Resep Mahbub Daging Kambing

Mahbub

Hidangan ini sangat cocok dibuat saat lebaran Idul Adha. Kadang bingung mau masak apa di hari pembagian daging kambing. Daging kambing tidak selalu harus dimasak menjadi gule atau sate. Cobalah mahbub, ini sangat unik dan lezat.

Bahan:

750gr daging kambing

200gr lembaran lemak kambing

Bumbu yang dihaluskan: 1 sdm ketumbar sangrai

5 buah bawang merah

1 siung bawang putih

1/2 st merica

1,5 sdm garam

2,5 sdm gula pasir

1 cm jahe

Untuk sambal kecap:

5 buah bawang merah iris kasar

cabe rawit secukupnya iris kasar

air jeruk limau secukupnya

kecap manis secukupnya

Cara membuat:

1 Ulek daging kambing cincang dengan bumbu yang dihaluskan hingga kenyal. Bentuk adonan menjadi bulat-bulat kecil.

2.  Potong lembaran lemak kambing menjadi segi empat ukuran 8 x 8 cm

3. Bungkus bulatan-bulatan tadi dengan lemak kambing hingga tertutup rata.

4. Tusuk dengan 2 batang tusuk sate, lalu bungkus dengan daun pisang. Ulangi hal yang sama hingga selesai.

5. Panggang mahbub di atas bara hingga daun pisang hangus dan daging matang. Angkat dan buka daunnya, tempatkan dalam piring saji. Hidangkan dengan sambal kecap.

#satemahbub

#sate

#mahbub

 

Resep Laksa Ayam Khas Bogor

Laksa Ayam

Laksa Ayam adalah sejenis kuliner tradisional berbahan dasar mi atau bihun. Laksa ayam banyak dikonsumsi masyarakat Sunda Jawa Barat. Laksa ayam juga merupakan bagian dari kuliner Melayu yang memiliki sebutan yang hampir sama yaitu Laksam, Laksa Malaysia, Laksa Singapore dll. Bahan dasar laksa berupa mi atau bihun inilah yang membuat kuliner laksa tersebar di beberapa negara karena bisa jadi awal adanya kuliner ini adalah berasal dari dataran China.

Bahan Laksa Ayam:

1 ekor (800 gr) ayam.

2500 cc air untuk merebus ayam

2 sdm minyak untk menumis

50 gr udang kupas

2 bks kaldu ayam bubuk

900 cc santan kental dari 1 butir kelapa

150 gr bihun, seduh air panas

100 gr tauge

2 butir telur rebus

4 sdm bawang goreng

25 gr kemangi

Bumbu:

25 gr kemiri

6 buah bawang merah

1 sdm ketumbar

2 cm kunyit

3 cm lengkuas

1,5 sdm garam

2 sdm gula pasir

3 batang sereh

2 lb daun salam

Untuk sambal:

3 buah cabe merah

10 buah cabe rawit

1/2 st garam

1 sdm gula pasir

semua haluskan dan beri 1 sdm perasan jeruk nipis

Cara membuat:

1. Rebus ayam hingga empuk. Angkat ayamnya suwir-suwir. Sisihkan

2. Tumis bumbu yang dihaluskan hingga wangi, masukkan sereh, daun salam dan udang kupas.

3. Ambil 1500 cc sisa air rebusan ayam, tuang ke dalam tumisan bumbu, beri kaldu ayam bubuk dan santan kental. Masak sambil diaduk hingga santan mendidih. Angkat.

4. Cara penyajian: tempatkan bihun, tauge, suwiran ayam dan telur rebus ke dalam mangkuk saji. Siram kuah panas, taburi bawang goreng dan daun kemangi. Hidangkan dengan sambal dalam tempat terpisah.

#laksa

#laksaayam

Resep Nasi Burih

Nasi Burih

Nasi Burih adalah sejenis penganan pokok berbahan dasar nasi putih, Bentuknya hampir mirip seperti buras atau arem-arem. Nasi berbentuk lontong ini dibuat dengan lauk di dalamnya yaitu bisa daging ayam atau hati ampela ayam. Bahannya adalah:

Bahan:

700 gr nasi putih

6 buah hati ayam, iris tipis

2 buah ampela ayam, potong kecil-kecil

daun pisang secukupnya untuk pembungkus

Bumbu:

10 buah bawang merah, kupas iris

2 buah cabe merah buang biji, iris

2 bungkus kaldu ayam

2 sdm margarine

10 batang sereh ambil bagian putihnya memarkan

20 lembar daun salam

Cara membuat:

1. Campur nasi, hati ayam, ampela ayam dan semua bumbu kecuali sereh dan salam, aduk hingga rata.

2. Tempatkan 5 sdm nasi berbumbu dalam selembar daun pisang, beri 1 batang serai dan 2 helai daun salam. Gulung, semat/lipat ujung-ujungnya dengan lidi. Lakukan hal yang sama hingga selesai.

Kukus selama 20 menit, lalu panggang di atas bara supaya berbau wangi.

#nasiburih

#nasi

Resep Nasi Tumpeng Mogana

Tumpeng Mogana

Tumpeng Mogana adalah salah satu jenis masakan berbahan beras yang disusun berbentuk tumpeng. Di dalam tumpeng diletakkan juga lauk pauknya. Tumpeng Mogana banyak dipergunakan di kegiatan adat masyarakat Jawa Barat atau Sunda. Di masyarakat Jawa Tengah dan Jawa Timur nasi atau tumpeng ini disebut megono.

Inilah resep Nasi Tumpeng Mogana

Bahan :

1500 gr beras pulen, cuci hingga bersih dan tiriskan

1 st garam

5 lbr daun salam

3 batang sereh memarkan

1800cc air

2 st kaldu ayam bubuk untuk nasi

3 sm minyak goreng untuk menumis

600gr daging ayam / sapi / kambing potong kecil-kecil

1/2 butir kelapa muda parut dan sangrai hingga kecoklatan lalu tumbuk

Bumbu yang dihaluskan :

1 sdm cabe giling

8 buah bawang merah

3 siung bawang putih

2 sdm ketumbar sangrai

1 sdm garam

75 gr gula Jawa

Cara membuat :

1. Tempatkan beras, garam, daun salam dan serai dalam panci. Beri air dan masak hingga beras setengah matang (aron). Masukkan kaldu ayam bubuk, aduk hingga rata dan sisihkan.

2. Tumis bumbu yang sudah dihaluskan hingga harum. Masukkan potongan daging dan kelapa halus. Aduk hingga rata dan mengering. Angkat.

3. Lapisi ujung kukusan bambu bentuk kerucut / cetakan nai tumpeng dari aluminium dengan daun pisang, isi 3/4 bagian nasi setengah matang ke dalamnya. Buat lubang di tengah nasi tersebut sambil nasi diratakan ke dinding kukusan.

4. Masukkan masakan daging ke dalam lubang nasi tersebut, isi lagio dengan nasi , padatkan. Kukus dalam dandang pengukus yang sudah dipanaskan hingga matang (1-1,5jam). Angkat.

5. Alasi tampah atau nyiru dengan daun pisang, hiasi tepinya dengan potongan daun pisang berbentuk segitiga. Tumpahkan nasi dari kukusan kerucut secara hati-hati di atas tampah.

#tumpengmogana

#nasitumpeng

 

 

Memahami Budaya Lokal Dengan Lebih Baik

Dunia adalah tempat yang menarik dan perjalanan akan memungkinkan Anda melihat dan menemukan masakan, ritual, dan tradisi yang berbeda. Mereka pasti akan mengubah cara berpikir Anda tentang budaya lain. Anda akan menyadari perbedaan cara melakukan sesuatu dan cara orang lain menghabiskan hari mereka. Ini adalah sesuatu yang harus Anda alami secara langsung.

Anda dapat mengikuti festival lokal dan memahami sepenuhnya mengapa mereka merayakannya, daripada hanya mengikuti perayaan tersebut untuk bersenang-senang. Anda akan menikmati masakan lokal karena Anda memahami sejarah makanan mereka dan cara hidangan disiapkan.

Mungkin Anda pernah mendengar pernyataan ini – bahwa budaya dan bahasa adalah mitra. Dalam perjalanan sejarah, bahasa membentuk kebudayaan, sebagaimana budaya juga dibentuk oleh bahasa. Beberapa orang mengatakan bahwa tidak mungkin memahami budaya suatu negara jika Anda tidak menguasai bahasanya.

Misalnya, jika Anda mengunjungi hutan hujan di Kolombia dan berkesempatan mengunjungi suku setempat, Anda akan mendapatkan pengalaman yang benar-benar baru dan pemahaman yang lebih dalam tentang kehidupan komunitas mereka jika Anda bisa berbicara bahasa Spanyol. Anda akan memahami sepenuhnya bagaimana mereka menghabiskan hari-hari mereka dan tradisi, adat istiadat, dan kepercayaan apa yang mereka ikuti.

Temukan Jalan Anda

Mempelajari bahasa lokal membantu Anda menjelajahi kota. Jika Anda bingung, lebih mudah mencari bantuan. Pengetahuan dalam berbicara, membaca dan menulis dalam bahasa lain membuat Anda beradaptasi lebih baik dengan lingkungan sekitar. Anda dapat membaca tanda, peringatan, label dan petunjuk arah.

Bahkan jika Anda tersesat, lebih mudah untuk kembali ke rencana perjalanan awal karena Anda bisa mendapatkan bantuan. Anda tidak perlu mencari seseorang yang bisa berbicara bahasa Anda untuk menanyakan arah yang benar.

Anda Mendapatkan Kemandirian

Jika Anda tidak dapat berbicara bahasa lokal, rencana perjalanan Anda hanya mencakup mengunjungi semua tempat wisata biasa. Tentu saja, Anda dapat menyewa mobil untuk tur kota, namun biayanya bisa mahal dan sering kali, Anda hanya dapat menghabiskan beberapa menit di setiap tujuan.

Jika Anda berbicara bahasa tersebut, bayangkan kesenangan yang akan Anda rasakan karena Anda dapat berkeliling kota dengan aman dan bahkan menjelajahi pinggiran kota untuk menemukan tempat-tempat yang mungkin tidak termasuk dalam rencana perjalanan rutin Anda. Mungkin Anda akan menemukan toko artis lokal atau toko buku yang menjual barang-barang yang selalu ingin Anda beli. Mungkin terdapat kafe yang menyajikan hidangan lokal terlezat atau toko roti yang menjual roti yang belum pernah Anda cicipi sebelumnya.

#locallanguage

#language

#bahasa

#javanese

Manfaat Mempelajari Bahasa Lokal di Tempat yang Anda Kunjungi

Di beberapa negara, wisatawan dapat berbicara hanya dalam bahasa Inggris, namun wisatawan yang lebih berpengalaman mengatakan bahwa mempelajari bahasa lokal lebih baik, karena akan meningkatkan pengalaman perjalanan Anda.

Faktanya adalah tidak mungkin mempelajari semua bahasa di dunia. Selain itu, tidak semua orang bilingual atau multibahasa, dan dalam kasus khusus, poliglot. Dapat dikatakan bahwa mayoritas orang di dunia adalah monolingual. Namun karena globalisasi, beberapa negara mendorong warganya untuk belajar satu atau dua bahasa. Misalnya, ada beberapa artikel berita yang menyatakan bahwa Inggris menderita secara ekonomi karena kurangnya kemampuan bahasa asing dari sebagian besar angkatan kerjanya. Kurangnya keterampilan bahasa asing menjadi nyata di Amerika Serikat.

Ini adalah sesuatu yang perlu dipikirkan, baik Anda seorang karyawan, pencari kerja, atau pelajar. Namun untuk sementara, mari kita bahas tentang belajar bahasa jika Anda suka bepergian dan manfaat yang akan Anda peroleh dengan menambahkan bahasa baru ke daftar keterampilan yang Anda peroleh.

Apakah Anda merasa khawatir saat bepergian ke tempat yang bahasa yang digunakan berbeda dengan bahasa Anda? Di beberapa destinasi, Anda bisa mendapatkannya dengan berbicara dalam bahasa Inggris, namun meskipun penduduk setempat akan ramah dan membantu, bayangkan betapa lebih memperkaya perjalanan Anda jika Anda dapat berkomunikasi dengan penduduk setempat dalam bahasa mereka sendiri!

Manfaat Belajar Bahasa Daerah

Pernahkah Anda berkunjung ke negara di mana Anda tidak dapat memahami apa pun sehingga membuat berbelanja, bersantap, atau berkeliling menjadi agak sulit? Ini adalah pengalaman yang sangat berbeda ketika Anda bepergian ke negara di mana Anda dapat dengan bebas berbicara dalam bahasa Anda sendiri. Namun mengetahui bahasa lokal pasti akan mengubah cara Anda memandang negara tersebut, masyarakatnya, dan budayanya, saat Anda menjadi jembatan untuk mempersempit hambatan bahasa.

#locallanguage

#language

#bahasa

Benjolan Pada Payudara Rutinkan Konsumsi Kunyit

Kunyit

Untuk mengatasi benjolan di payudara coba rutinkan konsumsi ultimate kunyit. Sediakan larutan ultimate kunyit yaitu dengan cara seperti di bawah ini.

Bahan :

2 jari kelingking kunyit

2 jempol dewasa jahe

1 buah jeruk nipis sedang

Madu secukupnya

Cara membuat:

Rebus kunyit dan jahe kurang lebih 2 menit dan jangan terlalu mendidih. Bisa juga dilakukan cukup dengan diseduh dengan air panas. Setelah hangat tambahkan perasan jeruk nipis dan madu.

Minum ultimate kunyit saat pagi sebelum mengkonsumsi sarapan atau sebelum makan apapun di pagi hari.

Hindari sementara gula, makanan yang mengandung gula, tepung-tepung, susu dan minyak.

#kunyit

#benjolanpayudara

Terbukti Berkhasiat, Meniran Bukan Sekedar Gulma

Daun Meniran

Di Spanyol daun meniran dijuluki sebagai penghancur batu.  Julukan itu diberikan berkat khasiat meniran yang secara turun temurun dipergunakan untuk penghancur batu ginjal dan batu empedu. Dalam sistem pengobatan Tiongkok meniran dipergunakan untuk pengobatan beragam gangguan kesehatan. DIantaranya adalah

  1. disentri
  2. flu
  3. diabetes
  4. gangguan sulit buang air kecil
  5. penyakit kuning
  6. batu ginjal
  7. gangguan saluran cerna.

Di beberapa negara lain meniran juga dipakai sebagai obat luar. Caranya daun ditumbuk dan dipakai sebagai kompres pada luka terbuka atau otot yang terkilir. Pasta meniran juga bisa membantu mengatasi rasa sakit karena pembengkakan payudara pada ibu menyusui.

#daunmeniran

#meniran

#herbal

#batuginjal

Minum Air Rebusan Bawang Putih

Bawang Putih

Air rebusan bawang putih sangat berkhasiat bagi kesehatan. Rebus 3 siung bawang putih lalu minum saat hangat, di pagi hari.

Inilah manfaat minum air rebusan bawang putih

1.  Air bawang putih menyehatkan ginjal, bisa mengobati dan mencegah kerusakan ginjal.

2. Minum air bawang putih bisa menghindarkan gejala-gejala hipertensi dan menurunkan tingkat hipertensi dan juga kolesterol.

3. Air bawang putih bisa menormalkan tekanan darah agar supaya terhindar dari hipertensi.

4. Minum air bawang putih juga menormalkan kadar gula darah atau kadar glukosa darah yang tinggi.

5. Air bawang putih bisa menguatkan tulang dan menghindarkan gejala osteotritis terutama bagi usia lanjut juga memperbaiki penyakit tulang lainnya.

6.  Minum air bawang putih ini bisa menurunkan berat badan secara signifikan karena kandungan alisin dan vitamin c yang terkandung dalam bawang putih bisa meluluhkan lemak jahat dalam tubuh, air bawang putih ini akan keluar melalui keringat.

#herbal

#bawangputih

#kolesterol

#guladarah

Pendidikan Dalam Hubungan Anak dan Orang Tua

Pergeseran peran ayah dari kasih sayang dan kehangatan menjadi penjaga jarak dan pendiam, meskipun hanya satu langkah dalam keseluruhan rangkaian peristiwa yang dengannya anak mempelajari konsep khas Jawa tentang pengendalian diri dan rasa hormat, mungkin merupakan hal yang paling penting. Hal ini paling signifikan karena peran penting ayah dalam kehidupan emosional anak dan karena masa transisi ini terjadi selama periode krisis oedipal. Namun hal ini tidak akan berdampak apa-apa jika tidak diprakirakan dan ditindaklanjuti dengan peristiwa-peristiwa lain dalam kehidupan anak, atau mungkin lebih penting lagi, jika bukan karena konteks makna dari gagasan dan nilai-nilai Jawa yang mendasari keseluruhan transisi tersebut. . (Geertz 1961, 110)

Dalam istilah psikodinamik, perlindungan dari keterkejutan atau frustrasi dapat menunda atau mengurangi intensitas individuasi anak dengan mencegah putusnya perasaan menjadi bagian dari lingkungan keluarga yang menyenangkan yang diciptakan oleh orang tua dan saudara kandungnya. Pola ini terkait dengan apa yang diamati Bary, Child, dan Bacon (1959) melalui observasi lintas budaya. Dalam konsep ketaatan Jawa yang merupakan ciri khas masyarakat agraris atau penggembala, anak-anak dilatih untuk lebih patuh, patuh, dan bertanggung jawab dibandingkan anak-anak dari masyarakat berburu atau menangkap ikan.

Ada sedikit perbedaan antara orang tua petani dan keluarga priyayi berpangkat lebih tinggi atau keluarga bangsawan dalam hal hukuman (Koentjaraningrat 1985). Filosofi priyayi dalam mendidik anak adalah Tut wuri andayani yang artinya “mengikuti dari belakang, senantiasa memberi semangat” (Koentjaraningrat 1985, 241). Oleh karena itu, anak-anak dalam keluarga priyayi lebih leluasa mengeksplorasi dunianya sendiri, yang menurut Koentjaraningrat mencerminkan pengaruh awal Eropa atau Belanda. Namun anak dibimbing secara aktif untuk menyesuaikan diri dengan perilaku yang dapat diterima secara sosial. Berbeda dengan ayah dalam keluarga tradisional, ayah dalam keluarga priyayi juga berperan aktif dalam membimbing anak-anaknya, lebih sering menerapkan hukuman. Namun hukuman fisik jarang dilakukan karena anak-anak Jawa, menurut Geertz, berperilaku baik, patuh, pendiam, dan pemalu.

Jika seorang anak tidak berperilaku sesuai norma, perhatian atau kontak dengan saudara laki-laki atau perempuannya dapat ditarik, dan dia tidak dapat diajak bicara (disatru). Teman bermain pun saling satru atau menjauhi selama beberapa hari. Mengenai hal ini, Geertz mencatat: “Ini adalah mekanisme yang sangat baik untuk penyesuaian permusuhan dalam masyarakat yang meremehkan kekerasan dan ekspresi perasaan yang sebenarnya, karena mekanisme ini memungkinkan untuk menghindari pecahnya kemarahan sambil tetap memungkinkan ekspresi kemarahan yang signifikan. (Geertz 1961, 117-118). Perkelahian fisik antar anak jarang terjadi (Geertz 1961). Orang tua selalu menjaga hubungan baik dengan tetangganya. Mereka selalu menghukum anaknya sendiri jika bertengkar dengan anak lain di lingkungannya, tidak peduli siapa yang salah. Dengan cara ini, anak-anak mempersiapkan diri untuk interaksi sosial di kemudian hari di mana mereka harus berhasil menyembunyikan amarahnya.

Ketaatan dianggap tidak hanya sebagai kualitas yang berguna dalam interaksi sosial, tetapi juga dianggap lebih aman (Koentjaraningrat 1985). Tindakan mengalah pada orang lain yang tidak dikenalnya dianggap aman, menghindari konflik. Ketaatan dipuji secara luas baik dalam nilai-nilai petani maupun priyayi. Seorang anak diajarkan ketaatan dengan memaksakan rasa takut akan akibat yang tidak menyenangkan dari suatu tindakan, atau wedi (takut). Cara yang biasa dilakukan orang tua, yang menurut Koentjaraningrat sangat disayangkan, adalah menakut-nakuti anak dengan ancaman hukuman dari tangan makhluk halus atau orang asing. Lebih lanjut ia menjelaskan, hal ini memicu mudahnya munculnya perasaan takut terhadap orang lain. Menurut Geertz, konsep wedi diajarkan sebelum konsep shaming ditanamkan. Geertz juga menjelaskan cara orang tua menanamkan wedi dengan cara menakut-nakuti anak. Dia pernah mengamati “anak berusia dua tahun, diam dalam ketakutan bahwa laki-laki asing yang datang berkunjung, seperti yang telah diperingatkan ibunya, akan menggigitnya jika dia membuat keributan …” (Geertz 1961, 113). Perasaan ini menyampaikan norma-norma orang Jawa dewasa dalam pergaulan sosial untuk merasakan wedi terlebih dahulu ketika berhadapan dengan orang asing. Karena tidak mengetahui apakah mereka akan mencelakakan, menyakiti, atau mempermalukannya (Koentjaraningrat 1985), orang Jawa menunggu dan tidak melakukan apa-apa hingga ia yakin bagaimana situasi akan berkembang.

Dalam mengajarkan pengendalian diri dan perilaku hormat pada anak Jawa, orang tua menekankan konsep isin atau mempermalukan. Orang tua selalu berusaha membangkitkan rasa malu terhadap perilaku buruk yang akan “diperhatikan oleh orang-orang jalanan” (Koentjaraningrat 1985, 242) Hendaknya anak merasa isin terhadap atasannya. Geertz menemukan, akibat penanaman isin, anak-anak Jawa bisa duduk tenang dan berperilaku baik selama berjam-jam di setiap kesempatan publik. Dalam budaya Jawa, mengetahui kapan harus merasa isin berarti mengetahui “sifat sosial dasar dari pengendalian diri dan menghindari ketidaksetujuan” (Geertz 1961, 114).

Ketika anak memasuki masa remaja, konsep sungkan (kesantunan penuh hormat) (Geertz 1961), diperkenalkan secara bertahap. Perasaan ini ditujukan kepada atasan atau orang asing yang sederajat. Koentjaraningrat (1985) menggambarkannya sebagai “perasaan canggung” terhadap atasan atau orang yang dihormatinya. Mereka akan bertindak malu-malu dalam interaksi sosialnya, berusaha untuk tidak mengganggu atasannya. Menurut Geertz, konsep sungkan merupakan dasar bagi orang Jawa “untuk mampu melakukan minuet sosial dengan anggun” (Geertz 1961, 114).

Ajaran wedi, isin, dan sungkan dianggap sebagai prasyarat untuk mengadopsi unsur-unsur dasar keutamaan manusia. Seperti disebutkan sebelumnya, ketaatan, kemurahan hati, menghindari konflik, memahami orang lain, dan empati merupakan nilai-nilai dasar orang Jawa dalam menjalin hubungan, tercermin dari penekanan mereka pada interkoneksi sesama manusia. Nilai ini mewajibkan masyarakat Jawa untuk menyesuaikan diri dengan masyarakat dalam pergaulan sosialnya.