Diejawantahkannya Filsafat Jawa

Kearifan yang terkandung dalam filsafat Jawa dapat dicontohkan dengan etika dalam kebatinan orang Jawa yang terdapat dalam serat pepali ki Ageng Sela. Menurut Ki Ageng Sela hidup di dunia harus di dasari degan keutamaan / keluhuran. Sedangkan untuk mencapai sebuah keluhuran dan keutamaan dapat diusahakan dengaan memperhatikan sikap sebagai berikut:

  1. Sembada

Dalam kebudayaan jawa, sembada adalah sikap manusia yang dapat mempertanggung jawabkan perbuatannya. Bagi orang jawa, orang akan dipandang rendah ketika “ora sembodo”. Misalnya jika ia memang sanggup melakukan sesuatu hendaknya bisa melakukan meskipun dengan susah payah.

  1. Sabar-Andhap Ashar

Sabar mudah diucapkan tetapi sulit untuk dilalksanakan. Dalam kata sabar terkandung suasana hati tenang dan terkendali \, yaitu dapat mengalahkan sesuatu yang sangat besar dan sulit yang dapat mengantarkan keluhuran atau keutamaaqn seseorang. Andhap asar atau rendah hati biasanya adalah orang yang mau mengalah terhadap orang lain, yang juga dibutuhkan seseorang untuk mencapai keluhuran.

  1. Suka

Keluhuran seseorang tidaklah muncul secara otomatis, setapak demi setapak harus dilakukan dengan laku prihatin, misalnya denagn mengurangi nafsu makan dan tidur. Laku prihatin tersebut dapat lebih sempurna jika disertai dengan suka “gembira”. Karena mengarjakan sesuatu jika tidak didasari oleh kegambiraan tidak akan pernah menghasilka sesuatu yang baik.

  1. Karep

Dalam kehidupan, manusia senantiasa mempunyai karep atau keinginan, baik keinginan jahat maupun keinginan baik. Oleh karena itu Ki Ageng Sela menasehati agar manusia memiliki sikap etis yang sesuai dengan nilai kejawen, yaitu senang dengan kebaikan. Menurut Abdullah (1996: 26) keinginan baik akan selalu berhadapan dengan keinginan buruk untuk menjelmakan prilaku manusia. Dan manusia diharapkan tidak menganggap sesama manusia adalah musuh.

  1. Dalan Padhang

Seseorang haruslah menyingkirkan sesuatu yang negatif dalam hidupnya. Diibaratkan menyingkirkan perdu-perdu, duri atau lumut yang ada dijalan agar tidak membuat seseorang menjadi celaka misalnya dapat diwujudkan dengan memberikan sedekah kepada orang miskin, memberi petunjuk kepada orang bingung dan dilaksanakan dengan senang hati, tidak ada paksaan.

  1. Jiguh, ragu-ragu

Orang yang jiguh adalah orang yang menemui kesulitan yang muncul karena tidak dapat memutuskkan perkara dengan baik dan tepat. Dan kita harus dapat berlaku cerdik. Kalau kita tidak dapat mengambil sikap yang tepat kita akan terlambat sehingga ketika mati kita tidak akan dapat memanfaatkan apa yang telah kita cari dan kita dapatkan. Ada persoalan yang lebih tidak boleh disikapi denag ragu-ragu yaitu kehidupan akhirat. Dan hidup haruslah seimbang antara dunia dan akhirat.

  1. Ngutuh-Kumed, tak tahu malu-pelit

Orang yang tak tahu malu akan dijauhi oleh sesamanyakarena tidak pernah mau memperhatikan bahwa ia kan mati. Ia hanya berpikiran bahwa orang yang rilan (suka memberi) pasti akan melarat. Karena kekayaan duni tidak akan pernah habis jika memang dipergunakan untuk menolong manusia.

Filsafat Jawa dapat membawa kearifan seseorang. Kearifan merupakan sebuah kemauan untuk melihat rambu-rambu (hukum alam yang diciptakan Sang Pencipta, yang mau tidak mau kita akan tunduk kepadanya), kemauan merasakan, melihat, menggagas, dan kemudian patuh terhadap rambu-rambu itu. Manusia diciptakan memiliki akal untuk bebas manantukan pilihan. Tetapi apapun pilihan manusia akan selalu tunduk pada aturan main hokum almnya. Itulah yang dinamakan kearifan yaitu kemauan manusia untuk melihat dan bertindak sesuai alur hokum alam Sang Pencipta. Kearifan merupakan hasil dari filsafat Jawa,

#filsafat

#filsafatjawa

Pikiran, Univerlisme, dan Dunia Nyata

Tradisi Platonis-Rasionalis mengemukakan bahwa gagasan bawaan universal yang mendasari sebuah keanekaragaman pengalaman yang nyata dangkal adalah yang suci. Banyak keinginan mereka bekerja dalam ilmu sosial dan kognitif menganggap tradisi ini sebagai sebuah asumsi latar belakang yang sering tanpa diragukan lagi, di mana teori dilakukan, terutama dalam artikulasi Kantian yang mengasumsikan tingkat menengah representasi mental antara pengalaman indera dan neurologinya realisasi di otak. Kognisi dipahami sebagai penghitungan dengan menggunakan representasi mental ini, Universals of human kognition diturunkan untuk bawaan kendala pada properti dari representasi mental, perdebatan di sebagian besar karya modern dalam ilmu kognitif berputar di sekitar di mana untuk melokalisasi dan bagaimana untuk menyatakan kendala bawaan ini. Pendekatan terakhir, keterkaitan (connectiosm) dan enaksionisme, secara langsung menentang sentralitas representasi mental dalam kognisi ini, dengan alasan bahwa tidak perlu untuk ini tingkat keterwakilan menengah antara dunia sensorik dan neuron aktivitas dan kognisi harus dilihat sebagai hasil jaringan aktivitas, baik neuron (koneksi) atau keseluruhan organisme yang terkandung dan lingkungannya (enactionism).

Sebagai studi komparasi perihal universalisme, pikiran dan keindahan dunia serta implementasinya dalam kehidupan nyata, salah satunya adalah falsafah hidup dalam  budaya Jawa. Filsafat jawa mengandung ajaran “adiluhung” yang sangat berguna bagi kehidupan masyarakat. Ajaran adiluhung tersebut biasanya terwujud dalam mutiara-mutiara kata orang jawa bisa berupa serat, kebudayan jawa, dan lain-lain. Dari ajaran adiluhung tersebut akan dapat mengantarkan seseorang untuk mencapai sebuah keutamaan, kesempurnaan dan kemulyaan. Dan dari sifat-sifa kearifan tersebut seseorang akan memperoleh kesuksesan. Jika disepakati bahwa filsafat jawa di-eja-wantahkan di dalam bentuk seni wayang, maka dalam wayang akan menunjukkan ciri-ciri dasar filsafat jawa didalam pergelarannya, sehingga dasar ontologis bagi wayang adalah usaha untuk mencapai kesempurnaan atau kearifan.

Di dalam tulisan Dr. Abdullah Ciptoprawiro dalam buku Filsafat Jawa. Beliau mengatakan bahwa isi buku itu menjadi sangat penting karena didalamnya merumuskan adanya sistem filsafat jawa. Beliau melihat bentuk pemikiran di Jawa dari jaman ke jaman, mulai masa pra-sejarah, sampai masa kemerdekaan Indonesia terdapat pola-pola universal yang mendasari filsafat jawa. Beliau sampai pada kesimpulan bahwa pola universal itu adalah usaha manusia untuk mencapai kesempurnaan atau kasunyatan. Oleh karena itu, pada era reformasi, dan demokratisasi pola-pola pemikiran yang universal itu bisa dipastikan tetap ada.

Jika disepakati bahwa filsafat jawa di-eja-wantahkan di dalam bentuk seni wayang, maka dalam wayang akan menunjukkan ciri-ciri dasar filsafat jawa didalam pergelarannya, sehingga dasar ontologis bagi wayang adalah usaha untuk mencapai kesempurnaan atau kearifan. Usaha untuk memperoleh kesempurnaan atau kearifan. itu tidak saja harus bersifat rasional dan empiris tetapi juga harus mengandung unsur rasa yang menjadi ciri khasnya.

#enaksionisme

#adiluhung

#jawa

#wayang

#ontologi

Perebutan Ibu Kota Kekaisaran Bizantium oleh Kekaisaran Ottoman

Konstantinopel

Jatuhnya Konstantinopel, yang juga dikenal sebagai penaklukan Konstantinopel, adalah perebutan ibu kota Kekaisaran Bizantium oleh Kekaisaran Ottoman. Kota itu direbut pada 29 Mei 1453 sebagai bagian dari puncak pengepungan selama 53 hari yang dimulai pada 6 April.

Tentara Utsmaniyah yang menyerang  melebihi jumlah orang Konstantinopel ini dipimpin oleh Sultan Mehmed II yang berusia 21 tahun kemudian dijuluki Sang Penakluk, sedangkan tentara Bizantium dipimpin oleh Kaisar Konstantinus XI Palaiologos. Setelah menaklukkan kota tersebut, Mehmed II menjadikan Konstantinopel sebagai ibu kota Ottoman yang baru, menggantikan Adrianople.

Penaklukan Konstantinopel dan jatuhnya Kekaisaran Bizantium adalah titik balik dari Abad Pertengahan Akhir, menandai akhir efektif dari sisa-sisa terakhir Kekaisaran Romawi, sebuah negara yang dimulai sekitar 27 SM dan telah berlangsung hampir 1500 tahun. Di antara banyak sejarawan modern, kejatuhan Konstantinopel dianggap sebagai akhir dari periode abad pertengahan. Kejatuhan kota ini juga menjadi titik balik dalam sejarah militer. Sejak zaman kuno, kota dan kastil bergantung pada benteng dan tembok untuk mengusir penjajah. Tembok Konstantinopel, khususnya Tembok Theodosian, adalah salah satu sistem pertahanan tercanggih di dunia saat itu. Selama 800 tahun, Tembok Theodosian, yang dianggap oleh para sejarawan sebagai tembok terkuat dan terbentengi di zaman kuno dan abad pertengahan, melindungi Konstantinopel dari serangan. Namun, benteng ini diatasi dengan penggunaan bubuk mesiu, terutama dari meriam dan pengeboman Utsmaniyah, menandai perubahan dalam perang pengepungan. Meriam Utsmaniyah berulang kali menembakkan bola meriam besar seberat 500 kg sepanjang 1,5 km yang menciptakan celah di Tembok Theodosian untuk Kesultanan Utsmaniyah. pengepungan

#salahuddinalayyubi

#konstantinopel

#bizantium

 

Makna Sebagai Representasi Mental

Disini kita membahas makna dari tanda budaya dan penerapan linguistik. Cara orang memandang sesuatu dengan menggunakan fungsi system nervous sebagai jalinan hubungan kedekatan dari perubahan-perubahan didalam relasi kegiatan diantara komponen-komponennya (Maturana dan Vrela, 1987:164). Biasanya makna mental ditunjukkan dalam penggunaan metafora. Yang dicontohkan oleh kedua peneliti tersebut adalah metaphor orang yang sedang berdansa. Saat berdansa, pasangan tersebut masih tetap kontinu merespon lingkungan dan memberlakukan perilaku yang berubah mengikuti berdasarkan perubahan didalam lingkungannya, misalnya mempercepat atau memperlambat gerakan berdasarkan perubahan ritme. Semuanya itu membutuhkan kepekaan terhadap lingkungan dan koordinasi yang baik didalam hubungan tersebut. Perilaku itu merupakan efek dari pentingnya sejarah dari pembentukan kebiasaan di lingkungan sekitar (Gibson, 1979).

Didalam lingkungan Jawa, makna sebagai representasi mental ini sangat tampak, misalnya kebiasaan masyarakat Jawa yang selalu perhatian di lingkungan sekitar. Berikut ini adalah contoh-contoh kegiatan di masyarakat Jawa yang menunjukkan makna ‘peduli terhadap sesama dan terhadap lingkungannya’ yang sering kita sebut dengan kearifan lokal. Contoh-contoh tentang kepedulian masyarakat Jawa terhadap lingkungan dan sesama saya ambil dari sebuah blog: jejakjejakhijau.blogspot.co.id/2012/ sebagai berikut:

  1. Pranoto Mongso

Perhatian petani terhadap lingkungan terutama untuk bercocok tanam dengan mengikuti tanda-tanda alam dalam mongso yang bersangkutan, tidak memanfaatkan lahan seenaknya sendiri meskipun sarana prasarana mendukung seperti misalnya air dan saluran irigasinya. (Makna sebagai representasi mental orang Jawa yang menjaga lingkungan alam sekitarnya, tidak boleh rakus dengan memanfaatkan alam secara terus menerus tanpa memperhitungkan kesuburannya)

  1. Nyabuk gunung

Cara bercocok tanam dengan membuat teras sawah yang dibentuk menurut garis kontur. Bentuk bercocok tanam seperti ini mencegah terjadinya longsor. (Makna sebagai representasi mental orang Jawa yang menjaga lingkungan alam sekitarnya)

  1. tong royongIstilah gotong royong berasal dari bahasa Jawa. Gotong berarti pikul atau angkat, sedangkan royong berarti bersama-sama. Sehingga jika diartikan secara harafiah, gotong royong berarti mengangkat atau mengerjakan sesuatu secara bersama-sama. Partisipasi aktif tersebut bisa berupa bantuan yang berwujud materi, keuangan, tenaga fisik, mental spiritual, ketrampilan, sumbangan pikiran atau nasehat yang konstruktif, sampai hanya berdoa kepada Tuhan (Makna sebagai representasi mental orang Jawa yang peduli terhadap sesama dan lingkungan).Didalam masyarakat Jawa ada beberapa sifat mental yang bisa dilihat atau diamati.
    1. Pemalu, sungkan tapi suka menyapa

    Orang Jawa suka senyum senyum dan mengangguk ketika berpapasan. Mereka suka menyapa namun biasanya jarang berani memulai percakapan.

    1. Pandai menjaga etika dan sopan santun

    Orang Jawa itu sopan, baik terhadap orang yang lebih tua ataupun terhadap sesama, mereka juga pandai menjaga etika ketika berbaur dalam lingkungan bermasyarakat. Merundukkan badan ketika berjalan didepan orang yang lebih tua sudah menjadi kebiasaan bagi masyarakat Jawa sebagai wujud penghormatan, tata krama, dan sopan santun. Sikap tubuh yang merunduk ini juga merupakan tanda bahwa seseorang sungguh menghargai dan dapat menempatkan posisi dirinya.

    1. Orang Jawa itu pekerja keras dan penurut

    Bila ditinjau dalam lingkup perusahaan, orang Jawa adalah pekerja terbaik. Mereka mengerjakan apa yang seharusnya mereka kerjakan, tak pernah mengeluh, dan berdedikasi tinggi terhadap apa yang dibebankan padanya.

    Orang Jawa menganut filosofi hidup mengalir seperti air dengan menjalani kehidupan seolah tanpa beban dan tanggungan. Yang penting adalah bisa makan, ibadah, dan menghidupi keluarga.

    Sikap orang Jawa adalah sikapnya yang menerima apa adanya terutama dalam hal hubungan. Mereka menerima keadaan apapun dari pasangannya.

    Didalam keluarga, orang Jawa adalah orang-orang yangsuka mengalah.

    Wong Jowo kuwi gampang ditekak-tekuk. Orang Jawa mudah berbaur dengan orang-orang dari suku lain walaupun mereka agak pemalu dan sungkan. Kesopanan dan keramahan orang Jawa membuat orang-orang senang bergaul dengan mereka.

    Bahasa Jawa memiliki strata bahasa halus, sedang, dan kasar. Orang orang Jawa terutama yang berasal dari daerah Yogyakarta, Solo, dan Semarang dikenal dengan kehalusan dan kelembutan bicaranya.

    Banyak sekali tradisi-tradisi yang berawal dari leluhur jawa yang masih lestari dan dilakukan sampai sekarang. Beberapa tradisi tersebut merupakan symbol-simbol dari suau peristiwa penting di masa lalu atau bentuk rasa syukur yang dibingkai dalam sebuah acara.

    Kebiasaan masyarakat untuk menyantap makanan dengan menggunakan tangan dirasa lebih nikmat.

    Hidup mengalir seperti air Menerima apa adanya Suka mengalah, kalem, dan menghindari konflik Gaya dan nada bicaranya sopan Orang Jawa itu luwes Mempertahankan tradisi dan budaya Muluk/puluk

#antropologi

#anthropology

#javanese

#jawa

#linguistics

#linguistik

#orangjawa

Makna Alam dalam Linguistik Antropologi

Konsep makna disini adalah pemahaman terhadap suatu tanda yang identik dengan kata ‘berarti’ atau didalam bahasa Inggris menggunakan verba “mean” dan didalam bahasa Jawa menggunakan istilah “tegese” seperti contoh dibawah ini (bahasa Inggris dan bahasa Jawa):

  1. Those clouds mean rain; mendung tegese arep udan
  2. Red means stop; abang tegese kudu mandek
  3. I didn’t mean what I said; duduk iku karepku
  4. I didn’t mean to say it. It just slipped out; aku ora karep ngomong kuwi, keprucut.

Untuk memahami tanda itu merupakan hal yang sudah umum dan dipahami oleh kelompok sosial. Tidak hanya berupa tanda, tetapi untuk ucapan juga perlu dimaknai dengan benar agar tidak terjadi kesalahan dalam menginterpretasikan makna. Terdapat beberapa tanda verba tertentu yang mengindikasikan maksud tertentu.

Terdapat beberapa verba yang memiliki makna proses material yaitu makna melakukan sesuatu dan makna kejadian. Jika ada orang yang menggunanakan verba ini maka dapat diartikan bahwa orang tersebut telah melakukan suatu kegiatan. Beberapa verba yang bermakna proses material misalnya membuat, mengembangkan, mendisain, mengirim, memetik, menendang, dan sebagainya. Berikut ini contoh-contohnya didalam bahasa Inggris, bahasa Indonesia, dan bahasa Jawa yang saya ambil dari buku semiotika sosial (Santosa, 2003: 79-80 tanpa modifikasi):

My father went to work

They gave a book to me

They play tennis

The house was built for her by him

 Tono berlari

Ayah membuat mainan untuk adik

Tono menyanyikan sebuah lagu

Surat itu dikirim oleh dia

Bapak lan ibu lagi dhahar

Ibu masak sego

Dewekne lagi munggah gunung

Sayure dimasak kanggo Tono

Verba selanjutnya yaitu verba yang menunjukkan proses mental. Proses mental adalah proses berpikir, mengindera, dan merasa. Didalam bahasa Inggris, proses mental bekerja secara dua arah tetapi didalam bahasa Indonesia dan bahasa Jawa tidak demikian. Berikut ini contoh-contoh dalam bahasa Inggris, bahasa Indonesia, dan bahasa Jawa yang saya ambil dari buku semiotika (Santosa, 2003: 81 tanpa modifikasi)

He likes it. It pleases him

They believe him. He convinces him

Mereka mempercayainya tidak pernah *ia mempercayakan mereka

Deweke seneng Marni tidak pernah *Marni nyenengke deweke

Berikutnya adalah verba yang menunjukkan proses verbal. Proses ini adalah proses berkata murni, tidak ada unsure perilakunya. Kata kerja dalam proses verbal adalah say, ask, tell, berkata, bertanya, ngomong, takon. Berikut ini adalah contoh-contoh didalam bahasa Inggris, bahasa Indonesia, dan bahasa Jawa

They said that it was good

Ayah menanyakan itu kepada Ibu

Bocah kuwi kanda ngono kuwi marang aku

Proses selanjutnya adalah proses perilaku verbal yaitu proses perilaku yang menggunakan verbal didalam melakukan tindakan, misalnya menyarankan, mengklaim, mendiskusikan, menjelaskan. Berikut ini contoh-contoh dari proses perilaku verbal yang saya ambil dari buku semiotika didalam bahasa Inggris, bahasa Indonesia, dan bahasa Jawa (Santosa, 2003 tanpa modifikasi):

The government claimed it’s the right thing to do

Bapak menyarankan seperti itu kepadaku

Masane ngundhat-undhat bantuan pemerintah sing sethithik

Sedangkan untuk proses perilaku mental lebih merupakan gabungan antara proses mental dan materi. Verba yang masuk dalam proses ini adalah menyelidiki, mempelajari, mengecek, meneliti, mengabdi, dan sebagainya. Berikut ini contoh-contoh yang saya ambil dari buku semiotika didalam bahasa Inggris, bahasa Indonesia, dan bahasa Jawa,

The police are investigating the case

Mereka sudah meneliti daerahnya

Bapak lagi ngecek knalpote sing rusak

Proses yang lainnya adalah proses relasional. Proses ini adalah proses yang menghubungkan antara partisipan yang satu dengan partisipan yang lain. Berikut ini contoh-contoh yang saya ambil dari buku semiotika didalam bahasa Inggris, bahasa Indonesia, dan bahasa Jawa.

They are very angry

It matters

John is the actor

Rumah itu sangat mewah

Ayah menjadi marah

Kasus itu menunjukkan kerapuhannya

Bapake ing omah

Ibu dadi wedi marang kowe

Kasus kuwi ngandharake yen dheweke asor

Proses yang terakhir yaitu proses eksistensial. Proses ini menunjukkan adanya sesuatu. Didalam bahasa Inggris ditunjukkan melalui subjek gramatikal there is/there are/exist. Didalam bahasa Indonesia dimulai dengan kata ada atau terdapat atau muncul. Didalam bahasa Jawa ditunjukkan dengan struktur klausa yang dimulai dengan ana.

There are some students in the class

Ebola existed in Ethiopia

Ada masalah penting di instansi kita

Penyerangan itu muncul didaerah selatan

Ana telung perkara ing kantor kuwi

Penyakite ana ing geger

Tanda itu juga muncul hanya berupa gerak tubuh seperti pada saat orang mengangguk maka itu merupakan pertanda bahwa ia setuju, ia paham, atau ia mengetahui tentang sesuatu. Ini disebut sebagai representasi mental (mental representation) atau cermin alam (mirror of nature) yang menjadi pokok penerapan tanda pada domain bahasa dan budaya.

 #linguistik

#linguistics

#antropologi

#anthropology

Makna Pengetahuan dan Domain Linguistik Antropologi

Linguistik antropologi merupakan sub bidang linguistik yang berhubungan konteks bahasa didalam ranah sosial dan budaya yang sangat berperan dalam praktek budaya dan struktur sosial di masyarakat. Linguistik antropologi memandang bahasa sebagai inti konsep antropologi, kebudayaan. Linguistik antropologi melihat makna dibalik kegunaan bahasa sebagai alat untuk menyampaikan pesan dan informasi, kesalahan dalam penggunaan bahasa, bentuk-bentuk bahasa yang berbeda, register dan gaya bahasa. Hal itu dilakukan untuk mengupas bahasa secara detail untuk menemukan pemahaman bahasa.

Sosiolinguistik merupakan hal yang berbeda dengan linguistik antropologi. Sosiolinguistik memandang bahasa sebagai sebuah institusi sosial yang didalamnya mengurai tentang interaksi  sosial untuk menemukan bagaimana pola-pola linguistik yang ada pada kelompok sosial tertentu dan mengkorelasikan perbedaan-perbedaan perilaku linguistik dengan variable variable seperti usia, jenis kelamin, kelas, ras, dan sebagainya. Perilaku linguistik bisa dilihat dengan cara melihat cara pengucapan (pronunciation) mereka didalam suatu kelompok tertentu. Perbedaan pengucapan sangat terlihat didalam bahasa Inggris akan tetapi hal itu tidak ditemukan didalam bahasa Jawa hal itu tidak ada, akan tetapi didalam bahasa Jawa terdapat kelas kata untuk menunjukkan perbedaan. Berikut ini contoh perilaku linguistik didalam bahasa Jawa dan di bahasa Inggris:

Contoh perilaku linguistik didalam bahasa Inggris: running diucapkan /rʌnɪŋ/ atau /rʌnɪn/. Analisis perilaku bahasanya adalah:

penutur kelompok pria cenderung menggunakan pengucapan /rʌnɪn/; sedangkan penutur kelompok wanita menggunakan pengucapan /rʌnɪŋ/.

Penutur yang mengucapkan  dengan cara /rʌnɪn/ biasanya tergolong pada kelompok bawah yaitu para pekerja, bawahan, buruh, pegawai (lower class background) sedangkan penutur yang mengucapkan  dengan cara /rʌnɪŋ/ biasanya tergolong pada

  • kelompok menengah ke atas (middle and upper class background). Hal ini termasuk dalam kajian semiotik.

Contoh perilaku linguistik didalam bahasa Jawa:

  • Penggunaan bahasa ngoko yang digunakan oleh orang dengan usia yang sama, orang yang memiliki hubungan yang dekat atau akrab, orang yang berusia lebih tua kepada orang yang berusia lebih muda, atasan kepada bawahannya, misalnya: bener yang berarti benar.
  • Penggunaan bahasa krama madya yang digunakan oleh murid kepada guru, orang yang usinya lebih muda ke orang yang usianya lebih tua, anak kepada orang tuanya, pegawai atau pembantu kepada majikannya, misalnya: leres yang berarti benar.
  • Penggunaan bahasa krama inggil adalah bahasa yang tingkatannya paling santun karena disini terdapat prinsip merendahkan hati dan meninggikan posisi orang lain, misalnya: kasinggihan yang berarti benar.

Perilaku linguistik tidak hanya pada bagaimana bahasa itu diucapkan, ternyata juga dari pilihan kata seperti yang ada didalam bahasa Jawa diatas dengan memperhatikan posisi dan maksud. Terkadang apa yang diucapkan memiliki makna yang biasanya sudah dipahami oleh mitra tutur meskipun kalimat tersebut tidak diucapkan secara langsung. Perilaku linguistik tidak terlepas dari tuturan dan konteks serta latar pengetahuan dari penutur dan mitra tutur.

#linguistics

#linguistik

#anthropology

#antropologi

Apakah di Indonesia Turun Salju?

Puncak Jaya

Indonesia adalah negara kepulauan di Asia Tenggara yang terletak di antara Samudra Pasifik dan Hindia. Ini memiliki lebih dari 17.000 pulau yang tersebar di 1.904.579 kilometer persegi. Dengan 270 juta penduduk, itu adalah salah satu negara terpadat di dunia. Ibukota negara adalah Jakarta.

Negara tropis Indonesia yang berada di garis khatulistiwa memiliki sedikit variasi musiman pada suhunya karena memiliki dua musim yang berbeda—musim hujan dan musim kemarau. Mei hingga Oktober adalah musim kemarau, dan November hingga April adalah musim hujan. Daya tariknya sepanjang tahun, kehangatan tropis, dan lanskap yang terpanggang matahari menjadikannya tempat liburan favorit.

Karena curah hujan adalah penentu iklim utama di negara ini, negara ini memiliki iklim tropis/khatulistiwa yang khas. Kelembaban relatif kawasan berkisar antara 70 hingga 90%, sedangkan angin umumnya sedang. Angin musim sering bertiup dari selatan ke timur antara bulan Juni dan September dan dari barat laut antara bulan Desember dan Maret.

Ketinggian juga merupakan penyebab signifikan variasi suhu regional daripada garis lintang. Karena kedekatan Indonesia dengan garis khatulistiwa, siang hari selalu dua belas jam lamanya, dan matahari terbenam cukup awal. Namun, radiasi matahari sangat kuat, terutama di dataran tinggi.

Suhu tertinggi di sekitar pantai; misalnya, pada hari yang terik di Jakarta, suhu dapat mencapai hampir 38°C, sedangkan pada hari yang sangat dingin, suhu dapat turun hingga sekitar 8°C. Artinya, perbedaan suhu periodik di Jakarta setidaknya lima kali lebih besar dari perbedaan suhu tinggi dan rendah (Januari dan Juli).

Negara ini tidak memiliki musim panas, musim semi, musim dingin, atau musim gugur karena merupakan negara pulau di daerah tropis. Karena kejadian curah hujan dan bukan suhu atau tekanan udara yang menjadi faktor utama yang mempengaruhi variasi iklim di Indonesia, hanya ada dua musim yang berbeda: musim kemarau, yang berlangsung dari Mei hingga Oktober, dan musim hujan, yang berlangsung dari November hingga April.

Musiman atau regional, suhu juga hampir tidak berbeda di negara ini. Namun, karena ketinggian, suhu mungkin lebih rendah di beberapa lokasi pegunungan di dataran tinggi, yang juga sering menyebabkan embun beku malam hari di wilayah tersebut.

Karena tidak ada musim dingin, Anda mungkin bertanya-tanya, ‘apakah di Indonesia turun salju?’ Jawaban singkatnya adalah tidak, meskipun ada satu lokasi tertentu di mana Anda bisa menyaksikan salju. Penyebab utama tidak adanya pembentukan salju di Indonesia adalah karena suhu negara tersebut tidak cukup dingin karena hampir seluruh wilayah negara mengalami iklim khatulistiwa.

Oleh karena itu, suhu biasanya panas dan lembab serta tidak pernah mencapai titik beku. Namun, bulan terdingin di negara itu adalah Juli dan Agustus. Sangat sedikit curah hujan yang terjadi selama ini, juga menjadikannya periode terkering di Indonesia.

#snowinindonesia

#snowfall

Kapan dan Mengapa Dunia Islam Kehilangan Keunggulan Ilmiahnya?

Kapan itu mudah. Renaisans abad ke-14 & ke-15 ketika bangsa Eropa menjadi dominan

Alasannya jauh lebih menarik.

Budaya Arab abad keempat belas adalah puncak peradaban. Wanita memiliki hak dan merupakan mitra yang setara dalam pengetahuan dan menjalankan masyarakat. Kemakmuran (relatif) berlimpah, faksi yang bertikai kurang lebih bersatu. Tetapi..

Orang Arab sangat ahli dalam pengetahuan teoretis, perdagangan, dan peralatan bergerak. Nah, itu masuk akal, karena kekaisaran itu sangat luas. Bayangkan sebuah kerajaan 3x dari Eropa, dari Yerusalem hingga perbatasan India (Pakistan modern). Mereka membutuhkan pengetahuan seluler, yang dapat ditransmisikan melalui jalur perdagangan.

Begitu mesin berat menjadi praktik umum, metode Arab sudah usang. Mereka tidak dapat memiliki basis tertentu, karena kerajaan mereka didasarkan pada pergerakan. Masyarakat secara ekstensif nomaden. Dan alat berat tidak bekerja untuk pengembara.

Alat berat adalah tantangannya, dan mengakibatkan kerusakan yang lambat namun bertahap.

Misalnya, kaligrafi Islam dicari di seluruh dunia untuk menyalin buku dan teks. Posisi yang sangat menguntungkan & terhormat. Tapi munculnya mesin cetak membuat mereka usang

Tidak ada pengembangan infrastruktur berbasis pelabuhan di sepanjang padang pasir, karena mereka lebih memilih jalur sutra. Tetapi karena dekat dengan pembangunan Eropa memastikan bahwa segmen yang lebih dekat (kerajaan Turki/Iran) berpisah dari budaya utama dan berfokus pada pembangunan lokal. Contoh lain:

Peralatan ginning dan pabrik tekstil membuat sulaman menjadi usang

Mesin uap membuat gerobak tradisional menjadi usang

Penggilingan baja membuat bengkel menjadi usang

Fokus mulai tumbuh pada praktik penambangan, yang tidak diketahui dunia Islam (minyak mentah masih beberapa abad lagi)

Prefabrikasi bahan bangunan membuat arsitekturnya ketinggalan zaman

Pada saat industrialisasi Eropa mengambil alih, kejatuhan dunia Islam sudah dekat dan pasti.

#rennaisance

Boso Walikan Boso Malangan

Boso Walikan

Boso Walikan itu apa sih?

Nah ternyata ada bahasa khusus dan khas yang biasa dipergunakan sehari-hari di kota Malang. Penggunanya dimulai dari anak-anak muda hingga orang dewasa bahkan orang tua pun menggunakan boso walikan.

Bila orang-orang tua yang menggunakan boso walikan, maka tidaklah heran karena bahasa ini dahulu pada saat zaman penjajahan sering dipergunakan oleh para pejuang untuk mengelabui tentara Belanda yang tidak menguasai bahasa ini. Belanda sebenarnya sudah mulai menguasai bahasa Jawa dan bahasa Indonesia saat itu. Hal ini yang membuat para pejuang saat itu tidak bisa melancarkan aksinya karena rencana-rencana mereka sering ketahuan oleh pihak Belanda. Inilah kemudian muncul boso walikan atau boso ngalam (red:Malang),

Ada beberapa bentuk walikan terdapat pada kosakata bahasa walikan ini. Pertama yaitu dibalik dari belakang secara keseluruhan. Contoh makan menjadi nakam. Mulih (pulang) menjadi hilum. Dalam hal ini bahasa Indonesia juga terkena serangan walikan seperti kata makan.  Kedua adalah proses membalik yang tidak sepenuhnya dibalik dari belakang. Ada kata-kata seperti Malang, memiliki akhiran ‘ng’ yang dibalik tetap dengan mempertahankan ‘ng’ di dalamnya. Contoh ‘malang’ menjadi ‘ngalam’. Yang ketiga adalah bahasa walikan yang menggunakan kata serapan seperti kata makan di atas (serapan bahasa Indonesia) yaitu seperti contoh ‘ojir’ dari kata ‘raijo’ yang artinya uang (dari bahasa Madura). Juga pada kata ‘hamur’ yang berasal dari ‘rumah’. Muncul pula kosakata baru karena produk dari boso walikan tersebut seperti misalnya ‘ebes’ yang artinya bapak, dari kata abah / aba. Kadang digunakan kata ‘sebe’ untuk kata ‘ebes’ ini. Hal ini berpengaruh dan merubah kata ibu yaitu ebes dan memes.

Contoh lain :

oges adalah sego (nasi)

uklam adalah mlaku (jalan)

uhat adalah tahu (tahu)

oges ngerog adalah sego goreng (nasi goreng)

ipok adalah kopi (kopi)

ipas adalah sapi (sapi)

wedus adalah sudew (kambing)

mas adalah sam (kakak laki-laki)

halokes adalah sekolah (sekolah)

libom adalah mobil (mobil)

oyi adalah iyo (iya)

kane adalah enak (enak)

ayas adalah saya (saya/aku)

umak adalah kamu (kamu)

ewul adalah luwe (lapar

kipa adalah  apik (baik / bagus)

kadit itreng adalah tidak ngerti (tidak mengerti)

nawak ewed adalah kawan dewe (teman sendiri)

nendes kombet adalah senden tembok (bersandar di dinding tembok)

kera ngalam adalah arek malang (anak muda Malang)

Dan masih banyak lagi.

#bosowalikan

#bahasamalang

#ngalam

#language

Aturan Baru BST

BST

Mulai 1 Juli 2023 diberlakukan aturan baru penggunaan Batik Solo Trans atau disingkat BST. Sejak beberapa tahun yang lalu transportasi bernama BST ini sangat membantu perekonomian masyarakat Solo karena nyaman dan murah. Jarak operasionalnya mencakup seluruh wilayah Solo dan hanya dipatok tarip cukup murah waktu itu yaitu sebesar Rp. 4500.

Saat covid berlangsung, BST malah memberikan ongkas gratis bagi para penggunanya. Bisa dengan interior nyaman dan AC yang cukup dingin ini sangat membahagiaka masyarakat Solo. Meskipun waktu itu dibatasi duduknya dengan memberi jarak tiap satu kursi.

Saat ini tarip BST cukup murah yaitu Rp. 3700 saja. Bahkan sejak awal Juli tarip ini berlaku dua kali tap di dalam pemakaian terbatas. Sehingga tarip sebenarnya adalah hanya Rp. 1350 saja.

Bagi anda yang ingin jalan-jalan ke kota Solo, ini saat yang tepat untuk memanfaatkan transportasi dengan BST ini. Jumlah koridornya ada 6. Anda tinggal memilih jalurnya yang terpampang di bis dan juga banyak dishare melalui website-website resmi.

Ini adalah koridor bis BST

Koridor 1 Bandara Adi Sumarmo-Terminal Palur

Rute BST Koridor 1:

Bandara Adi Sumarmo – Mangu – Tanjung Sari – SMPN 3 Colomadu – Lanud – Colomadu – Klegen – Luwes Kartasura – Kecamatan Kartasura – SMPN Kartasura – Perempatan Kartosuro – SMP Muhammadiyah – Sarwo Motor – POM Bensin Gembongan – Perempatan Gembongan – Suharti – SMK Harapan – Goro mall- Puskesmas – UMS – RS Ortopedi – Mendungan – Kleco – Faroka – Korem – RS Panti Waluyo – Madukoro – Taman Kerten – SMKN 7 – Bank Jateng – SMKN 2 Utara – Kotabarat – SMPN 24 – Gendengan – Sriwedari – Sriwedari 2 – Napeman – Timuran – Wismabatari – Pasarpon – Nonongan – Gladag – Kantor Pos – Pasar Gede barat – SMPN 13 – Timlo barat – Mesen barat – Jebres 2 – Panggung utara – Hermina utara – RS moewardi – Muhamadiyah 3 utara – Thiongting 2 – Cembengan – Sekarpace utara – TBS – UNS – Pom bensin – Jurug 1 – Asmi – Adiyasa – Terminal Palur – Plaza Palur – Mitra Palur – Brigif – Asmi selatan – perbatasan kota – Jurug 2 – TMP – UNS selatan – TBS Selatan – Sekarpace barat – Cembengan barat – Thiongting 1 – Muhamadiyah 3 – PMI – Hermina selatan – Panggung selatan – Jebres 1 – Mesen timur – Timlo – SMPN 13 timur – Pasar Gede timur – Balai Kota – Vastenburg – BCA – Nonongan selatan – Pasar Pon selatan – Wisma Batari – Ngapeman Selatan – Wedari 2 Selatan – Wedari 1 selatan – Gendengan selatan – SMPN 24 barat – Aswata – SMKN 2 – TK Pembina – Kodim – Kelurahan Kerten – Hotel Sunan – Terminal Kerten – Korem 2 – Gapura Kleco – SMK 2 Batik – Relasi – RS UNS – RS Yarsis – UMS selatan – Transmart – SMPN 2 Kartasura – Goro selatan – Gompang – Suharti – Gembongan – Pom bensin Gembongan – Sarwo motor – SMP 1 Muhammadiyah – BRI Kartasura – Singopuran – SMPN 1 Kartasura – Bulog – RS Karima – Terminal Kartasura – Luwes – Klegen – Colomadu – Tanggulsari – Bandara Adi Sumarmo.

Koridor 2 Sub Terminal Kerten – Terminal Palur

Rute BST Koridor 2:

Sub Terminal Kerten – Korem 2 – RS JIH Solo – Depan Manahan – SMA Ursulin utara – SMKN 4 – Bank Jateng Manahan – SMKN 2 utara – Kota barat – SMPN 24 – Gendengan – Paragon Mall timur – Apotek Kencana – Muhamadiyah 2 – RS PKU utara – Perhutani – Wonder barat – Punggawan – Balapan utara – Proliman – SD Cemara 2 – SD Banjarsari – SMAN 1 – Warga – Ringin Semar – Panggung utara – Hermina utara – RS Moewardi – Muhammadiyah 3 utara – Thiongting 2 – Cembengan – Sekarpace – TBS – UNS – POM bensin – Jurug 1 – ASMI – Adiyasa – Terminal Palur – Terminal Palur – Palur Plaza – Mitra Palur – 413 – Asmi selatan – perbatasan kota – Jurug 2 – TMP – UNS selatan – TBS selatan – Sekarpace barat – Cembengan barat – Thiongting 1 – Muhammadiyah 3 selatan – PMI – Hermina selatan – Panggung selatan – Hotel Asia – Sekolah Warga – SMP kristen 3- Ganesha – TK Cemara selatan – POM bensin Balapan – Balapan selatan – Punggawan timur – Wonder timur – Hotel Sahid – RS PKU Solo – Muhammadiyah 2 – Lbc – Paragon Mall – Kota barat – SMPN 24 – Gendengan – Kasih Ibu – Swata – SMKN 2 – TK Pembina – Kodim – Kelurahan Kerten – Depan Sunan – Subterminal Kerten.

Koridor 3 Terminal Kartosuro – Tugu Sembengan

Rute BST Koridor 3:

Terminal Kartosuro – Tugu Kartosuro – Pertigaan Kartosuro – Pasar Kartosuro – Tugu Kraton Kartosuro – Halte Sidaromo – Halte Superindo – Ngadirejo – Pasar Gompang – Pabrik pintu utama – Pabrik pintu timur – Proyek Bengawan – Masjid Windan – Praci Maloyo – STIS – Wangkung – Jongke – Pasar Kabangan – Ria Miranda – Sabar motor – Baron barat – Baron timur – Kecamatan Laweyan – BLK timur – SMA 7 – Lotemart timur – Depan Taspen3 – Pom bensin – Widya Wacana – Gemblekan – Nonongan – Gladag – kantor pos – Pasar Gede barat – SMPN 13 – Timlo barat – Mesen barat – Jebres 2 – Panggung utara – Hermina utara – RS Moewardi – Muhammadiyah 3 utara – Thiongting 2 – Thiongting 1 – Muhammadiyah 3 selatan – PMI – RS Hermina selatan – Panggung selatan – Jebres 1 – Mesen timur – Timlo timur – SMPN 13 timur – Pasar Gede timur – Balai Kota – Vastenburg – Timur Alun-alun utara – Pasar Klewer – Sidomumbul – Penni gallery – Masjid Fatimah – Pasar Kadipolo – Kecamatan Laweyan selatan – Baron selatan – Sabar motor selatan – Trubus – Kelurahan Laweyan – Jongke selatan – Wangkung selatan – Makam haji – STIE aas – Getuk Semar – Proyek Bengawan selatan – Tyfontex selatan – Tyfontex pintu utama – Gompang selatan – Sidorejo selatan – Superindo selatan – Klinik Medika – SMK Pelayaran Pancasila – Singopuran – SMPN 1 – Bulog – RS Karima Utama selatan – Terminal Kartosuro.

Koridor 4 Terminal Kartosuro – Terminal Palur (Via Terminal Tirtonadi)

Rute BST Koridor 4:

Terminal Kartosuro – RS Karima Utama – Luwes – Klegen barat – Kecamatan Colomadu – Pom bensin Colomadu utara – Koramil – Ypac utara – Jonggrang utara – IHS utara – ATMI – Lor-inn utara – Lapangan Bulukan utara – Alana – SoloPos utara – DPRD utara – Universitas Sahid – RS JIH solo – Cafe Dangan Manahan – Ursulin – SMKN 4 – SMKN 6 barat – BPBD – Damri Sumber – Terminal Tirtonadi – Pertigaan Gilingan – Viaduk Gilingan – Pasar Ngemplak – Perempatan AUB – Perempatan Kandang Sapi – RsC – Stikes Aisyiah – ISI utara – RS Jiwa – Rusun Jurug – Jurug 1 – Asmi – Adhiyasa – Terminal Palur – Terminal Palur – Pasar Palur – Mitra Palur – Brigif – Asmi selatan – perbatasan kota – Jurug 2 – Rusun Jurug barat – Pertigaan RS Jiwa barat – Kecamatan Jebres barat – ISI – Aisyiah – RsC selatan – Perempatan Kandang Sapi selatan – Perempatan AUG selatan – Perempatan Pasar Ngemplak selatan – Viaduk selatan – Terminal Tirtonadi – UTP – Damri Sumber – BNPB selatan – SMKN 6 timur – Pom bensin Manahan – Ursulin – Holland – RS JIH Solo selatan – Universitas Sahid selatan – PDAM – Solopos selatan – Alona selatan – Lapangan Bulukan selatan – Lor-inn selatan – Atmi selatan – IHS selatan – Jonggrang – Ypac – Koramil selatan – Pom bensin Colomadu – Kecamatan Colomadu selatan – Gereja Colomadu selatan – Klegen – Luwes selatan – RS Karima utama – Terminal Kartasura.
Koridor 5 Terminal Kartasura – Bekonang

Rute BST Koridor 5:

Kartasura – Karima – Luwes – Klegen – Gereja barat – Pasar Colomadu – GBI Malangjiwan utara – Apotek Kinara Utara – SMP 1 Gawanan Utara – SMK Adi Soemarmo – Yakkum Utara – Akfis – Soto Sawah Utara – Puskesmas Colomadu Utara – SMKN 9 Surakarta – SMPN 23 Utara – Graha Saba Buana – SMK BK – SMP 12 – Bank Jateng – Manahan – Kota Barat – SMP 24 dan 25 – Gendengan Utara – Sriwedari 1 – Sriwedari 2 – Ngapeman – Timuran – Wisma Batari – Pasar Pon – Batik Keris – Kalilarangan Timur – Notosuman Timur – Gemblegan Timur – Luwes Gading – Ps Gading – Baturono Timur – SPBU Semanggi – Sub Terminal Semanggi – SMA MTA Surakarta – Jembatan Mojo – Ngebrak – Laban – Pasar Plumbon – Gamelan Utara – Kelurahan Wirun Utara – Polsek Mojolaban – Sman 1 Mojolaban – Tugu Bendo – Pasar Bekonang – Lapangan Cangkol – SMP Mojolaban – Simpang Sidan – SMP Mojolaban Selatan – Lap. Cangkol Selatan/ Mtsn 1 Sukoharjo – Ps Bekonang Selatan – Tugu Bendo Selatan – SMAN 1 Mojolaban – Polsek Mojolaban – Kelurahan Wirun – Gamelan Selatan – Pasar Plumbon Selatan – Laban Selatan – Ngebrak Selatan – Jembatan Mojo Selatan – SMA MTa Surakarta – Sub Terminal Semanggi – SPBU Semanggi Selatan – Baturono Barat – Ps Gading Selatan – Luwes Gading Selatan – Gemblegan Barat – Gereja-Masjid – Simpang 4 Notosuman – Singosaren – Tiktok – Wisma Batari Selatan – Timuran – Ngapeman – Sriwedari 2 Selatan – Sriwedari 1 Selatan – Gendengan Selatan – SMP 24 dan 25 – Kota Barat/ Aswata – Independence School – Sman 4 – TK Pembina – SMP 12 Barat – Lapangan Sumber – Graha Saba Buana Barat – SPBU Banyu Anyar – SMKN 9 Selatan – Puskesmas Colomadu Selatan – Soto Sawah Selatan -Akfis Selatan – Yakkum – SMK Penerbangan – SMP 1 Gawanan Selatan – Apotek Kinara Selatan – GBI Malangjiwan Selatan – Ps Colomadu Timur/ Lanud – Angkasa / Gereja Timur – Klegen Timur – Luwes Timur – Karima Selatan – Kartasura.

Koridor 6 Terminal Tirtonadi – Solo Baru

Rute BST Koridor 6:

Terminal Tirtonadi K6S – Halte Pasar Besi Sidomulyo – Halte Triharsi Timur – Halte Balapan Selatan – Halte Punggawan Timur – Halte Wonder Timur – Halte Muhammadiyah 1 Utara – Halte Mangkunegaran Utara – Halte Mangkunegaran Timur – Halte Pasar Triwindu Timur – Halte Wisma Batari – Halte Timuran Selatan – Halte Pasar Kembang – Halte Al Islam – Halte SMA Kristen 1 – Halte Pom Bensin K6S – Halte Widya Wacana – Halte Gemblegan Barat – Halte Pasar Harjodaksino – Halte Kelurahan Danukusuman – Halte Bundaran Soekarno – Halte Best Western – Halte The Park – Halte Hartono Mall – Halte Griya Bugar – Halte Pandowo Timur – Halte Eses – Halte Bacem – Halte Langenharjo – Halte Eses Selatan – Halte RS Indriyati – Halte Pandowo barat – Halte Bima – Halte SPBU Soba – Halte The Park – Halte HTC – Halte Wisma Boga – Halte Tanjung Anom – Halte SMK Farmasi – Halte Harjodaksino Barat – Halte Sampoerna – Halte Sraten – Halte Kecamatan Serengan – Halte SMA Kristen Barat – Halte Al Islam K6S – Halte Pasar Kembang Barat – Halte Timuran K6S – Halte Wisma Batari Utara – Halte Triwindu Barat – Halte Mangkunegaran Barat – Halte Muhammadiyah 1 Surakarta – Halte Wonder Barat – Halte Punggawan – Halte Balapan Utara – Halte Triharsi Barat – Halte Pasar Besi Barat – Terminal Tirtonadi K6S.

Jika anda ingin main-main ke pasar Gede dan anda turun di stasiun balapan maka ambil BST koridor II tepat di depan stasiun. Lalu turun di halte Panggung. dan over ke BST koridor I yaitu yang melewati halte di seberang halte Panggung ini. Begitu pula sebaliknya, jika anda ingin kembali ke stasiun Balapan gunakan BST koridor I tepat di depan pasar gede lalu nanti sambung BST koridor II di halte Panggung.

Saat ini ada mall baru yang sangat keren yaitu The Park. Letaknya di Solo Baru. BST yang melalui ini adalah koridor VI. BST ini berangkat dari terminal Tirtonadi. Jadi darimanapun anda berangkat, mungkin turun dulu di terminal Tirtonadi. Kalau anda gunakan bis umum seperti Sugeng Rahayu, EKa, Mira maka anda tinggal turun di terminal ini lalu gunakan BST koridor VI, langsung turun di The Park. Di dekat The Park ada Pakuwon Mall, bisa main-main disini dengan anak-anak balita yang ingin mainan-mainan aman untuk balita. Dan juga ada Superindo bila ingin berbelanja. Jika anda sedang berada di Solo pada hari minggu, Car Free Day tidak hanya di Slamet Riyadi saja, melainkan di lokasi BST koridor VI, tidak jauh dari The Park.

Untuk menuju The Heritage Palace bisa digunakan BST koridor I dan berhenti langsung depan lokasi. Jalan sedikit sekitar 100 meter.  Tarif The Heritage Palace adalah Rp. 75.000

Untuk kebun binatang Jurug bisa digunakan koridor I, II dan IV. Jika anda turun di stasiun Solo Balapan, anda tinggal gunakan BST tepat di stasiun menuju Jurug. Taripnya adalah Rp. 50.000. Tarip bisa di update di internet apabila ada perubahan dan kenaikan. Untuk kebun binatang ini jangan lupa bawa topi dan payung karena lumayan panas. DI dekat gerbang Jurug ada tengkleng lezat jangan lupa dilarisi.

Untuk ke Keraton Puro Mangkunegaran, BST yang dipergunakan adalah koridor I dan III. Untuk koridor I turun di halte Pasar Pon. Untuk koridor III turun di halte Utara Mangkunegaran.

Lokasi kuliner yang ok ada di Stadion Manahan, koridor yang dipergunakan adalah IV dan turun di SMK. Anda bisa kalap kalau mampir kesini karena hampir semua menu ada disini.

Koridor V yang baru saja kucoba beberapa waktu lalu ternyata melalui rute yang cukup jauh, melalui sawah-sawah luas. Ada kuliner yang dilewati disana. Mudah2an gak salah, ada soto sawah. Mungkin sebaiknya dicoba.

#surakarta

#solojawatengah

#pasargede

#BST