Buru

Buru

 

Namlea nan bujur

laju johnson menuju Sawa

sekeliling daun

panas dan mengganas

wewangi segar dengan bingar

kayu putih

kehidupan Buru

cengkeh menunggu dipanen

pemuda..

menjelang panen di Airbuaya

pemudi..

di sungai Waemangit berkaca2

bermuara samudra

gejolak suka

dendang tawa Nyong Chacha

balik dengan riang

Papeda pun sudah menunggu

hangat..

 

 

Note :

Namlea : Ibukota Pulau Buru Ambon Maluku

Buru : Salah satu pulau di kepulauan Maluku semalam ditempuh dari kota Ambon dengan mempergunakan kapal veri.

Johnson : Nama perahu motor

Sawa : Desa yang terletak di tengah utara pulau Buru.

Waemangit : Desa yang jauhnya 100km dari kota Namlea ditempuh dengan perahu motor yang biasa disebut Johnson selama 3jam.

Sagu : Pohon sagu dimanfaatkan rakyat Maluku, diambil saripati ditengah2 pohon yang dijadikan sagu lempeng, digunakan sebagai makanan utama rakyat Buru Maluku.

Papeda : Makanan khas rakyat pulau Buru Maluku yang terbuat dari tepung Sagu

Berapikah Kawi

Berapikah Kawi?

Di Yogyakarta ada Merapi, di Malang ada gunung Kawi. Tepatnya gugusan gunung Kawi. Kenapa gugusan? Gunung Kawi adalah jajaran perbukitan dan gunung2 yang memanjang dari Selatan yaitu Blitar bagian Timur Selatan sampai sebelah utara kabupaten Malang di sekitar Lawang. Bentuknya nyaris mendekati seseorang yang sedang tertidur lelap menyedekapkan kedua tangannya. Rambutnya pun terurai panjang bak bidadari. Kakiknya terbujur kaku persis di bukit Panderman, bukit dimana menjadi langganan para wall climber.

Tepat di kaki gugusan gunung Kawi disitulah kota Malang berada. Cukup dekat dan dingin. Sebagian hamparan kaki gunung dan puncak2 perbukitan menjadi daerah eksotis dan subur yang sesuai bagi penduduk kota Malang untuk bercocok tanam, menghirup udara yang fresh, dan terutama menngenyam pendidikan di kota yang penuh dengan perguruan tinggi ini. Sungguh lokasi yang cocok.

Tapi betulkah gunung Kawi tidak berapi? Betulkah gunung Kawi mati? Sepertinya hampir2 tidak bisa dibayangkan apabila gunung ini meletus. Gunung ini mati dan terlihat mati, seolah2 sudah tidak ada aktifitas apapun. Hampir setiap orang pun paham sekali dengan gunung Kawi ini. Meski juga mengandung misteri seperti Merapi, gunung Kawi ini hanyalah memiliki kelebihan banyaknya makam para sesepuh yang dikeramatkan, seperti yang ada di Kapanjen. Tepatnya di sebelah selatan gugusan gunung Kawi. Juga seorang keturunan Raja Gowa, Karaeng Galesong, salah satunya dimakamkan di Ngantang, kabupaten Malang. Tepatnya di ujung gugusan Utara gunung Kawi.

Orang2 tua pernah bercerita, konon kabarnya nama Gunung Kawi tidak memiliki arti khusus kalau tidak diperpanjang terlebih dahulu. Kepanjangan dari Kawi adalah ‘kawitan’ atau dalam bahasa Jawa berarti yang awal. Entah benar entah tidak, gunung Kawi memang tidak meletus atau eruption seperti Merapi. Pun tidak memiliki kawah terbelah dan mengeluarkan asap tebal yang membakar. Namun siapa nyana kalau nama kepanjangan Kawi ini adalah ‘kawitan’ yang artinya di akhir hari nanti dia akan meletus.

Nah bila nanti gunung Kawi meletus tandanya adalah awal terjadinya hari Kiamat.

Sebagai manusia yang mempercayai akan adanya hari akhir, ini bukan menjadi masalah besar. Kita sudah terbiasa mendengar khabar letusan dan letupan Merapi yang banyak membawa korban. Bila Kawi meletus kita sudah siap dengan amalan dunia yang sebanyak2nya.

Amin