Berbeda Dalam Satu Cetakan

Barusan kelar menikmati kue Rangin khas dari Solo. Kue ini kubeli di Pasar Palur Surakarta saat pagi. Maklum hobi jalan ke pasar ini memang tidak bisa kutahan-tahan. Selalu saja ingin explore beragam aneka pasar tradisional dimanapun aku singgah di sebuah kota.

Setelah kubayar kue Rangin ini lalu kebawa pulang dan kusantap. Rasanya manis, lumayan kenyal juga dan dari segi bentuk lebih besar dari kue rangin yang biasa kubeli di kotaku, Malang Jawa Timur. Kue Rangin Malang memang sedikit lebih kecil, lumayan lembut dan tidak padat. Rasanya juga cukup gurih. Hanya memang akhir-akhir ini kue Rangin dijual dengan topping gula pasir. Hal ini karena banyaknya permintaan konsumen untuk menaburkan gula pasir di atasnya.

Bahan keduanya lumayan beda ternyata. Kue rangin hanyalah tepung beras dan parutan kelapa muda. Nah untuk Rangin Solo ini rasanya cukup kenyal sehingga saya mengira kue ini terbuat dari tepung ketan, Ada juga parutan kelapa di dalamnya. Namun yang paling unik lagi, kue Rangin Solo ini dicetak dengan menghasilkan kerak seperti layaknya Wingko Babat Lamongan. keraknyapun berasa seperti kerak nasi yang sedikit hangus. Itupun ada tambahan rasa unik yaitu daun jeruk purut. Sungguh rasa kue yang nano-nano bercampur dalam satu suapan yaitu Rangin Solo.

Kembali ke cetakan pukis, banyak sekali kue Nusantara ini menggunakan cetakan kue pukis. Awalnya adalah kue pukis itu sendiri yang sejarahnya cukup unik ternyata. Resep kue pukis sebenarnya adalah resep curian, resep yang sebelumnya tidak boleh dishare. Resep kue ini hanya digunakan secara internal oleh keluarga penjajah. Jadi bila resep kue pukis ini dicuri, sudah barang tentu cetakannya juga dicuri. Ye kan..

Walhasil orang Indonesia lah yang telah mempopulerkan kue pukis ini. Kue yang berbahan tepung terigu dan ragi ini direcook oleh pembuat kue cubit. Namun cetakan kue cubit berbeda. Cetakan yang dipergunakan adalah cetakan bikang yang sudah populer sebelumnya. Jangan lupa kue bikang ini khas Indonesia, bukan curian loh.

Ragam penggunaan cetakan kue pukis ini lalu berkembang. Cetakan ini kemudian dipergunakan untuk membuat kue Bandros, Pancong, Gandos, Sagon dan juga Rangin. Dengan bahan dasar kue yang hampir sama, kue-kue yang dihasilkan oleh cetakan ini menjadi cukup beraga. Belakangan ini bahkan aneka topping kekinian sudah menjadi satu dengan kue-kue tradisional ini misal green matcha, oreo, chocholatos dll.

Yang penting bukan cetakannya, tapi isinya too. Takutnya dikira curian lagi nih.

#kuepukis

#kuepancong

#kuerangin

#ikafarihahhentihu

Ada Apa Dengan Warna

Teori warna mencakup banyak definisi, konsep, dan aplikasi desain – cukup untuk mengisi beberapa ensiklopedia. Namun, ada tiga kategori dasar teori warna yang logis dan berguna: Roda warna, harmoni warna, dan konteks penggunaan warna.

Teori warna menciptakan struktur logis untuk warna. Misalnya, jika kita memiliki bermacam-macam buah dan sayuran, kita dapat mengaturnya berdasarkan warna dan menempatkannya pada lingkaran yang menunjukkan warna yang saling berhubungan.

Dalam seni visual, teori warna adalah pedoman praktis untuk pencampuran warna dan efek visual dari kombinasi warna tertentu. Terminologi warna berdasarkan roda warna dan geometrinya memisahkan warna menjadi warna primer, warna sekunder, dan warna tersier. Pemahaman tentang teori warna berasal dari zaman kuno. Aristoteles (w. 322 SM) dan Claudius Ptolemy (w. 168 M) telah membahas apa dan bagaimana warna dapat dihasilkan dengan mencampurkan warna lain. Pengaruh cahaya terhadap warna diselidiki dan diungkapkan lebih lanjut oleh al-Kindi (w. 873) dan Ibn al-Haytham (w.1039). Ibnu Sina (wafat 1037), Nasir al-Din al-Tusi (wafat 1274), dan Robert Grosseteste (wafat 1253) menemukan bahwa bertentangan dengan ajaran Aristoteles, ada beberapa jalur warna dari hitam ke putih. [1][2] Pendekatan yang lebih modern terhadap prinsip teori warna dapat ditemukan dalam tulisan Leone Battista Alberti (c. 1435) dan buku catatan Leonardo da Vinci (c. 1490). Formalisasi “teori warna” dimulai pada abad ke-18, awalnya dalam kontroversi partisan atas teori warna Isaac Newton (Opticks, 1704) dan sifat warna primer. Dari sana berkembang sebagai tradisi artistik independen dengan hanya referensi dangkal untuk kolorimetri dan ilmu penglihatan.

Namun warna menjadi cukup sederhana, tidak sedetil dan serumit itu bila dibicarakan di Indonesia. Dulu kita hanya mengenal warna-warna basic, sederhana dan apa adanya. Mungkin itu pula yang masih kita percaya hingga detik ini. Hal ini membuat kita kehilangan istilah dan nama warna selain warna dasar. Warna-warna selain warna dasar menjadi rumit di istilah dan penamaan.  Seperti contoh warna pink, magenta, dan deep blue. misalnya. Ini adalah warna-warna yang sudah berpuluh tahun yang lalu sudah disebut dan dieprgunakan di istilah Barat. Artinya warna-warna tersebut ada dan tersedia, mudah menyebutnya dan semua orang mengenalnya.

Tapi tunggu dulu..

Dunia sosial media belakangan menjadikan legalitas warna semakin terang, terutama bagi mereka yang bergerak dalam bisnis jualan baju online. Banyaknya seller dan buyer akhirnya mengakui dan memberi nama dan istilah baru untuk warna-warna yang belum “diakui” oleh budaya kita. Seperti contoh warna hijau yang memiliki beragam jenis yang cukup berbeda secara signifikan. Warna tersebut adalah TOSCA, MINT SAGE, BOTOL, POLOS, LUMUT dan PUPUS. Dan kemudian ada lagi yang terbaru muncul akhir-akhir ini yang cukup marak karena menggunakan nama brand yaitu HIJAU WARDAH.

Keadaan memang akhirnya memaksa kita untuk berubah dan berbenah. Awalnya kita sangat buta dengan warna yang hanya itu-itu melulu. Namun seiring dengan perkembangan zaman dan teknologi, warna menjadi semakin berwarna.

Salam sehat

 

#warna

#colour

#ikafarihahhentihu

#wardahcosmetics

 

Upaya-upaya Menarik Para Blogger

Semakin bertambah jumlah sosial media dan penggunanya, maka semakin bertambah pula jumlah user atau penggunnya. Trik-trik untuk membuat konten dan menulis konten menjadi sebuah upaya pencapaian yang tidak mudah baik itu berupa video, tulisan untuk blog atau bahkan hanya sekedar foto.

Kali ini ada beberapa video menarik yang saya lihat bahkan berkali-kali karena isinya sangat bermanfaat. Namun memang ada hal-hal unik yang saya lihat dalam dua video ini yang cukup menggelitik untuk dibahas. Salah satunya adalah video tiktok dengan nama akun sebut saja Septi. Si mbak ini memiliki ratusan postingan bertema kuliner. Keunikan video milik Septi dan suaminya ini adalah setting lokasi yang mengambil tema rumah klasik yang terbuat dari bambu. Rumah ini mungkin tidak bisa disebut dengan rumah lengkap, ini hanya sebuah dapur kecil yang terbuat dari dinding bambu. Semua peralatan masak yang dipergunakan  terbuat dari tembikar atau tanah liat. Termasuk yang digunakan disana adalah anglo atau kompor  tanah liat yang menggunakan bahan kayu bakar. Anglo initidak seperti biasanya digunakan di desa, tetapi anglo ini diletakkan di meja kayu meski dengan kayu bakar yang menyala.

Piring dan peralatan makan lainnya pun menggunakan bahan-bahan tanah liat dan kayu. Bisa jadi mereka mendapat inspirasi dari Dianxi Xiaoge, seorang vlogger kuliner asal Yunan China.  Bedanya adalah Dianxi menggunakan peralatan yang total terbuat dari tanah liat dan kayu, hanya periuk dan wajan saja yang terbuat dari besi. Semua bahan masaknya pun terlihat masih asli karena Dianxi memetik dan memanennya sendiri naik turun gunung.

Untuk mbak Septi ini memang semua seperti di setting dan diupayakan agar terlihat asli di desa, Air yang dipergunakan diletakkan di sebuah gentong kecil dan gayung yang terbuat dari batok kelapa, Namun jadi terlihat kikuk saat mengambil air dari dalam gentong kecil ini. Semacam agak ribet dan menyulitkan kameramen.

Beberapa viedo sudah kusimak eh ternyata ada video baru yang mematahkan konsep-konsep video-video sebelumnya. Septi akhirnya mengalah dan mulai berpraktik di dapur modern, menggunakan kompor gas dan peralatan yang cukup mumpuni. Mungkin sebagai viewer suka kritik seperti saya, akhirnya ikut menyerah juga. Ternyata semua itu settingan.

Untuk akun youtube bernama Hidup di Desa, patut saya acungi jempol. Adalah seorang suami istri dengan 1 anak kecil hidup di tengah-tengah hutan, di pinggir sebuah sungai. Sang istri adalah aktor utama dalam video ini karena tema akun youtube ini adalah kuliner. Tema yang selalu kunikmati selama ini. Saya sangat suka dengan semua video pasangan ini, Semua bahan makan yang diolah sebagai konten adalah hasil panen dan petik sendiri. Peralatan yang dipergunakan juga dari bahan-bahan tembikar atau lempung. Seperti sendok kayu, ulekan batu dan piring tanah dan juga beberapa panci tanah liat. Namun memang sebagian peralatan mereka juga ada yang modern seperti mixer, toples-toples kaca dan alat=alat pertanian. Kompor yang dipergunakan adalah kompor kayu bakar atau luweng (Jawa red).

Mereka mempergunakan hampir semua hasil kebun dan sawah untuk konten kuliner. Untuk mencuci semua bahan=bahan masak, pasangan ini membuat semacam pipa bambu yang berasal dari sumber air. Namun bisa juga disambungkan dengan air PDAM agar supaya terlihat semakin alami. Sang istri yang terlihat cukup cekatan dalam mempersiapkan masakan untuk keluarganya.

Mungkin untuk settingan hidup di desa, sekedar saran, gunakanlah baju yang tidak ribet seperti jubah hijab besar dll.  Hal ini karena setting hidup di desa lumayan berat, tidak seperti di kota yang tinggal klik saja. Saya kadang agak khawatir saat sang istri memasak di depan luweng yang apinya menyala-nyala, atau saat mencuci bahan masak di air atau sungai yang serba ribet jadinya.

#tiktok

#ikafarihahhentihu

 

Jepang Akhiri Dominasi Barat

Semangat juang para pemain Jepang kemarin saat piala dunia Word Cup saya kira layak diacungi jempol dan diberikan tepuk tangan yang paling meriah. Mereka berhasil mengalahkan salah satu tim favorit juara Piala Dunia Qatar tahun 2022 ini.

Tetapi yang lebih menarik mengapa kemenangan tim Asia ini membuat orang-orang di sekitaran kita merasa bangga. Ketika Arab Saudi mengalahkan Argentina kita merasa bangga. Apakah kita sudah bosan dengan dominasi-dominasi Barat selama ini.  Baik dominasi bidang politik, dominasi bidang budaya, bahkan di bidang olah raga. Sehingga kemenangan ini seolah kita merasa bahwa ini adalah kemenangan peradaban Timur atas peradaban Barat.

Semua itu bisa saja terjadi. tetapi yang pasti ketika Jerman melawan Jepang ini saya menyaksikan satu gelagat arogansi dari salah satu pemain Jerman terutama pemain belakangnya yaitu Antonio Rudiger ketika dia saling adu sprint dengan pemain Jepang di sisi kiri pertahanan Jerman  lalu kemudian pemain Jepang ini kalah lari, dia lari dengan mengangkat kaki seolah dia sedang berolah raga.

Ada pertunjukan bahwa menghadapi Jepang seperti dengan berhadapan pada saat latihan. Tetapi dia lupa bahwa pertandingan masih sedang berjalan, jepang mampu melipat gandakan semangatnya, melipatgandakan kecepatannya  dan akhirnya mereka menyelesaikan pertandingan dengan kemenangan 2-1 sebagaimana Arab Saudi mengalahkan Argentina sehari sebelumnya.

#qatar2022

#ikafarihahhentihu

Peringatan Sholat dan Hari Pahlawan

Karaeng Galesong

Peringatan hari pahlawan begitu adanya, artinya prosedur, isi dan waktunya sudah distandarkan yaitu dilaksanakan untuk menumbuhkembagkan jiwa kepahlawan bangsa kita tercinta Indonesia.

Tanggal pelaksanannya sudah ditentukan yaitu 10 November, isi cerita di dalamnya demikian pula yakni untuk mengingatkan kembali akan keberanian para pemuda atau arek-arek Surabaya mempertahankan bumi pertiwi dan melawan tentara sekutu yang akan merebut kota Surabaya.

Karena peringatan, maka semuanya sudah terstandarkan; bagaimana, bila mana, kapan dan isinya.

Begitu pula shalat, ketika di pahami sebagai peringatan, maka jumlahnya minimal lima waktu; Waktu Maghrib, Isya’, Shubuh, Dhuhur dan Ashar. Bagaimana dilaksanakan dan berapa jumlah roka’atnya, semua sudah terstandarkan.

Kapan dan berapa roka’at shalat Maghrib, Shalat Isya’, dst dilakukan, semuanya dengan aturannya. Demikian pula Shubuh, Dhuhur dan Ashar serta shalat-shalat yang lainnya yang disebut dengan shalat sunnah.

Fungsi shalat sebagai peringatan, artinya ketika shalat itu dirukunkan atau dilakukan dengan rukun atau anggota badan.

Shalat yang demikian tidak berfungsi mencegah perbuatan keji dan mungkar, karena memang bukan itu fungsinya, maka ia tidak melahirkan pribadi yang demikian.

Shalat ketika dirukunkan atau dilakukan dengan anggota bada berfungsi sebagai peringatan.

(إِنَّنِي أَنَا اللَّهُ لَا إِلَٰهَ إِلَّا أَنَا فَاعْبُدْنِي وَأَقِمِ الصَّلَاةَ لِذِكْرِي)

[Surat Tha-Ha 14]

Sungguh Aku ini adalah AKU yang tiada tuhan selain Aku, maka sembahlah Aku dan tegakkan shalat untuk ingat akan Aku..

Jelas sekali, shalat yang dimaksud dalam firman Allah swt di atas adalah sebagai peringatan, bukan mencegah perbuatan keji dan mungkar.

Karena sebagai peringatan, maka aturan dan berbagai hal di dalamnya sudah ditentukan; kapan, bagaimana dan seterusnya.

Maka tidak perku heran atau dipersoalkan, jika didapatkan orang-orang yang “ahli shalat”  dalam artian shalat yang berfungsi sebagai peringatan ini, mereka melakukan perbuatan keji dan mungkar.

Misalnya, kening yang hitam karena banyak melakukan sujud, tapi keras sikapnya terhadap orang, intoleran dan bahkan juga menipu atau mencuri dsb. 

Banyak juga para kuroptor yang mencuri uang negara, meraka adalah “ahli shalat” dalam artian shalat rukun ini.

Karena memang shalat dalam arti ketika dirukunkan, itu tidak berfungsi mencegah perbuatan keji dan mungkar, ia berfungsi untuk peringatan.

Kemudian, shalat yang manakah yang berfungsi untuk mencegah perbuatan keji dan mungkar..?

Mari kita perhatikan firman Allah swt sbb :

(اتْلُ مَا أُوحِيَ إِلَيْكَ مِنَ الْكِتَابِ وَأَقِمِ الصَّلَاةَ ۖ إِنَّ الصَّلَاةَ تَنْهَىٰ عَنِ الْفَحْشَاءِ وَالْمُنْكَرِ ۗ وَلَذِكْرُ اللَّهِ أَكْبَرُ ۗ وَاللَّهُ يَعْلَمُ مَا تَصْنَعُونَ)

[Surat Al-Ankabut 45]

Baca apa yang diwahyukan kepadamu dari kitab (catatan) dan tegakkan shalat. Sesungguhnya shalat demikian itu mencegah perbuatan keji dan mungkar. Dan sesunguhnya ingat akan Allah itu adalah dengan ingat Akbar. Allah mengetahui apapun yang kamu perbuat.

Dengan membaca kitab itulah shalat yang berfungsi mencegah perbuatan keji dan mungkar serta dengan ingatan kita akan Allah melalui Akbar.

Apa itu kitab dan siapa Akbar..?

Kitab atau catatan yang ada di dalam dada yang musti dibaca, ia benar adanya.

 (اقْرَأْ كِتَابَكَ كَفَىٰ بِنَفْسِكَ الْيَوْمَ عَلَيْكَ حَسِيبًا)

[Surat Al-Isra’ 14]

Selalu membaca catatan diri dan dialah iman kepercayaan Tuhan. Dialah ilmu atau tahu, benar dikata benar dan salah dikata salah. Ia cahaya, karena selalu memberikan penerangan. Dialah yang tiada keraguan di dalamnya dan menjadi petunjuk bagi yang bertaqwa.

Baru diperoleh dzikir akan Allah melalui Akbar.

Akbar adalah sifatnya Allah, dialah Muhammad rasulullah saw.

Allah adalah dzat dan Akbar adalah sifatnya Allah swt.

Dengan selalu membaca catatan diri di dalam dada dan ingat akan Muhammad sebagai rasul atau utusan, artinya selalu mengingat dan mencontoh serta mengikutinya, maka tercegahlah perbuatan keji dan mungkar.

Inilah yang disebut shalat dalam arti hakikiinya shalat, yakni sambung tiada putus selama-lamanya antara Mukmin dengan Rasulullah saw dan Allah swt.

Bakwan Weci

Judul tulisan ini adalah dua buah makanan kudapan yang berbeda. Bakwan dan weci.. yaa dua kudapan ini adalah snack favorit banyak orang di Indonesia.

Namun dari jenisnya sebenarnya keduanya adalah dua makanan yang berbeda. Berbeda dari segi arti dan resep. Itupun setiap daerah ternyata memiliki resep kesukaan yang tidak akan sama atau nyaris sama.

Seperti misalnya bakwan. Bakwan di kotaku di Malang adalah makanan berjenis gorengan dan dipergunakan sebagai lauk pendamping. Bakwan terbuat dari bahan jagung muda dengan bumbu yang beragam. Bakwan dibumbui dengan citarasa cenderung pedas. Yaitu cabe, bawang putih, ketumbar, daun jeruk, kencur dan kunci. Untuk 4 bumbu terakhir banyak para bunda yang menvariasikannya atau menggunakan salah satunya.

Beda dengan bakwan yang ini, bakwan yang berbentuk kuah bakso. Ya.. bakwan ini sangat berbeda. Nama bisa sama namun bentuknya sangat jauh berbeda. Asal kata bakwan dalam bahasa China sebenarnya adalah bak yang berarti babi. Dan masih banyak saya temukan kuliner bakso namun dilabel bakwan. Kalau kita tidak meneliti terlebih dahulu saat akan membeli atau makan, mungkin kita akan mendapatkan makanan yang berbeda dengan yang kita perkirakan.

Di Sidoarjo Jawa Timur, Surabaya dan sekitarnya Weci seringkali disebut dengan Ote-ote. Dan Ote-ote yang paling terkenal adalah di kota Porong, kota yang masuk dalam Kotamadya Sidoarjo Jawa Timur. Ote-ote Porong berbahan berbeda dengan Weci. Namun banyak yang mengatakan bahwa Ote-Ote Porong adalah Weci ala Surabaya. Bahan dasar Ote-ote Porong adalah mempergunakan tepung kedelai, bukan tepung terigu. Sedang penganan gurih ini tidak mempergunakan sayuran sebagai campurannya, melainkan cacahan daging ayam atau sapi. Di Solo, dengan bentuk dan resep yang sama snack ini disebut dengan  Pia-pia.

Weci di Malang sangat variatif. Terutama pada isi atau campuran adonannya. Sayur yang dipergunakan dalam adonan Weci beragam antara lain kol, kecambah, wortel, daun bawang perai, daun seledri, sawi hijau, atau sawi putih. Namun bukan berarti semua sayuran ini dipergunakan secara bersamaan. Kebanyakan Weci menggunakan 1 hingga 2 macam sayuran yang saya sebut di atas. Bumbu yang dipergunakan adalah bawang putih dan merica bubuk. Adonan Weci seringkali tidak mempergunakan telur, meski bila diberi sebutir telur akan mempermudah penggorengannya (tidak melekat).

Weci memang bagusnya tidak menggunakan telur karenasayur mayur di dalam adonan weci inilah yang akan memproses oksidasi adonan sehingga akan memunculkan gelembung-gelembung udara. Ini akan mempermudah pencetakan Weci dalam sendok sayur di dalam minyak. Rasanyapun akan jauh lebih empuk dan gurih setelah adonan mengalami proses fermentasi.

Ayo dicoba..

Ratusan Tahun Kemudian

Kunjarakarna Story, 1st Level, Candi Jago, Malang, East Java

Sejarah Terulang Setelah Ribuan Tahun
Oleh Ika Farihah Hentihu

Pengulangan sejarah adalah pengulangan peristiwa serupa di dalam sejarah. Konsep pengulangan sejarah telah diterapkan dengan berbagai cara pada keseluruhan sejarah dunia (misalnya, pada kebangkitan dan kejatuhan kekaisaran) ataupun adanya pola-pola yang terulang dalam sejarah dunia, semisal sejarah pemerintahan tertentu atau dua peristiwa tertentu yang memiliki kesamaan yang mencolok. Secara hipotetis, konsep pengulangan sejarah adalah sebagai bentuk doktrin pengulangan abadi yang tertulis dalam berbagai bentuk sejak zaman kuno yang kemudian dijelaskan pada abad ke-19 oleh Heinrich Heine dan Friedrich Nietzsche. Meskipun sering dikatakan bahwa sejarah berulang dengan sendirinya, dalam siklus yang kurang dari durasi kosmologis, hal ini tidak sepenuhnya benar. Pengulangan terjadi karena keadaan yang dapat dipastikan dengan rantai kausalitas. Memang pengulangan dalam bentuk temuan dapat direproduksi yang diperoleh melalui eksperimen atau pengamatan. Ini sangat penting bagi ilmu-ilmu alam dan sosial juga dalam bentuk pengamatan kebetulan yang dipelajari melalui metode komparatif yang dalam konsep humaniora. GW Trompf, dalam bukunya The Idea of Historical Recurrence in Western Thought, menelusuri pola pemikiran dan perilaku politik yang berulang secara historis di barat sejak zaman kuno. Jika sejarah memiliki pelajaran untuk diberikan, maka bisa ditemukan cukup baik dalam pola yang berulang seperti itu. Pengulangan historis dari jenis kemiripan yang mencolok terkadang dapat menimbulkan rasa konvergensi, resonansi atau bahkan déjà vu.
GW Trompf mencatat bahwa sebagian besar konsep barat tentang pengulangan sejarah menyiratkan bahwa masa lalu memberikan pelajaran untuk tindakan di masa depan dan ternyata jenis peristiwa yang sama yang telah terjadi sebelumnya akan terulang kembali. Tema bahwa peradaban berkembang atau gagal karena sesuai dengan tanggapan mereka terhadap tantangan manusia dan lingkungan yang mereka hadapi dan akan diangkat ratusan bahkan ribuan tahun kemudian.
Metafora sosial-organisme juga telah ditelusuri kembali ke filsuf Yunani, Aristoteles (384–322 SM), akan terulang berabad-abad kemudian dalam karya-karya filsuf dan sosiolog Prancis Auguste Comte (1798–1857), Filsuf Inggris Herbert Spencer (1820–1903), dan sosiolog Prancis mile Durkheim (1858–1917). Stith Thompson (1976) mengurai ribuan peristiwa di muka bumi ini menjadi sebuah pola teratur yang didesain dalam index peristiwa. Bukunya, The Folktale menjadi rujukan kekinian terhadap semua peristiwa yang terjadi di muka bumi. Layaknya kisah Sampek Engtay yang sangat masyhur nyatanya menjadi inspirasi puluhan film-film Korea dan Jepang. Yaitu seorang perempuan di zaman lalu yang seringkali tidak bisa mendapatkan kesempatan untuk belajar dan sekolah sehingga memaksa dia untuk menyamar menjadi laki-laki agar bisa masuk ke lingkungan laki-laki. Dan kisah yang sama pula berulang dalam Folktale Kunjarakarna.
Adalah sebuah candi yang terletak di kota Malang yaitu Candi Jago, Candi dengan panel relief yang menyimpan konsep pengulangan sejarah dan siklus hidup manusia yang bukan tidak mungkin mengambil cerita dan peristiwa ribuan tahun sebelumnya sebagai inspirasi. Candi Jago didirikan di abad 13 pada masa Kerajaan Singhasari. Salah satu relief paling fenomenal adalah Relief Kunjarakarna di teras pertama candi. Cerita atau folktale dalam relief yang ditulis dalam kakawin (syair) yang ditulis oleh Mpu Dusun menggambarkan seorang Yaksa (raksasa) bernama Kunjarakarna yang menyaksikan dahsyatnya siksaan neraka. Dan sangat mungkin bahwa cerita yang ditulis di abad 15 ini terispirasi oleh peristiwa Isra Mi’raj di abad ke 7 dan Nabi Idris di tahun 4533 SM. Kedua peristiwa yang mendunia ini mengispirasi semua ideologi saat itu termasuk Mpu Dusun yang telah menulis kakawin Kunjarakarna di abad ke 15. Dan lagi-lagi sejarah terulang, tepat seperti yang telah didesain oleh Stith Thompson, peristiwa kunjungan Nabi Idris AS, lalu dilanjutkan dengan Nabi Muhammad SAW dalam Isra Mi’raj nya lalu diakhiri dengan relief Kunjarakarna di Candi Jago mendapatkan index Internasional yaitu A661 untuk index Visiting Heaven dan A671 untuk index Hell. Nyatanya keduanya menjadi topik penting yang mengispirasi ukiran relief di Candi Jago ini.
Mpu Dusun pun bukan berasal dari kalangan berdarah biru seperti kebanyakan kita temukan tentang karya-karya sastra yang banyak ditulis oleh kalangan istana. Namun jurnalis pinggiran ini justru ikut melestarikan peristiwa bersejarah Rasulullah SAW dan Nabi Idris AS dalam folktale Kunjarakarna di Candi Jago. Sangat mirip dengan 2 peristiwa ini yaitu sang Yaksa atau raksasa dalam mitologi Jawa ini menyaksikan adegan penyiksaan di neraka. tepat seperti yang dialami oleh dua Nabi Allah. Ada banyak konsep didaktik yang sarat ajaran moral yang sangat penting guna memahami sistim kepercayaan masyarakat pada masa itu. Pada sisa panel relief yang tertimpa lumut dan jamur itu, lakon siksa neraka ini masih jelas menampilkan pesan betapa hukum sebab akibat berlaku.

 

Bahasa Yang Menentramkan

Bahasa Arab itu bahasa yang mulia, lembut dapat menentramkan serta menenangkan jiwa dan hati. Umat Islam saat mendengar lantunan ayat suci Al-Quran akan tentram dan nyaman. Dalam Al Qur’an sudah dijelaskan bahwasanya bahasa Arab adalah bahasa yang fasih, jelas, luas dan banyak mengandung makna yang menentramkan jiwa.

Begitu pula dengan bahasa Jawa. Bahasa satu ini saya anggap juga memberikan ketentraman pada pengguna dan pendengarnmya. Sebagai contoh ada seorang wanita dengan logat Bahasa Sunda mengobrol dengan saya melalui telepon. Saat itu wanita tersebut adalah manajer sebuah bank di Bandung yang hendak memberi persetujuan kredit nasabah yaitu adik saya. Sayapun menyetujui untuk dipasang sebagai saksi di permohonan kredit adik sejumlah 1 M tersebut.

Kemudian tersambunglah dialog antara saya sebagai pengguna Bahasa Jawa yang meskipun sudah sedikit bergeser karena saya adalah orang Jawa Timur dengan orang Sunda.  Wanita tersebut mengggunakan bahasa Indonesia dialek Sunda dengan cukup berhati-hati karena akan menandatangani kredit bernilai besar.

Dengan hati-hati wanita tersebut bertanya ini ibu Ika (dengan nada Sundanese yang kental)? Dan saya jawab apa coba.. Jawaban saya juga berhati-hati dan cukup pelan, bersahaja dan menghargai dengan satu kata yaitu inggih (Jawa : iya). Selanjutnya bahasa itu pula yang kupergunakan dalam merespon pertanyaan wanita Sunda tersebut.

Kata panggil pun kusesuaikan dengan kondisi yaitu seorang wanita muda di Jawa akan sangat menghargai bila dipanggil dengan panggilan mbak. Dan itu pula yang selalu kukatakan dari awal hingga akhir saat bercakap dengan wanita tersebut. Yaitu “inggih mbak”.

Bahasa Jawa juga selalu diucapkan dengan suara tidak tinggi sebenarnya, halus namun masih terdengar jelas. Kadang diucapkan dengan nada agak tinggi bila ingin menegaskan atau sedikit emosi. Dan itu pula yang kupakai saat berbicara dengan manajer Bank berdarah Sunda ini.

Dan woila! Berhasil..

Kredit yang diajukan oleh adik senilai 1 M itu lolos.

Mudah-mudahan karena bahasa Jawa yang menentramkan didengar seperti Bahasa Arab.

Masih Saja Terjadi

Anda pernah mendengar istilah “scammer” dari media email, seperti yahoo dan gmail? Atau dari social media seperti instagram, facebook, dan tiktok? Dan mungkin juga melalui media komunikasi seperti sms dan whatsapp? Perlu diketahui bahwa scammer adalah sebuah trik menipu demi mendapatkan uang dengan segala macam cara. Dan yang pasti scammer ini apapun bentuknya akibatnya sangat merugikan korbannya. Korban kadang tidak sadar karena ada satu cara para penipu ini membujuk dengan rayuan-rayuan gombal seperti yang terjadi pada teman saya beberapa tahun lalu.

Kapan sebenarnya terjadi aktifitas penipuan dengan model scammer ini dimulai dan terjadi? Dari beberapa teman yang pernah bercerita juga cerita-cerita yang pernah saya baca, scammer mulai sering terjadi pada 2006 an. Seorang teman bercerita dengan sangat riang bahwa ada bule yang hendak melamarnya. Sebenarnya saya merasa curiga ada bule yang kesasar ke negara Indonesia yang notabene jauh dari negara dia berasal yaitu Inggris.

ini perlu diketahui juga bahwa negara asal para scammer ini kebanyakan adalah dari Inggris. jadi bukan ratu-ratunya saja yang terkenal. Penipunya juga bejibun hingga melintas batas negara. Namun mungkin mereka sudah berkali-kali sukses menipu cici-ciwi Indo yang mudah banget ditipu dengan cara bujuk rayu yang manjur. Sehingga singkat cerita teman saya ini sempat mengirimkan sejumlah uang kepada bule tersebut.

Awalnya si bule PDKT yang cukup intens ke temen saya ini. Nah berhubung temen saya ini jomblo maka bagai gayung bersambutlah cerita keduanya. Beberapa waktu berlalu kemudian bule ini bermaksud mengirimkan hadiah sebagai tanda kedekatan mereka. Dan juga sebagai tanda bahwa bule tersebut serius akan melamar. Hadiah ini akan dikirim ke alamat rumah temen di Blitar. Saat itu mereka sudah menggunakan komunikasi whassap sehingga bisa terlihat online tidaknya sang lawan bicara. Hadiah tersebut sempat difoto oleh si bule ini dengan tulisan nama dan alamat yang dituju. Dia menyebutkan isi dari kotak tersebut adalah laptop baru, tas bermerk Hermes dan sejumlah uang dalam amplop sebesar Rp. 25juta. Dan seketika itu pula teman saya girang, seluruh teman kerabat dan saudara kesemuanya ikut bergembira karena temen saya mengumumkan bahwa dia akan segera mengakhir masa jomblonya.

Namun kemudian sesuatu terjadi, apa itu? Beberapa hari kemudian teman saya ditelpon dengan nomor Malaysia. Dari suaranya terdengar logat Melayu kata teman saya, yang isinya mengatakan bahwa teman saya mendapat paket kiriman dari Inggris yang tidak dikirimkan ke alamat Indonesia dengan alasan tidak ada wakil biro penerimaan paket. Sehingga paket itu dikirimkan ke alamat biro Malaysia. Konsekwensinya teman saya harus mengirimkan sejumlah uang ke biro tersebut dengan jumlah Rp. 10juta agar biro tersebut kemudian mengirimkan paket tersebut ke Indonesia. Saat itu sayapun tidak bisa memberi pertimbangan apapun. Sepertinya baru teman saya ini yang mengalami kisah tertipu oleh bule. Saya tidak bisa memberi diskusi apapun karena memang tidak paham apa yang sedang terjadi.

Dan akhirnya beneran, temen saya benar-benar mengirimkan uang ke bule tersebut dengan akun bank pengiriman ke Malaysia. Tadinya teman saya bilang tidak bisa memberikan uang sebanyak itu, Dan anehnya dari pihak biro Malaysia memberikan keringanan beberapa ribu rupiah saya kurang paham. Dan setelah dikirimkan uang tersebut, apa yang terjadi? Anda sudah bisa mengira sendiri. Yaa.. bule itu sudah tidak bisa dihubungi lagi. Bahkan saat no WA nya dalam keadaan online.

Dan akhirnya tinggal berkeluh kesah saja teman saya. Saya juga tidak bisa menahan sedih. Apalagi teman saya juga sudah sering dibully oleh keluarganya dibilang karena perawan tua.

Ok saya akan coba sampaikan pengalaman teman saya agar teman-teman tidak mudah tertipu oleh bule-bule scammer.

1. Kebanyakan para bule ini menyamar di FB, Instagram dan Tiktok dengan memakai pakaian seragam Army.

2. Namun scammer yang jalani aksinya melalui email akan berperan sebagai orang kaya yang ingin menitipkan sebagian uangnya ke akun bank kita. Bisa jadi ini adalah pencucian uang. Orang ini kadang mengaku sebagai anak dari raja di kerajaan yang digulingkan sehingga ingin menyelamatkan hartanya sebagian ke para korban.

3. Para bule yang sering nampang di socmed ini juga kadang berfoto dengan 2 anaknya yang kecil-kecil atau kembar. Kadang akan mengaku sebagai duda yang ditinggal mati istrinya.

4. Bila mereka sudah bisa berkomunikasi lancar maka akan tiba-tiba memberi hadiah. Hadiah ini berupa kardus berisi laptop, tas mahal, dan sejumlah uang dalam amplop. Setelah difoto kardusnya lalu dikirimkan ke dm korban

5. Bule lebih menyukai korban yang tidak bisa berbahasa Inggris karena ini justru merangsang korban untuk ujug-ujug belajar bahasa Inggris sehingga bule tersebut akan membahaca gaya bahasa inggris korban yang belepotan sehingga akan mudah untuk diperdayakan.

6. Namun bule ini juga akan lebih bersemangat apabila korban bisa berbahasa inggris dengan baik. Tentu saja korban yang tidak paham scammer dan bisa dibujuk rayu karena statusnya yang jomblo.

7. Bule ini juga tak segan-segan menawarkan pergi haji kepada korban apabila korban adalah wanita muslim.

Oleh karena itu wahai para wanita Indonesia, mohon berhati-hati dan waspada ya..

Konstruksi Kepribadian Setempat dan Linguistik Relatifitas

Pemahaman kita mengenai diri kita dan orang lain sebagian besar dibangun  melalui bermacam-macam praktik linguistik yang kita lawan. Melalui penggabungan sosial yang didukung oleh praktik linguistik secara terus menerus kita perankan dan bangun, aturan yang menjadi konsep dari seseorang dimengerti adalah ideologi sekitar. Aturan tersebut berbeda di setiap tempat;dasar  pembagian dalam dua bagian tentang kepercayaan sekitar seseorang adalah egosentris yang menekan individu, kebenaran otonominya dan tindakan yang prerogratif. Yang kedua yakni sosiosentris yang menyoroti status seorang individu dalam kehidupan sosial yang lebih luas, serta menganggapnya nilai dalam pada posisinya di kehidupan bersama. Perbedaan ini dalam ideologi kepribadian sangat diberlakukan dalam praktek linguistik perbedaan budaya. Konsep dari wajah sendiri telah diusulkan sebagai konsep penting dalam pemahaman interaksi sosial, dimana hal ini bertujuan untuk menambah atau paling tidak meminimalkan ekspresi wajah tersebut. Wajah dibagi menjadi dua tipe, yakni, positif adalah sebagai harga diri seseorang, dan negatif  yakni  sebagai pembebanan dan ketidakleluasaan. Bermacam-macam cara praktik linguistik, digabungkan dibawah rubrik kesopanan. Dilakukan untuk meminimalisir hambatan kedua tipe tersebut, namun hal ini diklaim karena analisis ini adalah bagian dari etnosentris;terdapat dalam lingkungan sosiosentris seperti Jepang, konsep wajah negatif, otonomi tindakan individu yang marjinal. Lainya juga mengusulkan aturan lintas budaya dalam interaksi linguistik, seperti prinsip kerjasama. Ide bahwa seseorang akan mengatakan sesuatu yang tepat dalam hal tertentu saat berinteraksi, dan itu menghubungkan 4 maksim percakapan,  cenderung pada variasi yang menonjol. Sementara yang sangat penting dalam membangun percakapan dalam bahasa Inggris Amerika atau bahasa Inggris adalah kepentingan dan fungsi mereka tidak jelas pada orang lain, contohnya masyarakat di Malagasy, yang mana secara kontras menekankan pada ketidaklangsungan dan ketidakjelasan. Sama halnya dengan masyarakat individualis, makna ujaran diarahkan pada apa yang pembicara maksudkan. Berbeda halnya dalam masyarakat sosiosentris, makna disusun oleh pelaku percakapan, dan terkadang menggambarkan kontribusi dari bermacam-macam pelaku percakapan, tergantung posisi sosialnya. Semua perbedaan budaya ini dalam praktik perbandingan budaya linguistik memberi kesan bahwa sebenarnya perbedaan makna ditukar dalam sebuah komunitas. Tipe kerelatipan linguistik lain dan cara mengartikan maksud tersebut akan dibedakan pembagiannya, tergantung posisi sosialnya.