Kemenangan Arab Saudi

world Cup

Ada yang mengatakan bahwa kemenangan Arab Saudi atas Argentina di Piala Dunia Qatar adalah sebuah kebetulan. Benarkah ini sebuah kebetulan? Bagaimana dalam pandangan  filsafat?  Bagi filsafat tidak ada yang kebetulan. Kebetulan itu hanya terjadi apabila kita tidak mampu menjelaskan sebab dari sebuah akibat.

Tetapi kemenangan Saudi Arabia atas Argentina bisa dijelaskan sebab sebabnya.  Seperti kita tahu Arab Saudi melakukan berbagai bahkan banyak persiapan. Arab Saudi membaca taktik Argentina. Bisa jadi disisi lain Argentina tidak maksimal membaca taktik Arab Saudi.  Terlebih kalau kita lihat dari statistiknya, Arab Saudi hanya melakukan 3 tembakan ke gawang Argentina. Dan hanya 2 yang berhasil menciptakan gol.

Ini juga menjadi rekor bagi Arab Saudi.  Karena dia berhasil mengalahkan Argentina yang 36 laga sebelumnya sejak 2019 tidak pernah kalah.

Amazing Arab Saudi memang..

#arabsaudi

#argentina

#qatar

#worldcup2022

Tahu Tauge Yang Universal

Tahu Putih adalah lauk khas Indonesia yang seringkali disebut bersama-sama dengan Tempe. Tempe juga sangat khas, dan sepertinya tidak ada orang Indonesia yang tidak menyukai Tempe.

Namun bicara tentang kuliner putih dan empuk ini, kita sering kali bila ke daerah-daerah di seluruh penjuru Nusantara, akan bertemu dengan komnbinasi mesra yaitu Tahu dan Tauge. Tahu bila disajikan dengan Tauge akan terdapat chemistry yang luar biasa.

Bila kita bicara tentang tahu dan tauge, maka akan muncul banyak sekali resep-resep Indonesia khas nusantara dari ujung Barat hingga ujung Timur. Salah satu contoh tahu dan tauge dari kotaku dulu, kota Malang. Di Malang ada kuliner khas yang terbuat dari tahu dan tauge yaitu TAHU TELUR. Seperti resep-resep lain di nusantara, pasti ditemukan ada tahu dengan topping tauge rebus, kuah kacang, sedikit taburan bawang goreng dan daun seledri. Tahunyapun digoreng dalam dadar telur. Dan yang pasti ada tambahan kerupuk. Di Malang kita memang tidak pernah menemukan kerupuk merah seperti yang ada di Ketoprak Betawi. Kerupuk yang dipakai adalah yang sering disebut dengan kerupuk bibir. Yaitu kerupuk berwarna putih dengan pinggiran warna merah.

Nah dengan resep yang nyaris sama, kita ternyata memiliki banyak resep tahu tauge yang beraneka ragam. Seperti misalnya Lontong Tahu Gimbal Semarang,  Kuliner ini berisi lontong, tahu, dan tauge yang diberikan saus kacang lalu ada tambahan potongan gimbal atau bakwan. Makan ini nggak bisa sepiring netizenggg..

Ada juga Kupat Tahu Solo atau disebut juga dengan TUPAT. Nah kuliner ini tidak menggunakan saus kacang melainkan kuah kecap ebi. Kacang tanahnya dipakai sebagai taburan. Ini berasa gurih banget dan pedas bila tambah extra sambal. Tahu dan tauge disana juga sangat segar karena disiram kuah kecap ebi.

Tahu tauge lain juga bisa ditemukan di resep-resep nusantara seperti  KUPAT TAHU Bandung, Tahu Tek Surabaya, Lontong Balap Surabaya, dan juga KETOPRAK Jakarta.

Sepertinya perlu jalan-jalan lebih jauh agar bisa menikmati kuliner tersebut..

Kenapa Bunuh Diri?

Ketika peristiwa bunuh diri terjadi kita kadang heran kok bisa ada orang menghabisi dirinya sendiri. Mencabut nyawanya dengan sengaja, tanpa bantuan Tuhan, Banyak riset yang dilakukan untuk menjawab persoalan ini. Ada yang mengatakan bunuh diri terjadi karena adanya doktrin, karena stress yang tidak bisa diatasi oleh seseorang itu lalu putus asa,

Dalam kajian Sosiologi bunuh diri terjadi karena pelaku kehilangan solidaritas sosialnya. JAdi dia tidak memiliki kekuatan dari lingkungan sekitar untuk bergaul.  Makanya pelaku bunuh diri sering digambarkan murung, jarang bergaul, suka menyendiri dst.

Jadi dengan demikian potensi bunuh diri sebetulnya bisa diatasi  dengan membangun solidaritas sosial kita. Misalnya dengan mencari teman ngopi, bercanda atau mungkin cangkrukan dst.

Ada saran yang mungkin sangat sepele tapi lumayan bisa membantu para pelau bunuh diri agar bisa keluar dari stress. Salah satunya adalah merubah kondisi atau lingkungan sekitar dimana dia tinggal. Misal indoor kamar atau ruangan pribadi, dirubah letak, lampu, diganti piranti-pirantinya, ditambah unsur-unsur seni, musik dll.

#bunuhdiri

Nasi Udug Ala JSR

Nasi Udug atau Uduk, diucapkan hampir sama, adalah makanan utama masyarakat Indonesia. Atau apa yang lebih populer disebut dengan nasi. Makan nasi bagi orang Indonesia sudah seperti sholat, yaiktu bersifat wajib. Jadi kalau tidak makan nasi rasanya seperti berdosa masuk neraka. Hihihi.

Nah nasi Udug ini adalah ragam makanan utama berbahan nasi yang khas dari Jawa Barat, terutama Bandung, Orang Bandung gemar sekali menkonsumsi Nasi Udug untuk sarapan pagi.

Untuk saran JSR kali ini, Nasi Udug akan disajikan dengan bahan beras merah. Kalau menurut Dr. Zaidul Akbar hindari sebisanya untuk mengkonsumsi nasi atau beras pada umumnya. Oleh karena itu resep kali ini kita akan pergunakan beras merah, terutama apabila ada diantara viewer saya yang mengidap diabetes mellitus tipe 2 dan juga Jantung Koroner.

Resepnya ada di bawah ini

Nasi Uduk Ala JSR

200 gr beras merah

1 gelas santan dari 1/4 butir kelapa

Bumbu :

3 butir Bawang merah

3 butir Bawang putih

3 buah cabe rawit

2 ruas jahe

2 lembar daun pandan

2 batang sereh

2 lembar daun salam

5 lembar daun jeruk purut

sedikt garam

1. Blender kelapa yang telah diiris tipis dengan satu gelas air  masak.

2. Masukkan bumbu-bumbu di alas kontainer rice cooker / magic jar.

3. Masukkan beras yang telah dicuci bersih diatas bumbu-bumbu yang sudah terlebih dahulu berada dalam kontainer magic com.

4. Beri air secukupnya sesuai jumalh takaran beras.

5. Bila suka taburkan sengan sesendok ikan teri goreng.

6. Click magic com dan tunggu hingga masak,

7. Setelah masak, masukkan santan masak yang sudah kita sediakan sebelumnya.

8. Click sekali lagi hingga cooked. Setelah itu keluarkan nasi dari magic com, jangan diletakkan terus menerus di dalam kontainer.

9. Semua bumbu banyak memberikan sumbangsih kesehatan seperti jahe dan daun pandan baik untuk penderita diabetes. Santan masak baik untuk penderita asam lambung.

Mudah-mudahan bermanfaat

#JSR

#ikafarihahhentihu

 

Berbeda Dalam Satu Cetakan

Barusan kelar menikmati kue Rangin khas dari Solo. Kue ini kubeli di Pasar Palur Surakarta saat pagi. Maklum hobi jalan ke pasar ini memang tidak bisa kutahan-tahan. Selalu saja ingin explore beragam aneka pasar tradisional dimanapun aku singgah di sebuah kota.

Setelah kubayar kue Rangin ini lalu kebawa pulang dan kusantap. Rasanya manis, lumayan kenyal juga dan dari segi bentuk lebih besar dari kue rangin yang biasa kubeli di kotaku, Malang Jawa Timur. Kue Rangin Malang memang sedikit lebih kecil, lumayan lembut dan tidak padat. Rasanya juga cukup gurih. Hanya memang akhir-akhir ini kue Rangin dijual dengan topping gula pasir. Hal ini karena banyaknya permintaan konsumen untuk menaburkan gula pasir di atasnya.

Bahan keduanya lumayan beda ternyata. Kue rangin hanyalah tepung beras dan parutan kelapa muda. Nah untuk Rangin Solo ini rasanya cukup kenyal sehingga saya mengira kue ini terbuat dari tepung ketan, Ada juga parutan kelapa di dalamnya. Namun yang paling unik lagi, kue Rangin Solo ini dicetak dengan menghasilkan kerak seperti layaknya Wingko Babat Lamongan. keraknyapun berasa seperti kerak nasi yang sedikit hangus. Itupun ada tambahan rasa unik yaitu daun jeruk purut. Sungguh rasa kue yang nano-nano bercampur dalam satu suapan yaitu Rangin Solo.

Kembali ke cetakan pukis, banyak sekali kue Nusantara ini menggunakan cetakan kue pukis. Awalnya adalah kue pukis itu sendiri yang sejarahnya cukup unik ternyata. Resep kue pukis sebenarnya adalah resep curian, resep yang sebelumnya tidak boleh dishare. Resep kue ini hanya digunakan secara internal oleh keluarga penjajah. Jadi bila resep kue pukis ini dicuri, sudah barang tentu cetakannya juga dicuri. Ye kan..

Walhasil orang Indonesia lah yang telah mempopulerkan kue pukis ini. Kue yang berbahan tepung terigu dan ragi ini direcook oleh pembuat kue cubit. Namun cetakan kue cubit berbeda. Cetakan yang dipergunakan adalah cetakan bikang yang sudah populer sebelumnya. Jangan lupa kue bikang ini khas Indonesia, bukan curian loh.

Ragam penggunaan cetakan kue pukis ini lalu berkembang. Cetakan ini kemudian dipergunakan untuk membuat kue Bandros, Pancong, Gandos, Sagon dan juga Rangin. Dengan bahan dasar kue yang hampir sama, kue-kue yang dihasilkan oleh cetakan ini menjadi cukup beraga. Belakangan ini bahkan aneka topping kekinian sudah menjadi satu dengan kue-kue tradisional ini misal green matcha, oreo, chocholatos dll.

Yang penting bukan cetakannya, tapi isinya too. Takutnya dikira curian lagi nih.

#kuepukis

#kuepancong

#kuerangin

#ikafarihahhentihu

Ada Apa Dengan Warna

Teori warna mencakup banyak definisi, konsep, dan aplikasi desain – cukup untuk mengisi beberapa ensiklopedia. Namun, ada tiga kategori dasar teori warna yang logis dan berguna: Roda warna, harmoni warna, dan konteks penggunaan warna.

Teori warna menciptakan struktur logis untuk warna. Misalnya, jika kita memiliki bermacam-macam buah dan sayuran, kita dapat mengaturnya berdasarkan warna dan menempatkannya pada lingkaran yang menunjukkan warna yang saling berhubungan.

Dalam seni visual, teori warna adalah pedoman praktis untuk pencampuran warna dan efek visual dari kombinasi warna tertentu. Terminologi warna berdasarkan roda warna dan geometrinya memisahkan warna menjadi warna primer, warna sekunder, dan warna tersier. Pemahaman tentang teori warna berasal dari zaman kuno. Aristoteles (w. 322 SM) dan Claudius Ptolemy (w. 168 M) telah membahas apa dan bagaimana warna dapat dihasilkan dengan mencampurkan warna lain. Pengaruh cahaya terhadap warna diselidiki dan diungkapkan lebih lanjut oleh al-Kindi (w. 873) dan Ibn al-Haytham (w.1039). Ibnu Sina (wafat 1037), Nasir al-Din al-Tusi (wafat 1274), dan Robert Grosseteste (wafat 1253) menemukan bahwa bertentangan dengan ajaran Aristoteles, ada beberapa jalur warna dari hitam ke putih. [1][2] Pendekatan yang lebih modern terhadap prinsip teori warna dapat ditemukan dalam tulisan Leone Battista Alberti (c. 1435) dan buku catatan Leonardo da Vinci (c. 1490). Formalisasi “teori warna” dimulai pada abad ke-18, awalnya dalam kontroversi partisan atas teori warna Isaac Newton (Opticks, 1704) dan sifat warna primer. Dari sana berkembang sebagai tradisi artistik independen dengan hanya referensi dangkal untuk kolorimetri dan ilmu penglihatan.

Namun warna menjadi cukup sederhana, tidak sedetil dan serumit itu bila dibicarakan di Indonesia. Dulu kita hanya mengenal warna-warna basic, sederhana dan apa adanya. Mungkin itu pula yang masih kita percaya hingga detik ini. Hal ini membuat kita kehilangan istilah dan nama warna selain warna dasar. Warna-warna selain warna dasar menjadi rumit di istilah dan penamaan.  Seperti contoh warna pink, magenta, dan deep blue. misalnya. Ini adalah warna-warna yang sudah berpuluh tahun yang lalu sudah disebut dan dieprgunakan di istilah Barat. Artinya warna-warna tersebut ada dan tersedia, mudah menyebutnya dan semua orang mengenalnya.

Tapi tunggu dulu..

Dunia sosial media belakangan menjadikan legalitas warna semakin terang, terutama bagi mereka yang bergerak dalam bisnis jualan baju online. Banyaknya seller dan buyer akhirnya mengakui dan memberi nama dan istilah baru untuk warna-warna yang belum “diakui” oleh budaya kita. Seperti contoh warna hijau yang memiliki beragam jenis yang cukup berbeda secara signifikan. Warna tersebut adalah TOSCA, MINT SAGE, BOTOL, POLOS, LUMUT dan PUPUS. Dan kemudian ada lagi yang terbaru muncul akhir-akhir ini yang cukup marak karena menggunakan nama brand yaitu HIJAU WARDAH.

Keadaan memang akhirnya memaksa kita untuk berubah dan berbenah. Awalnya kita sangat buta dengan warna yang hanya itu-itu melulu. Namun seiring dengan perkembangan zaman dan teknologi, warna menjadi semakin berwarna.

Salam sehat

 

#warna

#colour

#ikafarihahhentihu

#wardahcosmetics

 

Upaya-upaya Menarik Para Blogger

Semakin bertambah jumlah sosial media dan penggunanya, maka semakin bertambah pula jumlah user atau penggunnya. Trik-trik untuk membuat konten dan menulis konten menjadi sebuah upaya pencapaian yang tidak mudah baik itu berupa video, tulisan untuk blog atau bahkan hanya sekedar foto.

Kali ini ada beberapa video menarik yang saya lihat bahkan berkali-kali karena isinya sangat bermanfaat. Namun memang ada hal-hal unik yang saya lihat dalam dua video ini yang cukup menggelitik untuk dibahas. Salah satunya adalah video tiktok dengan nama akun sebut saja Septi. Si mbak ini memiliki ratusan postingan bertema kuliner. Keunikan video milik Septi dan suaminya ini adalah setting lokasi yang mengambil tema rumah klasik yang terbuat dari bambu. Rumah ini mungkin tidak bisa disebut dengan rumah lengkap, ini hanya sebuah dapur kecil yang terbuat dari dinding bambu. Semua peralatan masak yang dipergunakan  terbuat dari tembikar atau tanah liat. Termasuk yang digunakan disana adalah anglo atau kompor  tanah liat yang menggunakan bahan kayu bakar. Anglo initidak seperti biasanya digunakan di desa, tetapi anglo ini diletakkan di meja kayu meski dengan kayu bakar yang menyala.

Piring dan peralatan makan lainnya pun menggunakan bahan-bahan tanah liat dan kayu. Bisa jadi mereka mendapat inspirasi dari Dianxi Xiaoge, seorang vlogger kuliner asal Yunan China.  Bedanya adalah Dianxi menggunakan peralatan yang total terbuat dari tanah liat dan kayu, hanya periuk dan wajan saja yang terbuat dari besi. Semua bahan masaknya pun terlihat masih asli karena Dianxi memetik dan memanennya sendiri naik turun gunung.

Untuk mbak Septi ini memang semua seperti di setting dan diupayakan agar terlihat asli di desa, Air yang dipergunakan diletakkan di sebuah gentong kecil dan gayung yang terbuat dari batok kelapa, Namun jadi terlihat kikuk saat mengambil air dari dalam gentong kecil ini. Semacam agak ribet dan menyulitkan kameramen.

Beberapa viedo sudah kusimak eh ternyata ada video baru yang mematahkan konsep-konsep video-video sebelumnya. Septi akhirnya mengalah dan mulai berpraktik di dapur modern, menggunakan kompor gas dan peralatan yang cukup mumpuni. Mungkin sebagai viewer suka kritik seperti saya, akhirnya ikut menyerah juga. Ternyata semua itu settingan.

Untuk akun youtube bernama Hidup di Desa, patut saya acungi jempol. Adalah seorang suami istri dengan 1 anak kecil hidup di tengah-tengah hutan, di pinggir sebuah sungai. Sang istri adalah aktor utama dalam video ini karena tema akun youtube ini adalah kuliner. Tema yang selalu kunikmati selama ini. Saya sangat suka dengan semua video pasangan ini, Semua bahan makan yang diolah sebagai konten adalah hasil panen dan petik sendiri. Peralatan yang dipergunakan juga dari bahan-bahan tembikar atau lempung. Seperti sendok kayu, ulekan batu dan piring tanah dan juga beberapa panci tanah liat. Namun memang sebagian peralatan mereka juga ada yang modern seperti mixer, toples-toples kaca dan alat=alat pertanian. Kompor yang dipergunakan adalah kompor kayu bakar atau luweng (Jawa red).

Mereka mempergunakan hampir semua hasil kebun dan sawah untuk konten kuliner. Untuk mencuci semua bahan=bahan masak, pasangan ini membuat semacam pipa bambu yang berasal dari sumber air. Namun bisa juga disambungkan dengan air PDAM agar supaya terlihat semakin alami. Sang istri yang terlihat cukup cekatan dalam mempersiapkan masakan untuk keluarganya.

Mungkin untuk settingan hidup di desa, sekedar saran, gunakanlah baju yang tidak ribet seperti jubah hijab besar dll.  Hal ini karena setting hidup di desa lumayan berat, tidak seperti di kota yang tinggal klik saja. Saya kadang agak khawatir saat sang istri memasak di depan luweng yang apinya menyala-nyala, atau saat mencuci bahan masak di air atau sungai yang serba ribet jadinya.

#tiktok

#ikafarihahhentihu

 

Jepang Akhiri Dominasi Barat

Semangat juang para pemain Jepang kemarin saat piala dunia Word Cup saya kira layak diacungi jempol dan diberikan tepuk tangan yang paling meriah. Mereka berhasil mengalahkan salah satu tim favorit juara Piala Dunia Qatar tahun 2022 ini.

Tetapi yang lebih menarik mengapa kemenangan tim Asia ini membuat orang-orang di sekitaran kita merasa bangga. Ketika Arab Saudi mengalahkan Argentina kita merasa bangga. Apakah kita sudah bosan dengan dominasi-dominasi Barat selama ini.  Baik dominasi bidang politik, dominasi bidang budaya, bahkan di bidang olah raga. Sehingga kemenangan ini seolah kita merasa bahwa ini adalah kemenangan peradaban Timur atas peradaban Barat.

Semua itu bisa saja terjadi. tetapi yang pasti ketika Jerman melawan Jepang ini saya menyaksikan satu gelagat arogansi dari salah satu pemain Jerman terutama pemain belakangnya yaitu Antonio Rudiger ketika dia saling adu sprint dengan pemain Jepang di sisi kiri pertahanan Jerman  lalu kemudian pemain Jepang ini kalah lari, dia lari dengan mengangkat kaki seolah dia sedang berolah raga.

Ada pertunjukan bahwa menghadapi Jepang seperti dengan berhadapan pada saat latihan. Tetapi dia lupa bahwa pertandingan masih sedang berjalan, jepang mampu melipat gandakan semangatnya, melipatgandakan kecepatannya  dan akhirnya mereka menyelesaikan pertandingan dengan kemenangan 2-1 sebagaimana Arab Saudi mengalahkan Argentina sehari sebelumnya.

#qatar2022

#ikafarihahhentihu

Peringatan Sholat dan Hari Pahlawan

Karaeng Galesong

Peringatan hari pahlawan begitu adanya, artinya prosedur, isi dan waktunya sudah distandarkan yaitu dilaksanakan untuk menumbuhkembagkan jiwa kepahlawan bangsa kita tercinta Indonesia.

Tanggal pelaksanannya sudah ditentukan yaitu 10 November, isi cerita di dalamnya demikian pula yakni untuk mengingatkan kembali akan keberanian para pemuda atau arek-arek Surabaya mempertahankan bumi pertiwi dan melawan tentara sekutu yang akan merebut kota Surabaya.

Karena peringatan, maka semuanya sudah terstandarkan; bagaimana, bila mana, kapan dan isinya.

Begitu pula shalat, ketika di pahami sebagai peringatan, maka jumlahnya minimal lima waktu; Waktu Maghrib, Isya’, Shubuh, Dhuhur dan Ashar. Bagaimana dilaksanakan dan berapa jumlah roka’atnya, semua sudah terstandarkan.

Kapan dan berapa roka’at shalat Maghrib, Shalat Isya’, dst dilakukan, semuanya dengan aturannya. Demikian pula Shubuh, Dhuhur dan Ashar serta shalat-shalat yang lainnya yang disebut dengan shalat sunnah.

Fungsi shalat sebagai peringatan, artinya ketika shalat itu dirukunkan atau dilakukan dengan rukun atau anggota badan.

Shalat yang demikian tidak berfungsi mencegah perbuatan keji dan mungkar, karena memang bukan itu fungsinya, maka ia tidak melahirkan pribadi yang demikian.

Shalat ketika dirukunkan atau dilakukan dengan anggota bada berfungsi sebagai peringatan.

(إِنَّنِي أَنَا اللَّهُ لَا إِلَٰهَ إِلَّا أَنَا فَاعْبُدْنِي وَأَقِمِ الصَّلَاةَ لِذِكْرِي)

[Surat Tha-Ha 14]

Sungguh Aku ini adalah AKU yang tiada tuhan selain Aku, maka sembahlah Aku dan tegakkan shalat untuk ingat akan Aku..

Jelas sekali, shalat yang dimaksud dalam firman Allah swt di atas adalah sebagai peringatan, bukan mencegah perbuatan keji dan mungkar.

Karena sebagai peringatan, maka aturan dan berbagai hal di dalamnya sudah ditentukan; kapan, bagaimana dan seterusnya.

Maka tidak perku heran atau dipersoalkan, jika didapatkan orang-orang yang “ahli shalat”  dalam artian shalat yang berfungsi sebagai peringatan ini, mereka melakukan perbuatan keji dan mungkar.

Misalnya, kening yang hitam karena banyak melakukan sujud, tapi keras sikapnya terhadap orang, intoleran dan bahkan juga menipu atau mencuri dsb. 

Banyak juga para kuroptor yang mencuri uang negara, meraka adalah “ahli shalat” dalam artian shalat rukun ini.

Karena memang shalat dalam arti ketika dirukunkan, itu tidak berfungsi mencegah perbuatan keji dan mungkar, ia berfungsi untuk peringatan.

Kemudian, shalat yang manakah yang berfungsi untuk mencegah perbuatan keji dan mungkar..?

Mari kita perhatikan firman Allah swt sbb :

(اتْلُ مَا أُوحِيَ إِلَيْكَ مِنَ الْكِتَابِ وَأَقِمِ الصَّلَاةَ ۖ إِنَّ الصَّلَاةَ تَنْهَىٰ عَنِ الْفَحْشَاءِ وَالْمُنْكَرِ ۗ وَلَذِكْرُ اللَّهِ أَكْبَرُ ۗ وَاللَّهُ يَعْلَمُ مَا تَصْنَعُونَ)

[Surat Al-Ankabut 45]

Baca apa yang diwahyukan kepadamu dari kitab (catatan) dan tegakkan shalat. Sesungguhnya shalat demikian itu mencegah perbuatan keji dan mungkar. Dan sesunguhnya ingat akan Allah itu adalah dengan ingat Akbar. Allah mengetahui apapun yang kamu perbuat.

Dengan membaca kitab itulah shalat yang berfungsi mencegah perbuatan keji dan mungkar serta dengan ingatan kita akan Allah melalui Akbar.

Apa itu kitab dan siapa Akbar..?

Kitab atau catatan yang ada di dalam dada yang musti dibaca, ia benar adanya.

 (اقْرَأْ كِتَابَكَ كَفَىٰ بِنَفْسِكَ الْيَوْمَ عَلَيْكَ حَسِيبًا)

[Surat Al-Isra’ 14]

Selalu membaca catatan diri dan dialah iman kepercayaan Tuhan. Dialah ilmu atau tahu, benar dikata benar dan salah dikata salah. Ia cahaya, karena selalu memberikan penerangan. Dialah yang tiada keraguan di dalamnya dan menjadi petunjuk bagi yang bertaqwa.

Baru diperoleh dzikir akan Allah melalui Akbar.

Akbar adalah sifatnya Allah, dialah Muhammad rasulullah saw.

Allah adalah dzat dan Akbar adalah sifatnya Allah swt.

Dengan selalu membaca catatan diri di dalam dada dan ingat akan Muhammad sebagai rasul atau utusan, artinya selalu mengingat dan mencontoh serta mengikutinya, maka tercegahlah perbuatan keji dan mungkar.

Inilah yang disebut shalat dalam arti hakikiinya shalat, yakni sambung tiada putus selama-lamanya antara Mukmin dengan Rasulullah saw dan Allah swt.

Daun Sirsak Untuk Tensi

Daun sirsak

Daun sirsak bisa menurun tekanan darah tinggi.

Caranya yaitu

1. Ambil 3 lembar daun sirsak atau jumlah ganjil

2. Rebus dengan 1-2 gelas air (400cc)

3. Rebus hingga mendidih sekali lalu dinginkan.

4, Minum saat hangat, minum sebelum sarapan pagi.

Tips

Hindari gorengan terlebih dahulu, dampingi juga dengan buah belimbing (dijus atau dikonsumsi langsung), selalu sediakan potongan timun saat makan.