Tanda Linguistik Yang Tampak di Bahasa Lokal

Tanda dari ide linguistik tampak pada suatu komunitas yang cenderung lebih suka memakai bahasa lokal atau bahasa komunitas atau bahasa ibu jika berbicara dengan orang yang memiliki hubungan yang dekat dan memiliki latar belakang budaya yang sama (Sapir, 1949; Silverstain, 1976, 1979, 1981; Geertz, 1973; Turner, 1967, 1969). Kalau di Indonesia, hal ini juga sering kita lihat seperti orang Jawa yang lebih suka memilih untuk menggunakan bahasa Jawa ketika bertemu dengan seseorang yang berasal dari bahasa Jawa juga. Orang Sunda yang lebih suka berbicara bahasa Sunda jika bertemu dengan orang Sunda daripada menggunakan bahasa nasional.

Berikut ini contoh percakapan bahasa antara orang Jawa dengan orang Jawa dan orang Sunda dengan orang Sunda dengan menggunakan bahasa daerah masing-masing (Sumber: http://www.wisatabdg.com/2013/10/contoh-dialog-bahasa-sunda-dengan-teman.html)

Bahasa Lokal Sunda

Dudi      :    Punten. Assalamualaikum

(Permisi. Assalamualaikum)

Andri     :    Mangga. Wa’alaikumsalaam. eh…geuningan Dudi? Sok asup. Urang keur ngabenerkeun komputer. Aya virusan. Karek bieu komputerna dipareuman.

(Silakan. Wa’alaikumsalam. Eh, Dudi? Silakan masuk. Saya lagi membetulkan    komputer. Ada virus. Baru saja komputernya dimatikan)

Dudi      :    Oh, kitu. Sarua, komputer urang ge keur rada ngaco. Teu make antivirus. Jadi we     

                   mindeng error. Kamarana euy di imah sepi kieu?

(Oh, gitu. Sama, komputer saya juga agak ngaco. Tidak pakai anti virus. Jadi sering  error. Pada kemana kok sepi?)

Andri     :    Puguhan keur arindit. Si Bapa tugas kaluar kota. Si Mamah bieu karek indit

                   nganteur  adi urang balanja ka toko buku.

(Lagi pada pergi. Bapak lagi tugas keluar kota. Mama baru saja pergi mengantar

adik  saya belanja ke toko buku).

Dudi      :    Maneh teu kamamana euy?

(Kamu gak pergi kemana-mana?)

Andri     :    Henteu. Haroream rek indit kaluar teh. Wayah kieu, Bandung keur panas jeung

                   macet kieu.

(Gak. Malas mau pergi keluar. Jam segini, Bandung lagi panas dan macet gini)

Dudi      :    Puguhan, matak urang nyimpang kadieu ge. Kabeneran mawa mobil, ari pek macet   geuning dimamana. Tuh, di jalan hareup macetna menta ampun. Inget ka maneh,   nya mengkolwe kadieu. Kabeneran geuning aya di imah.

(Makanya itu, makanya saya berkunjung kesini juga. Kebetulan bawa mobil, eh kena   macet dimana-mana. Tuh, di jalan depan macetnya minta ampun. Ingat ke kamu, ya belok saja ke sini. Kebetulan kamu ada di rumah)

Andri     :    Rek Kamana kitu tadina?

(Tadinya mau kemana gitu?)

Dudi      :    Leu, rek meuli HP ka BEC tadina mah. Batrena geus lowbat. Gancang beak    

                   batrena.

(Ini, tadinya sih mau beli HP ke BEC. Baterainya sudah lowbat. Cepat habis

batrenya)

Andri     :    Nyantai we atuh lah. Geus cicing di dieu heula. Ke dibaturan ku urang ka BEC-na. Sakalian urang ge rek meuli Hardisk eksternal. Hardisk di komputer geus parinuh  ku data. Sakalian rek meuli powerbank keur kabogoh urang.

(Santai saja lah. Udah diam saja dulu disini. Nanti saya temenin ke BEC. Sekalian

saya mau beli hardisk eksternal. Hardisk di komputer saya sudah penuh sama data.  Sekalian mau beli powerbank buat pacar saya)

Dudi      :    Oh, siap ari kitu mah.

(Oh, ok siap kalau begitu)

Andri     :    Rek nginum naon euy? Kopi wae nya? Urang ngopilah. Kabeneran kamari Uwa

                   urang ngirim kopi ti Lampung.

(Mau minum apa? Kopi saja ya? Kita ngopi lah. Kebetulan kemarin Uwa saya

mengirim kopi dari Lampung)

Dudi      :    Sok we lah. Hayang nyobaan kumaha rasana kopi lampung teh.

(Setelah Andri membuat kopi dan menyajikannya pada Dudi)

Dudi      :    Heueuh, ngeunah kieu euy rasana kopi lampung teh.

(Iya, enak juga nih rasanya kopiLampung)

Andri     :    Urang ge karek nyobaan kamari. Bener ngeunah… eh, si Tatang cenah ngajak

                   bisnis muka distro di Jalan Buah Batu?

(Saya juga baru nyobain kemarin. Benar enak. Eh, si Tatang katanya ngajak bisnis buka distro di jalan Buah Batu?)

Dudi      :    Aeh, enya minggu kamari ge manehna ngomong ka urang. Butuh investor cenah.

                   Kabeneran imahna di Buah Batu geus lila teu dipake. Daripada lebar teu dipake,  

                   mending diberdayakeun jadi tempat usaha.

(Iya, minggu kemarin juga dia ngomong kepada saya. Butuh investor katanya.

Kebetulan rumahnya yang di Buah Batu sudah lama tidak terpakai. Daripada sayang tidak terpakai, mending diberdayakan jadi tempat usaha.)

Andri     :    Bapa urang siap cenah kerja sama mantuan keur dana mah.

(Bapa saya siap katanya membantu buat dana)

Dudi      :    Hayu lah. Geus we garap ku urang tiluan usahana. Keur bahan barang dagangan mah  aya dulur urang nu jadi tukang produksi kaos. Terus aya babaturan oge distributor.

(Ayo sudah, usahanya kita garap saja bertiga. Buat bahan barang dagangan ada

saudara saya yang jadi tukang produksi kaos)

Andri     :    Babaturan maneh isa ngasupan barang naon wae cenah?

(Teman kamu bisa masukin/suplai barang apa saja katanya?)

Dudi      :    Sagala aya. Aya kaos, jeket, calana, sandal, jeung lainna.

(Segala ada. Ada kaos, jaket, celana, sandal, dll)

Andri     :  Alus ari kitu mah. Geus we urang gancangkeun lah. Kari urang tiluan ngariung deui  ngadiskusikeun keur usahana.

(Bagus kalu begitu. Ya sudah kita percepat saja. Tinggal kita bertiga kumpul lagi

mendiskusikan untuk usaha)

Dudi      :    Enya. Ke atuh urang telepon heula si Tatang-na. Sugan manehna keur aya di

Bandung. Dua poe kamari mah nga-whatsApp keur indit ka Jakarta cenah.

(Iya. Saya telepon dulu si Tatang. Siapa tahu dia lagi ada di Bandung. Dua hari

kemarin nge-WhattsApp katanya lagi pergi ke Jakarta.

#sundanese

#sunda

#bahasalokal

#bahasa

#linguistics

Pengetahuan Keluarga Terhadap Bahasa

Dalam berinteraksi orang tua atau anak pasti menggunakan bahasa sebagai alat untuk mengekspresikan sesuatu. Pada suatu kesempatan bahasa yang dipergunakan oleh orang tua ketika secara kepada anaknya dapat mewakili suatu objek yang dibicarakan secara tepat. Tetapi dilain kesempatan, bahasa yang digunakan itu tidak   mampu mewakili suatu objek yang dibicarakan secara tepat. Maka dari itu dalam berinteraksi dituntut untuk menggunakan bahasa yang mudah dimengerti antara komunikator dan komunikan. Keluarga yang terbiasa dalam berkomunikasi menggunakan bahasa yang santun maka budaya berbahasa santun pun akan diterapkan dimanapun itu berada tergantung dari pengetahuan dan kemampuan dalam berbahasa yang baik dan sopan berdasarkan unggah ungguh.

Pola interaksi dipengaruhi oleh usia. Itu berarti setiap orang tidak bisa berbicara sekehendak hati tanpa memperhatikan siapa yang diajak bicara. Berbicara kepada anak kecil berbeda ketika berbicara kepada remaja. Mereka mempunyai dunia masing-masing yang harus dipahami. Budaya dan bahasa berbeda berdasarkan perbedaan usia.

#keluarga

#bahasa

#bahasakeluarga

Bahasa Keseharian Suku Tengger

Bahasa daerah yang digunakan adalah bahasa Jawa yang masih berbau Jawa Kuno. Mereka menggunakan dua tingkatan bahasa yaitu ngoko, bahasa sehari-hari terhadap sesamanya, dan krama untuk komunikasi terhadap orang yang lebih tua atau orang tua yang dihormati. Pada masyarakat Tengger tidak terdapat adanya perbedaan kasta, dalam arti mereka berkedudukan sama.

Contoh: Aku ( Laki-laki) = Reang , Aku ( wanita ) = Isun , Kamu ( untuk seusia)= Sira , Kamu ( untuk yang lebih tua) = Rika, Bapak/Ayah= Pak , Ibu = Mak , Kakek=Wek , Kakak= Kang , Mbak= Yuk

Mengenai asal usul manusia, orang Tengger mempunya ajaran yang terdapat pada mantra purwa bhumi. Sedangkan tugas manusia di dunia ini dapat dipelajari melalui cara masyarakat Tengger memberi makna kepada aksara Jawa yang mereka kembangkan. Adapun makna yang dimaksudkan adalah seperti tersebut dibawah ini:

–  h.n.c.r.k : hingsun nitahake cipta, rasa karsa,

–  d,t,s,w,l : dumadi tetesing sarira wadi laksana,

–  p, dh, j, y, ny : panca dhawuh jagad yekti nyawiji,

–  m, g, b, th, ng : marmane gantia binuka thukul ngakasa.

Apabila diartikan secara harfiah kurang lebih sebagai berikut: Tuhan Yang Maha Esa menciptakan cahaya, rasa dan kehendak pada manusia, (manusia) dijadikan melalui badan gaib untuk melaksanakan lima perintah di dunia dengan kesungguhan hati, agar saling terbuka tumbuh (berkembang) penuh kebebasan (ngakasa menuju alam bebas angkasa). Pada hakikatnya manusia adalah ciptaan Tuhan, yang dilahirkan dari tidak ada menjadi ada atau dari alam gaib, untuk mengemban tugas di dunia ini melaksanakan lima perintah-Nya dengan menyatukan diri pada tugasnya, agar di dunia ini tumbuh keterbukaan dan perkembangan menuju kesempurnaan. Masih ada lagi tafsiran tentang aksara Jawa yang dikaitkan dengan cerita tentang Aji Saka, yaitu bahwa ada utusan, yang keduanya saling bertengkar (berebut kebenaran). Keduanya sama kuatnya (sama-sama berjaya), yang akhirnya keduanya mengalami nasib yang sama, yaitu menjadi mayat. Hal ini mengandung makna bahwa baik-buruk, senang-susah, sehat-sakit, adalah ada pada manusia dan tak dapat dihindari. Kesempurnaan hidup manusia apabila dapat menyeimbangkan kedua hal itu.

                   Berkaitan dengan hubungan (jasmani)badan dan roh menurut falsafah Tengger, masyarakat Tengger beranggapan bahwa badan manusia itu hanya merupakan pembungkus sukma (roh). Sukma adalah badan halus yang bersifat abadi. Jika orang meninggal, badannya pulang ke pertiwi (bumi), sedangkan sukmanya terbebas dari mengalami suatu proses penyucian di dalam neraka, dan selama itu mereka mengembara tidak mempunyai tempat berhenti. Cahaya, api dan air dari arah timur akan melenyapkan semua kejahatan yang dialami sukma sewaktu berada di dalam badan. Masyarakat Tengger percaya bahwa neraka itu terdiri dari beberapa bagian. Bagian terakhir ialah bagian timur yang disebut juga kawah candradimuka, yang akan menyucikan sukma sehingga menjadi bersih dan suci serta masuk surga. Hal ini terjadi pada hari ke-1000 sesudah kematian dan melalui upacara Entas-entas.

Sedangkan hubungan antar-manusia menurut falsafah Tengger, Sesuai dengan ajaran yang hidup di masyarakat Tengger seperti terkandung dalam ajaran tentang sikap hidup dengan sesanti panca setia, yaitu: (a) setya budaya artinya, taat, tekun, mandiri; (b) setya wacana artinya setia pada ucapan; (c)  setya semya artinya setia pada janji; (d)  setya laksana artinya patuh, tuhu, taat; (e) setya mitra artinya setia kawan. Ajaran tentang kesetiaan berpengaruh besar terhadap perilaku masyarakat Tengger. Hal ini tampak pada sifat taat, tekun bekerja, toleransi tinggi, gotong-royong, serta rasa tanggung jawab. umpamanya menunjukkan bahwa pada umumnya mereka bekerja di ladangnya dari jam 6 pagi sampai jam 6 sore setiap hari secara tekun. Sikap gotong-royongnya terlihat pula pada waktu mendirikan pendopo agung di Tosari, adalah sebagai hasil jerih payah rakyat membuat jalan sepanjang 15 km dari Tosari menuju Bromo (tahun 1971-1976). Demikian pula tanggung jawab mereka terhadap lingkungan sosial tercermin pada kesadaran rakyat untuk ikut serta menjaga keamanan, serta merelakan sebagian tanahnya apabila terkena pembangunan jalan.

Sifat lain yang positif adalah kemampuan menyesuaikan diri terhadap perkembangan, yaitu kesediaan mereka untuk menerima orang asing atau orang lain, meskipun mereka tetap pada sikap yang sesuai dengan identitasnya sebagai orang Tengger. Hubungan antara pria dan wanita tercermin pada sikap bahwa pria adalah sebagai pengayom bagi wanita, yaitu ngayomi, ngayani, ngayemi, artinya memberikan perlindungan, memberikan nafkah, serta menciptakan suasana tenteram dan damai.

Sikap dan pandangan hidup orang Tengger tercermin pada harapannya, yaitu waras (sehat), wareg (kenyang), wastra (memiliki pakaian, sandang), wisma (memiliki rumah, tempat tinggal), dan widya (menguasai ilmu dan teknologi, berpengetahuan dan terampil). Mereka mengembangkan pandangan hidup yang disebut pengetahuan tentang watak yaitu: (a) prasaja berarti jujur, tidak dibuat-buat apa adanya; (b) prayoga berarti senantiasa bersikap bijaksana; (c) pranata berarti senantiasa patuh pada raja, berarti pimpinan atau pemerintah; (d)  prasetya berarti setya; (e)  prayitna berarti waspada. Atas dasar kelima pandangan hidup tersebut, masyarakat Tengger mengembangkan sikap kepribadian tertentu sesuai dengan kondisi dan perkembangan yang ada. Antara lain mengembangkan sikap seperti kelima pandangan hidup tersebut, di samping dikembangkan pula sikap lain sebagai perwujudannya. Mereka mengembangkan sikap rasa malu dalam arti positif, yaitu rasa malu apabila tidak ikut serta dalam kegiatan sosial. Begitu mendalamnya rasa malu itu, sehingga pernah ada kasus (di Tosari) seorang warga masyarakat yang bunuh diri hanya karena tidak ikut serta dalam kegiatan gotong-royong.

#tengger

#sukutengger

#bahasa

Boso Walikan Boso Malangan

Boso Walikan

Boso Walikan itu apa sih?

Nah ternyata ada bahasa khusus dan khas yang biasa dipergunakan sehari-hari di kota Malang. Penggunanya dimulai dari anak-anak muda hingga orang dewasa bahkan orang tua pun menggunakan boso walikan.

Bila orang-orang tua yang menggunakan boso walikan, maka tidaklah heran karena bahasa ini dahulu pada saat zaman penjajahan sering dipergunakan oleh para pejuang untuk mengelabui tentara Belanda yang tidak menguasai bahasa ini. Belanda sebenarnya sudah mulai menguasai bahasa Jawa dan bahasa Indonesia saat itu. Hal ini yang membuat para pejuang saat itu tidak bisa melancarkan aksinya karena rencana-rencana mereka sering ketahuan oleh pihak Belanda. Inilah kemudian muncul boso walikan atau boso ngalam (red:Malang),

Ada beberapa bentuk walikan terdapat pada kosakata bahasa walikan ini. Pertama yaitu dibalik dari belakang secara keseluruhan. Contoh makan menjadi nakam. Mulih (pulang) menjadi hilum. Dalam hal ini bahasa Indonesia juga terkena serangan walikan seperti kata makan.  Kedua adalah proses membalik yang tidak sepenuhnya dibalik dari belakang. Ada kata-kata seperti Malang, memiliki akhiran ‘ng’ yang dibalik tetap dengan mempertahankan ‘ng’ di dalamnya. Contoh ‘malang’ menjadi ‘ngalam’. Yang ketiga adalah bahasa walikan yang menggunakan kata serapan seperti kata makan di atas (serapan bahasa Indonesia) yaitu seperti contoh ‘ojir’ dari kata ‘raijo’ yang artinya uang (dari bahasa Madura). Juga pada kata ‘hamur’ yang berasal dari ‘rumah’. Muncul pula kosakata baru karena produk dari boso walikan tersebut seperti misalnya ‘ebes’ yang artinya bapak, dari kata abah / aba. Kadang digunakan kata ‘sebe’ untuk kata ‘ebes’ ini. Hal ini berpengaruh dan merubah kata ibu yaitu ebes dan memes.

Contoh lain :

oges adalah sego (nasi)

uklam adalah mlaku (jalan)

uhat adalah tahu (tahu)

oges ngerog adalah sego goreng (nasi goreng)

ipok adalah kopi (kopi)

ipas adalah sapi (sapi)

wedus adalah sudew (kambing)

mas adalah sam (kakak laki-laki)

halokes adalah sekolah (sekolah)

libom adalah mobil (mobil)

oyi adalah iyo (iya)

kane adalah enak (enak)

ayas adalah saya (saya/aku)

umak adalah kamu (kamu)

ewul adalah luwe (lapar

kipa adalah  apik (baik / bagus)

kadit itreng adalah tidak ngerti (tidak mengerti)

nawak ewed adalah kawan dewe (teman sendiri)

nendes kombet adalah senden tembok (bersandar di dinding tembok)

kera ngalam adalah arek malang (anak muda Malang)

Dan masih banyak lagi.

#bosowalikan

#bahasamalang

#ngalam

#language

Meningkatkan Kemampuan Bahasa Inggris Disaat Kurang Exposure

Belajar Bahasa Inggris

Bagaimana saya dapat meningkatkan kemampuan berbahasa Inggris saya ketika tidak ada lingkungan yang mendukung untuk belajar?

Jangan khawatir. Bahkan jika Anda tidak memiliki pasangan berbicara, ada banyak hal yang dapat Anda lakukan untuk meningkatkan kemampuan berbahasa Inggris Anda.

1. Gunakan latihan mendengarkan Anda untuk meningkatkan kemampuan berbicara. Saat Anda mendengarkan pidato bahasa Inggris (baik itu TV, video Youtube, buku audio, atau podcast), ubah itu menjadi kesempatan berbicara. Apa yang dapat Anda lakukan adalah mendengarkan potongan kecil pidato dan ulangi setelah pembicara. Anda akan segera mulai mempelajari intonasi, pengucapan, dan kosa kata bahasa Inggris asli. Latihan ini sangat berguna untuk meningkatkan kemampuan berbicara Anda.

2. Berlatih berbicara kepada diri sendiri. Anda tidak harus memiliki teman berbicara untuk meningkatkan kemampuan berbicara bahasa Inggris Anda. Saat Anda sendirian, Anda dapat melatih kemampuan berbicara Anda dengan berbicara kepada diri sendiri. Ini adalah waktu untuk melepaskan hambatan Anda dan mulai mengekspresikan pikiran Anda. Beberapa tip bermanfaat:

a) Setiap kali Anda merasa mandek dan kehilangan kata, cobalah mencari tahu kata itu dan jelaskan dengan menggunakan kata-kata yang sudah Anda ketahui.

b) Cobalah berbicara di depan cermin. Dengan cara ini, Anda akan menyadari ekspresi wajah dan bahasa tubuh Anda.

c) Berlatih melakukan pidato dadakan. Cara Anda melakukannya adalah memilih topik, topik apa saja, dan mencoba membicarakannya selama 2 hingga 3 menit. Bagian penting dari latihan ini adalah tidak berhenti berbicara selama 2-3 menit itu.

Bahkan jika Anda tidak memiliki apa-apa untuk dikatakan, Anda harus berbicara dan mengisi keheningan sampai Anda mengumpulkan pikiran Anda dan melanjutkan berbicara tentang topik Anda

3. Coba twister lidah. Twister lidah sangat bagus untuk pengucapan. Anggap saja sebagai yoga bahasa Inggris, karena tidak hanya melatih Anda untuk mengucapkan suara tertentu secara fisik dengan benar, tetapi juga melatih pikiran Anda. Latihan diksi dan pelafalan ini dirancang untuk membantu Anda berbicara lebih jelas dan menjadi lebih pandai bicara. Meskipun mungkin terdengar konyol bagi Anda, jangan remehkan dampaknya terhadap pidato Anda.

4. Gunakan Internet untuk berbicara dengan penutur asli bahasa InggrisBahkan jika Anda tidak memiliki kondisi yang menguntungkan untuk melatih keterampilan berbicara bahasa Inggris Anda, Anda dapat menemukan tutor penutur asli bahasa Inggris yang berkualifikasi sempurna secara online bersama kami di English Ninjas. Kami membuatnya senyaman mungkin bagi Anda untuk melatih keterampilan Anda. Anda dapat memilih tutor Anda sendiri, dan waktu serta frekuensi pelajaran Anda. Selain itu, para profesional kami merancang pelajaran Anda sesuai dengan minat dan kebutuhan Anda, sehingga sesi berbicara Anda menyenangkan sekaligus berguna.

 

Mengapa Bahasa Indonesia Itu Mudah?

bahasa

Bahasa Indonesia memang istimewa, mungkin salah satu yang ada di dunia. Kami (orang Indonesia) tidak peduli dengan grammar, urutan kata, maupun tenses. Kami hanya peduli dengan kosakata. Sekarang masalahnya adalah kosakata itu sendiri memiliki banyak kata yang dapat digunakan untuk situasi dan emosi tertentu. Satu kata yang ditambahkan dengan awalan lain, akhiran dan seterusnya bisa sangat berbeda dari satu kata dan kata lain yang terlihat serupa.

Example:

  • Apa? = What?
  • Ada apa? = What’s going on?
  • Apaan sih? = What are you doing? (Someone bugging you)
  • Apa lu? = What are you looking at? (Mad expression)
  • Ngapain? (ng + apa + in) = What are you doing? (Asking what are you doing)
  • Ngapain sih? = Why would you do that stuff anyway? (Blaming you for doing that)
  • Ngapain ya? = What should we do now? (Another different meaning in different situation)
  • Ngapain tuh? = I myself don’t know how to translate this to English.

Itu hanya beberapa dari banyak kata yang bisa muncul dengan APA.

Mempelajari bahasa tertentu itu mudah atau sulit tergantung pada bahasa ibu Anda. Namun, menurut mereka yang telah mencoba mempelajari bahasa Indonesia dari berbagai belahan dunia, bahasa ini relatif mudah dipelajari. Berikut beberapa kemungkinan alasannya:

Ini bukan bahasa nada. Bagi penutur bahasa Inggris dan Barat yang tidak terbiasa dengan bahasa tonal, mendengar Bahasa Indonesia untuk pertama kali terasa sangat lugas dan langsung. Mudah ditiru dan diucapkan tanpa kesulitan untuk dipahami.

Karena Bahasa memiliki banyak bahasa relatif di beberapa bagian Asia, mereka yang sudah berbicara bahasa relatif dapat dengan mudah mengadopsinya. Sekalipun ada kebutuhan untuk membedakan beberapa kata, dalam hal pengucapan dan pembentukan kalimat, kurang lebih sama. Bahkan, beberapa kata juga dipinjam dari bahasa Belanda, bahasa Sanskerta, bahkan bahasa Arab.

Bahasa juga disebut sebagai “aglutinatif”. Artinya, ia memiliki banyak awalan dan akhiran. Beberapa kata dasar hanya perlu memiliki imbuhan tambahan agar dapat membentuk arti yang sama sekali berbeda. Itu bisa mengubah tegang atau jumlah kata. Untuk penutur bahasa Inggris, ini adalah tugas yang sangat mudah untuk diikuti.

Aturan tata bahasa dalam bahasa itu tidak terlalu sulit. Nyatanya, meski Anda tidak sepenuhnya mengikuti aturan tata bahasa untuk pembentukan kalimat, Anda tetap akan dipahami. Selama kata-kata kuncinya ditemukan dalam kalimat, Anda sudah dapat mengungkapkan pemikiran yang lengkap.

Yang terpenting, bukankah menyenangkan bisa mempelajari bahasa baru yang tidak akan memakan waktu lama untuk Anda pelajari? Coba saja dan Anda pasti akan menikmatinya.

Wah Gawat, Dilarang Berbahasa Indonesia

Bahasa Melayu

Pertarungan antara bahasa Indonesia dan Bahasa Melayu di media sosial sulit dielakkan. Siapa yang kuat dialah yang akan menang. Dan fenomena ini mungkin tidak pernah terbayangkan sebelumnya oleh tokoh-tokoh tua di Malaysia yang selalu berilusi mengenai tamadu Melayu. Mereka agaknya yakin dengan impian mereka tentang bahasa Melayu. Konsep ini diharapkan bisa  disosialisasikan di Indonesia yang bahasanya sudah sangat settled bahkan ditirukan oleh millenial Melayu.

Mereka juga mengais-ngais sejarah bahasa Melayu sebagai Lingua Franca. Padahal bahasa Melayu di wilayah Indonesia telah diangkat menjadi bahasa Indonesia resmi. Halusinasi mengenai Melayu menyebabkan mereka tak sanggup menerima kenyataan ini.

Tapi cara berpikir milenial Malaysia cukup berbeda. Mereka tak terlalu peduli dengan konsep bahasa Melayu resmi Malaysia itu.  Mereka lebih berpikir realistis. Karena itu jangan heran kalau kaum muda Malaysia dengan senang hati menggunakan bahasa Indonesia. Padahal mereka tahu bedanya antara bahasa Indonesia dengan bahasa Melayu dimana mereka anggap bahasa Indonesia lebih baku dan modern.  Adapun bahasa Melayu Malaysia belum baku dan terkesan bahasa kampung,

Dalam pertarungan antara bahasa Indonesia dan bahasa Melayu itu, data di internet dan algoritma tidak bisa dibohongi. Algoritma media sosial selalu memihak pada bahasa yang lebih banyak dipergunakan.  Meskipun orang-orang tua melayu mengatakan bahwa bahasa Indonesia berasal dari bahasa Melayu, toh bahasa yang dipergunakan sekarang adalah bahsa Indonesia.

Tak ada gunanya sebenarnya bila tokoh-tokoh Melayu memberi label bahasa Melayu pada bahasa Indonesia di setiap seminar-seminar bahasa.

 

Pergeseran Bahasa, Bisakah?

Umumnya, ketika penutur suatu bahasa menganggap bahwa bahasa mereka sendiri tidak benar-benar cocok untuk digunakan lagi, biasanya diikuti dengan perubahan bahasa asal ke bahasa lain yang lebih tepat untuk mereka. “Ketika suatu kelompok secara progresif meninggalkan bahasa asalnya, pada saat yang sama mengadopsi bahasa kelompok yang dominan secara sosial atau ekonomi” (Fishman 1971, Baker-Jones 1998). Sementara Andersen menyatakan bahwa “pergeseran bahasa adalah proses di mana generasi penutur berturut-turut, baik di tingkat individu maupun di komunitas, secara bertahap kehilangan kemahiran dalam bahasa ibu mereka atau bahasa komunitas bicara mereka yang mendukung bahasa lain” ( 2009, hlm. 1) Bahasa ini sangat bergeser di negara-negara bilingual dan multibahasa (Jagodic,  2011, hlm. 195).

Gagasan yang jelas tentang terjadinya pergeseran bahasa dibuat Fishman (1964, 1991) dengan Teori Domain-nya. “Ketika satu bahasa mendapatkan domain penggunaan yang diperluas daripada yang lain, ada kecenderungan bagi penutur dwibahasa untuk beralih ke sana”. Ada juga kemungkinan bahwa penutur cenderung menggunakan bahasa yang dianggap bergengsi daripada bahasa ibu mereka dengan alasan itu membuat mereka memiliki status yang lebih tinggi di masyarakat.

 

Contoh pergeseran bahasa yang terkenal adalah “hanya bahasa Inggris” di Amerika di mana sebagian besar penduduk asli Amerika dipaksa untuk menggunakan bahasa Inggris daripada menggunakan bahasa ibu mereka (Janse, 2002, hlm. 352). Itu dimulai dari amandemen Arizona yang mengusulkan “hanya bahasa Inggris” pada tahun 1988 dan diadopsi oleh pemerintah Utah untuk memaksa rakyat mereka menggunakan bahasa Inggris. Dengan demikian, kebijakan pemerintah menjadi salah satu faktor pergeseran bahasa serta pemeliharaan bahasa.

Contoh lain pergeseran bahasa adalah dari Anderson (2009) dalam studinya tentang bahasa Ghana. Dia menemukan bahwa orang tua Ghana mengekspos anak-anak mereka untuk menggunakan bahasa Inggris, bahasa bekas kolonial mereka, dalam bahasa sehari-hari dan di sekolah. “Orang tua ini percaya bahwa perolehan bahasa Inggris sebagai bahasa pertama akan meningkatkan perkembangan intelektual, sosial, dan ekonomi anak-anak mereka” (Anderson, 2009, hlm. 7).

Kematian Bahasa

Pemahaman sederhana tentang kematian bahasa yang dicatat dari pergeseran bahasa adalah bahwa ketika penutur meninggalkan bahasa ibu mereka dan menggunakan bahasa lain, bahasa ibu, perlahan atau cepat menghilang. Campbell (1994, hlm. 1961) menggambarkan kematian bahasa sebagai “hilangnya bahasa karena pergeseran bertahap ke bahasa dominan dalam situasi kontak bahasa”. Ada empat jenis kematian bahasa dari Mesthrie dan Leap (1995, hlm. 254):

  1. Kematian bertahap: penggantian bertahap karena pergeseran bahasa
  2. Kematian mendadak: kepunahan yang cepat, misalnya Tasmania
  3. Kematian Radikal: karena penindasan politik yang parah, misalnya pembantaian ribuan orang India di El Salvador
  4. Kematian dari bawah ke atas: tidak digunakan dalam percakapan, tetapi bertahan dalam penggunaan khusus misalnya agama atau lagu daerah.

Bahasa Inggris juga merupakan salah satu penyebab utama kematian bahasa lain. Cornish di Inggris menghilang setelah para penutur memindahkan bahasa ibu mereka ke bahasa Inggris (Mesthrie & Leap (1995, hlm. 253). Sementara kasus bahasa Ghana, beberapa bahasa daerah Ghana menghilang seperti Nabit, Sisaala, dan Likpapkaln karena otoritas bahasa Inggris (Andersen, 2009, hlm. 11).

Pemeliharaan Bahasa

Untuk menghindari fenomena pergeseran bahasa dan kematian bahasa terjadi, pemeliharaan bahasa perlu direncanakan dan dilaksanakan di suatu bangsa. Pemeliharaan bahasa adalah revitalisasi bahasa yang sekarat atau terancam punah. Mesthrie dan Leap (1995, hlm. 253) menggambarkan pemeliharaan bahasa sebagai penggunaan bahasa yang berkelanjutan dalam menghadapi persaingan dari bahasa yang lebih kuat secara regional dan sosial. Banyak negara seperti Australia, Jepang, Taiwan, Kanada, Skandinavia, Papua Nugini, dan lainnya telah memulai untuk merevitalisasi bahasa asal mereka setelah perang berakhir (Janse, 2002, hlm. 353).

Cara mempertahankan bahasa seperti pendidikan, mendokumentasikan bahasa dapat menjadi keputusan alternatif untuk menghidupkan kembali bahasa tersebut. Dalam kasus Ghana, bahasa daerah mereka dipertahankan oleh penggunaan Media. Sebagian besar penyiar radio di Ghana menggunakan bahasa ibu mereka untuk menyampaikan berita (Andersen, 2009, hlm. 2). Mereka tetap menggunakan bahasa daerah karena dapat memberikan berita dan pandangan mereka lebih jelas. Kebijakan media Ghana juga mempromosikan semua stasiun televisi untuk menggunakan bahasa daerah untuk menjaga persatuan mereka.

#languageshift

#language

#bahasa

 

Seberapa Baik Orang Indonesia Berbahasa Inggris, Aksen dan Kefasihannya?

Seorang sahabat bercerita pengalamannya belajar Bahasa Indonesia. Inilah kisahnya..

Sebagai warga negara Inggris, saya telah tinggal di Indonesia selama 16 tahun, dan dalam hal aksen, saya telah menemukan bahwa secara umum, kebanyakan orang Indonesia yang berbicara bahasa Inggris tidak memiliki aksen yang kuat dan relatif mudah dimengerti, tidak seperti aksen dan pengucapan India Singapura (Singlish). Orang Vietnam cenderung menggunakan aksen Prancis atau bahkan Rusia saat berbicara bahasa Inggris. Sebagai guru bahasa Inggris untuk siswa asing (ESL), saya percaya bahwa kefasihan lebih penting daripada aksen. Ini mengejutkan saya berapa banyak orang Indonesia yang bisa berbahasa Inggris, ini di negara di mana bahasa Indonesia lainnya seperti Jawa dan Sunda ditawarkan sebagai bahasa kedua. Tentu saja, bahasa-bahasa lain ini dituturkan oleh sejumlah besar orang Indonesia sebagai bahasa ibu mereka, jadi wajar saja jika bahasa-bahasa lain ini diberi preferensi sebagai bahasa kedua di banyak sekolah umum di negara itu.

Terlepas dari seberapa baik orang Indonesia dalam hal kefasihan berbicara bahasa Inggris, sebagai seseorang yang sangat mencintai, dan peduli dengan negara yang indah ini dan orang-orangnya yang luar biasa, saya ingin melihat lebih banyak orang Indonesia diberi kesempatan untuk menjadi fasih berbahasa Inggris. Di artikel saya… Jawaban Rod Pallister untuk Mengapa orang Indonesia tidak berbicara bahasa Inggris (atau bahasa asing lainnya) dengan lancar?  Saya menunjukkan bahwa ada perbedaan besar antara bahasa Indonesia dan bahasa Inggris. Sebagian besar penduduk pedesaan, memiliki sedikit, atau hampir tidak ada akses ke pelajaran bahasa Inggris yang baik, jadi bagaimana kita bisa mengharapkan mayoritas orang Indonesia untuk berbicara bahasa Inggris dengan lancar?

Untuk menjawab pertanyaan dengan lebih akurat, saya akan mengatakan bahwa orang Indonesia yang cukup beruntung untuk mengakses pengajaran bahasa Inggris berkualitas baik, berbicara bahasa Inggris dengan aksen yang mudah dimengerti, dan sebagian besar, fasih. Namun, bagaimana dengan 80% hingga 85% orang Indonesia lainnya yang tidak memiliki sumber daya untuk belajar dari guru bahasa Inggris yang baik … Saya tidak hanya berbicara tentang penutur asli bahasa Inggris (bules), ada juga beberapa guru bahasa Inggris lokal yang sangat baik. Inilah masalahnya. Banyak dari guru bahasa Inggris lokal yang berkualifikasi baik ini diambil alih oleh lembaga bahasa dan sekolah internasional yang menawarkan gaji dan fasilitas yang lebih tinggi.

Di mana hal itu meninggalkan anak-anak muda Indonesia lainnya yang sangat ingin belajar bahasa Inggris? Mereka juga ingin menjadi bagian dari ‘Indonesia baru’ yang berada di jalur untuk menjadi ekonomi terbesar ke-7 di dunia pada tahun 2030. Lihat artikel saya… Jawaban Rod Pallister untuk Indonesia memiliki populasi terbesar ke-4 di dunia. Pada tahun 2030, diprediksi akan menjadi ekonomi terbesar ke-7 di dunia. Lantas mengapa bagi setiap mahasiswa Indonesia yang pergi ke AS, Malaysia mengirimkan 8? Apakah siswa Malaysia lebih pintar?  Dalam artikel ini, saya tegaskan bahwa belajar bahasa Inggris online adalah pilihan bagi pelajar Indonesia.

Lantas bagaimana jika kita melihat bagaimana kita bisa membantu semua orang Indonesia yang ingin belajar bahasa Inggris, untuk menjadi lebih fasih. Mari kita asumsikan sejenak bahwa sebagian besar orang Indonesia sekarang memiliki akses ke internet dan mengetahui beberapa kosakata bahasa Inggris. Mari kita mulai dari asumsi itu. Jadi bagaimana bisa mayoritas, bukan minoritas …  orang Indonesia, setidaknya menjadi cukup fasih? Apakah mungkin? Sama sekali!

Berikut 4 cara yang bisa diterapkan hampir semua orang Indonesia untuk menjadi fasih berbahasa Inggris. Tidak peduli seberapa miskin seorang siswa. 4 cara ini akan membantu Anda untuk pandai berbicara bahasa Inggris dengan lancar… Jika Anda benar-benar serius, miliki sikap positif, dan jika Anda tidak menyerah.

Satu: Tetapkan tujuan.

Menetapkan tujuan untuk menjadi fasih berbahasa Inggris tidak ada artinya kecuali Anda menyatakan kapan, atau pada tanggal berapa. Tanpa komitmen pada tanggal yang ditentukan, keinginan Anda pada dasarnya diterjemahkan menjadi keinginan. Kemungkinan besar tidak akan pernah terjadi karena sebagai manusia kita cenderung menunda tantangan untuk hari esok … Karena hari ini, selalu ada alasan lain mengapa kita terlalu sibuk. Jika Anda ingin fasih berbahasa Inggris, Anda harus merencanakan waktu dan / atau tanggal tertentu, jika tidak maka akan tetap menjadi mimpi. Selain itu, tetapkan tujuan harian, mingguan, dan jangka panjang. Saya telah menemukan siswa dengan hampir tidak ada kemampuan berbicara bahasa Inggris, namun mereka telah belajar dan berlatih … Ya berlatih, selama 2 jam setiap hari, 5 hari seminggu, dan menetapkan tujuan pribadi, ditambah berlatih 3 cara lain yang dirinci di bawah ini, untuk menjadi fasih berbahasa Inggris. Dalam 6 bulan, beberapa dari mereka adalah penutur bahasa Inggris yang fasih, dan dapat menulis di tingkat IELTS Band 7. Apa yang dibutuhkan? Sederhana… dedikasi dan sikap positif.

Seorang siswa, yang orang tuanya adalah petani padi yang sangat miskin, kadang-kadang muncul tanpa sepatu! Dia biasa belajar setiap malam, dan mendapatkan ini … Ketika terjadi pemadaman listrik, dia akan meminjam sepeda tetangganya dan bersepeda ke kota berikutnya di mana ada listrik … terkadang 15 kilometer jauhnya! Itulah yang saya maksud dengan sikap, itulah dedikasi. Jadi, untuk kalian semua siswa di luar sana, yang berasal dari latar belakang yang sederhana … Apakah Anda memiliki apa yang diperlukan?

Inilah yang terjadi pada anak berusia 16 tahun ini; kisah suksesnya yang luar biasa. Dalam waktu 12 bulan setelah mulai fasih berbahasa Inggris (dari hampir nol), ia meminjam sejumlah uang, dan menumpang ke Bali. Dia kemudian mulai sebagai pemandu wisata yang menunjukkan kepada wisatawan di sekitar pulau. Itu baru permulaan. Dia kemudian bernegosiasi dengan hotel, klinik, restoran, dokter gigi, tempat karaoke, dealer penyewaan sepeda mobil dan motor, dan layanan lain yang mungkin diinginkan wisatawan. Dia dibayar komisi oleh semua outlet ini. Dia juga mendapat tip dalam Yen, $US, Euro, dll., Dan dalam 3 bulan kembali selama Idul Fitri, merenovasi rumah orang tuanya, dan membeli seragam untuk semua anak-anak di desa (kampung). Itulah yang terjadi ketika ada sikap pantang menyerah, itulah dedikasi yang nyata!

Dua: Baca, dengarkan, dan tonton.

Ada saluran Indonesia yang menayangkan film-film berbahasa Inggris. Dapatkan buku catatan dan tuliskan kata dan frasa yang Anda dengar, dan terus ulangi. Lebih baik lagi, unduh film bahasa Inggris dari YouTube … Anda dapat menontonnya berulang kali. Tuliskan frasa dan kalimat dan sertakan artinya dalam bahasa Indonesia. Berikan perhatian khusus pada arti dalam sebuah kalimat … Ini jauh lebih penting daripada mempelajari kata-kata individual. Misalnya, ‘sama sama’ yang diterjemahkan secara langsung adalah ‘sama’ ‘sama’, tetapi kedua kata itu benar-benar berarti “sama-sama”. Bahasa adalah tentang makna, makna-makna ini menafsirkan pengalaman, situasi, dan peristiwa nyata. Kata-kata sendiri tidak akan pernah membuat Anda menjadi penutur bahasa Inggris yang fasih. Lihat artikel saya… Jawaban Rod Pallister untuk Mengapa orang Indonesia tidak berbicara bahasa Inggris (atau bahasa asing lainnya) dengan lancar?

Baca buku, artikel, dan surat kabar; mereka tersedia secara online secara bebas. Sekali lagi, jangan mengandalkan ingatan Anda, tuliskan semua yang Anda pelajari karena tindakan menulis sesuatu, secara otomatis memprogram unduhan ke bank memori Anda. Berlatih dengan membaca dengan lantang dari apa yang telah Anda tulis akan membuat ATM bank kata pribadi Anda … cukup tarik kata dan frasa setiap kali Anda berbicara dan menulis. Keluar… Jawaban Rod Pallister Mengapa orang Indonesia memiliki masalah dengan tes bahasa Inggris internasional seperti IELTS dan TOEFL?

Tiga: Idiom dan kata kerja phrasal.

Untuk menjadi fasih berbahasa Inggris, Anda perlu berbicara secara alami… seperti itu adalah aktivitas sehari-hari yang normal dan alami. Penutur asli bahasa Inggris menggunakan idiom dan kata kerja phrasal sepanjang waktu tanpa memikirkannya, karena itu adalah cara alami kita untuk bergaul dan berbicara. Jawaban Rod Pallister untuk Bagaimana cara meningkatkan bahasa Inggris saya?  Namun, penting bagi Anda untuk tidak mencoba mengunduh semua idiom bahasa Inggris… ada lebih dari 3000 di antaranya. Cukup unduh 100 hingga 150 idiom paling populer … sudah cukup. Sama dengan kata kerja phrasal, hanya yang paling populer. Namun, ada peringatan untuk ini. Anda harus berlatih setiap hari … Cobalah dan pelajari lima hingga sepuluh idiom baru dan kata kerja phrasal setiap hari. Jika Anda ingin menjadi penutur bahasa Inggris yang fasih dan alami, jangan mengambil jalan pintas; Ini jalan yang panjang entah ke mana. Butuh bimbingan… Kemudian hubungi saya di rod_pallister@yahoo.co.uk

. Saran gratis.

Empat: Pikirkan bahasa Inggris.

Sejujurnya, cara tercepat untuk menjadi fasih berbahasa Inggris adalah dengan berpikir dalam bahasa tersebut, bukan hanya dengan mencoba dan belajar kata-kata dari buku teks. Saya sering memberi tahu siswa saya untuk memvisualisasikan adegan, peristiwa, kegiatan … Dengan kata lain, bayangkan kata dan frasa dalam situasi kehidupan nyata sehingga Anda dapat melihat, menyentuh, mendengar, merasakan, mencium, dan merasakan kata, frasa, dan kalimat yang Anda pelajari. Saya telah membuat program di mana Anda dapat menjadi fasih berbahasa Inggris dalam 37 hari, hanya dengan berpikir dalam bahasa Inggris. Saya telah mengajarkannya selama lebih dari 7 tahun, baik di kelas maupun online. Ini tersedia secara gratis di rod_pallister@yahoo.co.uk

, ini adalah cara yang luar biasa kuat dan efektif untuk menjadi fasih dengan cepat. Pada dasarnya, Anda perlu menghabiskan beberapa saat sebelum tidur … Ini menghasilkan mengunduh perangkat lunak linguistik ke dalam pikiran sub-sadar Anda. Bagaimana? Saya akan mencoba dan menjelaskan aspek psikologis nanti.

Lantas, seberapa baik orang Indonesia dalam berbahasa Inggris dengan lancar? Sebagian besar masyarakat Indonesia bisa menjadi fasih jika mengikuti 4 saran di atas; Ini, jika mereka benar-benar serius, memiliki sikap positif, dan jika mereka menolak untuk menyerah.

Banyak dari 260 juta orang Indonesia yang berpenghasilan sedikit, atau dalam beberapa kasus tidak memiliki penghasilan, dapat keluar dari kemiskinan jika pola pikir dan cara berpikir mereka diterjemahkan ke dalam tindakan positif, dan sikap pantang menyerah.

Saya telah kehilangan hitungan berapa banyak orang Indonesia yang saya temui yang hampir tidak bisa membaca dan menulis, diselamatkan dari sekolah … bertahun-tahun sebelum menyelesaikan SMA, namun sudah menghasilkan  miliaran.

Bagaimana?

Mereka berpikir secara berbeda, mereka berpikir besar, mereka sangat percaya pada mimpi mereka sehingga mereka menolak untuk mengambil ‘tidak’ untuk sebuah jawaban, dan kata-kata ‘Saya tidak bisa’ (tidak bisa), sama sekali tidak ada dalam kosakata mereka. Untuk informasi lebih lanjut tentang cara meningkatkan kefasihan dalam bahasa Inggris Jawaban Rod Pallister untuk Mengapa orang Indonesia tidak berbicara bahasa Inggris (atau bahasa asing lainnya) dengan lancar?  Indonesia sedang bergerak… itu akan terjadi … ada Obama lain yang menunggu hanya satu kesempatan untuk mewujudkannya. Pemimpin masa depan kita … para politisi, insinyur, guru, imam, pengusaha, dan ya, bahkan Presiden masa depan kita akan datang dari Anda, orang Indonesia yang terlupakan menunggu di suatu tempat (mungkin di Solo). Takdirmu? Menjadi pemimpin yang akan membantu mendorong negara ini menuju kemakmuran dan stabilitas. Seseorang harus melakukannya. Mengapa tidak Anda?

Angan-angan? Mungkin, tapi setidaknya jika Anda pandai berbicara bahasa Inggris dengan lancar, Anda selalu bisa pergi ke Bali, menghasilkan setumpuk uang, membangun rumah baru untuk ibu Anda, dan memanjakan setiap anak di desa. Itu awal yang baik, bukan?

Jangan pernah berhenti… 260 juta orang Indonesia membutuhkan Anda!

BTW… Saya telah mengajar bahasa Inggris dengan lancar, dan juga membantu mahasiswa PhD dan Master secara global selama sekitar 20 tahun, jadi jika Anda membutuhkan uluran tangan, hubungi saya.

 

Bahasa Orang Ilongot

Bahasa dan perselisihan antar orang Ilongot Filipina

Masyarakat Ilongot Filipina juga memiliki ciri tradisional perselisihan sosial dalam diskusi publik. Budaya Ilongot adalah budaya yang berseberangan, mereka menegaskan bahwa lingkungan yang sebenarnya sangat berpegaruh terhadap kita semua. Hal ini sangat tidak sesuai dengan apa yang menjadi pendapat mereka. Tertulis bahwa terdapat perbedaan struktur bahasa secara tidak langsung mengontrol masalah budaya di ruang sidang, lalu bagaimana perselisihannya?

Pada dasarnya dalam linguistik, pengadilan Ilongot sama spesifiknya dalam perselisihan para orator yang disebut qombaqon, pembicaraan yang berbelit-belit. Orang Ilongot dewasa tidak dapat berkonsentrasi atau harus dimaklumi dengan model berbicara berbelit-belit tersebut, mereka boleh pamit kepada seorang lelaki untuk bersembunyi dibelakang kata ; kesenian berorasi yang menemukan persetujuan diantara kedua belah pihak. Kedua tema ini sangat berbeda dengan reduplikasi misalnya ketika dia menikah. Tipikal Ilongot yang mendetail terletak pada fakta individu, peserta boleh membandingkan sebagai tindakan“tounge” atau “voice”atas seseorang, seseorang yang mana berposisi mereka tidak setuju dengan pemahaman budaya atau kontak sosial pada istilah responsibilitas seseorang yang terdapat pada ketidaksetujuan legal praktik , termasuk ruang sidang untuk evaluasi dengan istilah istilah general publik untuk speaking yang mana telah memiliki fungsi tersendiri. Diantaranya ( Rosaldo 1973:210 – 18) ( lihat juga Irvine (1979 ) dalam diskusi yang bersifat formal, yang mana individualitas ditambah ciri orasi orang Ilongot di ruang sidang. Postur orator yang juga menjalin kontak mata terlihat sangat lihai dengan gesturnya yang terkontrol. Nama orangnya ; mereka tertarik lebih kepaada keadaan sosial. Mereka mempercayai perihal keadaan sosial. Perbedaan konflik yang ada di label lokal asli dan ( sikin qinamayad: “you of the descents category rumyad”) ketika persetujuan dan resolusi terdapat istilah bermakna (sikin gamak: “you are my father”)penggunaan kedua label ini jelaslah sangat terang artinya dengan perselisihan masyarakat sekitar wilayah tentang kebudayaan dalam berasumsi dan berpolitik baik itu berada dalam ruang sidang ataupun tidak. Dengan begitu maka kita akan bisa membagi waktu antara berbicara di depan umum atau perorangan dengan menginterpretasikan hasil kerja kita. 

Dan hingga pada akhirnya beberapa sifat pidato anggota yang berorasi menggambarkan tentang bagaimana berorasi yang baik dan benar menurut beberapa pakar. Seperti kata “qomuna” atau bahkan bisa saja “legem” dan menurut grammatikal itu sudah merupakan bagian darinya. Berbicara tentang metafor didalam ilmu lingustik memang sangatlah tidak gampang, namun tetap mengasyikkan dan penuh semangat, seperti apa yang dikatakan Rosaldo.

Qa ngen nu ma dwewta salaqumagume bands … “even if you took handle of the truly piled up treasure” ( misalnya jika anda mendapatkan kesibukan maka gunakanlah jasa ini).

Pada intinya bahaasa bukanlah sesuatu yang diambil gampangnya saja lebih dari itu bahasa merupakan suatu kebutuhan yang ada ditengah tengah kita selama ini. Da itu tentunya menjadi kebutuhan pokok yang harus kita penuhi adanya. Perbedaan kedua konvensi antara dua kontak sosial tertentu akan menimbulkan beberapa perbedaan yang direfleksikan lewat ide. 

Sapaan / salam : Australo – Gaya orang Amerika dan Afrika             Untuk kedua contoh kebudayaan yang didefinisikan dalam konvensi untuk berbicara pada kejadian sosial, saya ingin mengamati situasi sapaan / salam. Salam atau sapaan digunakan untuk peduli terhadap kontak sosial dengan lawan bicara ; seperti keberagaman  rutinitas yang digunakan untuk menunjukkan ritual ini bisa diambi kesimpulan nantinya dengan kebudayaan yang berbeda, pemahaman terhadap posisi sosial banyak diberi interlokusi. Sapaan / salam di Australia dan Amerika digunakan untuk menciptakan impresi, namun tidak sesungguhnya, dari kualitas sosial diantara intelokutor sebagai keuntungan profesi ideologi sosial struktur pada budaya ini. Informasi menunjukkan menunjukkan pada sapaan ini sering dilengkapi disamping poin itu, dengan memfokuskan antara kontak sosial dan lawan bicara dan klaim kualitas keprofesian.