Banjir Nan Heboh

Kemarin siang hujan tak berhenti-henti di Malang, hampir selama 3 jam. Sehingga jalan-jalan pun tumpah ruah dengan air bah seolah tak bisa menampung curah hujan yang banyak itu. Di beberapa titik dan ruas jalan di kota dingin ini menjadi tertutup ratusan kubik air sehingga roda-roda motor pun tinggal separo. Termasuk MX bututku. Orang-orang yang membawa motor-motor matic harus merelakan motornya di bawah rinai hujan harus nuntun sampai kemana kutak tau, orang hujannya kayak gitu. Saking deresnya, melihat aja jadi nggak jelas. Di jl. Bandung yang full pohon rindang menjadi sangat gelap karena tertutup pohon dan air hujan yang terus menetes. Jalan veteran yang cukup luas itu, tinggi air hingga melebihi trotoar. Terlihat di depan Matos, seorang gadis melepas sepatunya dan menginjakkan kakinya di jalan besar. Eh ternyata hampir semata kakinya tenggelam. Karena ragu dia bali lagi ke trotoar matos. Hihihi

Perjalananku ke Gondang Legi memang berat kali ini. Dari berangkat sampai pulang kembali banjir disana sini. Roda motor MX bututku sudah mencapai 60% tenggelam, termasuk sandalku. :( . Tapi sebagai aremanita sejati aku hapal setiap lubang, tikungan dan lampu merah jadi banjir yang menutupi di semua ruas jalan kota aku terjang semua kayak punya sayap. Motor revo itu yang sungguh-sungguh terlihat terbang kalau melintasi air-air bah. Huftt.. Tapi lumayan juga banjir-banjir gini, jadi serasa naik veri Joko Thole di selat Madura. Lumayan terhibur meskipun dinginnya gila amat. Pfft..

Badan sudah mulai terasa basah saat masuk di jalan embong brantas, di atas jembatan. Celana panjangku bagian bawah sudah basah separo, padahal tertutup jas hujan. Belum lagi di leher, ada bajuku dan ujung lengan ada jaketku. Semua terasa dingin. Beberapa kali melalui air yang hangat. Tapi ku curiga, air apa ini. Jangan-jangan air..  [email protected]#$%^&*)( !

Sesampai di Gondang Legi emang nggak hujan. Eit jangan salah. Waktu mau pulang hujannnya datang. Dan derasnya dah ampun-ampun. Gelap di sekitar pabrik gula krebet, ternyata ada lampu-lampu lucu dipasang di depan pabrik. Ada yang gambar kelinci, ada yang gambar kucing. Wah pemandangan indah nih, di saat deras-derasnya air tempias ke mukaku. Hahahay..

Sesampai dirumah rasanya perut penuh, penuh air hujan. Dari tadi minum mulu :(

Published by Ika

I am Rafter, Blogger, and Teacher

Leave a comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *