Mengapa ada Kantong Kecil di Saku Jeans?

Saku kecil dalam celana jeans

Semuanya disebut mulai dari kantong koin hingga kantong tiket, tapi inilah kisah nyatanya. Kamu mungkin mengira ini hanya sekedar desain atau tempat naruh koin.

Kantong-kantong kecil di jeans? Anda mungkin salah satunya yang selalu bertanya-tanya. (Seperti, apa arti huruf YKK di ritsleting Anda?) Sekarang, Anda mungkin sudah menyerah untuk mencoba menggunakan saku kecil itu karena terlalu kecil untuk memuat apa pun yang sebenarnya Anda butuhkan. Kantong kecil itu muncul di akhir tahun 1800-an.

Mengapa jeans memiliki saku kecil?

Kantung kecil ini sebenarnya disebut kantung jam tangan karena memang awalnya dimaksudkan sebagai tempat yang aman bagi pria untuk menyimpan jam sakunya. Ini berasal dari jeans pertama Levi, yang memasuki pasar pada tahun 1879. Jeans diciptakan untuk para pekerja penambang , mereka sangat membutuhkan jam untuk melihat waktu, terutama dalam goa yang cukup gelap, Saat itu jam saku adalah merupakan barang mewah dan langka. Para pekerja meletakkan jam di saku kecil itu untuk melindungi jam tersebut terkena goresan. Saat itu jam tangan masih sangat asing, yang ada jam saku ini.

Menurut blog Levi Strauss, awalnya hanya ada empat kantong pada celana jeans biru, termasuk kantong jam tangan.

Jadi lain kali anda menemukan diri anda berdiri dengan acuh tak acuh dengan ibu jari anda di saku kecil itu, ketahuilah bahwa itu awalnya digunakan untuk menyimpan arloji saku. Sekarang setelah kami mengungkap kantong jean kecil, temukan lebih banyak fakta menarik dan menyenangkan yang tidak pernah Anda ketahui.

#ykk

#levis

#smallpocket

#jeans

Bagaimana Mitos Menurut Roland Barthes?

Roland Barthes

Kali ini tulisan saya mengenai Mitos. Kurang paham belakangan ini mitos menjadi kajian yang cukup menarik,  Dan Sepertinya kita suka sekali bicara tentang mitos. Mungkin karena masih ada hubungannya dengan pawang hujan beberapa waktu lalu di Mandalika.  Di abad kontemporer ini berbeda memandang mitos dibandingkan dengan abad modern. Abad modern yang objektif menganggap mitos adalah sesuatu yang primitif, yang tidak masuk akal dan tidak rasional karena itu perlu dibuang jauh-jauh.

Tetapi rupanya abad kontemporer berbeda melihat mitos sebagai sesuatu yang disamakan dengan sains yang alih-alih perlu dibuang jauh-jauh, namun justru mitos perlu melengkapi cara hidup manusia.

Bagaimana cara kerja mitos? Ada satu pemikir yang menarik menurut saya di abad kontemporer yang membicarakan tentang cara kerja mitos. Dia adalah Roland Barthes, salah satu pemikir dari Perancis. Bagi Rolan Barthes, mitos itu bukan sebuah ide, bukan gagasan, dan bukan objek. Mitos bagi Barthes adalah suatu cara untuk menyampaikan ide , gagasan atau objek. Dalam hal ini mitos sangat dekat dengan bahasa yaitu menjadi penanda dari sesuatu. Perbedaannya adalah bahasa terletak pada level denotatif atau makna yang sesungguhnya. Sementara mitos berada pada makna yang kedua, atau yang disebut makna konotatif atau makna kias dan atau makna metaphora nya.

Misalnya contoh, bila kita melihat sebuah kacamata, secara denotatifnya kaca mata itu adalah alat bantu untuk melihat bagi mereka yang memiliki persoalan dengan penglihatannya. Tetapi menjadi berbeda bila kacamata ini dipakai oleh seseorang dalam sebuah pertunjukan film lalu mengkiaskan atau memetaphorkan orang itu seolah-olah adalah jenius, maka kacamata pada tahapan kedua ini tidak lagi bermakna denotatif.  Dia justru sudah hadir sebagai mitos.

Sehingga mitos bagi Roland Barthes memang adalah persoalan pertandaan atau kemudian disebut dengan SIGNIFICATION.

Signification

Bagaimana cara kerja mitos ini sehingga disebut sebagai persoalan pertandaan (semiotika) atau signification?

Dalam hal ini Roland Barthes sebagai pemikir kontemporer dipengaruhi banyak oleh tradisi Linguistik Struktural, Kalau menyebut Linguistik Struktural tentu saja tokoh besarnya adalah Ferdinand de Saussure, salah satu pemikir Linguistik dari Swiss. Saussure mengatakan bahwa dalam satu bahasa atau kata itu memiliki dua bagian. Yang pertama adalah signifier atau penanda dan yang kedua adalah signified atau yang ditandai atau tinanda. Penanda dalam hal ini menurut Saussure adalah citra akustik atau bunyi yang keluar dari pita suara kita, kumpulan bunyi yang digabung menjadi suatu ujaran kata.

Misal : K.U.D.A.

Tinandanya dalam hal ini adalah konsep, bahwa konsepnya adalah hewan berkaki empat, bisa meringkik, memiliki surai di kepala. Dan gabungan antara tanda, penanda dan tinanda disebut pertandaan tahap pertama menurut Roland Barthes. Dan mitos menurut Rolan Barthes ada pada tahapan yang kedua.

Ada konsekwensi yang dialami oleh pertandaan ini sebagaimana konsekwensi yang dialami oleh tanda di tahap pertama.

Misal ada persoalan tentang polysemi.. Contoh tempat duduk sebagai tinanda maka penandanya bisa berupa kursi, bisa meja, bisa galon, bisa lantai dll.  Ini juga terjadi pada mitos. Misal konsepnya adalah orang meninggal Maka bentuknya atau penandanya atau tahap keduanya bisa berupa bunyi burung gagak, ayam berkokok di malam hari,  dimana bisa jadi di tradisi yang lain itu berbeda-beda penandanya.

Pancasila dicontohkan sebagai penanda, Tinandanya adalah burung yang memiliki beberapa buku di ekor, sayap dan leher. Ini di tahap pertama. Lalu kemudian menjadi signification  ketika itu diyakin sebagai satu ideologi, sebagai salah satu gambar atau simbol yang final, yang menyimbolkan segala cara hidup kita di Indonesia. Maka itu berarti adalah mitos.

Dalam buku mitologi Roland Barthes, aliran kiri itu disebut sebagai sebuah mitos. Misalnya revolusi adalah sebuah tanda. tetapi ketika revolusi itu menjadi sebuah aliran maka itu adalah sebuah pertandaan.

#rolandbarthes

#semiotics

#signification

#ferdinanddesaussure

#myth

 

Kenapa Freddie Tak Pernah Betulin Giginya?

Freddie Mercury

Dalam aktifitas baru Bohemian Rhapsody, Freddie Mercury mendekati Brian May dan Roger Taylor setelah band mereka baru saja bubar, dan memberi tahu mereka bahwa dia ingin menjadi penyanyi baru mereka. Jawaban mereka : “Tidak dengan gigi itu, sobat”,  jelas orang-orang disana.

Tapi dia dengan cepat menyusun kembali dan bangkit kembali dengan penjelasan, “Saya lahir dengan empat gigi seri tambahan. Lebih banyak ruang di mulut saya berarti lebih banyak jangkauan.” Setelah memberi mereka demonstrasi menyanyi, Mercury nyatanya mendapatkan peran yang akan membuatnya terkenal.

Dalam kehidupan nyata, Freddie sering dikatakan merasa malu dengan overbite-nya yang besar. “Di layar dia selalu menutupi giginya dengan bibir atasnya atau mengangkat tangan untuk menutupinya,” kata teman dekat dan asisten pribadinya, Peter Freestone. “Dia sadar diri tentang mereka. Di rumah, dia tidak perlu peduli.”

Dengan kekayaan bersih sebesar $60 juta atas kematiannya pada tahun 1991, pada usia 45 tahun, Freddie dapat dengan mudah membayar untuk mengatasi apa yang dikenal sebagai overjet anterior atau maloklusi kelas II, yang mungkin ia warisi dari ibunya. Disebabkan oleh empat gigi ekstra di bagian belakang mulutnya yang mendorong gigi depan ke depan, dia mungkin menderita masalah kesehatan akibat gigi yang merusak mulutnya, dan dia juga harus menghadapi kesulitan makan.

Jadi mengapa dia tidak memperbaikinya? Sepertinya dia benar-benar percaya pada klaim “lebih jauh”. “Kita semua tahu bahwa Freddie Mercury memiliki gigi yang sangat aneh,” kata Rudi Dolezal, ikon TV Austria yang membuat film dokumenter tentang sang bintang. dia mengganti giginya?’ “Dia sangat takut jika dia mengganti giginya, suara  yang khusus akan hilang. Jadi dia lebih peduli dengan suaranya daripada penampilannya, dan saya pikir itu menjelaskan banyak hal tentang pria itu.”

Selama masa hidupnya, Mercury diklaim memiliki rentang vokal empat oktaf yang tidak biasa; dan meskipun argumen itu tampaknya telah dibantah, diperkirakan bahwa dia pasti memiliki teknik menyanyi yang biasa yang menyebabkan gaya penyampaiannya yang tidak salah lagi.

Pendapat terbagi pada subjek apakah dia benar untuk menghindari operasi. “Anatomi secara umum dapat mempengaruhi suara seseorang,” tulis penyanyi pengajar Ms. Chick di Yahoo Answer. “Beberapa orang yang memiliki overbite besar atau buckteeth sering memiliki masalah dengan bentuk vokal, dan bahkan proyeksi suara. Mereka mencoba memberikan kompensasi yang berlebihan… Selain itu, langit-langit lunak, lidah, semua hal di dalam mulut selain gigi lebih dikaitkan dengan nyanyian. Gigi tidak melakukan banyak hal kecuali ada sesuatu yang sangat berbeda dengan gigi.”

Kedokteran gigi Indianapolis menawarkan pendekatan berbeda dalam diskusi tentang kawat gigi. “Pertanyaan yang ingin Anda tanyakan adalah, ‘Seperti apa suara saya saat gigi saya berada di posisi permanen yang baru?’ … hasilnya selalu positif. Dengan lengkungan yang lebih lebar, langit-langit yang lebih lebar, dan gigi yang lebih lurus, Anda akan bernyanyi dengan nada yang lebih penuh dan timbre yang lebih baik.”

Kita tidak akan pernah tahu sejauh mana Merkurius menderita dengan kesadaran dirinya. Seorang pria dengan tantangan kepribadian yang diakui, hampir pasti berkontribusi pada siapa dirinya. Tetapi dihadapkan dengan tidak adanya arahan yang jelas tentang apakah pengobatan akan berdampak negatif pada suaranya – alat musik utamanya – mudah untuk memahami keputusannya untuk pergi sendirian. Ditambah lagi, tentu saja, citra Merkurius dan giginya yang menonjol menjadi ciri khasnya; sedemikian rupa sehingga aktor Rami Malek memiliki set yang dia gunakan Bohemian Rhapsody berlapis emas untuk disimpan sebagai kenang-kenangan.

Sebagai catatan kaki, gigi asli memberikan layanan penting tambahan bagi dunia rock: ketika Queen membatalkan penampilan TV Inggris sehingga dia dapat mengunjungi dokter gigi untuk pertama kalinya dalam 15 tahun, tempat mereka diambil alih oleh Sex Pistols, yang terlibat dalam pertengkaran mulut kotor dengan pembawa acara Bill Grundy, kehilangan pekerjaannya, dan memastikan posisi mereka dalam sejarah musik rock.

#freeddiemercury

#bucktoothed

#bohemianrhapsody

Bagaimana Nasib si Asib

Gatsby

Sebuah kendaraan bertype sedan dengan cat warna kuning menyala melintas di jalan dan mondar-mandir saat itu. Ini bukan rekayasa adegan lalu lintas ya. Sedan berwarna kuning ini dikendarai oleh seorang veteran perang bernama Gatsby. Gatsby duduk di dalam sedan miliknya dengan jok mobil berwarna hijau dan sangat terlihat kontras melalu kaca jendela sedan tersebut.

Adegan ini ada di dalam novel yang sangat terkenal berjudul The Great Gatsby. Belakangan novel berprestasi nobel ini difilmkan dengan judul yang sama The Great Gatsby yang diperankan oleh Leonardo de Caprio. Kiranya memang sebagai penonton saya tidak bisa berharap lebih saat menonton novel yang difilmkan. Pembaca novel The Great Gatsby mungkin merasakan sedikit kekecewaan saat harapan tidak menjadi kenyataan. Banyak adegan di dalam novel tersebut yang tidak ditampilkan lengkap dan sempurna.

Maklumlah netizen budiman memang bisa lebih anarkis bila melihat filma tidak sesuai dengan yang tertulis di dalam novel.

Sama persis dengan novel berjudul Ayat-ayat Cinta. Ribuan pembaca saya yakin berharap penuh dengan film yang setting lokasi filmnya berada di India. Dan tidak di Mesir. Sehingga feel tidak dirasakan saat melihat adegan-adegan Ayat-ayat cinta di dalam filmnya. Netizen mungkin tidak tau bahwa ternyata untuk mendapatkan ijin shooting film Ayat-ayat cinta di Mesir cukup sulit hingga produser memutuskan untuk shooting film Ayat-ayat Cinta di India.

Ngomongin orang-orang India, dalam beberapa hari terakhir muncul kejadian unik di dunia nyata, dunianya netizen budiman. Yaitu seorang warga negara India yang datang ke Indonesia untuk melamar gadis pujaannya yaitu seorang dara Wajo, Sulawesi Selatan. Nyatanya setiba Bandara Sultan Hasanuddin Sulsel, seketika itu pula no hp pria yang bernama Asib Ali ini diblokir oleh kekasihnya yang bernama Nisa. Ali bingung dong, secara dia tidak bisa berbahasa Indonesia. Dan sepertinya memang si perempuan ini sekedar ingin memanfaatkan Ali dengan sedikit tipuan-tipuan kecil. Walhasil Ali sering mengirimkan uang ke rekening Nisa yang naasnya tidak diakui oleh Nisa dan keluargnya. Selama ini dia berkomunikasi dengan Nisa hanya menggunakan aplikasi google translate.

Bedanya dengan Gatsby, dia pulang kampung dan segera menemui kekasihnya. Namun sang kekasih sudah menikah duluan hingga menimbulkan kekecewaan yang cukup dalam. Itulah mengapa Gatsby segera membeli mobil sedan berwarna kuning, berjok hijau agar bisa mondar mandir di depan rumah Daisy (pacar si Gatsby). Tapi apalah daya, Daisy kekasih Gatsby ini sudah menikah. Dan Gatsby hanya bisa caper-caper di depan rumah Daisy.

Nah si Ali cowok India ini justru kehadirannya ditolak mentah-mentah oleh orang tua Nisa. Orang Wajo yang notabene adalah orang Bugis asli, orang Bugis yang menjunjung tinggi adat istiadat beralasan bahwa kedatangan Asib Ali ke rumah Nisa di Wajo adalah suatu kesalahan. Bagi orang Bugis menikah itu melalui tahapan-tahapan yang tidak mudah. Dimulai dengan melamar yang sangat prosedural dan bersyarat lumayan hingga duduk di pelaminan sebagai pengantin adat Bugis. Biaya perhelatan pengantin adat Bugis ini lumayan besar meski bisa dinego.  Hal itu yang menjadi persoalan mengapa orang tua Nisa tidak menerima Ali walaupun hanya sekedar bertamu lebih dahulu.

#thegreatgatsby

#gatsby

#asibali

#nobelnovel

#nobel

#bugis

#bugiswajo

#uangpanaik

Pain and Pleasure dalam Etika Teleologi

teleologis

Teleologi adalah ajaran yang menerangkan segala sesuatu dan segala kejadian menuju pada tujuan tertentu. Etika teleologi mengukur baik dan buruknya suatu tindakan berdasarkan tujuan yang ingin dicapai dengan tindakan itu atau berdasarkan akibat yang ditimbulkan oleh tindakan itu.

Dalam istilah teleologis manusia itu bertindak dalam dua hal. Pertama mendekati kenikmatan atau pleasure atau menjauhi kesengsaraan atau pain. Jadi apapun ideologinya, apapun madzhabnya, apapun agamanya, bahkan tak beragama sekalipun itu bergerak karena dua hal tersebut. Pain and Pleasure. Hanya saja apa yang membuat nikmat atau apa yang membuat sengsara itu berbeda wujudnya.

Bagi sebagian orang belajar itu kenikmatan, bagi sebagian lain melelahkan karena ada banyak tugas disitu. Bagi agamawan ibadah itu adalah sebuah kenikmatan, seperti ibadah puasa misalnya. Tapi bagi atheis puasa itu adalah kesengsaraan karena tak boleh makan tak boleh minum dan yang lain-lain.

Meskipun manusia bertindak karena pain and pleasure tetapi wujudnya berbeda pada setiap subjektif pada setiap orang.

Sisi negatif dari teleologi ini adalah etika ini akan mampu menarik seseorang ke dalam tindakan yang dapat menghalalkan segala cara demi sebuah tujuan.

#teleologis

#teleologi

#filsafat

#philosophy

#pleasure

 

Benarkah Kaisar Romawi Transgender?

Elagabalus

Adalah Kaisar Romawi Kuno Bernama Elagabalus, seorang kaisar dengan penyimpangan. Siapa Kaisar Elagabalus yang memiliki isu transgender ini? Hmm kita perlu tahu seluk beluknya terlebih dahulu. Elagabalus adalah Kaisar Romawi Kuno yang lahir di tahun 204 M dengan nama Varius Avitus Bassianus. Elagabalus menghabiskan lahir dan menghabiskan masa kecilnya di Suriah. Hmm berarti orang Arab doi ini..

Ayah Elagabalus bernama Sextus Marius Marcellus, adalah seorang aristokrat Roma yang juga lahir di Suriah. Sextus menikah dengan Julia Soeamaus dan memiliki satu anak, yaitu sang trans-g si Varius Avitus Bassianus. Dan Bassianus inilah yang kemudian menjadi Elagabalus. Keluarga Elagabalus memiliki kekerabatan dengan kekaisaran Roma saat itu, yaitu Kaisar Septemius Severus. Dan waktu kaisar Severeus meninggal di tahun 211, tahta kekaisaran jatuh ke tangan anak tertuanya. Yaitu Carcalla. Namun sayangnya setelah 6 tahun naik tahta, Carcalla dibunuh oleh Macrinus. Macrinus adalah salah satu petinggi kerajaan Romawi saat itu. Macrinus membunuh Carcalla karena ada ramalan bahwa siapa yang membunuh kaisar akan menggantikan kaisar selanjutnya. Dan memang akhirnya Carcalla menggantikan Macrinus menjadi kaisar Romawi. Macrinus selanjutnya bertindak agresif mengusir Julia Donma atau istri Caracalla untuk pergi meninggalkan kerajaan Romawi.

Namun Julia Donma menolak, dia lebih memilih bunuh diri dengan cara mogok makan selama berminggu-minggu hingga akhirnya meninggal juga. Kakak Julia Donma, si Julia Maesa marah besar atas sepeninggal adiknya. Maesa lalu datang ke Roma untuk berbalas dendam atas kematian adiknya. Dia datang bersama dua anak dan dua cucunya. Salah satu cucunya ini yang bernama Bassianus yang nantinya menjadi kaisar Elagabalus.

Nah keluarga ibunya Bassianus, turun temurun adalah keluarga Dewa Baal di Suriah kuno. Dewa Baal adalah dewa Matahari, dewa yang diagungkan di Suriah saat itu. Di Suriah kuno disebut dengan Elah-Gabal.

Ternyata bila ditelusiri secara hermeneutika, kata elah adalah dewa yang bisa jadi sebenarnya dari kata Allah.

Nah Bassianus ini saat masih di Suriah sempat menjadi imam juga di kuil Elah-Gabal. Imam ini bertugas untuk memimpin ritual-ritual keagamaan di kuil Elah-Gabal. Dari namanya sudah ketahuan yah, nama Elagabalus ini dari mana.

Kemudian setelah nenek Bassianus berhasil membawanya ke Roma, akhirnya Bassianus bisa naik tahta menjadi kaisar Roma di tahun 218. Lalu bagaimana cara nenek Bassianus menjadikan nya sebagai kaisar Roma? Rupanya meski nenek-nenek, dia pandai pulak. Si Maesa ini menyebarkan propaganda kepada rakyat Roma bahwa Bassianus itu adalah anaknya Caracala. Rumor dibuat bahwa Bassianus ini adalah anak hubungan gelap dengan sepupunya sendiri. Para senat di Roma percaya akan hal ini, sehingga mereka yakin bahwa Bassianus adalah pewaris tahta Roma. Dan ya udah, Bassianus diangkat sebagai kaisar di umur 14 tahun tanpa memiliki latar belakang ilmu kekaisaran sama sekali.

Bassianus naik tahta akhirnya dan merubah namanya menjadi Marcus Aurellius Antonius Agustus. Padahal nanti akhirnya juga mampus.. eeh.

Orang orang lebih mengenal Bassianus dengan Elagabalus atau Heliogabalus. Perubahan nama tersebut seiring dengan dipaksanya semua pejabat istana untuk menyembah Elah-Gabal, dewa Matahari Suriah kuno. Namun konsekwensinya berat karena bila tidak mau pindah agama, maka kepala mereka menjadi taruhannya alias dipenggal.

Elagabalus pun berani memenggal patung-patung Dewa Jupiter di kerajaan Romawi, perlu diketahui Dewa Jupiter adalah dewa yang disembah kala itu. Lucunya patung-patung Jupiter ini kepalanya diganti dengan kepala Elah-Gabal. Sebenarnya kepala Jupiter dan Elah-Gabal gak sama. Jadi yang terjadi adalah badannya besar, kepalanya kecil. Pilus pilus pilus.. 😊

Elagabalus kemudian disarankan menikah oleh ibu dan neneknya dengan seorang Wanita putri bangsawan Roma bernama Julia Paula. Pernikahannya dilaksanakan pada tahun 219. Namun nahas pada tahun 220 pernikahan tersebut harus berakhir. Hal ini karena Elagabalus ingin menikahi Wanita lain Bernama Aquilia Severa. Pernikahan kedua ini adalah awal krisis Elagabalus karena dia menikahi perawan Vestal, yaitu wanita yang berniat dari sejak awal untuk tidak menikah atau tetap perawan. Vestal adalah dewi perapian, dewi rumah tangga dan dewi yang tetap menjaga keperawanannya. Segitunya ya menjaga harkat dan martabaknya..

Keputusan menikahi Julia Paula membuat dia semakin tidak disukai oleh rakyat Roma karena dia dianggap menistai seorang wanita yang menjaga martabak dan harga dirinya. Hal ini sama pula dengan menistakan dewa-dewinya. Dewa dewi jadi ingat nama toko di Blitar ya..

Nah biasanya perawan Vestal yang melanggar ikrarnya yang harus menjaga kesuciannya, itu harus menanggung konsekwensi dibakar hidup-hidup. Tapi dalam hal ini hukum tersebut tidak berlaku ya, karena yang menikahi Julia dan melanggar peraturan itu adalah kaisarnya dong.

Namun masalah muncul, Julia dan Elagabalus berjanji untuk tidak memiliki anak. Hal ini membuat Maesa si nenek berpikir keras, karena saat kaisar meninggal, tidak ada pemimpin pengganti. Pemimpin akan diberikan kepada keluarga lain. Ini yang membuat Maesa resah. Akhirnya Maesa menyuruh Elagabalus untuk menikahi Annia Faustina. Namun bukannya punya anak, Elagabalus menceraikan Annia dan balik rujuk ke Aquilia.

Empat kali nikah bukan berarti menunjukkan keperkasaan nya, Elagabalus justru berpacaran dengan cowok yaitu Hierocles. Hierocles berambut pirang dan mengendarai chariot. DIa berasal dari Anatolia. Urusan rumit muncul, namun sebenarnya hal ini sudah biasa terjadi di imperium Romawi kuno, kaisar suka sama cowok dan juga pacarana sama saudara kandung. Ini merupakan hall umrah saat itu.

Jadi ingat umat nabi Luth..

Nah di dalam sejarah kekaisaran Romawi kuno, mereka sangat menjunjung tinggi maskulinitas. Terutama untuk urusan per-LGBT an. Jadi seorang kaisar Romawi harus menjadi atau berfungsi sebagai cowok, berfungsi dominan atau berfungsi sebagai T. Bingung juga menjelaskan hal ini. Tapi tau maksudnya kan.. Dan sebenarnya orang-orang Romawi tidak menyukai cowok feminin atau cowok yang bertingkah layaknya perempuan. Padahal di dalam sejarah dikatakan bahwa Elagabalus adalah transgender. Bukan transexual. Apa ya beda transgender dengan transexual?

Kalau transgender itu adalah orang yang merasa identitas gendernya beda dengan identitas kelaminnya. Nah kalau transexual adalah sebutan buat transgender yang ingin merubah jenis kelaminnya. Elagabalus ingin lakukan itu, yaitu merubah status transgendernya menjadi transexual. Namun karena belum ada teknologinya saat itu, dia berusaha tampil beda dengan cara tampil seperti wanita. Dia memakai gaun dari sutra yang didatangkan dari cina, memakai wig, menyukur rambut kaki dan memakai payudara palsu. Nah kalau sudah cosplay cewek anggun,  Elagabalus jalan-jalan nongki-nongki dengan pacarnya, si Hierocles. Layaknya di Citayam Fashion.

Rekonstruksi Elagabalus

Elagabalus pun semakin kehilangan wibawa karena sifat rumitnya yang LGBT, feminine, manja, dan membuang-buang harta dengan cara melemparkan kepingan emas ke rakyat dengan bebas. Pasukan pretorian lebih mendukung calon kaisar selanjutnya yaitu Alexander.

Hidup Elagabalus memang berakhir pedih, mayatnya diseret telanjang keliling kota Roma bersama dengan ibunya. Lalu dibuang di sungai Tiber. Tamat sudah Riwayat Elagabalus.. Seorang Kaisar Romawi kuno berlatar LGBT.

Ada ajah..

#elagabalus

#transgender

#transexual

#LGBT

 

 

 

Pergeseran Bahasa, Bisakah?

Umumnya, ketika penutur suatu bahasa menganggap bahwa bahasa mereka sendiri tidak benar-benar cocok untuk digunakan lagi, biasanya diikuti dengan perubahan bahasa asal ke bahasa lain yang lebih tepat untuk mereka. “Ketika suatu kelompok secara progresif meninggalkan bahasa asalnya, pada saat yang sama mengadopsi bahasa kelompok yang dominan secara sosial atau ekonomi” (Fishman 1971, Baker-Jones 1998). Sementara Andersen menyatakan bahwa “pergeseran bahasa adalah proses di mana generasi penutur berturut-turut, baik di tingkat individu maupun di komunitas, secara bertahap kehilangan kemahiran dalam bahasa ibu mereka atau bahasa komunitas bicara mereka yang mendukung bahasa lain” ( 2009, hlm. 1) Bahasa ini sangat bergeser di negara-negara bilingual dan multibahasa (Jagodic,  2011, hlm. 195).

Gagasan yang jelas tentang terjadinya pergeseran bahasa dibuat Fishman (1964, 1991) dengan Teori Domain-nya. “Ketika satu bahasa mendapatkan domain penggunaan yang diperluas daripada yang lain, ada kecenderungan bagi penutur dwibahasa untuk beralih ke sana”. Ada juga kemungkinan bahwa penutur cenderung menggunakan bahasa yang dianggap bergengsi daripada bahasa ibu mereka dengan alasan itu membuat mereka memiliki status yang lebih tinggi di masyarakat.

 

Contoh pergeseran bahasa yang terkenal adalah “hanya bahasa Inggris” di Amerika di mana sebagian besar penduduk asli Amerika dipaksa untuk menggunakan bahasa Inggris daripada menggunakan bahasa ibu mereka (Janse, 2002, hlm. 352). Itu dimulai dari amandemen Arizona yang mengusulkan “hanya bahasa Inggris” pada tahun 1988 dan diadopsi oleh pemerintah Utah untuk memaksa rakyat mereka menggunakan bahasa Inggris. Dengan demikian, kebijakan pemerintah menjadi salah satu faktor pergeseran bahasa serta pemeliharaan bahasa.

Contoh lain pergeseran bahasa adalah dari Anderson (2009) dalam studinya tentang bahasa Ghana. Dia menemukan bahwa orang tua Ghana mengekspos anak-anak mereka untuk menggunakan bahasa Inggris, bahasa bekas kolonial mereka, dalam bahasa sehari-hari dan di sekolah. “Orang tua ini percaya bahwa perolehan bahasa Inggris sebagai bahasa pertama akan meningkatkan perkembangan intelektual, sosial, dan ekonomi anak-anak mereka” (Anderson, 2009, hlm. 7).

Kematian Bahasa

Pemahaman sederhana tentang kematian bahasa yang dicatat dari pergeseran bahasa adalah bahwa ketika penutur meninggalkan bahasa ibu mereka dan menggunakan bahasa lain, bahasa ibu, perlahan atau cepat menghilang. Campbell (1994, hlm. 1961) menggambarkan kematian bahasa sebagai “hilangnya bahasa karena pergeseran bertahap ke bahasa dominan dalam situasi kontak bahasa”. Ada empat jenis kematian bahasa dari Mesthrie dan Leap (1995, hlm. 254):

  1. Kematian bertahap: penggantian bertahap karena pergeseran bahasa
  2. Kematian mendadak: kepunahan yang cepat, misalnya Tasmania
  3. Kematian Radikal: karena penindasan politik yang parah, misalnya pembantaian ribuan orang India di El Salvador
  4. Kematian dari bawah ke atas: tidak digunakan dalam percakapan, tetapi bertahan dalam penggunaan khusus misalnya agama atau lagu daerah.

Bahasa Inggris juga merupakan salah satu penyebab utama kematian bahasa lain. Cornish di Inggris menghilang setelah para penutur memindahkan bahasa ibu mereka ke bahasa Inggris (Mesthrie & Leap (1995, hlm. 253). Sementara kasus bahasa Ghana, beberapa bahasa daerah Ghana menghilang seperti Nabit, Sisaala, dan Likpapkaln karena otoritas bahasa Inggris (Andersen, 2009, hlm. 11).

Pemeliharaan Bahasa

Untuk menghindari fenomena pergeseran bahasa dan kematian bahasa terjadi, pemeliharaan bahasa perlu direncanakan dan dilaksanakan di suatu bangsa. Pemeliharaan bahasa adalah revitalisasi bahasa yang sekarat atau terancam punah. Mesthrie dan Leap (1995, hlm. 253) menggambarkan pemeliharaan bahasa sebagai penggunaan bahasa yang berkelanjutan dalam menghadapi persaingan dari bahasa yang lebih kuat secara regional dan sosial. Banyak negara seperti Australia, Jepang, Taiwan, Kanada, Skandinavia, Papua Nugini, dan lainnya telah memulai untuk merevitalisasi bahasa asal mereka setelah perang berakhir (Janse, 2002, hlm. 353).

Cara mempertahankan bahasa seperti pendidikan, mendokumentasikan bahasa dapat menjadi keputusan alternatif untuk menghidupkan kembali bahasa tersebut. Dalam kasus Ghana, bahasa daerah mereka dipertahankan oleh penggunaan Media. Sebagian besar penyiar radio di Ghana menggunakan bahasa ibu mereka untuk menyampaikan berita (Andersen, 2009, hlm. 2). Mereka tetap menggunakan bahasa daerah karena dapat memberikan berita dan pandangan mereka lebih jelas. Kebijakan media Ghana juga mempromosikan semua stasiun televisi untuk menggunakan bahasa daerah untuk menjaga persatuan mereka.

#languageshift

#language

#bahasa

 

Seperti Apa Culture Shock Itu?

Kejutan budaya terjadi ketika seseorang meninggalkan kenyamanan rumah mereka dan lingkungan yang akrab dan pindah ke lingkungan yang tidak dikenal. Periode penyesuaian bisa cukup intens, terutama jika kedua lokasi tersebut benar-benar berbeda, seperti pergi dari daerah pedesaan kecil ke kota metropolitan besar atau pindah ke negara lain. Orang-orang juga dapat mengalami kejutan budaya ketika berpindah dari satu tempat ke tempat lain di negara yang sama.

Biasanya, tidak ada peristiwa tunggal yang menyebabkan kejutan budaya, juga tidak terjadi secara tiba-tiba atau tanpa alasan. Alih-alih, itu secara bertahap dibangun dari serangkaian insiden, dan kejutan budaya dapat sulit untuk diidentifikasi sementara bergumul dengannya.2

Perasaan itu sangat intens di awal dan bisa sulit diatasi. Penting untuk diingat bahwa penyesuaian budaya biasanya menghilang seiring waktu ketika seseorang menjadi lebih akrab dengan suatu tempat, orang-orang, adat istiadat, makanan, dan bahasa. Akibatnya, navigasi lingkungan menjadi lebih mudah, teman dibuat, dan semuanya menjadi lebih nyaman.

Proses penyesuaian karena kejutan budaya bisa menjadi lebih baik dari waktu ke waktu, yang mengarah pada pertumbuhan dan apresiasi terhadap lingkungan baru.

Gejala Syok Budaya

Kejutan budaya dapat menghasilkan berbagai gejala, yang dapat sangat bervariasi dari orang ke orang dalam hal ruang lingkup dan intensitas. Ini mungkin termasuk:3

  • Rindu kampung halaman
  • Merasa tidak berdaya
  • Merasa terisolasi
  • Disorientasi
  • Kurang konsentrasi
  • Iritabilitas
  • Pilu
  • Gangguan tidur atau makan
  • Paranoia

4 Tahap Kejutan Budaya

Orang yang mengalami culture shock dapat melalui empat fase yang dijelaskan di bawah ini.

Tahap Bulan Madu

Tahap pertama biasa disebut sebagai fase bulan madu. Itu karena orang-orang senang berada di lingkungan baru mereka. Mereka sering melihatnya sebagai petualangan. Jika seseorang sedang dalam kunjungan singkat, kegembiraan awal ini dapat menentukan seluruh pengalaman. Namun, fase bulan madu bagi mereka yang bergerak dalam jangka panjang akhirnya berakhir, meskipun orang-orang mengharapkannya bertahan.1

Tahap Frustrasi

Orang-orang mungkin menjadi semakin jengkel dan bingung karena kegembiraan awal berada di lingkungan baru hilang. Kelelahan secara bertahap dapat terjadi, yang dapat diakibatkan oleh kesalahpahaman tindakan, percakapan, dan cara orang lain dalam melakukan sesuatu.

Akibatnya, orang dapat merasa kewalahan oleh budaya baru pada tahap ini, terutama jika ada kendala bahasa. Kebiasaan lokal juga bisa menjadi semakin menantang, dan tugas yang sebelumnya mudah bisa memakan waktu lebih lama untuk diselesaikan, yang menyebabkan kelelahan.

Beberapa gejala culture shock dapat meliputi:1

  • Frustrasi
  • Iritabilitas
  • Kerinduan
  • Depresi
  • Merasa tersesat dan tidak pada tempatnya
  • Kelelahan

Ketidakmampuan untuk berkomunikasi secara efektif—menafsirkan apa yang orang lain maksudkan dan membuat diri sendiri dipahami—biasanya merupakan sumber utama frustrasi. Tahap ini dapat menjadi periode penyesuaian budaya yang paling sulit karena beberapa orang mungkin merasakan dorongan untuk menarik diri.2

Misalnya, siswa internasional yang menyesuaikan diri dengan kehidupan di Amerika Serikat selama program studi di luar negeri dapat merasa marah dan cemas, yang menyebabkan penarikan diri dari teman baru. Beberapa mengalami gangguan makan dan tidur selama tahap ini dan mungkin mempertimbangkan untuk pulang lebih awal.1

Tahap Adaptasi

Tahap adaptasi seringkali bertahap karena orang merasa lebih betah di lingkungan baru mereka. Perasaan dari tahap frustrasi mulai mereda ketika orang menyesuaikan diri dengan lingkungan baru mereka. Meskipun mereka mungkin masih belum memahami isyarat budaya tertentu, orang akan menjadi lebih akrab—setidaknya sampai pada titik di mana menafsirkannya menjadi jauh lebih mudah.2

Tahap Penerimaan

Selama tahap penerimaan atau pemulihan, orang lebih mampu mengalami dan menikmati rumah baru mereka. Biasanya, keyakinan dan sikap terhadap lingkungan baru mereka meningkat, yang mengarah pada peningkatan kepercayaan diri dan kembalinya selera humor mereka.

Hambatan dan kesalahpahaman dari tahap frustrasi biasanya telah diselesaikan, memungkinkan orang untuk menjadi lebih santai dan lebih bahagia. Pada tahap ini, kebanyakan orang mengalami pertumbuhan dan dapat mengubah perilaku lama mereka dan mengadopsi sopan santun dari budaya baru mereka.

Selama tahap ini, budaya, kepercayaan, dan sikap baru mungkin tidak sepenuhnya dipahami. Namun, realisasi yang mungkin ditetapkan dalam pemahaman yang lengkap itu tidak diperlukan untuk berfungsi dan berkembang di lingkungan yang baru.1

Peristiwa tertentu tidak menyebabkan kejutan budaya. Alih-alih, itu dapat dihasilkan dari menghadapi cara-cara yang berbeda dalam melakukan sesuatu, terputus dari isyarat perilaku, mempertanyakan nilai-nilai Anda sendiri, dan merasa Anda tidak mengetahui aturannya.2

Cara Mengatasi Culture Shock

Waktu dan kebiasaan membantu mengatasi kejutan budaya, tetapi individu dapat meminimalkan dampak dan mempercepat pemulihan dari kejutan budaya.

  • Berpikiran terbuka dan belajar tentang negara atau budaya baru untuk memahami alasan perbedaan budaya.
  • Jangan menikmati pikiran tentang rumah, terus-menerus membandingkannya dengan lingkungan baru.
  • Tulislah jurnal tentang pengalaman Anda, termasuk aspek-aspek positif dari budaya baru.
  • Jangan menutup diri—aktiflah dan bersosialisasi dengan penduduk setempat.
  • Jujurlah, dengan cara yang bijaksana, tentang perasaan bingung dan bingung. Mintalah saran dan bantuan.
  • Bicarakan dan bagikan latar belakang budaya Anda—komunikasi berjalan dua arah.2

Apa definisi kejutan budaya?

Kejutan atau penyesuaian budaya terjadi ketika seseorang terputus dari lingkungan dan budaya yang akrab setelah pindah atau bepergian ke lingkungan baru. Kejutan budaya dapat menyebabkan kesibukan emosi, termasuk kegembiraan, kecemasan, kebingungan, dan ketidakpastian.

Apakah kejutan budaya baik atau buruk?

Meskipun mungkin memiliki konotasi yang tampaknya negatif, kejutan budaya adalah pengalaman normal yang dialami banyak orang saat bergerak atau bepergian. Meskipun bisa menantang, mereka yang dapat menyelesaikan perasaan mereka dan menyesuaikan diri dengan lingkungan baru mereka sering mengatasi kejutan budaya. Akibatnya, penyesuaian budaya dapat mengarah pada pertumbuhan pribadi dan pengalaman yang menguntungkan.

Apa contoh kejutan budaya?

Misalnya, siswa internasional yang datang ke Amerika Serikat untuk belajar di luar negeri semester dapat mengalami kejutan budaya. Hambatan bahasa dan kebiasaan yang tidak dikenal dapat membuatnya sulit untuk menyesuaikan diri, membuat beberapa siswa merasa marah dan cemas. Akibatnya, siswa dapat menarik diri dari kegiatan sosial dan mengalami masalah kesehatan kecil seperti kesulitan tidur.1

Seiring waktu, siswa menjadi lebih akrab dengan lingkungan baru mereka saat mereka mendapatkan teman baru dan belajar isyarat sosial. Hasilnya dapat mengarah pada pertumbuhan dan apresiasi baru terhadap budaya untuk siswa studi di luar negeri serta teman-teman dari negara tuan rumah karena keduanya belajar tentang budaya satu sama lain.

Apa saja jenis-jenis kejutan budaya?

Kejutan budaya biasanya dibagi menjadi empat tahap: tahap bulan madu, frustrasi, adaptasi, dan penerimaan. Periode-periode ini ditandai dengan perasaan gembira, marah, rindu kampung halaman, penyesuaian, dan penerimaan.2 Perhatikan bahwa beberapa orang mungkin tidak melalui keempat fase dan mungkin tidak mencapai fase penerimaan. Mereka mungkin mengalami kesulitan menyesuaikan diri, yang dapat menciptakan introversi permanen atau bentuk lain dari reaksi sosial dan perilaku.

#cultureshock

#culture

#budaya

 

Patok Gajahmada Bukti Kuliner Bersantan

Patok Gajah Mada

Sebuah kayu berdiameter cukup besar menancap cukup kuat di Pendopo Agung Trowulan Mojokerto. Ini adalah batu yang terlihat seperti kayu berbahan batu andesit, yaitu batu yang biasa dipergunakan sebagai bahan pembuatan candi dan patung di masa Singosari dan Majapahit.

Berdasarkan fakta sejarah batu ini tidak begitu saja menancap di tempat tersebut. Namun batu bukan sembarang batu ini diyakini telah ditancapkan oleh Patih Gajahmada, seorang seorang punggawa kerajaan Majapahit yang sedang dilantik dan mengucapkan ikrar sumpah amukti pada 1331 M. Sebuah ucapan sumpah yang sangat ternama bahwa Maha Patih Gajahmada menolak untuk makan buah kelapa atau palapa sebelum nusantara bersatu, Sumpah ini disaksikan dan disimak secara langsung oleh Raja Hayam Wuruk dan rakyat Majapahit saat itu. Penancapan batu itu seolah luapan perasaan Gajahmada yang sangat kuat bahwa Nusantara sangat perlu bersatu di bawah titah kerajaan dan kekuasaan Majapahit.

Mengapa PALAPA menjadi penting hingga disebutkan oleh Maha Patih Majapahit?

Tunggu dulu..

Yuk kita coba melihat secara hermeneutikanya. Palapa ada yang menyebutkan adalah nama lain dari kelapa. Dan ini yang paling sering diungkapkan. Ya, palapa adalah kelapa. Namun ada juga yang menyebutkan bahwa palapa adalah rempah ataupun bumbu. Dan memang kata palapa yang berarti bumbu masih dikenal di dalam bahasa Jawa lokal Malang yaitu ‘plapah’ yang berarti sama, yaitu bumbu atau rempah.

Dengaan begitu jelas terlihat bahwa Sang Patih benar-benar ingin fokus menyatukan nusantara, sang patih benar-benar tak ingin mabuk kepayang dengan makanan. Mungkin bagi Gajahmada, terlalu banyak makanan berempah, terlalu banyak makanan bersantan akan membuatnya lupa diri dan lupa akan ikrarnya di hadapan Raja Hayam Wuruk dan rakyat Majapahit, kerajaan yang juga telah memperluas ekspansinya hingga Filipina.

Kita tahu kelapa atau santan dan rempah2 Jawa adalah bahan wajib dalam mempersiapkan kuliner di masa Jawa Kuna. Santan adalah bahan utama untuk membuat masakan Jawa Kuna seperti misalnya sayur lodeh, nasi wuduk, nasi kuning, jajanan tradisional dan jajan pasar. Bila palapa diartikan sebagai rempah-rempah atau bumbu plapah (bahasa Malang) maka palapa adalah ingredients wajib berupa bumbu-bumbu masakan Jawa Kuna. Palapa ini berarti adalah seperti misalnya bawang merah, cabe, kemiri, laos, batang sereh, daun salam. Wah ternyata sulit sekali menghindari bumbu plapah kalau begitu. Hal ini karena bumbu ini menjadi wajib berada di dapur masakan Jawa Kuna.

Baru bisa dipahami sekarang, apa keinginan sang Patih hingga berani bilang tidak terhadap santan dan bumbu-bumbu Jawa Kuna. Kenyataanya tidak bisa dipungkiri, kita tidak bisa lepas dari santan dan bumbu-bumbu dapur ini. Contoh sederhana, bila kita coba lupakan santan terlebih dahulu. Kita coba untuk membuat sayur paling sederhana khas Jawa yaitu sayur bening bayam. Bumbunya adalah bawang putih dan rimpang kunci. Kalau tidak ada kedua bumbu ini, nah apa yang terjadi pada sayur bening bayam. Tentu rasanya nggak ngalor nggak ngidul alias hambar.

Sang Patih ini meski memiliki tubuh besar dan berpipi chubby mungkin sebelum mengucapkan ikrar Sumpah Palapa, dulunya doyan dahar barangkali. Hingga kemudian berkeinginan untuk menjauhi semua kenikmatan dunia berupa santan dan bumbu-bumbu.

Wah sepertinya perlu ditiru ini,,

#gajahmada

#majapahit

#singasari

#sumpahpalapa

Ternyata Orang Tua Adalah Saudara

Buku Belajar Membaca

Taukah anda si Fajar Sadboy, remaja asal Gorontalo yang mengharumkan socmed alias piral? Fadjar adalah seorang remaja yang kebetulan putus sekolah, tidak melanjutkan studinya terhitung 5 tahun hingga sekarang. Namun sepak terjangnya di dunia perbucinan membuatnya viral di alam socmed gegara ocehannya yang filosofis.

Apa yang diucapkan fadjar selalu menjadi bahan pergunjingan netizen budiman. Maklum saat ini, jangankan bicara, kentut pun masuk media. Kalau ini sih lebay. Kentut masuk media.

Fadjar ini pandai sekali merangkai kata-kata quote. Mungkin itu juga yang membuat pacarnya menjadi kesengsem. Di saat sang ciwi adalah wanita muda yang terpelajar dan cantik pula. Namun itupun masih belum cukup buat Fadjar. Ternyata keduanya bisa mengalami perdebatan seru saat diundang oleh Deni Cagur ke studio podcastnya. Keduanya masih keukeuh tidak mau mengakui kesalahannya.

Namun yang paling menggelikan adalah saat Deni menanyakan jumlah saudara Fadjar, di awal percakapan. Fadjar pun menjawab bahwa saudaranya berjumlah 4 orang. Setelah itu pertanyaan lanjutannya adalah siapa saja ke empat orang tersebut. Deni Cagur ingin tahu siapa-siapa diantara ke empatnya untuk mengetahui Fadjar berada di posisi mana.

Dan woila jawabannya yang tertua diantara mereka berempat adalah ayahnya.

Saya jadi semakin penasaran, definisi sebuah silsilah keluarga itu apa sebenarnya di keluarga Fadjar. Baru saya pahami lagi saat Deni Cagur mengundang Aya (pacar si Fadjar) di kesempatan berbeda. Deni mencoba bertanya kepada Aya pertanyaan yang sama, kamu berapa bersaudara. Dan ternyata Aya menjawa hal yang sama bahwa yang tertua adalah ayah.

Ini klo di rumah ada kakek dan buyut, maka jawaban dari pertanyaan siapa saudaramu yang tertua, Maka jawabanya adalah BUYUT

Klo begitu misal ayah Fadjar lagi bete nih. Trus Fajar gangguin aja deket situ. Gampang saja, si ayah akan bilang. Fajar jangan ganggu ayah, sana main sama saudaramu. Dan yang ada di ruangan itu adalah BUYUT. Dan Fajar dengan muka kusut bermain dengan nenek BUYUT nya.  Karena nenek BUYUTnya adalah saudara juga kan.

Maaf intermezo

Dulu, sekitar tahun 70-80an ada seri buku yang sangat terkenal dan dipakai oleh hampir semua siswa TK dan SD kelas 1. Buku BELAJAR MEMBACA.  Saya kira kalian yang lahir tahun 70an pasti tahu buku ini. Dan dari buku inilah kita bisa memahami definisi keluarga dan sibling. Karena disana ada ayah, ibu, adik dan kakak. Ayah dan ibu adalah orang tua dari Budi dan ada yang memiliki fungsi siblings yaitu kakak Budi. Kalau tidak salah kakak Budi namanya Wati. Dari buku yang sangat sederhana ini, kita semua paham konsep keluarga itu seperti apa. Ayah dan ibu adalah orang tua, bukan saudara. Saudara adalah sibling atau adik dan kakak.

Entah kenapa konsep yang sederhana ini menjadi ribet, sebenarnya pendidikan seperti apa yang terjadi di kota si Fadjar..