Sorry I’m Driving

Pengalaman yang menegangkan, mengesankan, mengasikkan, dan susah untuk dilupakan. Waktu seminar Asia TEFL di Hotel Sanur Paradise Sanur Denpasar Bali. Maklum kita tidak pernah pergi2 jauh. Tapi yang namanya tugas ya harus dijalankan mau tidak mau, jauh2 juga harus disamperin.

 

Berangkat pake bus Gunung Harta yang dingin banget kayak di kutub aja. Inii bis bener2 dah di set seperti di dalam kulkas. Sudah pake jaket dan selimut masih adhemmm … aja, hiiihhh.. Driver Gunung Harta cakep juga, hehe. Tapi aneh juga, dia gak ngobrol sedikitpun, maklum dia lagi serius nyalip2 truk2 dari Pasuruan menuju ke arah Timur. Dia seperti nggak pernah tenang, nggak sabar pengen mendahuluin setiap truk yang menuju ke arah yang sama. Pelit bicara banget dia. Co driver nya juga jarang diajak bicara, padahal tadinya kulihat di garasi bis Pattimura mereka saling ngobrol .

 

Huft ..  ternyata pendapatku salah, setelah di penyebrangan dan sampe Gilimanuk  dan Jembrana di pulau Bali, dia mulai nyerocossh gak karua2an… fiuhh, jadi cerewet banget nih.

 

Dan woww .. aku baru tau ternyata dia Balineese…

Ooo jadi dia nunggu sampe di pulau Bali baru berani bicara.

Wah kengken!!…

 

Yang bikin aku tegang sampe di penyebrangan veri Ketapang Banyuwangi, kita semua yang KTP Jawa suruh turun semua. Mereka memeriksa semua KTP kita, mungkin dikira kita teroris kale. Tapi sebel juga, KTP ku digunting pinggirnya, jadi sekarang KTP ku terbuka. Masih untung, KTP punya pak Joko temenku dipotong jadi dua dhwelll dhwelll.. wahhh. Kenapa seh jadi anarkhis gitu yak??

Tegang banget lah! Abis malem2 masih ngantuk digiring kesana kemari, dah kayak teroris dah ..

Wong kita di penyebrangan sekitar jam 2 malam, siapa gak takut. Kita ngantuk2 dibentak2 suruh turun dan diinterogasi sama polisi2 berbahasa jawa lage. Kirain pake bahasa Bali..Hiiihh.

 

Beruntung sekali aku dapat kesempatan meskipun ke Bali, tapi bisa bertemu dengan 700 orang pakar pendidikan bahasa Inggris dan linguistik. Ada professor Jack Richard ada David Nunan dan Rod Ellis. Sungguh mereka adalah penemu2 metode mengajar yang sangat brilian, karena sudah dipakai dan dibuktikan di seantero penjuru dunia. Mereka masih energik, masih berkarya dan masih amat sangat terkenal sejalan dengan semakin tuanya Noam Chomsky yang juga terkenal di bidang linguistik, dengan semakin tua beliau, sama sekali ntidak menghambat beliau untuk terus berkarya.

 

Untunglah aku punya sahabat di denpasar Endang Sri Rahayu dan segera kukontak dia untuk bisa tinggal di rumah dia sementara. Wah dia seneng banget, aku juga sangat berterimakasih dia mau nerima aku selama dibali bobo dirumah dia gratis..hehe. Selama disana aku diperkenalkan dengan makanan2 Bali dan, pelecing dan segala macam. Aku juga diajak keliling denpasar, hmm bener2 deh, maklum lah aku jarang keluar kota . Aku bener2 melihat pemandangan baru, yang biasanya hanya kulihat di TV.

Betapa ndesonya . .maklum katrok.

 

Di hotel Sanur Paradise, hotel dekat pantai Sanur yang cukup besar dan asri dan lumayan dingin dengan hawa hangat Denpasar yang lumayan membakar, selama seminar aku dapat 3 kali makan, breakfast dinner dan lunch, dan semua notabene makanan khas hotel yang tentunya makanan2 yang tersedia adalah makanan internasional. Pada suatu saat, ini bener2 pengalaman yang cukup mendebarkan berada di hotel itu, aku santai aja ambil makanan di buffet. Semua makanan diberi label, tapi aku lupa melihat label tersebut. Setelah ambil nasi ada berbagai menu ditawarkan, salah satu kusendok aja secukupnya tanpa melihat labelnya. Kayaknya sih ayam di beri saus kuning seperti kunyit. Temen di sebelah senggol2 sambil melirik, eh kenapa ambil itu, coba lihat label nya.

Kuamati dengan seksama sambil mengerbyitkan alis label kayu itu dan kubaca dengan hati2, waduh ternyata Chicken Grilled with Wine. Berarti…??? Eladalahhhh!!

 

Hmm tanpa babibubebo.. kukembalikan semua ayam yang telah kuambil barusan lalu tanpa berpikir panjang aku langsung nyelonong menuju meja lain yang menyediakan menu bali, disana ada pelecing kangkung dan sambel matah. Uh lega rasanya, piring kuletakkan di tempat piring kotor, lalu kuganti dengan piring baru.

 

Ya Tuhan hampir saja menkonsumsi makanan dengan campuran wiski di dalamnya. Aku tak sadar ada seseorang yang mengamati gerak gerikku dari tadi. Dia terheran2 dan curiga banget, seperti ingin bertanya. Akhirnya diapun bertanya juga, in English.

 

“Why did you put them back?” sambil mengernyitkan dahi.

 

Wow aku gak tau bagaimana mau jawab pertanyaan dia. Bagaimana cara mengungkapkan pada dia bahwa makanan ini haram. Bagaimana caranya bilang padanya bahwa makanan ini dilarang oleh agama ku.

 

Hmm aku berpikir cepat untuk menjawab, dia betul2 menunggu jawaban.

 

“Sorry I put them back because I am driving”,

Halah binun.

 

Daripada gak nJawab.

Published by Ika

I am Rafter, Blogger, and Teacher

Leave a comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *