Apa Kelebihan dan Kekurangan Mempelajari Bahasa Jerman?

Mempelajari bahasa Jerman memiliki banyak kelebihan yang dapat memberikan keuntungan baik secara pribadi maupun profesional. Bahasa Jerman adalah salah satu bahasa yang paling banyak digunakan di Eropa, dan menjadi bahasa resmi di Jerman, Austria, dan Swiss. Dengan menguasai bahasa ini, individu dapat mengakses berbagai sumber daya ilmiah, literatur, dan budaya yang kaya. Selain itu, Jerman dikenal sebagai negara dengan sistem pendidikan dan penelitian yang sangat baik, sehingga kemampuan berbahasa Jerman dapat membuka peluang untuk melanjutkan studi di universitas-universitas terkemuka di negara tersebut.

Di sisi lain, mempelajari bahasa Jerman juga memiliki beberapa tantangan. Struktur gramatikalnya yang kompleks, termasuk penggunaan kasus, gender, dan konjugasi kata kerja, bisa menjadi halangan bagi banyak pelajar. Selain itu, pengucapan bahasa Jerman yang berbeda dari bahasa-bahasa lain, terutama bagi mereka yang tidak terbiasa dengan bunyi tertentu, dapat menyebabkan kesulitan dalam komunikasi. Hal ini dapat membuat proses belajar menjadi lebih lambat dan memerlukan lebih banyak usaha.

Salah satu kelebihan lainnya adalah bahwa banyak perusahaan internasional yang berbasis di Jerman mencari karyawan yang mahir berbahasa Jerman. Dengan meningkatnya globalisasi, kemampuan berbahasa Jerman dapat menjadi nilai tambah di pasar kerja. Banyak industri, terutama di bidang teknik, otomotif, dan teknologi informasi, sangat menghargai keterampilan bahasa ini. Oleh karena itu, mempelajari bahasa Jerman bisa meningkatkan peluang kerja dan karir di tingkat global.

Namun, ada juga kekurangan yang perlu diperhatikan, seperti waktu dan sumber daya yang dibutuhkan untuk menguasai bahasa ini. Proses belajar bahasa yang kompleks memerlukan komitmen yang tinggi, baik dari segi waktu maupun biaya. Kelas bahasa, buku, dan sumber daya online sering kali memerlukan investasi yang tidak sedikit. Bagi beberapa orang, terutama yang memiliki jadwal padat, hal ini bisa menjadi kendala untuk belajar secara efektif.

Selain itu, meskipun Jerman adalah bahasa yang kaya dan memiliki banyak varian dialek, tidak semua orang di dunia menggunakannya. Ini dapat membatasi kesempatan untuk berlatih berbicara dengan penutur asli. Bagi pelajar yang tidak tinggal di negara berbahasa Jerman, menemukan komunitas untuk berlatih bisa menjadi tantangan tersendiri. Oleh karena itu, pelajar perlu mencari cara alternatif untuk berlatih, seperti melalui platform online atau program pertukaran budaya.

Secara keseluruhan, meskipun ada beberapa kekurangan, kelebihan mempelajari bahasa Jerman tetap menjadikannya pilihan yang menarik bagi banyak orang. Dengan berbagai manfaat yang ditawarkannya, baik dalam hal pendidikan maupun karir, bahasa Jerman tetap relevan dalam dunia yang semakin terhubung ini. Dengan pendekatan yang tepat dan dedikasi, setiap orang dapat mengatasi tantangan belajar bahasa Jerman dan meraih manfaat yang besar dari penguasaan bahasa ini.

#germany

#austria

#swiss

#ikahentihu

Apakah Penggunaan Bahasa Jerman Menurun?

Bahasa Jerman, sebagai salah satu bahasa paling banyak digunakan di Eropa, telah mengalami berbagai perubahan dan tantangan dalam beberapa dekade terakhir. Pertanyaan mengenai apakah bahasa ini mengalami penurunan menjadi penting untuk dibahas, terutama dalam konteks globalisasi dan perkembangan teknologi. Meskipun bahasa Jerman tetap kuat dalam banyak aspek, ada beberapa faktor yang menunjukkan adanya penurunan dalam penggunaannya di beberapa bidang.

Salah satu faktor utama yang memengaruhi penurunan penggunaan bahasa Jerman adalah dominasi bahasa Inggris di berbagai sektor, termasuk bisnis, pendidikan, dan media. Bahasa Inggris sering dianggap sebagai lingua franca, yang mengakibatkan banyak individu dan organisasi beralih ke bahasa ini untuk berkomunikasi secara internasional. Hal ini berdampak pada pelajaran bahasa Jerman di sekolah-sekolah di luar Jerman, di mana minat terhadap bahasa ini cenderung menurun dibandingkan dengan bahasa Inggris.

Selain itu, fenomena digitalisasi juga berkontribusi pada penurunan penggunaan bahasa Jerman. Dalam era media sosial dan platform digital, banyak konten dibuat dalam bahasa Inggris karena jangkauannya yang lebih luas. Masyarakat muda, khususnya, lebih cenderung menggunakan bahasa Inggris dalam komunikasi online, yang dapat menyebabkan pengurangan penggunaan bahasa Jerman dalam konteks sehari-hari. Fenomena ini menciptakan tantangan dalam mempertahankan penggunaan bahasa Jerman di kalangan generasi muda.

Namun, meskipun ada tantangan, bahasa Jerman tetap memiliki kekuatan yang signifikan dalam bidang akademis dan budaya. Jerman adalah salah satu pusat penelitian dan pendidikan terkemuka di dunia, dengan banyak universitas terkemuka yang menawarkan program dalam bahasa Jerman. Selain itu, sastra, musik, dan filosofi Jerman tetap dihargai secara internasional, yang menunjukkan bahwa bahasa ini masih memiliki relevansi dan nilai yang kuat dalam konteks global.

Sebagai kesimpulan, meskipun terdapat beberapa indikasi bahwa penggunaan bahasa Jerman mengalami penurunan, terutama di luar Jerman, bahasa ini tetap memiliki kekuatan dan relevansi di banyak bidang. Upaya untuk mempromosikan dan mempertahankan bahasa Jerman, baik dalam pendidikan maupun budaya, menjadi penting untuk memastikan bahwa bahasa ini tidak hilang dalam menghadapi tantangan globalisasi. Dengan pendekatan yang tepat, bahasa Jerman dapat terus berkembang dan beradaptasi dengan perubahan zaman.

#germany

#language

#ikahentihu

Bagaimana Orang Prancis Mengetahui Maskulin atau Feminin Sebuah Obyek?

Bahasa Prancis dikenal sebagai bahasa yang memiliki gender gramatikal, di mana semua kata benda dikategorikan sebagai maskulin atau feminin. Penentuan gender ini bukanlah hal yang sepele, karena memengaruhi penggunaan artikel, kata sifat, dan bentuk kata kerja dalam kalimat. Namun, bagaimana orang Prancis mengetahui gender sebuah obyek menjadi pertanyaan yang menarik untuk dijelajahi, terutama bagi mereka yang belajar bahasa ini.

Salah satu cara orang Prancis mengidentifikasi gender sebuah kata benda adalah melalui akhiran kata. Terdapat beberapa pola umum yang dapat membantu dalam menentukan gender. Misalnya, kata benda yang berakhiran dengan “-e” sering kali feminin, seperti “femme” (wanita) dan “voiture” (mobil), sementara banyak kata berakhiran konsonan, seperti “homme” (pria) dan “bureau” (kantor), cenderung maskulin. Meski ada banyak pengecualian, pola ini memberikan panduan awal yang berguna bagi penutur bahasa.

Selain akhiran, konteks dan asosiasi sosial juga berperan dalam penentuan gender. Beberapa kata benda memiliki konotasi tertentu yang dapat membantu penutur dalam menentukan gendernya. Misalnya, kata “soleil” (matahari) dianggap maskulin, sementara “lune” (bulan) dianggap feminin. Asosiasi budaya dan pengalaman sehari-hari juga dapat memengaruhi cara orang Prancis memahami gender, karena mereka sering kali terbiasa dengan penggunaan kata-kata dalam konteks tertentu.

Dalam praktiknya, penutur asli bahasa Prancis juga mengandalkan intuisi dan kebiasaan. Seiring dengan pengalaman berbahasa, mereka menjadi lebih mahir dalam mengenali gender kata benda tanpa harus menganalisis setiap elemen secara mendetail. Proses ini mirip dengan bagaimana anak-anak belajar bahasa mereka sendiri, di mana mereka menyerap pola dan nuansa bahasa dari lingkungan sekitar. Oleh karena itu, praktik bertutur dan mendengarkan menjadi kunci dalam memahami gender dalam bahasa Prancis.

Sebagai kesimpulan, orang Prancis mengetahui maskulin atau feminin sebuah obyek melalui kombinasi pola akhiran, konteks sosial, dan intuisi linguistik. Meskipun ada banyak aturan dan pengecualian, pemahaman ini berkembang seiring dengan pengalaman berbahasa. Bagi pelajar bahasa Prancis, menyadari pentingnya gender gramatikal dapat membantu mereka berkomunikasi dengan lebih efektif dan memahami nuansa bahasa yang kaya ini.

#maskulin

#feminin

#language

#french

#ikahentihu

Apakah Bahasa Manchu Masih Ada?

Bahasa Manchu merupakan salah satu bahasa yang berasal dari kelompok bahasa Tungus, yang digunakan oleh suku Manchu di Tiongkok. Meskipun pernah menjadi bahasa resmi dinasti Qing, penggunaannya mengalami penurunan drastis sejak abad ke-20. Artikel ini akan membahas status terkini bahasa Manchu, upaya pelestariannya, dan tantangan yang dihadapi dalam mempertahankan bahasa ini.

Di awal abad ke-20, bahasa Manchu digunakan oleh jutaan orang, terutama di wilayah utara Tiongkok. Namun, dengan perubahan politik dan sosial, serta kebijakan pemerintahan yang lebih mendukung penggunaan bahasa Mandarin, jumlah penutur bahasa Manchu semakin berkurang. Saat ini, bahasa ini hanya dituturkan oleh beberapa ribu orang, sebagian besar di kalangan generasi tua, menjadikannya bahasa yang terancam punah.

Upaya untuk melestarikan bahasa Manchu telah dilakukan melalui berbagai program pendidikan dan kebudayaan. Beberapa universitas di Tiongkok menawarkan kursus bahasa Manchu, dan ada juga inisiatif komunitas untuk mengajarkan bahasa ini kepada generasi muda. Meski demikian, pengajaran bahasa Manchu masih terbatas dan tidak banyak menarik minat siswa, yang lebih memilih bahasa Mandarin sebagai bahasa utama.

Tantangan utama dalam pelestarian bahasa Manchu adalah kurangnya dukungan dari pemerintah dan masyarakat yang lebih luas. Bahasa ini sering dianggap sebagai simbol masa lalu yang tidak relevan dengan kehidupan modern. Selain itu, kurangnya materi pembelajaran yang memadai dan minimnya penggunaan bahasa Manchu dalam kehidupan sehari-hari membuat upaya pelestariannya semakin sulit.

Lalu kesimpulannya apa?

Meskipun bahasa Manchu masih ada, statusnya sangat rentan. Tanpa upaya yang lebih intensif untuk melestarikan dan mempromosikan bahasa ini, kemungkinan besar bahasa Manchu akan terus mengalami penurunan jumlah penuturnya. Penting bagi masyarakat dan pemerintah untuk menyadari nilai budaya yang terkandung dalam bahasa Manchu dan mengambil langkah-langkah yang diperlukan untuk menjaga warisan linguistik ini agar tidak hilang.

#manchu

#manchulanguage

#language

#ikahentihu

Apakah Bahasa Jerman Sesederhana Bahasa Inggris?

Kisah seorang teman dari Netherland. Sebagai orang Belanda, saya merasa agak memenuhi syarat untuk menjawab ini, karena negara saya terletak tepat di antara Jerman dan Inggris. Bahasa Belanda sangat dekat dengan kedua bahasa dan mungkin bahasa yang paling terkait erat dengan salah satu dari mereka (ya, ya, ada ‘hal Frisian-Skotlandia’, saya tahu).

Kami menganggap bahasa Inggris sebagai bahasa yang sangat mudah dipelajari. Sebagian besar dari kita hanya mengambilnya dengan melakukan. Paparan media berbahasa Inggris sangat berkaitan dengan ini tentu saja; ada lebih banyak alasan untuk belajar bahasa Inggris daripada bahasa Jerman.

Tapi kita semua belajar bahasa Belanda, Inggris, Jerman dan Prancis di sekolah.

Dari jumlah tersebut, Jerman dan Prancis (dan terus terang, Belanda juga) dianggap sulit oleh banyak orang. Hanya sedikit yang berjuang dengan bahasa Inggris. Saya dulu bekerja untuk perusahaan teknologi internasional Belanda dengan banyak kolega asing, menjadikan bahasa Inggris sebagai lingua franca di sana. Beberapa (tidak semua dengan cara apa pun) jenis TI sesuai dengan mitos ‘pikiran beta yang buruk dalam bahasa’. Saya sering memperhatikan bahwa orang-orang ini akan dapat menulis bahasa Inggris yang sangat berguna (tidak rumit, tetapi efektif dan sebagian besar benar), sementara mereka hampir buta huruf ketika mereka menulis dalam bahasa Belanda asli mereka. Bahasa Inggris benar-benar tampak lebih mudah dilakukan bagi orang-orang yang tidak terlalu cenderung linguistik.

Perhatikan bahwa ini berlaku untuk barat Belanda – bagian Belanda yang sebagian besar orang asing mengasosiasikan dengan Belanda dan di mana hampir setengah dari populasi tinggal. Di timur, dekat perbatasan Jerman, bahasa Belanda lebih ‘Jermanik’ dan orang-orang di sana biasanya akan cukup fasih berbahasa Jerman selain bahasa Inggris.

Hal yang hebat tentang bahasa Inggris, dibandingkan dengan bahasa Jerman dan memang juga Belanda, adalah kesederhanaan tata bahasa yang relatif. Hanya dalam bahasa Inggris saya bisa menulis apa yang menurut saya terdengar bagus dan itu mungkin akan menjadi kalimat bahasa Inggris yang benar. Saya bahkan tidak bisa secara konsisten melakukannya dalam bahasa Belanda, yang merupakan bahasa ibu saya. Ada aturan konstruksi yang harus saya mainkan di kepala saya, rumus mnemonik yang memandu saya melalui proses, untuk memastikan saya melakukannya dengan benar.

Ada aturan konjugasi kata kerja yang mendefinisikan ejaan kata kerja dengan cara yang diam saat diucapkan, tetapi terlihat sangat naff jika Anda salah saat menulis. Saya melakukan ini sebagian besar secara subconsious, tetapi cara saya berpikir tentang menulis dalam bahasa Belanda lebih dengan mempertimbangkan aturan daripada ketika saya menulis bahasa Inggris. Ini bahkan lebih buruk dalam bahasa Jerman. Setidaknya Belanda membuang aturan gender yang tampaknya tidak ada gunanya dan beberapa bentuk yang lebih esoteris, tetapi masih memiliki buku aturan yang rumit.

Saya bahkan tidak tahu aturan nyata tentang bahasa Inggris (setidaknya, saya tidak ingat apa pun dari tahun-tahun sekolah menengah saya), dan itu sama sekali tidak menjadi masalah dalam bahasa Inggris. Cukup rangkaikan kata-kata itu dan itu akan baik-baik saja.

Namun, ada satu area di mana bahasa Inggris jauh lebih rumit daripada bahasa lain yang saya ketahui, dan tidak ada aturan yang dapat Anda pelajari untuk menyelesaikannya: ejaan kata-kata.

Karena bahasa Inggris modern pada dasarnya adalah perpaduan dari apa pun yang mereka bicarakan di Inggris sebelum penaklukan Norman, dengan sedikit bahasa Denmark dari invasi viking pertama dan banyak bahasa Prancis yang dibawa oleh viking Norman yang mendominasi budaya selama berabad-abad, bahasa yang dihasilkan adalah bahasa di mana satu kata akan ditulis seperti jika itu adalah bahasa Prancis dan yang berikutnya seolah-olah berasal dari bahasa Inggris kuno – atau Denmark.

Dan karena kata-kata telah berevolusi sedemikian rupa sehingga akar ini seringkali hampir tidak dapat dikenali, hasilnya adalah bahwa ejaan kata-kata adalah omong kosong – dengan kata lain: Anda perlu mempelajarinya untuk setiap kata secara individual. Dan jangan berpikir cara kata-kata terdengar dengan cara apa pun merupakan indikasi untuk bagaimana itu ditulis…

Bahasa Inggris: lebih sedikit aturan, tetapi dengan kelemahan ejaan yang berantakan.

#germany

#englishlanguage

#language

 

Apakah di Dunia Ini Tidak Ada Bahasa Primitif?

Ini sebenarnya adalah pertanyaan yang sangat menarik yang ada banyak teori tetapi sedikit fakta. Jawaban terbaik tampaknya adalah bahwa tidak ada bahasa primitif karena kemampuan bahasa jauh lebih tua dari spesies kita sendiri.

Tidak ada yang tahu persis kapan bahasa dimulai. Sejauh yang kita tahu, primata memiliki sistem komunikasi yang lebih kompleks daripada hampir semua yang lain di kerajaan hewan. Monyet vervet misalnya memiliki panggilan yang berbeda untuk berbagai jenis predator: macan tutul, elang, dan ular. Bentuk panggilan ini sewenang-wenang dan menyerupai kata-kata, karena tidak ada properti panggilan itu sendiri yang menyerupai macan tutul atau ular. Tetapi mereka juga secara genetik terhubung ke dalam perilaku monyet – monyet tidak harus mempelajari panggilannya. Nenek moyang hominid kita yang jauh pasti memiliki sistem bicara setidaknya secanggih ini.

Tapi kemudian sebuah revolusi terjadi. Sekitar dua juta tahun yang lalu atau mungkin kurang dari itu, nenek moyang kita Homo erectus mulai berinovasi dengan cara hidup dan berpikir yang sama sekali baru. Mereka menguasai api, dan menemukan memasak. Ini memberi mereka nutrisi untuk menumbuhkan otak yang lebih besar, yang mereka lakukan dalam jumlah banyak. Otak yang lebih besar memungkinkan mereka untuk mengkonseptualisasikan geometri untuk mencari tahu seperti apa  bagian dalam batu. Ini memungkinkan mereka untuk membuat alat batu multipart yang lebih baik dan lebih kompleks. Mereka menciptakan perahu, yang memungkinkan mereka mencapai pulau-pulau seperti Kreta dan Flores yang selalu dipisahkan oleh laut. Dan versi akhir dari spesies mereka mungkin bahkan memiliki semacam seni, jika cangkang yang diiris secara geometris atau patung Venus Berekhat Ram menunjukkan sesuatu:

Menurut sebuah buku baru-baru ini oleh Dan Everett, semua inovasi ini menunjukkan tingkat kompleksitas sosial jauh di depan nenek moyang Australopithecine kita, tingkat kompleksitas sosial di mana perilaku sosial (seperti belajar bagaimana membuat alat multipart atau perahu atau seni) hanya dapat dikoordinasikan antara individu melalui beberapa jenis bahasa.

Tapi  bahasa seperti apa? Bahasa adalah sistem komunikasi simbolik, bentuk isyarat yang paling canggih. Ada tiga jenis tanda dasar:

  1. Indeks, yang merupakan hubungan yang tidak disengaja, tidak sewenang-wenang antara bentuk dan makna. Misalnya, asap adalah indeks api, atau daun yang jatuh adalah indeks pohon.
  2. Ikon, yang merupakan hubungan yang disengaja dan tidak sewenang-wenang dari bentuk dan makna. Misalnya, gambar api unggun, atau gambar daun yang berguguran untuk menunjukkan pergantian musim.
  3. Simbol, yang disengaja dan sewenang-wenang hubungan bentuk dan makna. Hampir semua kata dari semua bahasa manusia bersifat simbolis: kata api dan kata pohon tidak memiliki hubungan dengan api atau pohon, kecuali dengan konvensi.

Hominid awal setidaknya akan memiliki asosiasi simbolis suara dan makna – secara efektif kata-kata pertama. Kita tidak tahu persis seberapa besar kosakata mereka, tetapi studi modern yang melibatkan simpanse, bonobo, dan gorila (yang paling terkenal adalah Washoe, Kanzi dan Koko) menunjukkan hominid awal pasti memiliki setidaknya ratusan kata yang berbeda. Kata-kata awal ini akan menjadi sesuatu seperti suku kata pertama: pa, ba, da, ta, dll.

Tetapi kita membutuhkan lebih dari sekadar kata-kata (asosiasi arti suara) untuk memiliki bahasa. Everett berpendapat bahwa perubahan penting dari nenek moyang pra-linguistik kita yang lebih primitif dan manusia modern secara linguistik melibatkan inovasi setidaknya tiga fitur tambahan. Pertama, orang perlu berinovasi dengan  cara sistematis untuk menciptakan  kata-kata baru untuk pengalaman dan hal-hal baru. Ini berarti kita membutuhkan lebih dari sekadar suku kata, kita membutuhkan apa yang disebut oleh para ahli bahasa sebagai dualitas pola: kita perlu dapat memecah suku kata menjadi konsonan dan vokal penyusun. Dengan memecah suku kata menjadi konsonan dan vokal, kita dapat membuat rentang suku kata yang jauh lebih besar, yang masing-masing dapat diberi makna yang berbeda. Dengan demikian cat /kæt/ dan paku /tæk/ dan tindakan /ækt/ dapat berarti hal yang sama sekali berbeda, meskipun mereka terdiri dari konsonan dan vokal komponen yang tidak berarti yang persis sama, karena struktur suku kata spesifiknya.

Kedua, kita membutuhkan komposisi semantik: makna ucapan terdiri dari makna bagian-bagiannya (dan bukan kata-kata lain). Dengan demikian makan beruang hanya dapat melibatkan tindakan makan dan beruang, bukan tindakan tidur atau bernyanyi, atau melibatkan mastodon atau singa gua. Ketiga, sistem harus memiliki linearitas: urutan spesifik fonem di dalam suku kata, suku kata di dalam kata, dan kata-kata di dalam kalimat semuanya penting untuk interpretasi ucapan. Sistem apa pun yang tidak memiliki satu atau lebih fitur ini tidak diragukan lagi tidak sepenuhnya modern secara linguistik.

#primitivelanguage

#language

 

 

 

Menurut Anda Apa Bahasa Pertama Yang Muncul di Muka Bumi?

Katakanlah saya mati sekarang. Otak saya mati dan saya tidak lagi bisa berbicara, bergerak, atau berpikir. Apa pun yang mungkin membentuk diri sadar saya telah berhenti ada. Satu-satunya bukti nyata bahwa saya pernah ada adalah mayat fisik saya. Singkatnya, saya sudah mati.

Tapi tubuh saya masih ada. Dagingku mungkin membusuk, tetapi aku akan meninggalkan kerangka yang akan bertahan selama jutaan tahun. Mungkin Orang-orang Masa Depan akan menggali kuburan saya dan berkomentar bahwa kerangka ini dulunya adalah manusia – dan, jika kami beruntung, cukup banyak DNA saya akan tetap ada sehingga saya bisa dikloning, dan mereka dapat melihat kira-kira seperti apa penampilan saya.

Hal yang sama tidak berlaku untuk bahasa. Jika saya mengatakan “kucing” dengan lantang, saat saya selesai mengucapkannya, kata itu hilang ke udara selamanya tanpa satu pun sisa-sisa yang tertinggal. Seperti kata pepatah umum dalam linguistik, bahasa tidak meninggalkan fosil.

Anda tentu dapat menuliskan bahasa, tetapi menulis adalah penemuan baru-baru ini: aksara tertua baru berusia 5000 tahun, dan sebagian besar bahasa dunia masih tidak tertulis bahkan hingga saat ini.

Bahasa itu sendiri telah digunakan paling lambat puluhan ribu tahun, dan mungkin sebanyak beberapa ratus ribu tahun. Kita tidak dapat mengetahui tanggal pasti karena, sekali lagi, bahasa tidak meninggalkan fosil, jadi tanggal apa pun harus menjadi perkiraan yang sangat kasar.

Jadi tidak ada bahasa tertua atau paling awal atau pertama. Ada bahasa tertulis tertua yang diketahui, tentu saja, tetapi pada saat itu ditulis, bahasa itu sama tuanya dengan semua bahasa lisan lainnya

Dalam hal ini, kami tidak yakin apakah ada  bahasa pertama. Beberapa orang mengatakan ya, mungkin ada satu bahasa pertama di beberapa titik. Yang lain mengatakan tidak, ada beberapa bahasa awal. Pandangan ketiga dan lebih kreatif adalah bahwa ada  beberapa bahasa awal, tetapi kebanyakan dari mereka mati, meninggalkan satu bahasa pertama dari semua bahasa yang digunakan saat ini berasal.

Manakah dari ini yang benar? Kita tidak tahu, dan kita tidak bisa tahu, karena, sekali lagi, bahasa tidak meninggalkan fosil. Akan sangat bagus jika mereka melakukannya, tetapi mereka tidak.

#bahasa

#language

Mengapa Tamil Memiliki Begitu Banyak Kata Bahasa Inggris Dan Arab? Apakah Ini Bahasa Asing?

 

 

Bahasa ini memiliki persentase peminjaman dari bahasa lain sebagai berikut tetapi dianggap sebagai bahasa yang terpisah. Bahkan, itu juga sangat terkenal. Latin 29%; Prancis 26%, 26% Jerman; 6% Yunani = 87% dari kata-kata dalam bahasa ini dipinjam dari bahasa lain, diadaptasi dan diterima ke dalam daftar bahasa yang berbeda. Para pembicara dengan tegas menghindari versi lama bahasa mereka dan mengadopsi versi yang sesuai dengan kebutuhan modern.

Itu adalah bahasa Inggris kuno kita yang lumayan bagus. Apakah bahasa Inggris sudah mati? Tidak, bahasa Inggris kuno mati dan telah berkembang menjadi bahasa yang lebih baik yang cocok untuk zaman modern.

Bayangkan saja orang Inggris meluncurkan gerakan Bahasa Inggris Murni dan mencoba menemukan padanan bahasa Inggris kuno dengan kata-kata seperti bruschetta, pasta, lasagna, elit, suasana, kolase, dll.

Partai-partai Dravida, terutama DMK, telah berperan penting dalam mencoba mendorong “purisme linguistik” ini di tahun-tahun awal. Tapi saya senang mereka membuangnya nanti dan belajar untuk praktis.

Apa yang benar-benar mengganggu saya di Quora adalah pejuang Tamil yang “mengklaim diri” yang tidak memiliki pemahaman tentang linguistik, terutama sosiolinguistik. Kami memiliki dua konsep dalam sosiolinguistik, yaitu bahasa Abstand dan bahasa Ausbau.

Bahasa Abstand dalam istilah sederhana – bahasa yang berbeda dari bahasa lain dan saling tidak dapat dipahami oleh penutur lain. Dan Anda akan terkejut mengetahui bahwa bahasa Inggris adalah bahasa Abstand meskipun meminjam 85% kosakatanya. Tamil bahkan tidak memiliki tingkat peminjaman seperti itu dan tentu saja merupakan bahasa Abstand, bahkan dengan rekan-rekan keluarga bahasa Dravida.

Ausbau di sisi lain menarik. Ini adalah ketika sebuah bahasa mencoba mengembangkan register leksikal non-aslinya dan mencoba menemukan terjemahan yang setara. Masalah aneh dengan gerakan Tamil Murni adalah upaya gila mereka untuk menjadikan Tamil modern sebagai replika Tamil Kuno. Anak laki-laki Tamil Kuno seperti yang kita baca dalam literatur Tamil bahkan tidak dituturkan bahasa Tamil pada masa itu. Bayangkan ironi memaksa penduduk modern untuk berbicara bahasa Tamil sastra kuno ketika penduduk selama zaman kuno itu sendiri tidak berbicara.

Seperti yang dikatakan Andronov dengan tepat dalam makalahnya “Masalah Bahasa Nasional di Tamilnad” – “Semua upaya ahli bahasa Tamil tidak diarahkan untuk mempelajari Tamil modern, untuk menentukan norma-normanya dan mempersiapkannya untuk fungsi-fungsi baru dalam masyarakat, tetapi untuk menggembleng bahasa sastra yang mati secara artifisial”. (Sumber – Andropov, MS, halaman 188).

“Puritan” Tamil adalah musuh nyata bagi bahasa Tamil dan bagi orang-orang Tamil rakyat.

Bahasa yang siap untuk “modernisasi” itu sendiri adalah kuda yang Anda pertaruhkan untuk bertahan hidup. Bahasa yang bersikeras menjadi “kuno” dan mengisolasi dirinya dari dunia pada akhirnya akan mati.

#tamil

#language

Mengapa Bahasa Arab Sangat Tidak Populer?

Kebanyakan orang telah membahas bagaimana bahasa Arab adalah bahasa asli bagi sekitar 400 juta orang, jadi ini adalah bahasa asli keempat yang paling umum. Itu tampaknya relatif populer dalam jumlah orang yang berbicara. Selain itu, bahasa Arab adalah salah satu bahasa sekunder paling populer di dunia karena alasan agama dan politik.

Namun, jumlah orang yang belajar bahasa Arab jauh lebih rendah dari yang diperkirakan mengingat jumlah penutur asli. Sejauh menyangkut hal ini, alasan mengapa orang umumnya tidak belajar bahasa Arab sebagai bahasa kedua adalah sebagai berikut:

  1. Bahasa Arab adalah bahasa yang sulit dipelajari bagi siapa saja yang belum berbicara bahasa Semit. Ini memiliki serumpun yang sangat sedikit, sistem tata bahasa yang sangat berbeda, alfabet konsonan yang ketat, dan perbedaan besar antara bahasa lisan dan tertulis. Bagian terakhir sangat penting karena pada dasarnya berarti bahwa setiap orang yang belajar bahasa Arab harus mempelajari dua bahasa terkait secara bersamaan, bukan hanya satu.
  2. Bahasa Arab adalah bahasa Semit di mana banyak penutur aslinya sudah berbicara bahasa Eropa yang jauh lebih mudah dipelajari atau lebih umum dipelajari.
  3. Sebagian besar penutur bahasa Arab tetap berada di Dunia Arab (meskipun masuknya orang Suriah dan Irak yang tiba-tiba ke Eropa mulai mengubah ini).
  4. Bahasa Arab adalah bahasa di mana beberapa materi canggih telah ditulis sebagai bahasa penerbitan pertama kecuali untuk wacana tentang Islam sebagai agama atau politik/sejarah Arab. Sebagai perbandingan, ada banyak materi yang lebih maju yang diterbitkan dalam sains, matematika, ekonomi, dll. yang diterbitkan lebih dulu dalam bahasa Inggris, Prancis, Cina, Jerman, atau Rusia daripada dalam bahasa Arab.

#arabic

#arabiclanguage

 

Sebagai Penutur Bahasa Arab, Dialek Arab Mana yang Mudah Anda Pahami?

Jawaban Awal: sebagai penutur bahasa Arab dengan dialek Arab apakah Anda mudah mengerti? Mana yang sulit Anda pahami? Iam Sudan, saya memiliki kesempatan untuk bekerja selama bertahun-tahun di Negara-negara Teluk Arab selain rekan-rekan dari negara-negara Arab lainnya di tempat kerja yang sama kadang-kadang.

Terus terang kami tidak merasakan kesulitan dalam memahami satu sama lain selama bertahun-tahun. Juga, kami biasa mengganti kata-kata dialek dengan MSA, jika ada kesulitan seperti itu. Saya memiliki kesempatan untuk bekerja selain rekan-rekan dari Suriah, Irak, Yaman, Tunisia, Lebanon dan Mesir sebagai pengacara, selain berurusan dengan warga negara dari negara-negara tempat kami bekerja. Bahkan saya telah belajar dari mereka beberapa kata dari dialek mereka, dan kadang-kadang saya menemukan bahwa kami juga berbagi beberapa kata yang identik dalam dialek lokal kami.

Saya masih ingat banyak kata yang diucapkan.

Masalah ini tidak termasuk kesulitan yang diasumsikan seperti itu dalam pikiran penutur bahasa Arab non-pribumi lainnya. Misalnya, aneh bagi saya untuk menemukan bahwa, bahkan untuk Lebanon yang secara geografis jauh dari Sudan, namun kami berbagi beberapa kata serupa dalam dialek lokal kami, seperti : Cup كباية untuk كأس شاى atau : اوضة untuk Kamar غرفة ، atau مكركب untuk Chaos فوضوى /فوضى . Saya secara pribadi mempelajari beberapa kata baru dalam dialek Arab orang lain, dan hanya sebagai contoh, saya sekarang tahu kata-kata berikut: –

-Dari Tunisia : برشا untuk (terlalu banyak)، dan قداش untuk (berapa banyak?) dan علاش untuk (Mengapa?) .

-Dari Irak : خوش untuk ( Ok) dan ماكو untuk ( tidak ada)

-Dari Yaman : معادبش untuk (selesai), dan يتشنكع untuk (mendaki)

Kadang-kadang kami menertawakan kata-kata dialek lokal satu sama lain, yang tidak biasa kami dengar untuk pertama kalinya, dan kami berdiskusi & mencoba menganalisis akar mereka dalam MSA, jika ada.

Bagi banyak penutur asli bahasa Arab lainnya, saya pikir dialek Mesir dan Suriah adalah yang paling mudah dipahami.

#arabicdialect

#arabic

#dialect

#language

#ikafarihahhentihu