Bahasa Sebagai Tanda dan Kombinasi (part2)

Untuk bahasa Inggris, saya hanya fokus pada infleksional dalam irregular verb. Berdasarkan penafsiran saya setelah melihat perbedaan bunyi pada tiap-tiap vokal di Oxford Dictionary, saya mengelompokkan kata kerja tak beraturan berdasarkan mutasi bunyi vokal yang tampak seperti berikut ini:

  1. Class 1: the vowel /aɪ/ mengalami 8 mutasi bunyi.
  2. /aɪ/ /əʊ/ misalnya: drive /draɪv/ ⇒ drove /drəʊv/

write /raɪt/ ⇒ wrote /rəʊt/

rise /raɪz/ ⇒ rose /rəʊz/

strive /straɪv/ ⇒ strove /strəʊv/

dive /daɪv/ ⇒ dove /dəʊv/

ride /raɪd/ ⇒ rode /rəʊd/

  1. /aɪ/ ⇒ /aʊ/ misalnya: bind /baɪnd/ ⇒ bound /baʊnd/

find /f aɪnd/ ⇒ found /faʊnd/

  1. /aɪ/ ⇒ /ɔː/ misalnya: buy /baɪ/ ⇒ bought /bɔːt/

fight /faɪt/ ⇒ fought /fɔːt/

  1. /aɪ/ ⇒ /uː/ misalnya: fly /flaɪ/ ⇒ flew /flu:/
  2. /aɪ/ ⇒ /ɪ/ misalnya: light /laɪt/ ⇒lit /lɪt/
  3. /aɪ/ ⇒ /eɪ/ misalnya: lie /laɪ/ ⇒ lay /leɪ/
  4. /aɪ/ ⇒ /ʌ/ misalnya: strike /straɪk/ ⇒ struck /strʌk/
  5. /aɪ/ ⇒ /ɒ/ misalnya: shine /ʃaɪn/ ⇒ shone / ʃɒn/

Dari data diatas dapat disimpulkan bahwa bunyi /aɪ/ = front open vowel, bisa mengalami perubahan bunyi menjadi: /əʊ/ = central open mid vowel ; /aʊ/ = back central open vowel; /ɔː/ = back central close mid vowel; /uː/ = back close vowel; /ɪ/ = front close vowel;  /eɪ/ = front close mid vowel; /ʌ/ = open mid vowel; /ɒ/ = back open vowel

  1. Class 2: the vowel // mengalami 3 mutasi bunyi.
  2. // /əʊ/ misalnya: freeze /friːz/ ⇒ froze /frəʊz/

steal /stiːl/  ⇒ stole /stəʊl/

speak /spiːk/ ⇒ spoke /spəʊk/

  1. // /e/ misalnya: breed /br iːd/ ⇒ bred /bred/

deal /diːl/ ⇒ dealt /delt/

feel /fiːl/ ⇒ felt /felt/

  1. // ⇒ /ɔː/ misalnya: seek /si:k/ ⇒ sought /sɔːt/

teach /ti:tʃ/  ⇒ taught /tɔːt/

Dari data diatas dapat disimpulkan bahwa /iː/ = front close vowel bisa mengalami perubahan bunyi menjadi: 1) /əʊ/ = central open mid vowel; 2) /e/ = front open mid vowel; 3)/ɔː/ = back central close mid vowel

  1. Class 3: the vowel/ɪ/ mengalami 5 mutasi bunyi.
  2. / ɪ / ⇒ /æ/ misalnya: forbid /fə’bɪd/ ⇒ forbad /fə’bæd/

ring /rɪŋ/ ⇒ rang /ræŋ/

  1. / ɪ / ⇒ /ʌ/ misalnya: dig /dɪg/ ⇒ dug /dʌg/

sting /stɪŋ/ ⇒ stung /stʌŋ/

  1. / ɪ / / ɪ / misalnya: build /bɪld/ ⇒ built /bɪlt/

slit/slɪt/ ⇒ slit /slɪt/

spill /spɪl/ ⇒ spilt /spɪlt/

  1. / ɪ / ⇒ /eɪ/ misalnya: forgive  /fə’gɪv/ ⇒ forgave /fə’geɪv/
  2. /ɪ / ⇒ /ɔː/ misalnya: think /θɪŋk/ ⇒ thought /θ ɔːt/

Dari data diatas dapat disimpulkan bahwa / ɪ / = front close vowel bisa mengalami perubahan bunyi menjadi: 1) /æ/ = front open vowel; 2) /ʌ/ = open mid vowel; 3) /eɪ/ = front close mid vowel; 4) /ɔː/ = back central close mid vowel; 5) keep the same sound (bunyi yang sama) / ɪ /

  1. Class 4: the vowel/eə / mengalami 1 mutasi bunyi.

          /eə / ⇒ /ɔː/ misalnya:     bear /beə(r)/ ⇒ bore /bɔː(r)/

swear /sweə(r)/ ⇒ swore /swɔː(r)/

tear /teə(r)/ ⇒ tore /tɔː(r)/

wear /weə(r)/ ⇒ wore /wɔː(r)

Dari data diatas dapat disimpulkan bahwa /eə / = front open mid vowel bisa mengalami perubahan bunyi menjadi:/ɔː/ = back central close mid vowel.

  1. Class 5: the vowel /əʊ/ mengalami 3 mutasi bunyi.
  2. /əʊ/ ⇒ /uː/ misalnya: know /nəʊ/ ⇒ knew /njuː/

grow /grəʊ/ ⇒ knew /gruː/

throw /θrəʊ/ ⇒ knew /θruː/

  1. /əʊ/ ⇒ /e/ misalnya: hold /həʊld/ ⇒ held /held/
  2. /əʊ/ ⇒ /əʊ/ misalnya: sew /səʊ/ ⇒ sewed /səʊd/

Dari data diatas dapat disimpulkan bahwa /əʊ/ = central open mid vowel bisa mengalami perubahan bunyi menjadi: 1)/uː/ = back close vowel; /e/ = front open mid vowel; keep the same sound (bunyi yang sama) /əʊ/

  1. Class 6: the vowel /æ/ mengalami 3 mutasi bunyi.
  2. /æ/ ⇒ /ʊ/ misalnya: stand /stænd/ ⇒ stood /stʊd/

understand /ʌndə`stænd/ ⇒ understood /ʌndə` stʊd/

  1. /æ/ ⇒ /æ/ misalnya:     have /hæv/ ⇒ had /hæd/
  2. /æ/ ⇒ /ʌ/ misalnya: hang /hæŋ/ ⇒ hung /hʌŋ/

Dari data diatas dapat disimpulkan bahwa /æ/ = front open vowel bisa mengalami perubahan bunyi menjadi: 1)/ʊ/ = back close mid vowel; 2) /ʌ/ = open mid vowel; 3) Keep the same sound /æ/

  1. Class 7: the vowel /eɪ / mengalami 4 mutasi bunyi.
  2. /eɪ / ⇒ /əʊ/ misalnya: break /breɪk/ ⇒ broke /brəʊk/

wake /weɪk/ ⇒ woke /wəʊk/

  1. /eɪ / ⇒ /ʊ/ misalnya: take /teɪk/ ⇒ took /tʊk/
  2. /eɪ / ⇒ /eɪ / misalnya: lay /leɪ/ ⇒ laid /leɪd/
  3. /eɪ / ⇒ /e/ misalnya: say /seɪ/ ⇒ said /sed/

Dari data diatas dapat disimpulkan bahwa /eɪ / = front close mid vowel bisa mengalami perubahan bunyi: 1) /əʊ/ = central open mid vowel; 2) /ʊ/ = back close mid vowel; 3) /e/ = front open mid vowel; 4) Keep the same sound /eɪ /

 Class 8: the vowel/ʊ /, /ɜː/, /ɔɪ/ tidak mengalami mutasi bunyi.

  1. /ʊ / ⇒ /ʊ / misalnya:    put /pʊt/ ⇒ put /pʊt/
  2. /ɜː/ /ɜː/  misalnya:      burn /bɜːn/ ⇒ burnt / bɜːnt/
  3. /ɔɪ/ /ɔɪ/ misalnya: spoil /spɔɪl/ ⇒ spoilt /spɔɪlt/
  4. Class 9: the vowel /ʌ/ mengalami 3 mutasi bunyi.
  5. /ʌ/ ⇒ /eɪ / misalnya:     come /kʌm/ ⇒ came /keɪm/
  6. /ʌ/ ⇒ /ʌ/ misalnya:       cut /kʌt/  ⇒ cut /kʌt/
  7. /ʌ/ ⇒ /æ/ misalnya:      run /rʌn/ ⇒  ran/ræn/

Dari data diatas dapat disimpulkan bahwa /ʌ/ = open mid vowel bisa mengalami perubahan bunyi menjadi: 1) /eɪ / = front close mid vowel; 2) /æ/ = front open vowel; 3) Keep the same sound /ʌ/

  1. Class 10: the vowel/uː/mengalami 2 mutasi bunyi.
  2. /uː/ / ɪ / misalnya: do /duː/ ⇒ did /dɪd/
  3. /uː/ ⇒ /ɒ/ misalnya: shoot /ʃ uː/ ⇒ shot / ʃɒt/

Dari data diatas dapat disimpulkan bahwa /uː/ = back close vowel bisa mengalami perubahan bunyi menjadi: 1) / ɪ / = front close vowel; 2) /ɒ/ = back open vowel

  1. Class 11: the vowel/ɑː/ mengalami 2 mutasi bunyi.
  2. /ɑː/ ⇒ /uː/ misalnya: draw /drɑː/ ⇒ drew /druː/
  3. /ɑː/ ⇒ /e/ misalnya: fall /f ɑːl/ ⇒ fell /fel/

Dari data diatas dapat disimpulkan bahwa /ɑː/ = back central close mid vowel bisa mengalami perubahan bunyi menjadi: 1) /uː/ = back close vowel; 2) /e/ = front open mid vowel.

  1. Class 12: the vowel/əʊ / mengalami 1 mutasi bunyi.

          /əʊ / ⇒ /e/ misalnya:    go /gəʊ/ ⇒ went /went/

Dari data diatas dapat disimpulkan bahwa /əʊ / = central open mid vowel bisa mengalami perubahan bunyi menjadi: /e/ = front open mid vowel

  1. Class 13: the vowel/e / mengalami 3 mutasi bunyi.
  2. /e / ⇒ /e/ misalnya: lend /lend/ ⇒ lent /lent/
  3. /e / ⇒ /əʊ / misalnya: sell /sel/ ⇒ sold /səʊld/
  4. /e / ⇒ /ɒ/ misalnya: get /get/ ⇒ got /gɒt/

Dari data diatas dapat disimpulkan bahwa /e / = front open mid vowel bisa mengalami perubahan bunyi menjadi: 1) /əʊ / = central open mid vowel; 2) /ɒ/ = back open vowel; 3) Keep the same sound /e/

  1. Class 14: the vowel/ɪə/ mengalami 2 mutasi bunyi.
  2. /ɪə/ ⇒ /ɪə/ misalnya: shear / ʃɪə/ ⇒ sheard / ʃɪəd/
  3. /ɪə/ ⇒ /ɜː/ misalnya: overhear /əʊvə`hɪə⇒ overheard /əʊvə`hɜːd/

Dari data diatas dapat disimpulkan bahwa /ɪə/ = front close vowel bisa mengalami perubahan bunyi menjadi: 1) /ɜː/ = central open mid vowel; 2) Keep the same sound /ɪə/.

Untuk selanjutnya adalah tanda bahasa dilihat dari proses pembentukan kata atau derivation. Afiksasi didalam bahasa Jawa dibagi menjadi empat jenis yaitu prefiksasi, infiksasi, sufiksasi, dan konfiksasi.

  1. Aku wis apik marang bocahe nanging bocahe kok malah ngadoh

(contoh dari Aini, 2014 yang sudah dimodifikasi)

Proses morfologi yang terjadi didalam kalimat diatas dapat dijelas sebagai berikut:

ng- + adoh → ngadoh

kata ‘ngadoh’ merupakan bentuk derivasi karena didalam kata tersebut mengalami perubahan jenis kata yang semula kata sifat atau adjektiva adoh ‘jauh’ menjadi kata verba aktif ngadoh ‘menjauh’.

  1. Aku wes suwe urip karo kangmas, ora tinemu tembung kang elek.

(contoh dari Aini, 2014 yang sudah dimodifikasi)

temu + -in- → tinemu ‘ditemukan’

‘temu’ merupakan bentuk jenis kata verba dan kata ‘tinemu’ juga merupakan kata kerja atau verba. Yang membedakan disini adalah kata ‘temu’ adalah verba aktif dan kata ‘tinemu’ adalah verba pasif.

  1. Metu Serning dalane wiwit krasa munggah

(contoh dari Aini, 2014 yang sudah dimodifikasi)

dalan + -e → dalane

dalan disini berarti ‘jalan’ dan begitu pula dengan kata ‘dalane’ yang bermakna ‘jalan’. Disini bisa disimpulkan bahwa ‘dalan’ dan ‘dalane’ memiliki arti dan bentuk jenis kata yang sama. Dengan kata lain, kata-kata tersebut tidak mengalami perubahan makna.

  1. “Sakkabehe kaperluwan urip wis dicukupi karo gusti Allah”

(contoh dari Aini, 2014 yang sudah dimodifikasi)

di- + cukup + -i → dicukupi

kata ‘cukup’ adalah kata nomina sedangkan kata ‘dicukupi’ merupakan kata yang masuk pada jenis kata verba pasif.

#linguistik

#linguistics

#bahasa

#language

Bahasa Sebagai Tanda dan Kombinasi

Bahasa merupakan system tanda. Didalam bahasa, system tanda juga bisa dilihat dari bentuk fonologinya, derivasi atau pembentukan kata, kata ganti orang (personal pronoun) (Pawley, 1993b; Chomsky, 1980; Hockett, 1958, 1960). Ttanda (sign) yang berupa bentuk fonologi yang paling sering dan mudah kita jumpai misalnya didalam pengucapan huruf vokal. Saya akan membandingkan bentuk fonologi didalam bahasa Jawa dan bahasa Inggris, membahas pembentukan kata dan kata ganti orang yang hanya dibatasi pada bahasa Jawa saja.

Berikut ini contoh dari bentuk fonologi yang ada didalam bahasa Jawa

  1. Vokal /i/, terdiri dari 2 alofon, yaitu: 1) i (i jejeg) dimana bunyi [i] dapat menduduki awal, tengah, dan akhir kata. Misalnya ijab, mrica dan tari; 2) i [i miring] yang terletak pada kata yang diakhiri konsonan. Misalnya pada kata cacing (cacIng), wajik (wajIk).
  2. Vokal /e/, yang mempunyai 2 alofon, yaitu: 1) /e/ (e swara jejeg/ e taling) menduduki semua posisi baik awal, tengah, dan Misalnya kata eman ‘sayang’, sela ‘batu’dan gule’gulai’; 2) /ɛ/ (e swara miring) terletak pada awal dan tengah kata. Misalnya estu’jadi’, saren ’marus’ dan gepeng ’gapeng’.
  3. Vokal ə, dalam bahasa Jawa bukan merupakan alofon fonem /e/ melainkan merupakan fonem tersendiri karena kedua bunyi itu dalam bahasa Jawa dapat membedakan makna. Misal:

Kere [ kere] = miskin                    Kere [kəre] = tirai bamboo

Geger [gɛgɛr]= huru hara              geger [ gəgər]= punggung

  1. Vokal ə, dalam bahasa Jawa bukan merupakan alofon fonem /e/ melainkan merupakan fonem tersendiri karena kedua bunyi itu dalam bahasa Jawa dapat membedakan makna. Misal:

Kere [ kere] = miskin                    Kere [kəre] = tirai bamboo

Geger [gɛgɛr]= huru hara              geger [ gəgər]= punggung

  1. Vokal /a/ yang terletak di depan, tengah, dan akhir. Contohnya: aku, laris, ora
  2. Vokal /ɔ bukan merupakan alofon dari /o/, namun vokal yang berdiri sendiri. Terletaki awal, tengah, dan akhir kata. Misal : amba,rata, ula
  3. Vokal /o/ yang terletak di awal, tengah, akhir kata. Misal : obah, coba, kebo
  4. Vokal /u/ yang mempunyai 2 alofon, yaitu u (swara jejeg) terletak di awal, tengah, dan belakang kata. Misal: Urip, wuta, madu serta u swara miring yang berada di tengah kata. Misal: biyung, parut, pupur.

#bahasa

#linguistik

#language

#linguistics

Boso Walikan Boso Malangan

Boso Walikan

Boso Walikan itu apa sih?

Nah ternyata ada bahasa khusus dan khas yang biasa dipergunakan sehari-hari di kota Malang. Penggunanya dimulai dari anak-anak muda hingga orang dewasa bahkan orang tua pun menggunakan boso walikan.

Bila orang-orang tua yang menggunakan boso walikan, maka tidaklah heran karena bahasa ini dahulu pada saat zaman penjajahan sering dipergunakan oleh para pejuang untuk mengelabui tentara Belanda yang tidak menguasai bahasa ini. Belanda sebenarnya sudah mulai menguasai bahasa Jawa dan bahasa Indonesia saat itu. Hal ini yang membuat para pejuang saat itu tidak bisa melancarkan aksinya karena rencana-rencana mereka sering ketahuan oleh pihak Belanda. Inilah kemudian muncul boso walikan atau boso ngalam (red:Malang),

Ada beberapa bentuk walikan terdapat pada kosakata bahasa walikan ini. Pertama yaitu dibalik dari belakang secara keseluruhan. Contoh makan menjadi nakam. Mulih (pulang) menjadi hilum. Dalam hal ini bahasa Indonesia juga terkena serangan walikan seperti kata makan.  Kedua adalah proses membalik yang tidak sepenuhnya dibalik dari belakang. Ada kata-kata seperti Malang, memiliki akhiran ‘ng’ yang dibalik tetap dengan mempertahankan ‘ng’ di dalamnya. Contoh ‘malang’ menjadi ‘ngalam’. Yang ketiga adalah bahasa walikan yang menggunakan kata serapan seperti kata makan di atas (serapan bahasa Indonesia) yaitu seperti contoh ‘ojir’ dari kata ‘raijo’ yang artinya uang (dari bahasa Madura). Juga pada kata ‘hamur’ yang berasal dari ‘rumah’. Muncul pula kosakata baru karena produk dari boso walikan tersebut seperti misalnya ‘ebes’ yang artinya bapak, dari kata abah / aba. Kadang digunakan kata ‘sebe’ untuk kata ‘ebes’ ini. Hal ini berpengaruh dan merubah kata ibu yaitu ebes dan memes.

Contoh lain :

oges adalah sego (nasi)

uklam adalah mlaku (jalan)

uhat adalah tahu (tahu)

oges ngerog adalah sego goreng (nasi goreng)

ipok adalah kopi (kopi)

ipas adalah sapi (sapi)

wedus adalah sudew (kambing)

mas adalah sam (kakak laki-laki)

halokes adalah sekolah (sekolah)

libom adalah mobil (mobil)

oyi adalah iyo (iya)

kane adalah enak (enak)

ayas adalah saya (saya/aku)

umak adalah kamu (kamu)

ewul adalah luwe (lapar

kipa adalah  apik (baik / bagus)

kadit itreng adalah tidak ngerti (tidak mengerti)

nawak ewed adalah kawan dewe (teman sendiri)

nendes kombet adalah senden tembok (bersandar di dinding tembok)

kera ngalam adalah arek malang (anak muda Malang)

Dan masih banyak lagi.

#bosowalikan

#bahasamalang

#ngalam

#language

Mengapa Belajar Bahasa Inggris Itu Sulit?

Sebagai bahasa internasional bisnis, sains, dan akademisi, bahasa Inggris adalah bahasa yang paling banyak dipelajari di dunia. Ada 1,5 miliar pembelajar bahasa Inggris dan 527 juta penutur asli bahasa Inggris di seluruh dunia, yang berarti bahwa sekitar seperempat dari populasi global memiliki setidaknya beberapa keakraban dengan bahasa Inggris.

Meskipun penting dalam urusan global dan perdagangan, bahasa Inggris adalah bahasa yang sangat sulit untuk dipelajari. Bahasa ini menampilkan aturan tata bahasa yang sering dilanggar, alfabet yang dapat membingungkan orang yang terbiasa dengan sistem berbasis karakter, dan penyimpangan ejaan dan pelafalan yang bahkan membingungkan penutur asli.

Berikut adalah beberapa inkonsistensi linguistik yang membuat bahasa Inggris sulit dipelajari oleh penutur asing dan mengapa masih merupakan ide bagus untuk mendapatkan bantuan tambahan saat menggunakan bahasa Inggris (atau bahasa asing lainnya) dalam bisnis atau organisasi Anda.

Kata-kata dengan Ejaan yang Sama Bisa Memiliki Pengucapan yang Berbeda

Untuk pelafalan bahasa Inggris, konteks dan bagian ucapan sangat penting. Kalimat seperti, “It’s time to present her the present” memiliki kata yang sama (“present”) dua kali, tetapi diucapkan berbeda setiap kali (pree-ZENT dan PREZ-ent). Baik dalam pidato maupun saat membaca, penutur asing mungkin mengalami kesulitan mengingat pelafalan mana yang akan digunakan pada waktu tertentu.

Sangat membantu untuk mengingat bahwa dalam banyak kasus, kata-kata dengan ejaan yang sama memiliki bentuk kata kerja dan bentuk kata benda (“produksi dan hasilkan”, “present and present”, “rekam dan rekam”), dengan bentuk kata benda memiliki tekanan pada suku kata pertama (“PRO-duce,” “PREZ-ent,” dan “RE-cord”) dan bentuk kata kerja memiliki penekanan pada suku kata kedua (“pro-DUCE,” “pre-ZENT,” dan “ catatan”).

Tata Bahasa “Aturan” Seringkali Tidak Berlaku

Penutur bahasa Inggris tumbuh dengan mendengar ungkapan “Saya sebelum E, kecuali setelah C.” Tapi bagaimana dengan kata-kata seperti “sains”, “mereka”, atau “asing”, yang semuanya melanggar aturan ini?

Atau aturan sial bahwa kata kerja bahasa Inggris dalam bentuk lampau diakhiri dengan akhiran “-ed” —kecuali Anda “makan” daripada “makan” dan “tidur” daripada “tidur”?

Ejaan dan tata bahasa Inggris memiliki begitu banyak pengecualian pada aturan sehingga penutur non-pribumi kesulitan untuk mengingat semuanya. Menghafal kata kerja tidak beraturan dan ejaan tidak beraturan adalah solusi terbaik, yang hanya datang dengan latihan dan paparan bahasa yang berulang.

Tingkat Formalitas Tidak Jelas

Bahasa seperti Spanyol, Korea, dan Jepang memiliki konjugasi kata kerja yang berbeda berdasarkan tingkat formalitasnya. Dalam bahasa Spanyol, bentuk “tu” digunakan untuk memanggil teman dan keluarga, sedangkan bentuk “usted” digunakan untuk memanggil orang yang lebih tua atau atasan. Bahasa Inggris tidak memiliki padanan langsung, dan karena itu dapat dianggap “terlalu informal” oleh beberapa penutur asing. Tingkat formalitas dalam bahasa Inggris, seperti formal, semiformal, dan informal, lebih didasarkan pada kosa kata daripada konjugasi tegang atau kata kerja tertentu, yang dapat menjadi penyesuaian rumit bagi penutur asing saat menggunakan bahasa Inggris di tempat kerja atau lainnya. konteks profesional.

Bahasa Inggris Menggunakan banyak Idiom

Tidak semua hal dalam bahasa Inggris dimaksudkan untuk dipahami secara harfiah.

Bahasa Inggris penuh dengan idiom, metafora, dan bahasa kiasan lainnya yang dapat membingungkan pembicara baru. Seorang penutur bahasa Inggris mungkin mengatakan bahwa taksi di New York City adalah selusin sepeser pun, tetapi itu tidak berarti harganya sepuluh sen untuk dua belas taksi; itu hanya berarti mereka berlimpah dan karenanya tidak terlalu berharga.

Seperti kata kerja tidak beraturan, idiom adalah tentang menghafal dan berlatih.

Bahasa Inggris Menggunakan Dialek yang Berbeda. Bahasa Inggris Amerika Standar berbeda dari Bahasa Inggris British, yang juga berbeda dari Bahasa Inggris Australia. Bahkan di dalam negara dan wilayah, dialek bisa berbeda. Seseorang dari Amerika Serikat bagian selatan mungkin menggunakan kata “y’all” (kependekan dari “you all”) untuk merujuk pada bentuk jamak orang kedua, sementara sebagian besar wilayah AS lainnya hanya akan menggunakan kata “you”.

Kosa kata juga bisa berbeda — “toilet” Amerika menjadi “toilet” dalam bahasa Inggris, sedangkan “sampah” menjadi “sampah”. Penutur asing biasanya terlatih dalam salah satu dialek “standar”, tetapi bergantung pada konteksnya, mungkin perlu beradaptasi dengan dialek baru agar sesuai dengan audiens yang sesuai.

Menemukan Kata yang Tepat

Selalu ada nilai dalam mempelajari bahasa baru, terutama yang akan digunakan oleh industri atau organisasi Anda saat berinteraksi dengan pelanggan, pasien, mitra bisnis, atau organisasi lain.

Sambil tetap mencapai tujuan pembelajaran Anda, pertimbangkan untuk menggunakan mitra solusi bahasa untuk terjemahan bisnis apa pun atau interpretasi dalam bahasa Inggris untuk memastikan makna Anda dikomunikasikan sejelas mungkin.

#englishlanguage

#english

#language

#difficultlanguage

Mengapa Sulit Mengucapkan Huruf R?

Jika Anda meminta orang Jepang untuk mengucapkan kata seperti renraku dengan cepat, dan kemudian secara bertahap meminta mereka untuk mengatakannya lebih dan lebih lambat, Anda akan melihat bahwa apa yang awalnya terdengar seperti r menjadi l saat mereka melambat (biasanya lebih awal untuk wanita). ). Jadi pernyataan bahwa l dan r tidak ada adalah salah — keduanya ada, tetapi sebagai varian (alofon) dari suara yang sama (fonem).

Jika Anda memberi tahu mereka bahwa mereka pertama kali mengatakan r dan kemudian l, Anda akan mengejutkan mereka karena mereka biasanya tidak tahu tentang ini dan mungkin tidak dapat membedakannya. Alasannya cukup sederhana: bunyinya sama dalam bahasa Jepang. Satu-satunya perbedaan antara l Jepang dan r Jepang — bukan r Inggris, yang sangat berbeda — sebagian besar adalah durasi kontak antara lidah dan langit-langit mulut dan sementara fitur ini memungkinkan kedua suara menjadi dibedakan dalam bahasa Eropa, itu BUKAN fitur yang membedakan dalam bahasa Jepang.

Demikian pula, penutur bahasa Inggris gagal membedakan banyak suara. Beberapa bahasa memiliki vokal hidung (Prancis, Portugis, Polandia, dll.): ketika langit-langit lunak diturunkan untuk memungkinkan udara melewati hidung saat vokal diproduksi, itu mengubah vokal menjadi vokal hidung dan ini adalah fitur yang membedakan — tapi tidak dalam bahasa Inggris. Jadi dalam kata seperti bank, a adalah sengau karena diikuti dengan bunyi “ng”, dan jika Anda bertanya kepada penutur bahasa Inggris apa vokal itu, mereka akan mengatakannya sebagai a, sedangkan untuk penutur bahasa Portugis, itu adalah a vokal hidung, bukan “a”. Contoh lain adalah bagaimana bunyi t, p, dan k bahasa Inggris disedot (ada embusan udara) di awal kata atau di antara vokal, tetapi tidak setelah huruf s, misalnya. Penutur bahasa Inggris biasanya tidak mengetahui hal ini, tetapi dalam bahasa lain, seperti bahasa Korea, t yang diaspirasi dan tidak diaspirasi adalah dua konsonan yang sangat berbeda. Jadi, jika Anda ingin mengetahui bagaimana rasanya tidak membedakan l dan r, tanyakan pada diri sendiri mengapa Anda, sebagai penutur bahasa Inggris (jika memang demikian), tidak dapat membedakan nasalitas atau aspirasi.

Jadi masalah pertama adalah bahwa orang Jepang kesulitan mendengar apakah l atau r dihasilkan karena mereka adalah dua kemungkinan realisasi dari satu fonem bagi mereka, dan akibatnya, mereka sangat sulit mengingat yang mana. Anda akan menemukan hal yang sama dengan z/dz. Tanyakan kepada orang Jepang apakah Anda harus mengatakan zettai (dengan huruf z) dan mereka akan menjawab ya. Tanyakan lagi apakah itu dzettai (dengan dz) dan mereka juga akan menjawab ya. Tanyakan mana yang mereka sukai dan mereka akan memberi tahu Anda bahwa mereka hanya mendengar satu pelafalan, meskipun Anda dengan jelas mengatakan z dalam satu kasus dan dz dalam kasus lainnya.

Lebih buruk lagi, mereka mulai belajar bahasa Inggris menggunakan jenis r yang salah (seperti dalam bahasa Spanyol atau Italia), sedangkan r bahasa Inggris tidak mengepak, melainkan r retroflex di mana lidah melengkung ke belakang dan tidak menyentuh. setiap bagian dari mulut. Lebih buruk lagi, cara kata-kata bahasa Inggris dipinjam ke dalam bahasa Jepang mengganggu persepsi mereka tentang kata-kata bahasa Inggris, yaitu. mereka dieja dengan cara yang tidak membedakan l dan r (love=rabu), r akhir diubah menjadi a (komputer=kompyuutaa), dll. Mereka benar-benar harus berhenti menggunakan transkripsi katakana. Perhatikan juga bahwa bahasa Inggris r melibatkan pembulatan bibir, tetapi karena ini tidak digunakan dalam bahasa Jepang — dan mereka mulai belajar melafalkan bahasa Inggris tanpa pernah menggunakan pembulatan bibir — mereka gagal melihat ini sebagai fitur penting bahasa Inggris r.

Masalah kedua adalah bahwa bahkan jika mereka mengingat yang mana, produksinya sangat sulit karena otak digunakan untuk memperlakukan kedua suara sebagai satu, dan mereka biasanya menghabiskan sebagian besar hidup mereka sebagai pembelajar bahasa Inggris dalam konteks di mana Anda hanya mengatakannya. Aku dan r sama dan begitulah cara semua orang melakukannya. Ini seperti belajar kembali berjalan setelah cedera.

Jadi, meskipun benar bahwa beberapa orang Jepang kesulitan mengucapkan r dalam bahasa Inggris, sebagian besar biasanya dapat membuat l dan r secara terpisah setelah mereka memahami cara kerja bunyi.

#japaneselanguage

#japanese

#language

 

 

Meningkatkan Kemampuan Bahasa Inggris Disaat Kurang Exposure

Belajar Bahasa Inggris

Bagaimana saya dapat meningkatkan kemampuan berbahasa Inggris saya ketika tidak ada lingkungan yang mendukung untuk belajar?

Jangan khawatir. Bahkan jika Anda tidak memiliki pasangan berbicara, ada banyak hal yang dapat Anda lakukan untuk meningkatkan kemampuan berbahasa Inggris Anda.

1. Gunakan latihan mendengarkan Anda untuk meningkatkan kemampuan berbicara. Saat Anda mendengarkan pidato bahasa Inggris (baik itu TV, video Youtube, buku audio, atau podcast), ubah itu menjadi kesempatan berbicara. Apa yang dapat Anda lakukan adalah mendengarkan potongan kecil pidato dan ulangi setelah pembicara. Anda akan segera mulai mempelajari intonasi, pengucapan, dan kosa kata bahasa Inggris asli. Latihan ini sangat berguna untuk meningkatkan kemampuan berbicara Anda.

2. Berlatih berbicara kepada diri sendiri. Anda tidak harus memiliki teman berbicara untuk meningkatkan kemampuan berbicara bahasa Inggris Anda. Saat Anda sendirian, Anda dapat melatih kemampuan berbicara Anda dengan berbicara kepada diri sendiri. Ini adalah waktu untuk melepaskan hambatan Anda dan mulai mengekspresikan pikiran Anda. Beberapa tip bermanfaat:

a) Setiap kali Anda merasa mandek dan kehilangan kata, cobalah mencari tahu kata itu dan jelaskan dengan menggunakan kata-kata yang sudah Anda ketahui.

b) Cobalah berbicara di depan cermin. Dengan cara ini, Anda akan menyadari ekspresi wajah dan bahasa tubuh Anda.

c) Berlatih melakukan pidato dadakan. Cara Anda melakukannya adalah memilih topik, topik apa saja, dan mencoba membicarakannya selama 2 hingga 3 menit. Bagian penting dari latihan ini adalah tidak berhenti berbicara selama 2-3 menit itu.

Bahkan jika Anda tidak memiliki apa-apa untuk dikatakan, Anda harus berbicara dan mengisi keheningan sampai Anda mengumpulkan pikiran Anda dan melanjutkan berbicara tentang topik Anda

3. Coba twister lidah. Twister lidah sangat bagus untuk pengucapan. Anggap saja sebagai yoga bahasa Inggris, karena tidak hanya melatih Anda untuk mengucapkan suara tertentu secara fisik dengan benar, tetapi juga melatih pikiran Anda. Latihan diksi dan pelafalan ini dirancang untuk membantu Anda berbicara lebih jelas dan menjadi lebih pandai bicara. Meskipun mungkin terdengar konyol bagi Anda, jangan remehkan dampaknya terhadap pidato Anda.

4. Gunakan Internet untuk berbicara dengan penutur asli bahasa InggrisBahkan jika Anda tidak memiliki kondisi yang menguntungkan untuk melatih keterampilan berbicara bahasa Inggris Anda, Anda dapat menemukan tutor penutur asli bahasa Inggris yang berkualifikasi sempurna secara online bersama kami di English Ninjas. Kami membuatnya senyaman mungkin bagi Anda untuk melatih keterampilan Anda. Anda dapat memilih tutor Anda sendiri, dan waktu serta frekuensi pelajaran Anda. Selain itu, para profesional kami merancang pelajaran Anda sesuai dengan minat dan kebutuhan Anda, sehingga sesi berbicara Anda menyenangkan sekaligus berguna.

 

Pergeseran Bahasa, Bisakah?

Umumnya, ketika penutur suatu bahasa menganggap bahwa bahasa mereka sendiri tidak benar-benar cocok untuk digunakan lagi, biasanya diikuti dengan perubahan bahasa asal ke bahasa lain yang lebih tepat untuk mereka. “Ketika suatu kelompok secara progresif meninggalkan bahasa asalnya, pada saat yang sama mengadopsi bahasa kelompok yang dominan secara sosial atau ekonomi” (Fishman 1971, Baker-Jones 1998). Sementara Andersen menyatakan bahwa “pergeseran bahasa adalah proses di mana generasi penutur berturut-turut, baik di tingkat individu maupun di komunitas, secara bertahap kehilangan kemahiran dalam bahasa ibu mereka atau bahasa komunitas bicara mereka yang mendukung bahasa lain” ( 2009, hlm. 1) Bahasa ini sangat bergeser di negara-negara bilingual dan multibahasa (Jagodic,  2011, hlm. 195).

Gagasan yang jelas tentang terjadinya pergeseran bahasa dibuat Fishman (1964, 1991) dengan Teori Domain-nya. “Ketika satu bahasa mendapatkan domain penggunaan yang diperluas daripada yang lain, ada kecenderungan bagi penutur dwibahasa untuk beralih ke sana”. Ada juga kemungkinan bahwa penutur cenderung menggunakan bahasa yang dianggap bergengsi daripada bahasa ibu mereka dengan alasan itu membuat mereka memiliki status yang lebih tinggi di masyarakat.

 

Contoh pergeseran bahasa yang terkenal adalah “hanya bahasa Inggris” di Amerika di mana sebagian besar penduduk asli Amerika dipaksa untuk menggunakan bahasa Inggris daripada menggunakan bahasa ibu mereka (Janse, 2002, hlm. 352). Itu dimulai dari amandemen Arizona yang mengusulkan “hanya bahasa Inggris” pada tahun 1988 dan diadopsi oleh pemerintah Utah untuk memaksa rakyat mereka menggunakan bahasa Inggris. Dengan demikian, kebijakan pemerintah menjadi salah satu faktor pergeseran bahasa serta pemeliharaan bahasa.

Contoh lain pergeseran bahasa adalah dari Anderson (2009) dalam studinya tentang bahasa Ghana. Dia menemukan bahwa orang tua Ghana mengekspos anak-anak mereka untuk menggunakan bahasa Inggris, bahasa bekas kolonial mereka, dalam bahasa sehari-hari dan di sekolah. “Orang tua ini percaya bahwa perolehan bahasa Inggris sebagai bahasa pertama akan meningkatkan perkembangan intelektual, sosial, dan ekonomi anak-anak mereka” (Anderson, 2009, hlm. 7).

Kematian Bahasa

Pemahaman sederhana tentang kematian bahasa yang dicatat dari pergeseran bahasa adalah bahwa ketika penutur meninggalkan bahasa ibu mereka dan menggunakan bahasa lain, bahasa ibu, perlahan atau cepat menghilang. Campbell (1994, hlm. 1961) menggambarkan kematian bahasa sebagai “hilangnya bahasa karena pergeseran bertahap ke bahasa dominan dalam situasi kontak bahasa”. Ada empat jenis kematian bahasa dari Mesthrie dan Leap (1995, hlm. 254):

  1. Kematian bertahap: penggantian bertahap karena pergeseran bahasa
  2. Kematian mendadak: kepunahan yang cepat, misalnya Tasmania
  3. Kematian Radikal: karena penindasan politik yang parah, misalnya pembantaian ribuan orang India di El Salvador
  4. Kematian dari bawah ke atas: tidak digunakan dalam percakapan, tetapi bertahan dalam penggunaan khusus misalnya agama atau lagu daerah.

Bahasa Inggris juga merupakan salah satu penyebab utama kematian bahasa lain. Cornish di Inggris menghilang setelah para penutur memindahkan bahasa ibu mereka ke bahasa Inggris (Mesthrie & Leap (1995, hlm. 253). Sementara kasus bahasa Ghana, beberapa bahasa daerah Ghana menghilang seperti Nabit, Sisaala, dan Likpapkaln karena otoritas bahasa Inggris (Andersen, 2009, hlm. 11).

Pemeliharaan Bahasa

Untuk menghindari fenomena pergeseran bahasa dan kematian bahasa terjadi, pemeliharaan bahasa perlu direncanakan dan dilaksanakan di suatu bangsa. Pemeliharaan bahasa adalah revitalisasi bahasa yang sekarat atau terancam punah. Mesthrie dan Leap (1995, hlm. 253) menggambarkan pemeliharaan bahasa sebagai penggunaan bahasa yang berkelanjutan dalam menghadapi persaingan dari bahasa yang lebih kuat secara regional dan sosial. Banyak negara seperti Australia, Jepang, Taiwan, Kanada, Skandinavia, Papua Nugini, dan lainnya telah memulai untuk merevitalisasi bahasa asal mereka setelah perang berakhir (Janse, 2002, hlm. 353).

Cara mempertahankan bahasa seperti pendidikan, mendokumentasikan bahasa dapat menjadi keputusan alternatif untuk menghidupkan kembali bahasa tersebut. Dalam kasus Ghana, bahasa daerah mereka dipertahankan oleh penggunaan Media. Sebagian besar penyiar radio di Ghana menggunakan bahasa ibu mereka untuk menyampaikan berita (Andersen, 2009, hlm. 2). Mereka tetap menggunakan bahasa daerah karena dapat memberikan berita dan pandangan mereka lebih jelas. Kebijakan media Ghana juga mempromosikan semua stasiun televisi untuk menggunakan bahasa daerah untuk menjaga persatuan mereka.

#languageshift

#language

#bahasa