Menurunkan Tekanan Darah Tinggi

Teh Ketumbar

Anda terkena tekanan darah tinggi? Jangan khawatir. Ada herbal mudah yang bisa dikonsumsi dan mudah didapat. Coba tengok dapur anda.

Caranya adalah dengan mengkonsumsi teh ketumbar. Seduh setengah sendok makan ketumbar dengan air panas dan minum saat hangat. Herbal ketumbar ini juga bisa dipergunakan bagi mereka yang menderita sakit jantung dan asam lambung.

Tips bagi penderita tekanan darah tinggi yaitu selalu sediakan beberapa potong mentimun saat makan sehari-hari. Juga sediakan belimbing untuk cemilan anda. Jadi jangan konsumsi cemilan-cemilan tak sehat. Makanlah belimbing yang masih berwarna hijau. Bisa dipergunakan belimbing Jawa ataupun belimbing super (dari Blitar atau Tuban).

Buah-buahan yang lain juga sangat disarankan. Jadi selalu sediakan bermacam buah, namun tipsnya jangan diolah menjadi salad. Kecuali anda memberi dressingnya adalah olive oil. Kalau menggunakan mayonese, keju dll maka tekanan darah tinggi anda belum akan turun.

Semoga sukses berherbal ya..

Bahasa Singkatan dan Istilah Baru

Melihat banyaknya perkembangan kata dan ungkapan maupun istilah, hal ini bisa jadi akan mengancam jumlah ketebalan KBBI. Padahal kita tahu semua bahwa buku KBBI sudah cukup tebal sehingga bisa mengganti bantal kalau lagi dijemur.

Ini hanya sebuah ungkapan konyol untuk menunjukkan betapa cepat berkembangnya jumlah kata dan ungkapan di negara kita. Hal ini jelas dan sering direnungkan para pakar bahasa bahwa fenomena perubahan dan pertambahan jumlah kosakata dan ungkapan selalu akan mengalami progres seiring perkembangan zaman.

Kita tidak bisa pungkiri bahwa datangnya wabah Covid 19 ini memberikan pengaruh cukup besar terhadap progres penambahan kata-kata, dan ungkapan bahkan singkatan-singkatan baru di dunia persilatan lidah masyarakat. Terutama adalah para pengguna bahasa remaja hingga dewasa. Kata, bahasa dan ungkapan ini banyak kita temui terutama di medsos dan aplikasi chatting seperti whatsapp, telegram, chatting DM, chatting inbox dan lain-lain.

Munculnya fenomena tentang banyaknya kata-kata dan ungkapan baru terutama di saat Covid 19 ini adalah disebabkan karena keterbatasan kita berkomunikasi secara langsung, bertatap muka yang dibatasi karena takutnya wabah menular. Sehingga masyarakat banyak menggunakan media komunikasi chatting melalui medsos, aktif di medsos dengan menulis dan membaca, komunikasi melalui hp android maupun via laptop yang membuat kuantitas menulis meningkat. Menulis dalam hal ini adalah chatting dan berkomunikasi via medsos. Hp android yang memiliki layar terbatas mengakibatkan penggunanya sering melakukan kesalahan atau typo yang mengakibatkan penggunanya mengurangi gerakan jari di android dengan cara memakai istilah baru. Istilah atau kata-kata yang diperpendek.

Di bawah ini ada beberapa kata kata-kata dan ungkapan yang baru muncul di 2 tahun terakhir yang sering dipergunakan saat chatting dan bahkan saat berkomunikasi secara langsung.

1. b atau B adalah berasal dari kata atau singkatan dari biasa. b menunjukkan ungkapan sesuatu hal yang tidak bagus dan juga tidak jelek. Tidak enak dan juga enak. Biasanya disambung dengan kata aja atau saja. Sehingga ungkapannya adalah : b aja.

2. YGY adalah sebuah ungkapoan yaitu kependekan dari ya gak ya. Ini adalah ungkapan berbentuk argumen yang ingin memberikan keyakinan kepada yang diajak bicara bahwa pendapatnya adalah benar.

3. brb adalah sebuah ungkapan yang mulanya adalah bahasa Inggris yang berarti be right back, artinya saya akan kembali lagi. Ungkapan ini biasa digunakan saat chatting di medsos. Namun dengan seiringnya perkembangan penafsiran, ungkapan ini menjadi bergeser yaitu berarti baru bangun (tidur).

4. lol adalah singkatan dalam bahasa Inggris yang artinya Laugh of Loud yang artinya tertawa terbahak-bahak. Ungkapan ini sering dipergunakan dalam chatting di medos sebelum banyak tersedia emoticon dan sticker. Para chatter itu menggunakan istilah lol untuk menunjukkan ekspresi tertawa tersebut. Namun penggunaan lol menjadi bergeser lumayan jauh yaitu menjadi tolol. Hal ini mungkin terjadi karena kurangnya pemahaman tentang arti lol dan juga memendekkan tafsiran terhadap penggunaan ungkapan lol.

5. Sotak adalah singkatan dari dua kata sok tau yang artinya banyak yang dia ketahui tentang sesuatu padahal sebenarnya tidak begitu faktanya. Ini adalah contoh singkatan yang sering muncul dalam chatting di medsos.

6. POV adalah singkatan dari point of view. Seharusnya arti dari point of view adalah sudut pandang, perspektif atau pendapat. Namun penggunaannya di medsos chatting whatsapp artinya bergeser menjadi ketika.

7.  Istg adalah kependekan dari kata berbahasa Arab yaitu Astaghfirullah hal adzim.

8. Mager adalah kependekan dari dua kata males gerak.

9. Gabut berarti lagi tidak ada kerjaan, nganggur, bengong. Awalnya kata gabut berasal dari ungkapan 2 kata gak butuh. Namun sudah mengalami pergeseran.

10. Bucin adalah kependekan dari kata budak cinta.  Di sumber lain bucin juga disebut kependekan dari budak micin (msg). Bucin berarti ada 2 orang atau satu orang yang sedang mencintai atau saling mencitai satu sama lain sehingga kadang tidak bisa diganggu atau dinasehati.

11. Kemek adalah kependekan dari ke mekdi (ayam goreng Mc Donald).

12. YOLO adalah kependekan atau ungkapan Ya Allah. YOLO mengalami pergeseran fonetik.

13.  Slay atau seringkali dipopulerkan dengan sebutan slebew berarti membunuh. Kata ini dipergunakan sebagai ganti dari kata kill yang tidak dipergunakan lagi karena memiliki persepsi ke arah kengerian.

14. Spill adalah kata dalam bahasa Inggris yang saat ini sering dipergunakan untuk meminta orang mengungkapkan rahasia sesuatu benda. Dalam hal ini spill digunakan untuk mengungkapkan merk tertentu.

15. Jamet adalah kependekan dari kata jajal metal. Ini adalah ungkapam orang yang berlagak keren atau tampil keren menggunakan atribut musik metal.

16. Ngab adalah kebalikan dari kata bang yang sering dipergunakan dalam medsos untuk menunjukkan kedekatan atau bercanda. Penggunaan kata ngab adalah karena kata bang sudah mengalami pergeseran yang memiliki arti dan pemnakaian sedikit berbeda dengan bang.

17. Ghosting seharusnya adalah kata berbahasa Inggris. Namun penggunaan kata ghosting juga tidak ada hubungannya dengan hantu. Ghosting berarti hubungan asmara dimana seseorang ditinggalkan tanpa kejelasan.

18. Nego no Afgan adalah sebuah ungkapan yang digunakan di medsos yang dipergunakan saat bertransaksi dagang yaitu ditawar tapi jangan terlalu rendah taksirannya.

19. Hyung adalah bahasa Korea yang saat ini juga sudah mulai banyak dipergunakan di medos yang berarti panggilan untuk kakak laki-laki. Hyung hampir sama penggunaanya dengan oppa.

20. TBL adalah singkatan dari kata takut banget loh.

21. NBL adalah singkatan dari ngakak banget loh.

22. Ngebadut adalah julukan atau ungkapan kepada seseorang yang melakukan hal konyol. Bukan hal yang lucu.

Masihg banyak lagi kata dan istilah baru yang belum disebut disini. Dan yang jelas akan terus mengalami perkembangan seiring fenomena yang terjadi.

Tindakan Linguistik, Perorangan dan Tindakan Naluriah

Apakah kegunaan bahasa yang terdapat antara budaya orang Amerika, Australia, Ilongot, dan Wolof? petunjuknya terdapat dalam peribahasa sapaan Wolof  berikut: “Ketika dua orang menyapa satu sama lain, seorang merasa malu, seorang merasa bangga” (Irvine 1974: 175). Sehingga, tindakan lingustik berkaitan dengan sapaan Wolof pada lawan bicara tergantung tipe individunya dalam sebuah pertemuan; tentu saja, mempertimbangkan cara mengatur dapat dimanipulasi selama pertemuan melalui strategi verbal berupa sikap rendah hati dan meninggikan harga diri, perilaku berbahasa ini sudah ditentukan sebelumnya berdasarkan seperti apa orang tersebut. Pemahaman terhadap seperti apa orang tersebut sehubungan dengan lawan bicara lain yang diwujudkan dalam tindakan naluriah mereka. Secara luas mereka menilai kedudukan lebih tinggi, tindakan naluriahnya akan menjadikan cara bertindak yang tepat dalam perilaku gerak dan berbahasa; begitupula, ketika pada kedudukan rendah. Cara bertindak yang tepat diwujudkan dalam tindakan naluriah melalui ritual sebelumnya yang tak terhitung jumlahnya, sejarah hidup penggabungan struktur sosial individu, yang mana ia memiliki kedudukan baik lebih tinggi atau lebih rendah. Jadi perilaku yang telah diperintah itu ditanamkan dalam tindakan naluriah, yang mana secara bergantian sehingga yang terhitung jumlahnya yang mana secara bergantian mereproduksi itu. Penting diperhatikan bahwa rumusan ini tak bersifat pasti, tindakan naluriah organisme merupakan sebuah hasil sejarah structural coupling, tetapi dengan susah payah, structural coupling merupakan hubungan antara organisme dan lingkungannya, termasuk juga organisme lainnya. Karena besarnya keliatan sistem saraf manusia, organisme mungkin akan bereaksi sesuai rangsangan lingkungan sekitar dalam jumlah yang tak bisa diperkirakan, inilah yang kita akui sebagai kehendak bebas dan strateginya bisa diterapkan dalam ritual sapaan Wolof seperti bentuk perilaku orang lainnya. Tindakan naluriah yang telah diwujudkan tersebut, jika anda sependapat, semakin diam-diam diketahui seseorang (untuk pembahasan lebih jauh dari kehendak bebas, perwakilan atau cline kesadaran tindakan sosial dari sadar sepenuhnya dan tidak sadar, lihat Giddens (1984).

Lebih lanjut, karena kemampuan unik untuk memonitor dan akhirnya terefleksi pada tindakan seseorang dalam gambaran yang tersedia melalui bahasa, manusia mampu membangun gambaran atau penjelasan lebih jauh dalam tindakan ini, yang mana umumnya melekat pada ideologi lokal. Dalam konteks sekarang ini, pernyataan bahwa rencana tindakan linguistik dalam sebuah budaya, terwujud dalam tindakan naluriah para penganut budaya, yang mana ideologi lokal kepribadian keduanya bersifat indikatif dan konstitutif–apakah yang disebut orang dan orang tersebut bisa jadi seperti apa? Jadi, perbedaan kegunaan bahasa yang telah kita temukan dalam pemahaman Amerika, Hongot, Wolof, semuanya merupakan ideologi kepribadian yang bersifat simbolik. Melalui kegunaan linguistik yang kompeten dalam jangkauan konteks, pembicara hadir untuk memainkan peranan kepercayaan lokal, dan dalam pelaksanaannya, tindakan lingusitik bersifat penting dan pokok (Bordieu 1977, 1990; Giddens 1979, 1984). Jadi, perbedaan dalam tindakan berbahasa antara lawan bicara dalam sapaan Wolof ditemukan tidak secara benar-benar menandakan ketidaksetaraan sosial relatif antara orang, dalam tiap ideologi lokal, tapi dengan menyertakan tindakan berbahasa yang tersedia, contohnya, self-lowering dan meningkatkan diri, lawan bicara sebenarnya menciptakan istilah diluar dari ideologi lokal yang mana bisa membangun (ini terletak diawal konsep Giddens (1979, 1984 )pemikiran dari struktur dualisme, konsep strukturasinya, yang mana struktur saling ketergantungan –dalam hal ini, ketidaksamaan dan institusi yang mewujudkan hal tersebut–dan agensi).

Bahasa Orang Ilongot

Bahasa dan perselisihan antar orang Ilongot Filipina

Masyarakat Ilongot Filipina juga memiliki ciri tradisional perselisihan sosial dalam diskusi publik. Budaya Ilongot adalah budaya yang berseberangan, mereka menegaskan bahwa lingkungan yang sebenarnya sangat berpegaruh terhadap kita semua. Hal ini sangat tidak sesuai dengan apa yang menjadi pendapat mereka. Tertulis bahwa terdapat perbedaan struktur bahasa secara tidak langsung mengontrol masalah budaya di ruang sidang, lalu bagaimana perselisihannya?

Pada dasarnya dalam linguistik, pengadilan Ilongot sama spesifiknya dalam perselisihan para orator yang disebut qombaqon, pembicaraan yang berbelit-belit. Orang Ilongot dewasa tidak dapat berkonsentrasi atau harus dimaklumi dengan model berbicara berbelit-belit tersebut, mereka boleh pamit kepada seorang lelaki untuk bersembunyi dibelakang kata ; kesenian berorasi yang menemukan persetujuan diantara kedua belah pihak. Kedua tema ini sangat berbeda dengan reduplikasi misalnya ketika dia menikah. Tipikal Ilongot yang mendetail terletak pada fakta individu, peserta boleh membandingkan sebagai tindakan“tounge” atau “voice”atas seseorang, seseorang yang mana berposisi mereka tidak setuju dengan pemahaman budaya atau kontak sosial pada istilah responsibilitas seseorang yang terdapat pada ketidaksetujuan legal praktik , termasuk ruang sidang untuk evaluasi dengan istilah istilah general publik untuk speaking yang mana telah memiliki fungsi tersendiri. Diantaranya ( Rosaldo 1973:210 – 18) ( lihat juga Irvine (1979 ) dalam diskusi yang bersifat formal, yang mana individualitas ditambah ciri orasi orang Ilongot di ruang sidang. Postur orator yang juga menjalin kontak mata terlihat sangat lihai dengan gesturnya yang terkontrol. Nama orangnya ; mereka tertarik lebih kepaada keadaan sosial. Mereka mempercayai perihal keadaan sosial. Perbedaan konflik yang ada di label lokal asli dan ( sikin qinamayad: “you of the descents category rumyad”) ketika persetujuan dan resolusi terdapat istilah bermakna (sikin gamak: “you are my father”)penggunaan kedua label ini jelaslah sangat terang artinya dengan perselisihan masyarakat sekitar wilayah tentang kebudayaan dalam berasumsi dan berpolitik baik itu berada dalam ruang sidang ataupun tidak. Dengan begitu maka kita akan bisa membagi waktu antara berbicara di depan umum atau perorangan dengan menginterpretasikan hasil kerja kita. 

Dan hingga pada akhirnya beberapa sifat pidato anggota yang berorasi menggambarkan tentang bagaimana berorasi yang baik dan benar menurut beberapa pakar. Seperti kata “qomuna” atau bahkan bisa saja “legem” dan menurut grammatikal itu sudah merupakan bagian darinya. Berbicara tentang metafor didalam ilmu lingustik memang sangatlah tidak gampang, namun tetap mengasyikkan dan penuh semangat, seperti apa yang dikatakan Rosaldo.

Qa ngen nu ma dwewta salaqumagume bands … “even if you took handle of the truly piled up treasure” ( misalnya jika anda mendapatkan kesibukan maka gunakanlah jasa ini).

Pada intinya bahaasa bukanlah sesuatu yang diambil gampangnya saja lebih dari itu bahasa merupakan suatu kebutuhan yang ada ditengah tengah kita selama ini. Da itu tentunya menjadi kebutuhan pokok yang harus kita penuhi adanya. Perbedaan kedua konvensi antara dua kontak sosial tertentu akan menimbulkan beberapa perbedaan yang direfleksikan lewat ide. 

Sapaan / salam : Australo – Gaya orang Amerika dan Afrika             Untuk kedua contoh kebudayaan yang didefinisikan dalam konvensi untuk berbicara pada kejadian sosial, saya ingin mengamati situasi sapaan / salam. Salam atau sapaan digunakan untuk peduli terhadap kontak sosial dengan lawan bicara ; seperti keberagaman  rutinitas yang digunakan untuk menunjukkan ritual ini bisa diambi kesimpulan nantinya dengan kebudayaan yang berbeda, pemahaman terhadap posisi sosial banyak diberi interlokusi. Sapaan / salam di Australia dan Amerika digunakan untuk menciptakan impresi, namun tidak sesungguhnya, dari kualitas sosial diantara intelokutor sebagai keuntungan profesi ideologi sosial struktur pada budaya ini. Informasi menunjukkan menunjukkan pada sapaan ini sering dilengkapi disamping poin itu, dengan memfokuskan antara kontak sosial dan lawan bicara dan klaim kualitas keprofesian.

Mawas Diri Dari Penyakit Hati

Hati adalah cermin diri. Jika hati kita kotor, akhlak dan perilaku kita pun akan lebih kuat ke arah yang maksiat. Untuk itu, mari kita kenali penyakit-penyakit hati dan cara mengobatinya. Bila seseorang mengidap penyakit hati, maka dampaknya sungguh-sungguh sangat dahsyat. Ia tidak hanya tak mampu merasakan ketenangan, ketenteraman dan kebahagiaan dalam hidupnya, tapi penyakit hati itu secara perlahan akan menggerogoti fisiknya hingga membuatnya didera berbagai penyakit. Tentu saja penyakit hati sangat banyak ragamnya, mulai dari iri hati, dengki, hasut, fitnah, buruk sangka, dan khianat.
Iri hati adalah suatu sifat yang tidak senang akan rezeki dan nikmat yang didapat oleh orang lain dan cenderung berusaha untuk menyainginya. Iri hati yang diperbolehkan dalam ajaran Islam adalah iri dalam hal berbuat kebajikan seperti iri untuk menjadi pintar agar dapat menyebarkan ilmunya di kemudian hari dan semacamnya.
Dengki adalah sikap tidak senang melihat orang lain bahagia dan berusaha untuk menghilangkan nikmat tersebut. Sifat ini sangat berbahaya karena tidak ada orang yang suka dengan orang yang memiliki sifat seperti ini. Begitupun hasud, merupakan suatu sifat yang ingin selalu berusaha mempengaruhi orang lain agar amarah/marag orang tersebut meluap dengan tujuan agar dapat memecah belah persatuan dan tali persaudaraan agar timbul permusuhan dan kebencian antar sesama.
Apalagi fitnah, yakni menjelek-jelekkan, menodai, merusak, menipu, membohongi seseorang agar menimbulkan permusuhan sehingga dapat berkembang menjadi tindak kriminal pada orang lain tanpa bukti yang kuat.
Belum lagi buruk sangka. Buruk sangka berarti sifat yang curiga atau menyangka orang lain berbuat buruk tanpa disertai bukti yang jelas. Sedangkan khianat merupakan sikap tidak bertanggung jawab atau mangkir atas amanat atau kepercayaan yang telah dilimpahkan kepadanya. Khianat biasanya disertai bohong dengan mengobral janji. Khianat adalah ciri-ciri orang munafik. Nauzubillah.
Lalu, solusinya apa? Setidaknya ada dua hal, yakni ikhlas dan tawakkal. Ikhlas adalah salah satu amal hati dan berada pada bagian pertama dari rangkaian seluruh amal-amal hati. Kesempurnaan sebuah amal, diterima atau ditolaknya bergantung pada amal hati ini, ikhlas atau tidak.
Berikutnya tawakkal. Kita harus yakin bahwa tak ada sesuatu pun yang menimpa kita di dunia ini, besar atau kecil. kecuali bahwa Allah telah menetapkannya sebelum kita lahir. Maka setelah kita berikhtiar dan berusaha secara maksimal, akhir dari itu adalah kepasrahan diri dan tawakkal atas apa yang ditakdirkan Allah. Insya Allah dengan tawakkal, kita bisa ikhlas dan rida menerima segala hal. Allah berfirman, Katakanlah Sekali-kali tidak akan menimpa kami melainkan apa yang telah ditetapkan Allah untuk kami. Dialan Pelindung kami, dan hanya kepada Allah orang-orang yang beriman harus bertawakal (QS At Taubah: 51).
Solusi selanjutnya adalah berzikir dan istigfar. Zikir adalah amalan yang diperintahkan Allah SWT kepada kita. Karena dengan zikir ini kita dapat menghadirkan Allah dalam diri kita, kapan pun dan di mana pun kita berada. Ketika muroqobah (pengawasan) Allah melekat dalam diri kita, maka selalu ada usaha agar berbagai aktivitas yang dilakukan senantiasa berada dalam bingkai syariat dan sunah Rasul-Nya.
Kita juga tidak pernah lepas dari dosa dan kesalahan, sehingga lantunan istigfar harus diperbanyak. Bahkan, Rasulullah Saw beristigfar 100 kali setiap hari, padahal beliau telah dijamin masuk surga. Maka kita yang tidak mendapatkan jaminan tersebut selayaknya lebih banyak dari jumlah istigfar Rasulullah Saw. Allah SWT berfirman:
 رَبَّنَا اغْفِرْ لَـنَا وَلِاِخْوَانِنَا الَّذِيْنَ سَبَقُوْنَا بِالْاِيْمَانِ وَلَا تَجْعَلْ فِيْ قُلُوْبِنَا غِلًّا لِّلَّذِيْنَ اٰمَنُوْا رَبَّنَاۤ اِنَّكَ رَءُوْفٌ رَّحيم
Ya Tuhan kami, ampunilah kami dan saudara-saudara kami yang telah beriman lebih dahulu dari kami, dan janganlah Engkau tanamkan kedengkian dalam hati kami terhadap orang-orang yang beriman. Ya Tuhan kami, sungguh, Engkau Maha Penyantun, Maha Penyayang.” (QS. Al-Hasyr 59: Ayat 10)

Makna Sifat Orang Jawa

Orang Jawa

Didalam masyarakat Jawa ada beberapa sifat mental yang bisa dilihat atau diamati. Berikut ini contoh sifat dan kebiasaan orang Jawa (contoh diambil dari https://salamadian.com/mengenalkarakter-sifat-dan-kebiasaan-orang-jawa/) (tanpa modifikasi):

  1. Pemalu, sungkan tapi suka menyapa

Orang Jawa suka senyum senyum dan mengangguk ketika berpapasan. Mereka suka menyapa namun biasanya jarang berani memulai percakapan.

  • Pandai menjaga etika dan sopan santun

Orang Jawa itu sopan, baik terhadap orang yang lebih tua ataupun terhadap sesama, mereka juga pandai menjaga etika ketika berbaur dalam lingkungan bermasyarakat. Merundukkan badan ketika berjalan didepan orang yang lebih tua sudah menjadi kebiasaan bagi masyarakat Jawa sebagai wujud penghormatan, tata krama, dan sopan santun. Sikap tubuh yang merunduk ini juga merupakan tanda bahwa seseorang sungguh menghargai dan dapat menempatkan posisi dirinya.

  • Orang Jawa itu pekerja keras dan penurut

Bila ditinjau dalam lingkup perusahaan, orang Jawa adalah pekerja terbaik. Mereka mengerjakan apa yang seharusnya mereka kerjakan, tak pernah mengeluh, dan berdedikasi tinggi terhadap apa yang dibebankan padanya.

  • Hidup mengalir seperti air

Orang Jawa menganut filosofi hidup mengalir seperti air dengan menjalani kehidupan seolah tanpa beban dan tanggungan. Yang penting adalah bisa makan, ibadah, dan menghidupi keluarga.

  • Menerima apa adanya

Sikap orang Jawa adalah sikapnya yang menerima apa adanya terutama dalam hal hubungan. Mereka menerima keadaan apapun dari pasangannya.

  • Suka mengalah, kalem, dan menghindari konflik

Didalam keluarga, orang Jawa adalah orang-orang yangsuka mengalah.

  • Orang Jawa itu luwes

Wong Jowo kuwi gampang ditekak-tekuk. Orang Jawa mudah berbaur dengan orang-orang dari suku lain walaupun mereka agak pemalu dan sungkan. Kesopanan dan keramahan orang Jawa membuat orang-orang senang bergaul dengan mereka.

  • Gaya dan nada bicaranya sopan

Bahasa Jawa memiliki strata bahasa halus, sedang, dan kasar. Orang orang Jawa terutama yang berasal dari daerah Yogyakarta, Solo, dan Semarang dikenal dengan kehalusan dan kelembutan bicaranya.

  • Mempertahankan tradisi dan  budaya

Banyak sekali tradisi-tradisi yang berawal dari leluhur jawa yang masih lestari dan dilakukan sampai sekarang. Beberapa tradisi tersebut merupakan symbol-simbol dari suau peristiwa penting di masa lalu atau bentuk rasa syukur yang dibingkai dalam sebuah acara.

  1. Muluk/puluk

Kebiasaan masyarakat untuk menyantap makanan dengan menggunakan tangan dirasa lebih nikmat.

  1. Orang Jawa arif dan ramah

Meski sudah jarang dijumpai dalam kehidupan masyarakat sekarang, masih ada sedikit masyarakat yang menjunjung tinggi kearifan. Sebagai contoh, ketika sedang berkunjung ke suatu desa, masyarakat desa menyambut kita dengan ramah dan menjamu kita dengan beragam hidangan terbaik mereka.

  1. Kebiasaan orang Jawa (banyak melarang)

Ungkapan ‘ora ilok’ dalam bahasa Jawa mengandung pesan atau nilai moral serta budi pekerti bagi masyarakat Jawa. Ungkapan tersebut memiliki arti ‘dilarang melakukan perbuatan yang melanggar unggah ungguh atau nilai kesopanan. Sebagai contoh: ‘ora ilok manan karo ngomong’ yang artinya tidak boleh makan sambil bicara karena dapat menyebabkan tersedak.

  1. Suka menolong dan mangan ora mangan sing penting ngumpul

Kalimat mangan ora mangan sing penting ngumpul yang artinya makan tidak makan yang penting kumpul memiliki makna suka berkumpul, saling membantu, dan gotong royong tanpa mengharapkan imbalan.

Bahasa Dalam Proses Pengadilan


Terdapat banyak macam dari peristiwa sosial yang terjadi di ruang atau tempat sidang sebagai institusi sosial di Amerika, Inggris, dan Australia. Ruang sidang sebagai peristiwa sosial yang dilihat dari perspektif kacamata ilmu bahasa adalah pemerintah dengan jumlah yang besar dengan sangat berhati hati dalam berbahasa. Sebuah ruang sidang termasuk orang didalamnya seperti hakim, pengacara, dan para pasukannya. Peraturan berbicara dari peserta lain, hanya saja juga terikat dengan batasan konvensional yang cukup jelas.

Selama pemeriksaan silang saksi, hakim harus mulai memutuskan bait dari Spenser “The Faeri Queen”, kecerdasannya dianggap sangat aneh oleh orang sekitarnya. Putusan hakim harus difokuskan pada topik yang nantinya bisa disetujui bagi semua pihak.

            Peserta lain mungkin memiliki peran perihal berbicara kepada mereka. Anggota juri, seperti tak terlihat, harus diamati, tidak seperti penonton yang dapat mengambil pose sehubungan dengan proses persidangan, termasuk kebosanan, juri terlihat tertarik dan mengikuti prosesi dengan serius. Sementara itu pada kesempatan lain, dibolehkan untuk berbicara, namun hanya merespon pertanyaan yang dilontarkan pada mereka dengan pengacara atau hakim. Respon mereka ialah : mereka harus meringkas secara langsung topik dari pertanyaan. Orang asing tidak diizinkan. Saksi dapat ditegaskan secara verbal oleh hakim jika tanggapan mereka tidak sepenuhnya memuaskan, sekali lagi dengan sanksi hukum penghinaan terhadap pengadilan. Terdakwa dan penggugat seperti juri harus diam selama proses persidangan, kecuali tentu saja mereka disebut sebagai saksi dalam hal ini mereka berbicara di bawah konvensi.

            Konvensi lebih berkolaborasi dengan mengikuti pengacara dan para pasukannya. Kemudian kepada hakim, mereka hak yang cukup besar dalam memutuskan, namun lagi dan lagidengan adanya batasan dalam berdiam. Pengacara dan para pasukannya mengumumkan lagi dampak dari adanya peraturan ruang sidang oleh hakim. Mereka memberi kesempatan membuka dan menutup pernyataan selaama sidang perihal pertanyaan yang ada. Jika salah satu pengacara melanjutkan untuk berinstruksi yang lain tanpa izin dari hakim dia boleh menggunakan subjek. Pertanyaan pada topik perlu tetap pada tema. Akhirnya model atau gaya oleh pengacara berbeda dari yang lain. Ini khusunya lebih kontras kepada hakim yang seharusnya pelan, selama prosedur.

            Jelas dari ringkasan di atas bahwa ruang sidang orang Amerika, Australia, atau Inggris adalah peristiwa linguistik yang sangat khusus dan bertanda tangan, dengan berbagai peran dan konvensi yang didefinisikan dengan baik berkenaan dengan pembicaraan untuk hasil yang sukses. Ini juga merupakan jenis peristiwa budaya tertentu, sebuah forum ritual dalam masyarakat ini untuk menyelesaikan perselisihan tersebut. Budaya lain memiliki cara yang berbeda dalam menyelesaikan sengketa semacam itu. Biasanya ini terdiri dari diskusi antara pihak pihak yang bersengketa dengan hadirnya anggota majelis atau desa yang berkumpul. Saya akan membahas kasus semacam itu diantara orang orang Ilongot Filipina berikut ini, tapi pertama tama saya ingin membahas apa yang terjadi ketika sistem tradisional semacam itu ada dalam kontrak dengan konvensi linguistik ruang sidang moderen.

Berbicara tentang Aborigin Australia

Orang Aborigin Australia telah menyelasaikan perselisihan melalui metode tradisional untuk diskusi dan sanksi kamp selama puluhan ribu tahun sebelum persiapan ritual diruang sidang dengan invasi Eropa 200 tahun yang lalu. Suku Aborigin di Australia memiliki konvensi yang sudah lama dianut. Orang Australia yang berkulit putih khususnya berada dikelas menengah. Walau dalam publik speaking telah mampu mengimbanginya. Seorang pembicara harus mampu menatap ke hadapan penonton, agar supaya dapat berkomunikasi dengan penonton, maka haruslah dengan menatap penonton. Dalam percakapan, seluruh anggota termasuk; akan serasa menjadi pembicaraan yang serius sebuah percakapan layaknya terdapat beberapa anggota yang saling nyambung apa perihal pembicaraannya. Sebuah percakapan dengan mempercayai pembicaraan tentang budaya pada akhirnya haruslah dijadikan sebagai jalan hidup bagi masyarakat sekitar.

Pada Dua Media yang Berbeda

Kompasiana

Pernahkah anda menulis pada dua media yang berbeda? Misalnya di Kompasiana, di Weblog, atau di Media cetak? Bagaimana rasanya setelah anda menulis disana? Pasti sensenya beda.

Let say sebagai Blogger, anda rajiiinn banget jenguk blog anda dan corat-coret disana, utak atik widget, download-download templat-templat untuk mempercantik weblog anda. Kemudian cari-cari inspirasi untuk content nya. Apa yang anda rasakan setelah itu? Seneng kan. Bahagia banget setelah klik button publish. Rasanya lega tidak kepalang setelah menulis satu post.

Tapi apakah anda pernah menulis dengan tantangan adrenalin yang kuat seperti di Kompasiana?

Saya sudah menulis di berbagai media termasuk di media cetak. Contoh di Jawa Pos. Setelah saya kirimkan artikelnya, beberapa hari kemudian dimuat. Kemudian pagi-pagi beberapa teman sms dan menghubungi via hp kalau mereka sudah membaca artikel saya. Dua hari saja hebohnya. Setelah itu sudah, finish. Tidak ada lagi komentar-komentar masuk, baik komen menyanjung maupun komen miring. Benar-benar sudah hilang dari peredaran. Kecuali kalau anda copy guntingan artikel anda, kemudian anda bagi-bagikan dan sebar. Mungkin anda bisa dapatkan ketenaran kedua. Wahhh..mungkin gak?

Nah kalau Kompasiana gimana? Koq bisa memacu adrenalin?

Coba kalau begitu, anda pasang artikel disana. Syukurlah cukup, mudah tidak begitu ribet. Tidak seribet memiliki weblog dengan basic templat wordpress. Saya sudah menjadi anggota disana meski akhirnya saya menerima untuk menjadi penulis pasif tanpa adrenalin di wordpress ini. Sebagai blogger anda harus rajin mencari pembaca dengan cara meningkatkan kualitas tulisan dan share di berbagai macam media dan tempat. Tapi tidak dengan Kompasiana. Disana pembaca sudah tersedia tanpa harus bingung mencari pembaca. Ribuan kompasianer (sebutan untuk penulis Kompasiana) sudah siap memberi klik dan mengomentari tulisan anda. Sehingga anda akan menyaksikan tulisan mana yang dikomen atau dicaci, tulisan mana yang masuk pada trending topic atau higlight, tulisan mana yang sering dihinggapi pembaca atau sepi, dan juga tulisan mana yang menjadi terkenal karena penulisnya dan jumlah kuantitas artikel yang dia tulis. Semua itu selalu update setiap menit tanpa henti. Saat kita menulis maka tanpa jeda waktu judul dan artikel kita langsung nongol di kolom Tulisan Terbaru. Tapi jangan salah, jumlah penulis Kompasiana yang ribuan akan siap menggeser kedudukan anda  sehingga judul dan artikel anda tidak lagi terpampang di halaman depan Kompasiana. Dan itu benar-benar bikin sense kita anjlog.

Nah kecuali kalau tulisan anda bagus :p

Selain itu apabila tulisan anda benar-benar menyentuh hati dan pikiran para admin Kompasiana, bukan tidak mungkin tulisan anda minimal nampang di kolom tengah yaitu highlight atau kolom kanan si trending topic. Maka anda bisa berbangga nama, foto dan artikel anda nampang sekaligus narsis. Lumayan bisa terkenal, paling tidak di Kompasiana, Koran Nasional ini lo! Tapi Highlight dan Trending Topic tidak lama bertahan, beberapa waktu, orang lain akan menggeser kedudukan anda. Terutama kalau kolomnya sudah tidak muat dan tulisan anda sudah mulai berbau basi. Nah maka anda harus rela digeser kedudukannya oleh tulisan-tulsan yang lebih fresh dan baru. Berarti anda harus rela tergeser. Namun dampaknya memacu adrenalin juga, anda kemudian bingung nyari-nyari inspirasi yang akhirnya ingin membuahkan satu tulisan lagi untuk bisa (siapa tahu) menggeser kolom-kolom yang sudah ada.

Sebagai weblogger, anda cukup puas dengan menulis tanpa direspon langsung oleh pembaca anda. Hal itu bisa anda lihat pada dashbor, siapa-siapa yang-datang dan berkomentar. Jangan-jangan hanya spammer, tak ada satupun komentator yang nongol. Ada satu, itupun temen sendiri! Kcian.. aku.

Tapi lama-lama kemudian muncul opini begini, Kompasiana memiliki ribuan penulis yang mereka benar-benar menyediakan fasilitasnya untuk itu, tanpa banyak syarat. Seolah-olah Kompasiana ini memang membebaskan penulisnya agar mendapatkan banyak artikel dan author tanpa kesulitan. Semua serba dimudahkan disana. Seorang teman mengatakan, “kenapa harus memperkaya orang lain?” Lama saya berpikir tentang kata-kata itu “memperkaya orang lain” . Apakah kita memberi kontribusi berupa financial? Saya rasa tidak. Kemudian apakah kita memberikan sesuatu kepada Kompasiana karena kita disediakan space disana? Itu juga tidak. Malahan kita menjadi lebih terkenal dengan menulis disana karena ribuan pembaca Kompasiana, dan juga pembaca yang tidak menjadi member pun bisa mengakses.

Kalau berpikir tentang mengoptimasi weblog kita pribadi, terutama menuju kepada financial reason, mungkin kita akan berpikir dua kali untuk menulis di Kompasiana. Kecuali kalau kita mau dua-duanya. Dan kita memiliki kemampuan menulis, bahan-bahan inspirasi yang cukup banyak, dan terutama waktu. Nah kalau tidak, pilihlah satu diantaranya. Anda ingin terkenal atau anda ingin mencari uang dengan menulis di weblog.

Jangan dua-duanya la 😀

Fenomena Haji di Indonesia

Haji Bugis

Fenomena Haji di Indonesia sungguh dahsyat dampaknya. Haji bagi masyarakat Madura adalah prestisius.  Seorang Madura tulen belum bisa dibilang orang Madura apabila belum berhaji. Itulah pernak-pernik masyarakat berciri khas pulau di seberang kota Surabaya ini yang begitu dinamis, mengartikan ibadah dengan sangat nyata. Seorang Madura apapun profesianya, akan berusaha sebesar-besarnya mengumpulkan dana untuk berhaji. Itu bagi orang Madura dimanapun tempatnya. Hal ini disebabkan orang Madura tersebar di seluruh dunia karena kegemarannya yang juga suka merantau.

Pun juga dengan orang Bugis yang juga gemar merantau. Hal ini sangat jelas memang disebutkan bahwa dari sejak ditanda tanganinya Perjanjian Bungaya, orang Bugis mulai meninggalkan tanah Sulawesi secara besar-besaran, exodus hingga ujung dunia manapun. Dengung suara Sultan Hasanuddin masih membekas di telinga Orang Bugis bahwa dimanapun kamu berdiri disitulah langut dijunjung. Dimanapun kamu berada disitulah tanah dimana kita hidup, tanpa memandang bangsa apapun. Karena tanah dan langit adalah milik Allah adanya.

Seperti orang Madura juga, fenomena Haji Bugi berdampak sangat besar terhadap kehidupan di Sulawesi. Seorang Bugis yang akan mempersiapk keberangkatan menuju tanah Makkah adalah orang yang memiliki kecukupan spiritual, kecukupan ekonomi, dan kecukupan sosial. Berangkat haji bagi orang Bugis tidaklah mudah. Tidak seperti orang Madura yang bermodalkan ONH only. Apabila ONH 25juta, sedini mungkin orang Madura akan mengejar sepeser demi sepeser untuk mendapatkan dana sebesar 25juta. Apabila sehari bisa mengumpulkan 20ribu mungkin butuh bertahun-tahun bahkan dekade untuk bisa terkumpul uang sejumlah itu. Tak pernah terbersit mereka mengumpulkan uang sampai sebanyak misalnya 100juta untuk biaya haji tersebut. Asal sudah ngumpul 25juta maka segeralah mereka mendaftarkan diri mereka untuk segera berangkat ke Makkah.

Bagaimana dengan orang Bugis, mungkin agak rumit. Orang Bugis akan mengumpulkan uang yang lebih dari biasanya karena persiapan yang harus betul-betul matang. Mereka justru mempersiapkan pula dana untuk kegiatan penjemputan di bandara atau di embarkasi. Menjemput orang yang pulang dari tanah Makkah adalah sebuah kegiatan yang harus diatur sedemikian rupa, direncanakan matang-matang. Siapa yang akan menjemput, kemudian mobil apa yang akan digunakan untuk menjemput. Hal ini karena apabila belum ada mobil yang rencana akan dipergunakan untuk menjemput, maka biasanya seorang haji Bugis perlu mempersiapkan mobil dengan membelinya terlebih dahulu. Sehingga mereka sudah merasa aman dan nyaman nanti saat tiba di Indoensia. Dan mobil-mobil penjemput haji ini sudah barang tentu mobil yang berkelas sehingga seorang haji Bugis bisa mempersiapkan dana yang sangat besar, jauh lebih besar dari ONH yang mereka bayarkan.

Kostum yang akan dipakai saat nanti pulang pun sangat penting karena akan ada perbadaan antara Haji Bugis dan Orang Bugis. Tentu ini sangat berbeda. Inilah yang membedakan mereka yang sudah menunaikan ibadah haji dan yang belum. Kostum Haji Bugis baik wanita maupun pria berbeda dengan mereka yang belum berhaji. Terutama kostum wanita. Seorang wanita Bugis akan mengenakan baju kebaya panjang dan sarung khas Bugis, kemudian memakai jilbab topi yang kadang berwarna hitam. Topi khusus penutup rambut ini disambung dengan kain tile tipis yang juga bercorak hampir sama atau bahkan sama dengan kebayanya. Hampir mirip seperti kerudung yang dipergunakan pengantin barat.

Oleh-oleh haji juga beragam. Hampir semua orang yang pulang dari Makkah selalu disibukkan dengan oleh-oleh Haji. Meskipun begitu ada pula orang-orang yang cukup hanya dengan memberi makan, yaitu dengan hidangan khas Sulsel seperti Coto Makassar. Oleh-oleh ini pula menjadi kegiatan wajib bagi semua orang yang berpulan dari haji. Yang sering dipakai setiap haji yang pulang dari tanah suci adala tasbih dan sajadah. Namun kemudian hal ini berkembang karena makin banyak orang berziarah haji, maka  harus disiapkan pula oleh-oleh yang tidak terlalu mahal tapi berjumlah banyak

Anjlok Dari Halte


Sedianya waktu itu aku ingin beli tiket ke Rosalia di daerah Gilingan. Daerah yang sebelumnya kutau itu di terminal Tirtonadi. Sayang temenku beritau nya nggak lengkap. Sehingga saat ditanya kernet bis dengan santai kujawab Terminal Tirtonadi.

Dan padahal bukan sama sekali. Huaa..

Rosalia tempatnya jauh sebelum Terminal Tirtonadi. Aku rasanya jadi linglung dirasani para tukang-tukang becak iseng. Saat mau menyeberang berkali mukaku terlihat bego karena tidak mengenal dengan jelas tempatnya yang mana. Hampir aku masuk jalur bis yang khusus menuju Terminal Tirtonadi. Dan aku merasakan hawa tidak enak setelah dirasani sama para becakers. Huhft

Setelah tolah toleh kanan kiri, beberapa kernet yang cari-cari penumpang, tukang ojek yang setengah maksa dan tukang-tukang yang lain sudah mulai rame menarik penumpang, dan aku dikira penumpang. Padahal bukan.  Aku akhirnya memberanikan diri untuk jalan cepat dan lurus tanpa tahu dimana kantor Rosalia itu berada. Hmm biarin dibilang PD. Haha.. Dan ternyata di kejauhan terlihat papan Rosalia meskipun bagiku, aku masih belum yakin karena warnanya blur. Semakin dekat pun juga masih blur. Dasar mata tua terpaksa harus kebelalakkan mata untuk melihat dengan jelas itu papan Rosalia atau pasar, uhuk.

Dan ternyata benar itu adalah agen Rosalia.

Ini cerita suksesnya. Cerita bukan suksesnya adalah dibawah ini.

Saat masih di halte, temenku bilang nanti nyegat bis namanya Jamus ya. Dan aku ingat-ingat nama bis tersebut sampai hapal. Hingga hampir semua bisa yang lewat kupantengin sampai kepanasan.  Maklum soalnya takut  nggak dapat bis tersebut. Nah saat dari kejauhan, di bawah lampu kuning depan UNS terlihat bis tersebut, aku segera beranjak dari duduk. Namun ini ternyata di luar dugaan, bis ini tidak mau berhenti karena di depan halte sudah ada bis lain yang ngetem, yaitu bis batik. Yahh terpaksa nunggu bis Jamus lagi datang kembali. Dan sampai setengah jam aku menunggu bi situ datang kembali, baru kemudian bis Jamus yang ketiga baru mau berhenti. Itupun setelah distop dengan cara loncat-loncat. Nah saat bis mendekat, baru kutahu bahwa bis Jamus itu kuecill dan pendekkk.. Aku baru nyadar. Halte ini sama sekali tidak cocok dibangun untuk bis Jamus. Step bus ini sangat pendek dan terlalu dekat dengan jalan, dan jadinya terlalu jauh dengan floor haltenya. Dan apa yang terjadi saudara-saudara..inilah pertama kali aku anjlok dari floor halte yang cukup tinggi itu. Jlokkkk..

Itu suaranya.

Dan dengan bersungut-sungut aku masuk ke dalam bis dengan menahan sakit di telapak kaki, dan paha yang lumayan pegel.

Owalaaa..