Aliran Metafora dan Pemahaman Arti

Metafora merupakan bagian dari bangunan metafora yang besar (Reddy dalam Foley, 1997). Kemudian, teori bentuk bahasa dan penguasaan bahasa dalam budaya Barat, menurut Johnson (dalam Foley, 1997) terdiri dari tiga bagian, yaitu:

  1. Gagasan atau pemikiran adalah objek.
  2. Kata dan kalimat adalah wadah untuk benda-benda ini.
  3. Komunikasi terdiri dari menemukan kata yang tepat.

Apabila direalisasikan ke dalam bahasa Angkola, maka akan terlihat seperti pada penjelasan Harahap (2004) berikut.

  1. Gagasan atau pemikiran adalah objek.

Gagasannya adalah sebuah objek bernama siala. Siala bernama Latin Nicolaia speciosa HORAN (Elettaria sspeciosa BL) tumbuh di berbagai tempat di Indonesia. Pakar botani, seperti Georg Ebehard Rhumpius (1627-1702), Justus Karl Hasskari (1811-1894), K. Heyne, Valeton, Jasper, Pirngadie, dan lain-lain menyatakan bahwa tumbuhan ini sangat berguna bagi manusia.

Palak adalah bunga siala yang masih kuncup berwarna merah yang dipakai juga sebagai penyedap gule bulung gadung na niduda. Sayur ini merupakan sayur yang paling popular di kalangan masyarakat di daerah ini. Batang siala biasa dijadikan anyaman atau tali setelah diproses, antara lain dilulus, dipanaskan di atas api, atau bisa juga dijemur di bawah sinar matahari. Setelah layu, lembaran-lembaran lapisan batang itu diiris dengan memakai jangka. Alat ini terbuat dari beberapa mata pisau dari seng yang dipasang dengan jarak yang sama pada belahan bambu yang sudah dihaluskan berukuran lebar 5 cm panjang 15-20 cm, sehingga irisan kulit batang siala itu berukuran sama. Kemudian direndam selama satu malam, sesudah itu dijemur. Kulit batang siala yang telah kering dihaluskan dan diratakan permukaannya dengan menggunakan sebilah bambu yang dibuat kias. Setelah itu siap untuk dianyam atau dijadikan tali yang cukup kuat.

  1. Kata dan kalimat adalah wadah untuk benda-benda ini.

Karena buah siala merupakan buah yang banyak, tersusun rapih dan kuat sekali menempel pada tandannya. Keadaan kata siala yang seperti itu, menarik perhatian leluhur kita dan menjadikannya sebagai satu perumpamaan bagi pergaulan yang kuat, setia, dan jujur. Kemudian, kalimat ungkapan yang lahir dari kata siala adalah:

Songon siala na sampagul

Rap tu ginjang rap tu toru

Muda malamun saulak lalu

Mula magulang rap margulu

Bagaikan siala setandan

Bersama ke atas bersama ke bawah

Jika ranum, serentak ranum

Jika terguling, sama berlumur

#metaphor

#metafora

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *