh besar di kawasan tersebut. Banyak karya sastra dan ilmu pengetahuan ditulis dalam bahasa Persia, dan ini menciptakan jembatan budaya yang kuat antara kedua wilayah.

Namun, pengaruh tersebut tidak berarti bahwa sebagian besar orang Uzbekistan berbicara bahasa Persia. Bahasa Persia lebih banyak digunakan sebagai bahasa sastra dan administrasi di masa lalu, sementara bahasa Turkik, termasuk bahasa Uzbek, telah menjadi bahasa utama di kalangan penduduk setempat. Ketika Uzbekistan menjadi republik Soviet, pemerintah mempromosikan penggunaan bahasa Uzbek, yang semakin memperkuat identitas linguistik bangsa tersebut.

Selain itu, ada kelompok di Uzbekistan, khususnya di daerah Samarkand dan Bukhara, yang masih mempertahankan penggunaan bahasa Persia dalam konteks budaya dan sastra. Namun, ini bukan representasi mayoritas penduduk. Kebanyakan orang Uzbekistan lebih fasih dalam bahasa Uzbek, dan bahasa Persia sering kali dipelajari sebagai bahasa kedua atau dalam konteks akademis.

Di era modern, pengaruh bahasa Persia dapat dilihat dalam kosakata bahasa Uzbek, terutama dalam istilah yang berkaitan dengan budaya dan agama. Meskipun demikian, pengaruh ini lebih bersifat historis dan kultural daripada linguistik, dan tidak mengubah fakta bahwa bahasa utama yang digunakan dalam kehidupan sehari-hari adalah bahasa Uzbek.

Secara keseluruhan, meskipun ada hubungan historis yang kuat antara Uzbekistan dan Persia, sebagian besar orang Uzbekistan tidak berbicara bahasa Persia. Bahasa Uzbek tetap menjadi identitas utama bagi rakyat Uzbekistan, mencerminkan sejarah, budaya, dan tradisi mereka yang unik.

#uzbeks

#uzbek

#iran

#persia

#ikahentihu

Apakah Orang Bulgaria Paham Bahasa Makedonia?

Bahasa adalah salah satu aspek penting dari identitas budaya dan nasional. Di Balkan, hubungan antara Bulgaria dan Makedonia Utara seringkali diperdebatkan, terutama dalam konteks bahasa. Makedonia dan Bulgaria memiliki bahasa yang sangat mirip, namun perbedaan dalam pengakuan dan pemahaman bahasa ini menciptakan dinamika sosial dan politik yang kompleks.

Bahasa Makedonia, yang merupakan bagian dari kelompok bahasa Slavia Selatan, memiliki banyak kesamaan dengan bahasa Bulgaria. Kedua bahasa ini berbagi kosakata, struktur gramatikal, dan fonetik yang serupa. Namun, meskipun ada kesamaan, orang Bulgaria sering kali tidak menganggap Makedonia sebagai bahasa yang terpisah, melainkan sebagai dialek dari bahasa Bulgaria. Hal ini dapat menyebabkan kesalahpahaman dan ketegangan antara kedua kelompok.

Studi menunjukkan bahwa banyak orang Bulgaria dapat memahami bahasa Makedonia, terutama dalam konteks komunikasi sehari-hari. Namun, tingkat pemahaman ini bervariasi tergantung pada latar belakang pendidikan dan pemaparan individu terhadap bahasa Makedonia. Di daerah perbatasan, di mana interaksi antara kedua komunitas lebih sering terjadi, pemahaman bahasa Makedonia cenderung lebih tinggi.

Di sisi lain, orang Makedonia sering merasa bahwa bahasa mereka harus diakui sebagai bahasa yang independen dan berbeda dari bahasa Bulgaria. Ketegangan ini diperburuk oleh isu politik dan identitas nasional, yang sering kali mempengaruhi cara kedua kelompok melihat satu sama lain. Masyarakat Makedonia berjuang untuk mempertahankan keunikan bahasa dan budaya mereka di tengah pandangan yang sering kali memandang mereka sebagai bagian dari Bulgaria.

Kesimpulannya, meskipun orang Bulgaria dapat memahami bahasa Makedonia hingga tingkat tertentu, faktor budaya, politik, dan sosial memainkan peran penting dalam bagaimana kedua bahasa dan identitasnya dipersepsikan. Dialog yang terbuka dan pemahaman yang lebih dalam tentang perbedaan ini sangat penting untuk membangun hubungan yang lebih baik antara kedua negara dan masyarakatnya.

#bulgarian

#macedonian

Ikahentihu

Bahasa Apa Yang Paling Dekat Dengan Bahasa Magyar (Hungarian)?

Bahasa Magyar, atau yang lebih dikenal sebagai bahasa Hungaria, merupakan bahasa unik yang termasuk dalam keluarga bahasa Finno-Ugric. Dalam kajian linguistik, penting untuk memahami hubungan antara bahasa-bahasa di Eropa dan bagaimana mereka saling berinteraksi. Meskipun terletak di tengah Eropa, bahasa Hungaria tidak memiliki kedekatan yang signifikan dengan bahasa-bahasa tetangganya yang mayoritas berasal dari keluarga bahasa Indo-Eropa, seperti Jerman, Slavia, atau Roman.

Bahasa paling dekat dengan bahasa Magyar adalah bahasa Finlandia dan Esti, yang keduanya juga merupakan bagian dari keluarga Finno-Ugric. Meskipun ketiga bahasa ini memiliki struktur dan kosakata yang berbeda, mereka berbagi beberapa ciri linguistik yang sama, termasuk pola morfologi dan sintaksis yang kompleks. Keduanya memiliki sistem vokal harmoni dan banyak menggunakan akhiran untuk menyatakan makna dan fungsi gramatikal.

Namun, meskipun ada kesamaan di antara ketiga bahasa tersebut, perbedaan juga sangat mencolok. Bahasa Finlandia dan Esti memiliki pengaruh yang lebih besar dari bahasa Skandinavia, sedangkan bahasa Hungaria banyak dipengaruhi oleh bahasa-bahasa Indo-Eropa, terutama melalui sejarah panjang interaksi dengan bangsa-bangsa tetangga. Hal ini menjadikan bahasa Hungaria lebih kaya akan kosakata yang dipinjam dari bahasa-bahasa tersebut.

Di samping itu, perbedaan dialek juga menjadi faktor penting dalam membedakan bahasa Magyar dari bahasa-bahasa lain di sekitarnya. Dialek dalam bahasa Hungaria bervariasi secara signifikan dari satu wilayah ke wilayah lain, menciptakan tantangan tersendiri bagi penutur bahasa ini saat berkomunikasi dengan pihak lain, bahkan di dalam negara yang sama. Hal ini menunjukkan bahwa meskipun ada kedekatan linguistik, konteks sosial dan sejarah juga memengaruhi perkembangan bahasa.

Secara keseluruhan, hubungan antara bahasa Magyar dengan bahasa-bahasa lain di Eropa mencerminkan keragaman linguistik yang ada di benua ini. Meskipun bahasa Hungaria paling dekat dengan bahasa Finlandia dan Esti, pengaruh budaya dan sejarah menjadikan bahasa ini unik dan berbeda. Memahami kedekatan linguistik ini membantu kita lebih menghargai kekayaan bahasa dan budaya yang ada di sekitar kita.

#magyar

#hungarian

#finlandia

#ikahentihu

Mengapa Verba “to eat” Berbeda dengan Latin “edere”, French “manger”, dan Spanish “comer”?

Verba “to eat” dalam bahasa Inggris dan bentuk-bentuknya dalam bahasa Latin, Perancis, dan Spanyol mencerminkan evolusi linguistik yang menarik. Meskipun keempat kata tersebut memiliki makna yang sama, perbedaan dalam bentuk dan penggunaannya mencerminkan sejarah perkembangan masing-masing bahasa. Dalam artikel ini, kita akan membahas asal usul kata-kata ini dan faktor-faktor yang mempengaruhi perbedaan tersebut.

Kata “to eat” berasal dari bahasa Inggris Kuno “etan,” yang menunjukkan asal usul Jermanik. Bahasa Inggris, sebagai bagian dari keluarga bahasa Jermanik, telah mengalami banyak perubahan sepanjang sejarahnya, termasuk pengaruh dari bahasa Norman setelah penaklukan Inggris pada tahun 1066. Dalam konteks ini, kata “to eat” menunjukkan warisan Jermanik yang kuat, sedangkan kata-kata dalam bahasa Roman seperti “edere,” “manger,” dan “comer” berasal dari bahasa Latin, yang mengindikasikan pengaruh Romawi yang mendalam di Eropa.

Kata Latin “edere” berakar dari bahasa Proto-Indo-Eropa yang lebih tua, yang menunjukkan bahwa konsep makan telah ada sejak zaman prasejarah. Dalam bahasa Perancis, “manger” berasal dari bentuk Latin “manducare,” yang berarti “mengunyah.” Proses perubahan fonetik dan morfologis dari Latin ke Perancis menghasilkan kata yang lebih halus dan lebih mudah diucapkan, mencerminkan evolusi sosial dan budaya masyarakat Perancis.

Sementara itu, dalam bahasa Spanyol, “comer” berasal dari kata Latin “comedere,” yang berarti “makan bersama.” Perubahan ini mencerminkan aspek sosial dari kebiasaan makan di masyarakat Spanyol, di mana berbagi makanan adalah bagian penting dari budaya. Penekanan pada kebersamaan ini terlihat dalam penggunaan kata “comer” yang sering kali terkait dengan kegiatan sosial.

Secara keseluruhan, perbedaan antara “to eat,” “edere,” “manger,” dan “comer” tidak hanya mencerminkan variasi linguistik, tetapi juga perjalanan sejarah dan budaya masing-masing bahasa. Proses evolusi bahasa memberikan wawasan tentang bagaimana masyarakat berinteraksi dengan lingkungan dan satu sama lain melalui praktik sehari-hari seperti makan. Dengan memahami perbedaan ini, kita dapat lebih menghargai keragaman linguistik dan budaya yang ada di dunia.

#english

#french

#spanish

#latin

#ikahentihu

Mengapa Orang Yunani Tersinggung Jika Disebut Yunanistan?

Orang Turki dan sebagian besar negara di timur Turki menyebut Yunani Yunani yang awalnya berarti “tanah orang Ionia” Yunan = Ionia.

Persia kuno adalah yang pertama menggunakan Yunanistan sebagai eksonim untuk semua tanah yang dihuni oleh orang Yunani.

Ini sendiri sangat menarik karena penjajah Hellene di Anatolia sebagian besar berasal dari suku Ionia Hellenes yang berbicara dialek yang sangat berbeda yang disebut Ionia (yang sebenarnya dialek Homer menulis Iliad) Homer juga adalah orang Ionia mungkin dari Chios atau Smyrna.

Jadi saya menduga orang Yunani yang ditemui orang Persia di Anatolia dapat dengan sangat sah menyebut diri mereka orang Ionia juga meskipun mereka semua adalah orang Yunani yang sempurna seperti yang kita fahami orang Yunani hari ini.

Beberapa orang Yunani yang tinggal di Yunani saat ini sama sekali tidak menyukai akhiran -istan ini. Mereka menganggapnya hampir merendahkan mungkin karena orang Yunani tidak suka dikaitkan dengan apa pun yang Turki atau Asia Tengah (sama seperti beberapa orang Turki yang menganggap nama negara mereka dalam bahasa Inggris merendahkan karena dikaitkan dengan burung yang jelek dan bodoh) Nama adalah bisnis yang rumit di semua negara bekas Ottoman.

Saya percaya jika Yunani disebut Yunaneli (dalam bahasa Turki yang tepat) atau Yunania (dalam bahasa Latin yang tepat) oleh orang Turki, mereka tidak akan terlalu keberatan dengan akhiran ini. Akhir -stan-lah yang mengganggu mereka. Tetangga kami agak sensitif dan sensitif dalam hal-hal seperti yang dibuktikan oleh seluruh perselisihan dan keributan yang mereka buat tentang Makedonia Utara baru-baru ini … Menurut saya, dapat dibenarkan dalam kasus ini.

Tetapi apakah orang Yunani benar-benar dibenarkan untuk mengacak-acak bulu mereka dengan mudah dalam kasus Yunanistan, yang sangat Asia untuk selera mereka (tetangga kita juga sangat sensitif tentang kesetaraan apa pun tentang mereka dan mereka yang beberapa dari mereka anggap masih sebagai orang barbar Asia)

Akhiran -estan atau -istan sebenarnya adalah kata Indo-Eropa dan tidak sedikit pun dikaitkan dengan bahasa Turki, Asia atau Semit. Dan bahasa Yunani adalah bahasa Indo-Eropa par excellence.

Akar proto Indo-Eropa adalah “steh” yang kemudian menjadi “sta” yang berarti berdiri di satu tempat. Semua kata bahasa Inggris seperti stand, stead, status, stage, static, stale, statue dan banyak lainnya mengenai lokasi, objek, kondisi, konsep dll berasal dari akar kata ini “sta” termasuk “stand” itu sendiri. Dengan demikian Yunanistan hanyalah tempat di mana orang Yunan (Ionian) berdiri.

Dan tentu saja semua bahasa Indo-Eropa termasuk Yunani, Latin dan Persia telah mengembangkan kata-kata mereka sendiri yang dimulai atau diakhiri dengan sta.

Singkatnya, Yunanistan berasal dari Yunani yang sempurna dan orang Yunani seharusnya tidak memiliki alasan untuk terganggu olehnya . Dari sudut pandang agama (dan orang Yunani sangat saleh) … Yunan sebagai Yavan juga digunakan dalam bahasa Aram yang dituturkan oleh Yesus sendiri tentu saja.

Turki meskipun masih burung yang jelek dan bodoh .. jadi orang Yunani harus memainkan sensitivitas tetangga mereka daripada kepekaan mereka sendiri dalam hal ini .

Seperti biasa tidak pernah ada hari yang membosankan dengan negara-negara Balkan bekas Ottoman .

#greek

#yunanistan

#greece

#ikahentihu

Mengapa Orang Rusia Memiliki Alfabet Sendiri tetapi Menggunakan Angka Kita?

Bahasa dan sistem penulisan merupakan bagian integral dari identitas budaya suatu bangsa. Di Rusia, penggunaan alfabet Kiril yang berbeda dari alfabet Latin, serta pemakaian angka Arab dalam penulisan angka, menciptakan pertanyaan menarik mengenai evolusi dan adaptasi sistem komunikasi. Dalam artikel ini, kita akan mengeksplorasi alasan di balik penggunaan alfabet Kiril dan angka Arab di Rusia.

Alfabet Kiril dikembangkan pada abad ke-9 oleh para biarawan Kristen, Cyril dan Methodius, untuk menerjemahkan teks-teks religius ke dalam bahasa Slavia. Penggunaan alfabet ini mencerminkan upaya untuk memperkenalkan budaya dan agama Kristen kepada masyarakat Slavia. Seiring waktu, alfabet Kiril mengalami berbagai modifikasi dan adaptasi, menjadikannya alat yang efisien untuk mengekspresikan bunyi dalam bahasa Rusia dan bahasa Slavia lainnya.

Sementara itu, angka Arab, yang diperkenalkan ke Eropa melalui perdagangan dan pertukaran budaya, diadopsi oleh banyak negara, termasuk Rusia. Sistem angka ini lebih praktis dibandingkan dengan sistem angka Romawi yang sebelumnya digunakan, karena memungkinkan perhitungan yang lebih sederhana dan efisien. Penggunaan angka Arab di Rusia sangat mendukung perkembangan ilmu pengetahuan dan ekonomi, terutama pada masa Renaisans dan seterusnya.

Adopsi dua sistem ini—alfabet Kiril dan angka Arab—juga menunjukkan bagaimana budaya dapat berinteraksi dan saling mempengaruhi. Meskipun alfabet Kiril mempertahankan identitas linguistik Rusia, penggunaan angka Arab menunjukkan keterbukaan terhadap inovasi dan kebutuhan praktis dalam kehidupan sehari-hari. Hal ini mencerminkan kemampuan masyarakat Rusia untuk beradaptasi dengan perubahan tanpa mengorbankan warisan budayanya.

Kesimpulannya, penggunaan alfabet Kiril dan angka Arab di Rusia mencerminkan sejarah panjang interaksi budaya dan kebutuhan praktis dalam komunikasi. Alfabet Kiril melambangkan identitas dan tradisi Rusia, sementara angka Arab menunjukkan adaptasi terhadap perkembangan global. Kombinasi ini menciptakan sistem penulisan yang kaya dan unik, mencerminkan perjalanan sejarah bangsa Rusia.

#russian

#kirril

#ikahentihu

Apakah Bahasa Jerman Lebih Sulit dari Bahasa Rusia?

Bahasa merupakan alat komunikasi yang penting dalam kehidupan sehari-hari, dan setiap bahasa memiliki tingkat kesulitan tersendiri tergantung pada latar belakang penutur. Dalam konteks ini, perbandingan antara bahasa Jerman dan bahasa Rusia menarik untuk dibahas. Kedua bahasa tersebut berasal dari keluarga bahasa yang berbeda; Jerman termasuk dalam rumpun bahasa Jermanik, sementara Rusia merupakan bagian dari bahasa Slavia. Perbedaan ini berkontribusi pada tantangan yang dihadapi oleh pelajar.

Dari segi tata bahasa, bahasa Jerman memiliki struktur yang lebih teratur dibandingkan bahasa Rusia. Bahasa Jerman menggunakan delapan kasus gramatikal yang dapat membantu dalam memahami fungsi kata dalam kalimat. Sementara itu, bahasa Rusia memiliki enam kasus tetapi sering kali dianggap lebih kompleks karena adanya perubahan bentuk kata yang cukup signifikan. Penguasaan kasus dalam bahasa Rusia memerlukan waktu dan praktik yang lebih banyak, sehingga menjadi tantangan tersendiri bagi pelajar.

Pengucapan juga menjadi faktor penting dalam menilai kesulitan suatu bahasa. Bahasa Jerman memiliki pengucapan yang cukup konsisten dan mengikuti aturan yang jelas, meskipun ada beberapa bunyi khas yang mungkin sulit bagi penutur asing. Di sisi lain, bahasa Rusia memiliki bunyi yang lebih bervariasi dan dapat menciptakan kesulitan bagi pelajar, terutama dalam hal intonasi dan penekanan suku kata. Hal ini membuat bahasa Rusia sering kali dianggap lebih sulit dalam hal pengucapan.

Selain itu, kosakata bahasa Jerman banyak dipengaruhi oleh bahasa Inggris, sehingga bagi penutur bahasa Inggris, belajar bahasa Jerman dapat menjadi lebih mudah. Sebaliknya, kosakata bahasa Rusia sering kali jauh dari bahasa-bahasa lain, sehingga penutur bahasa asing mungkin menemukan lebih banyak kata yang tidak familiar. Faktor ini berkontribusi pada persepsi bahwa bahasa Rusia lebih sulit untuk dipelajari dibandingkan bahasa Jerman.

Kesimpulannya, baik bahasa Jerman maupun bahasa Rusia memiliki tantangan masing-masing. Bahasa Jerman mungkin lebih mudah dalam hal struktur dan pengucapan, sedangkan bahasa Rusia menawarkan kesulitan tersendiri dalam hal tata bahasa dan kosakata. Pilihan untuk belajar salah satu dari bahasa ini sebaiknya didasarkan pada minat dan tujuan individu, karena setiap bahasa memiliki keindahan dan kompleksitas yang unik.

#german

#russian

#ikafarihahhentihu

Kesalahpahaman Apa Yang Dimiliki Pelajar Bahasa Asing Tentang Bahasa Mandarin?

  1. Bahasa Cina paling sulit dalam nadanya

Nada kemungkinan besar adalah rintangan pertama yang dihadapi pelajar asing dalam pembelajaran bahasa Mandarin. Secara intuitif, itu menjadi elemen bahasa Mandarin yang paling banyak dikeluhkan.

Orang sering berpikir bahwa penutur asli menghabiskan banyak energi untuk berurusan dengan nada ketika kita berbicara. Itu tidak benar.

Kita tidak memikirkan nada ketika kita berbicara. Nada adalah bagian alami dan terintegrasi dari karakter. Mereka juga tidak seketat itu. Dialek yang berbeda menggunakan serangkaian nada yang berbeda, dan kita dapat berkomunikasi dengan baik satu sama lain.

  1. Bahasa Mandarin tidak memiliki tata bahasa/tata bahasa yang sangat sederhana

Tata bahasa Mandarin sulit dipelajari. Kebanyakan orang mengklaim itu hanya karena mereka belum sampai ke bagian yang sulit. Ingat, ini adalah bahasa konteks tinggi.

Saya akan memberi Anda contoh. Istri saya memasang lampu penginderaan gerak di luar apartemen kami, dan saya pergi membuang sampah. Ketika saya kembali, lampu menyala. Dia bertanya apakah lampu itu berfungsi, dan seberapa terangnya. Berikut percakapan dalam bahasa Mandarin:

Istri saya: 灯亮吗?

Saya: Cerah.

Istri saya: 那它亮吗?

Saya: Cukup cerah.

“Apakah lampu menyala? (Apakah itu berhasil)” ditanyakan dengan cara yang persis sama dengan “apakah itu cerah?”.

Tapi tidak ada kesalahpahaman, mengapa? Karena 1) kita berasumsi bahwa pertanyaan pertama telah diakui dan dijawab, sehingga pertanyaan kedua harus tentang sesuatu yang lain; 2) Saya menjawab “itu bisa dinyalakan” di pertanyaan pertama, yang tidak mengatakan apa-apa tentang seberapa terang itu. Jadi dia melengkapi pertanyaan kedua, untuk mendisambiguasi tentang kecerahan. Seandainya saya menjawab “cukup terang” untuk pertanyaan pertama, dia tidak akan bertanya untuk kedua kalinya, karena lampu hanya bisa terang ketika sudah bekerja.

Liàng【亮】bisa berupa “jika menyala” atau “seberapa terang sesuatu”. Yang mana artinya dalam sebuah kalimat sepenuhnya tergantung pada konteksnya. Dalam bahasa Inggris ada “menyala” dan “terang” untuk disambiguasi itu.

(Konteks: ketika saya kembali ke rumah, untuk istri saya yang baru saja memasang lampu, ada dua kemungkinan hal yang dia pedulikan: 1) Apakah lampu itu berfungsi; 2) Jika berhasil, seberapa cerah itu. Cara dia bertanya adalah cara yang bisa berarti keduanya. Saya berasumsi 1) menjawab. Dia menanyakan pertanyaan yang sama lagi, saya tahu dia ingin tahu 2) juga. Saya menjawab.)

Itu pasti terdengar rewel bagi pelajar bahasa Mandarin. Tapi tunggu! Anda juga memiliki konsep serupa. “Bank berada di sisi lain bank” misalnya. Kadang-kadang terjadi dalam bahasa Inggris, hanya saja skenario yang bergantung pada konteks semacam ini bukan hanya kejadian langka dalam bahasa Cina, tetapi sebenarnya adalah bagian dari bahasa.

Semua elemen tata bahasa Cina mengarah pada konteks. Seandainya saya tidak menceritakan kisah istri saya memasang lampu, akan sulit bagi Anda untuk menyimpulkan apa yang terjadi dan mengapa dia menanyakan pertanyaan yang sama dua kali dan saya menjawab secara berbeda, dan masih masuk akal bagi kami berdua. Tetapi jika Anda sangat akrab dengan bahasa Cina, Anda akan dapat membuat deduksi, dan membuat skenario yang mungkin hanya berdasarkan percakapan ini.

Contoh bagaimana konteks bekerja, ketika dua orang bertemu, satu bertanya: “你吃过饭了吗”, versus yang satu bertanya “你吃上饭了吗”, dan saya kebetulan mendengarnya. Apa bedanya dan asumsi apa yang bisa saya buat?

你吃过饭了吗 adalah sapaan sederhana, penanya hanya ingin melakukan percakapan.

你吃上饭了吗 adalah sapaan sederhana yang serupa. Tapi saya segera tahu bahwa kedua orang ini telah bertemu setidaknya satu kali sebelumnya, dan telah menanyakan pertanyaan yang sama, dan jawaban dari orang lain adalah “Tidak, saya belum.” Semua berkat “akhiran kata kerja perubahan status” shàng【上】.

Pemahaman yang benar tentang fenomena ini harus: “tata bahasa Cina implisit”. Dan itu membuat mempelajarinya bahkan lebih sulit daripada menulis karakter dan mempelajari nada.

  1. Bahasa Mandarin tidak memiliki tense

Pemahaman yang benar adalah “kata kerja Cina tidak dapat dikonjugasi”. Mereka tidak dapat dikonjugasi.

Orang sering mengatakan “做了” adalah bentuk lampau dari “做”. Tapi itu tidak akurat.

Le【了】digunakan setelah kata kerja menandakan bahwa tindakan telah selesai.

Guò【过】digunakan setelah kata kerja menandakan bahwa tindakan itu terjadi di masa lalu.

Tunggu, Anda mungkin berkata, bukankah ini sama?

Yang terbaik adalah tidak memikirkan konsep bahasa Inggris ketika Anda belajar bahasa Mandarin (atau bahasa lain dalam hal ini). Bahasa Cina memang memiliki tense karena dengan menambahkan komponen tata bahasa ke kata kerja, arti kata kerja berubah, dan itu termasuk tense.

“Selesai” dapat terjadi di masa depan, misalnya: 等你交了钱我就发货 (Setelah Anda membayar, saya akan melakukan pengiriman.) Ketika belum selesai: 你在等什么?等你交钱。 (Tunggu apalagi? Bagi Anda untuk melakukan pembayaran.)

Bersama-sama itu membuat ini:

你在等什么?Tunggu apalagi?

等你交钱。 Menunggu Anda membayar.

我交过了。 Saya sudah melakukan pembayaran.

Lakukan sesuatu di masa lalu.

Lakukan sesuatu yang telah selesai.

Lakukan sesuatu di masa lalu selesai.

Mereka adalah contoh bagaimana ketegangan bekerja dalam bahasa Cina. Prinsip yang sama berlaku untuk dugaan future tense dari bahasa Cina “要/将/会+verb”, mereka tidak persis future tense bahasa Inggris Anda, tetapi hanya berarti “Seseorang ingin, seseorang akan”. Ya, itu bekerja dengan cara yang sama, tetapi tidak ada konjugasi kata kerja yang terlibat.

  1. Karakter Cina sangat sulit dipelajari karena tidak ada pola untuk diingat

Pastikan Anda mulai dengan radikal terlebih dahulu. Mereka adalah komponen dari sebuah karakter. Ada “radikal fonetik【声旁】” dan “radikal definisi【部首】”.

Bersama-sama mereka membuat mayoritas karakter tidak peduli seberapa rumitnya. Anda dapat menebak fonetiknya dari radikal fonetik, dan Anda dapat menebak artinya dari definisi radikal.

Dengan kata lain, jika Anda berpikir untuk mempelajari 10 ribu karakter, Anda perlu mengulangi prosesnya 10 ribu kali, dan tidak akan ada cukup waktu dalam hidup Anda untuk mempelajari semuanya, itu salah. Pada kenyataannya, mempelajari hanya 3.000 bisa lebih dari cukup untuk dilakukan, dan juga membuat mempelajari karakter lainnya semakin mudah.

Meskipun banyak kerja keras, itu bukan “tidak mungkin”.

  1. Kata Cina untuk menghentikan terdengar seperti nig*er

Itu hanya berlaku untuk aksen utara. Selain itu, kami memiliki banyak kata-kata lain yang menghambat, bervariasi berdasarkan dialek. Sejujurnya, ini lebih seperti lelucon, Anda harus memiliki selera humor untuk mendapatkannya.

  1. Orang Cina harus belajar bahasa Inggris terlebih dahulu sebelum mereka dapat memprogram dalam bahasa seperti Python, Java, C++, C#, dll.

Itu sama sekali tidak benar. Faktanya, banyak programmer Cina yang saya kenal secara pribadi tidak berbicara sepatah kata pun dalam bahasa Inggris.

Faktanya, para programmer Cina paling antusias tentang bagaimana mendapatkan kenaikan gaji ketika mereka belajar berbicara bahasa Inggris dengan baik. Ini adalah para profesional dengan pengalaman pengkodean bertahun-tahun jika tidak puluhan tahun.

Bahasa pemrograman memiliki sintaks dan aturannya sendiri yang bahkan jika Anda asli bahasa Inggris, harus melalui pelatihan untuk mengetahui cara menggunakannya dengan benar.

Misalnya, saya tahu delegasi berarti “mewakili, bertindak atas perilaku orang lain” dalam bahasa Inggris. Tapi apa arti “delegasi” dalam C#?

Ini berarti jenis khusus yang tidak memiliki blok kode yang dapat dieksekusi dengan sendirinya, tetapi ada untuk mewakili kumpulan metode yang menggunakan jenis yang ditentukan sebagai input dan output sebagai jenis delegasi. Anda dapat melampirkan satu atau beberapa metode jika sesuai dengan kriteria, dan memanggil delegasi di tumpukan Anda nanti saat Anda menginginkannya.

Jadi, sama seperti variabel adalah “placeholder” untuk data. Delegasi adalah “placeholder” untuk fungsi atau metode. Mengapa variabel tidak disebut “delegasi”?

Jadi nama itu tidak membantu Anda menghafal apa yang banyak dilakukannya. Anda masih harus mempelajari bahasa pemrograman dengan cara yang sama.

  1. Bahasa Cina membutuhkan keyboard khusus untuk mengetik puluhan ribu karakter kompleks mereka

Tidak, yang kita butuhkan hanyalah keyboard QWERTY standar. Ada keyboard khusus untuk karakter Cina, tetapi jarang terlihat saat ini.

Gunakan aturan Pinyin atau Zhuyin, dan Anda dapat mengetikkan semua karakter yang umum digunakan. Karakter langka dapat dicari dan diketik melalui sedikit lebih banyak usaha, tetapi itu bisa dilakukan.

  1. Bahasa Cina ketika diucapkan tidak memiliki emosi atau sikap

Alasan mengapa orang berpikir itu adalah karena dalam bahasa Inggris, emosi atau sikap diekspresikan melalui nada kalimat. Dalam bahasa Cina, nada melayani tujuan lain, jelas. Jadi bagaimana arti orang Cina emosi atau sikap?

Nah, sebenarnya, ada seperangkat karakter tata bahasa yang kita sebut yǔ qì cí【语气词】yang dikhususkan untuk menangani emosi atau sikap sebuah kalimat.

Kalimat Cina yang marah seringkali tidak terdengar marah dalam hal nada. Bagaimana bisa, nadanya diperbaiki dalam bahasa Cina.

Yuqici memberikan kontrol sikap yang lebih halus dari kalimat tersebut, dan mereka juga dapat digunakan secara berturut-turut menjadi lebih halus.

 

Apakah Orang Sudan Menganggap Diri Mereka Orang Afrika atau Arab?

Pertama, Anda tampaknya menyarankan bahwa, mengingat ras di Sudan, orang Arab dan orang kulit hitam Afrika dengan semacam dominasi di antara mereka berdasarkan administrasi atau apa pun, berarti orang-orang yang tinggal di sana harus memilih apakah akan menjadi orang Afrika atau Arab. Yang tidak ada dalam pikiran orang Sudan.

Jika itu ada, maka itu ada dalam pikiran orang Arab Sudan, tetapi bukan orang asli Sudan kulit hitam.

Dalam hal itu, keturunan Arab yang berasal dari Arab, yang seharusnya menganggap diri mereka orang Arab berdasarkan asal, tetapi bukan lokasi geografis. Jika mereka menganggap lokasi geografis Sudan sebagai Arab maka mereka salah.

Ketika orang-orang Arab di Sudan bermigrasi sebagai pedagang dan kemudian menetap di Sudan, mereka menemukan orang Afrika Hitam. Yang negara yang disebut dalam sejarah sebagai Nubia oleh orang Mesir, Aethiopia oleh orang Yunani, dan Kush oleh mereka sendiri.

Orang-orang Arab kemudian mengganti nama negara itu menjadi ‘Sudan’, yang berarti “Tanah Orang Kulit Hitam”. Sebagai pemukim baru, mereka menemukan “orang Afrika Hitam” yang terorganisir menghuni tanah itu. Itu sekitar abad ke-5 atau abad ke-7 Masehi. Pertama kali Arab berhubungan dengan orang-orang ini dengan keinginan mereka untuk menyebarkan Islam.

Selama kemerdekaan Sudan pada tahun 1956, orang-orang Arab yang mengambil alih jabatan administratif di pemerintahan dengan penjajah kekaisaran Inggris memutuskan untuk mengganti nama negara itu menjadi “Sudan”, yang merupakan kata Arab yang berarti “Berkulit Hitam.”

Mereka tidak ingin mempertahankan nama asli yaitu “Kush”, karena niat mereka untuk mengarabkan penduduk asli Afrika di negeri itu. Masalah imperialisme yang sama yang menyebabkan marginalisasi, yang menyebabkan pergolakan, yang menyebabkan perpecahan Sudan dan sekarang ada “Republik Sudan Selatan” yang dihuni oleh orang Afrika Hitam.

Terakhir, tidak ada orang Sudan, yang merupakan penduduk asli yang menganggap dirinya sebagai orang Arab, kecuali keturunan Arab yang berasal dari Arab. Dan sama sekali mereka tidak akan menjadi orang Arab lagi, mereka hanya orang Afrika. Atau haruskah saya katakan, orang Arab Afrika yang merupakan minoritas di Sudan. Oleh karena itu, jangan ada asumsi bodoh tentang Sudan.

#arab

#sudan

#etiopia

Sebagai Penutur Bahasa Arab, Dialek Arab Mana yang Mudah Anda Pahami?

Jawaban Awal: sebagai penutur bahasa Arab dengan dialek Arab apakah Anda mudah mengerti? Mana yang sulit Anda pahami? Iam Sudan, saya memiliki kesempatan untuk bekerja selama bertahun-tahun di Negara-negara Teluk Arab selain rekan-rekan dari negara-negara Arab lainnya di tempat kerja yang sama kadang-kadang.

Terus terang kami tidak merasakan kesulitan dalam memahami satu sama lain selama bertahun-tahun. Juga, kami biasa mengganti kata-kata dialek dengan MSA, jika ada kesulitan seperti itu. Saya memiliki kesempatan untuk bekerja selain rekan-rekan dari Suriah, Irak, Yaman, Tunisia, Lebanon dan Mesir sebagai pengacara, selain berurusan dengan warga negara dari negara-negara tempat kami bekerja. Bahkan saya telah belajar dari mereka beberapa kata dari dialek mereka, dan kadang-kadang saya menemukan bahwa kami juga berbagi beberapa kata yang identik dalam dialek lokal kami.

Saya masih ingat banyak kata yang diucapkan.

Masalah ini tidak termasuk kesulitan yang diasumsikan seperti itu dalam pikiran penutur bahasa Arab non-pribumi lainnya. Misalnya, aneh bagi saya untuk menemukan bahwa, bahkan untuk Lebanon yang secara geografis jauh dari Sudan, namun kami berbagi beberapa kata serupa dalam dialek lokal kami, seperti : Cup كباية untuk كأس شاى atau : اوضة untuk Kamar غرفة ، atau مكركب untuk Chaos فوضوى /فوضى . Saya secara pribadi mempelajari beberapa kata baru dalam dialek Arab orang lain, dan hanya sebagai contoh, saya sekarang tahu kata-kata berikut: –

-Dari Tunisia : برشا untuk (terlalu banyak)، dan قداش untuk (berapa banyak?) dan علاش untuk (Mengapa?) .

-Dari Irak : خوش untuk ( Ok) dan ماكو untuk ( tidak ada)

-Dari Yaman : معادبش untuk (selesai), dan يتشنكع untuk (mendaki)

Kadang-kadang kami menertawakan kata-kata dialek lokal satu sama lain, yang tidak biasa kami dengar untuk pertama kalinya, dan kami berdiskusi & mencoba menganalisis akar mereka dalam MSA, jika ada.

Bagi banyak penutur asli bahasa Arab lainnya, saya pikir dialek Mesir dan Suriah adalah yang paling mudah dipahami.

#arabicdialect

#arabic

#dialect

#language

#ikafarihahhentihu