Jalan Makassar

Jl. MT Haryono Malang


Sebuah jalan yang tidak terlalu ramai bahkan terkesan sepi, tidak ada aktifitas yang menyolok di jalan kecil ini. Jalan ini berada di tengah2 padat penduduk  tak jauh dari Universitas Brawijaya Malang.  Hanya beberapa orang lalu lalang dan baberapa sedang menuju ke warung, beberapa yang lain sibuk berbincang di rumah sebelah warung, satu di dalam pagar satu di luar. Salah satu diantara mereka memakai songkok khas Sulawesi.

Karena hari itu hari jumat, mereka sudah siap2 untuk berangkat di masjid terdekat, masih di jalan yang sama, jalan “Makassar”.

Warung yang dituju oleh warga di jalan ini pun tidak begitu ramai. Mereka duduk makan pagi dan minum kopi. Sambil sekedar bercengkerama dan berbasa-basi mereka menyantap makan pagi yang tersedia apa adanya di warung kecil ini. Sayup2 terdengar perbincangan2 khusus diantara mereka.

“Kapan ada pengumuman test TPA Bapenas” terdengar salah satu diantara mereka bertanya sambil sedikit menyeruput kopi yang sudah mulai dingin.

“Kita musti cari tau itu di PPS atau di FIA” terdengar dengan logat yang cukup khas sambil menghabiskan makanan yang belum juga habis di piring. FIA adalah salah satu fakultas di UB yang memfasilitasi ujian masuk bagi mahasiswa pasca.

Kemudian dengan sedikit tergopoh2 seorang bapak masuk ke dalam rumah. Pria paro baya dan sudah beruban rambutnya ini tinggal kost di dalam rumah warung tersebut. Tas laptop pun tergantung cukup berat di pundaknya. Dengan sedikit mengeluh, keluar juga pembicaraan yang khusus pula.

“Kita ini sudah tua, dosen maunya kita harus buka akun facebook untuk bisa lihat tugas2 yang diberikan melalui internet. Kalo kita sih maunya kerjakan tugas seperti biasa, tapi kalau dosen sudah menginstruksikan begitu kita mau bilang apa”kembali dengan logat yang cukup khas bahkan sedikit lebih cepat dari yang lain. Terutama saat bapak ini mengucapkan kata “apa”, benar2 terdengar sangat khas.

Tak lama kemudian datang kembali beberapa orang. Mereka pun langsung memesan makanan yang tersedia dengan menu yang cukup terbatas pula. Memang hanya warung ini yang ada di jalan ini, ada satu lagi warung yang tidak jauh namun rupanya beberapa orang lebih memilih warung ini. Motor2 pun berhenti persis di bawah pohon mangga depan warung yang sudah cukup tua kelihatan pohonnya. Nomor polisi nya pun hampir seragam, DD. Motor lain dengan nomor polisi yang sama parkir di dalam rumah pemilik warung.

“Bu nanti tolong bikinkan sayur yang dicampur bumbu kelapa” terdengar salah seorang bapak memesan makanan pada pemilik warung, dia sibuk melihat makanan yang didisplay dan ternyata makanan yang dia pesan tidak tersedia disana.

Si ibu pun menjawab dengan cukup ramah.

“Oh bapak suka sayur yaa..” dengan nada ramah ibu pemilik warung tersebut menawarkan menu lain yang mungkin tidak tersedia hari itu. Dan kemudian bapak2 yang lain pun mengangguk mengiyakan. Mungkin ini juga salah satu menu kesukaan mereka, sayur bumbu kelapa.

“ Bu gimana kalo bikin coto? “ salah satu bapak yang duduk disitu langsung menimpali, berharap bisa makan makanan favorit mereka saat di Makassar.

“ Nopo coto niku pak? (apa coto itu pak).  Dahinya pun mengernyit. Si ibu pemilik warung rupanya tidak paham dengan nama makanan yang disebutkan oleh salah satu bapak barusan, hingga dengan spontan keluar pertanyaan dengan bahasa Jawa, mungkin karena antusiasnya.

“ Ibu tidak tau coto ya” dengan enteng salah satu bapak menjawab. Semua pembeli disitu pun senyam senyum saling melirik.Dan akhirnya salah satu dari mereka berusaha menjelaskan salah satu makanan khas Makassar.

“Coto itu soto bu kalau disini, hanya bahan dan bumbunya ada yang berbeda. Kami biasa makan coto disana”. Si bapak yang berkacamata terlihat cukup bijak menjelaskan apa coto itu kepada ibu. Si ibu pun ngangguk2 seolah memahami apa kata para pembeli disitu. Mungkin saja dia akan mencoba masak coto, mungkin juga tidak. Bumbu coto Makassar sangat beragam dan cara masaknya yang khas pula membuat para penikmatnya menjadi fanatik untuk makanan yang satu ini.

Sabtu pagi pun mulai menghangat, udara kota Malang berubah dari dingin menjadi sedikit panas. Beberapa orang masih lalu lalang dengan membawa tas laptop. Seseorang diantaranya melirik ke arah kerumunan di warung. Kelihatannya dia ingin menuju ke suatu tempat tapi ingin mampir dulu di warung tempat berkumpul bapak2 dan ibu2 yang memang terlihat sedang ngobrol ringan.

“ Aga kareba” kata bapak berbaju kotak2 datang dengan senyum dan sudah mulai berpeluh. Rupanya dia datang dari gang sebelah dimana banyak juga teman2 dari daerah asal yang sama. Semuapun tersenyum melihat kedatangannya.

“ Lagi ngapain semua ngumpul disini, bikin partai baru ka? Senyum bapak berbaju kotak itu semakin melebar.

“ Ti ..da”, dengan logat khas semuapun menjawab sembil senyum2 simpul. Ibu pemilik warung juga tak ketinggalan senyum dengan deretan giginya yang nampak jelas.

“ Saya mau ke Togamas, ada yang mau ikut? bapak berbaju kotak ini menawarkan dengan ramah. Togamas adalah salah satu toko buku yang terkenal murah di Malang. Mungkin karena masih hari itu hari Sabtu, mereka hanya senyum2 saja tidak menjawab.  Kuliah lima hari di Universitas Brawijaya membuat kepala menjadi pening, belum lagi tugas2 yang dibebankan begitu berat. Mungkin hari Sabtu adalah hari yang sangat tepat untuk mengistirahatkan pikiran untuk sementara.

Kemudian beberapa saat kemudian muncul lagi dari depan seorang ibu yang datang. Dengan tersenyum simpul ibu berbaju batik masuk ke pelataran warung yang sudah dipenuhi beberapa orang yang makan atau sekedar mampir berbincang sekedarnya.

“ Udah siap” tanya ibu tersebut singkat. Logat khasnya juga terdengar jelas dan sulit dibedakan dengan logat bapak2 dan ibu2 yang berkumpul di warung tersebut.

Bapak berkacamata baru saja menyelesaikan sarapan paginya ternyata dari tadi juga sudah menunggu ibu berbaju batik tersebut. Mereka bertiga akan mengunjungi toko buku Togamas untuk mencari buku2 test TPA Bapenas dan buku2 TOEFL. Kedua buku ini banyak menjadi incaran para mahasiswa yang akan melanjutkan studi ke pasca sarjana.

Air Rebusan Jagung

Anda suka jagung rebus?

Jangan lupa, airnya jangan dibuang ya. Banyak sekali manfaat dari air rebusan jagung. Ada di bawah ini :

1. Air rebusan jagung bisa menurunkan kadar kolesterol anda. Minum hangat, bisa juga rebusannya dimasukkan sepotong jahe,

2. Air rebusan ini berasa manis namun masih bisa aman dikonsumsi oleh penderita diabetes. Ini adalah minuman alternatif bagi penderita diabetes tipe 2 sebagai minuman pengganti. Bisa diminum dingin dengan es batu.

3. Air rebusan jagung juga bisa meluruhkan batu ginjal. Minum air rebusan jagung hangat2 tiap pagi selama 2 minggu.

4. Air rebusan jagung juga bermanfaat bagi penderita tekanan darah tinggi. Sama seperti di poin sebelumnya, minum air rebusan jagung hangat2 di pagi hari sebanyak 1 gelas. Minum selama 1 minggu.

Herbal Menurunkan Kolesterol

Salah satu cara menurunkan kadar kolesterol dengan mudah dan dengan mempergunakan herbal ala JSR adalah dengan resep ini. Resep ini mudah sekali dibuat dan yang jelas cukup segar, semua orang suka.

Resepnya adalah : sediakan air hangat lalu beri perasan jeruk nipis peras atau jeniper. Beri sesendok madu dan buat jahe 20 cm yang sudah digeprek untuk dijadikan pengaduknya. Aduk wedang jeruk sehat ini dan minum saat masih hangat. Minum saat pagi hari sebelum memulai aktifitas. Bila ada beri selembar daun mint yang sudah diremas-remas.

Tipsnya hindari makanan gorengan, tepung-tepung dan gula atau pemanis. Lakukan puasa senin kamis dan jogging ringan. Lakukan jogging 30 menit saja tapi tanpa jeda.

Mudah2an sukses

Ketupat Lebaran

Lebaran Idul Fitri identik dengan ketupat. Hampir semua daerh di Indonesia menyantap ketupat saat lebaran. Kadang lontong nasi bungkus daun pisang juga mendampingi hidangan ketupat. Keduanya memiliki fungsi yang sama yaitu sebagai hidangan berbahan beras. Dan tentunya ketupat atau lontong selalu disajikan dengan lauk dan sayur pelengkap yang beraneka ragam.

Lebaran Idul Fitri adalah saat yang tepat menyediakan hidangan ketupat. Saat hari-hari biasa mungkin tidak banyak kita temui ketupat atau lontong di kuliner street food. Yang ada adalah ketupat sayur, dan kadang sate Padang yang bisa ditemukan seminggu sekali.

Hidangan pendamping ketupat yang paling standar adalah opor ayam. Hidangan ini bisa kita temui di berbagai daerah di Indonesia. Dan ketupat dengan lauk opor ayam ini pasti muncul saat hari pertama lebaran. Lauk pendamping ketupat yang lain bisa kita temui seperti sate ayam bumbu kacang, gulai kambing, soto dan lain-lain.

Kata ketupat yang berasal dari ungkapan ngaku lepat atau mengakui kesalahan ini memang sengaja disajikan disaat lebaran karena saat lebaran adalah momentum saling memafkan. Dan memang saat lebaran inilah kita bisa temui ketupat di hampir semua daerah di Indonesia karena lebaran adalah momen saling memaafkan.

Namun di kota Malang, ketupat disajikan pada hari ke 8 lebaran. Mungkin momentnya terlalu jauh dari lebaran yang sudah memasuki hari ke 8 ini. Patokannya bila lebaran adalah hari Senin maka lebaran ketupat dilaksanakan pada hari Senin pula. Ada kisah unik di belakang ikhwal ketupat lebaran di hari ke 8 ini. Awalnya kita mempercayai bahwa saudara-saudara kita yang telah mendahului berpulani, rohnya akan datang saat lebaran Idul Fitri. Dan konon mereka akan menunggu diberi ketupat itu untuk dibawa pulang pada hari ke 8 Lebaran. Sehingga ada juga cerita uniuk lainnya yaitu jangan membuat ketupat sebelum hari ke 8 karena ditakutkan saat mereka kembali ke alamnya ketupat tersebut akan basi.

Walhasil banyak tetangga yang datang mengirim ketupat berikut sayur dan lauknya di hari ke 8 lebaran. Ini jadi hidangan alternatif setelah beberapa hari mengkonsumsi protein-protein hewani.

Sayur pendamping ketupat saat lebaran hari ke 8 adalah sayur manisah atau labu jipang. telur masak petis hitam, emput atau serundeng giling, tahu bumbu bali dan lain-lain.

Manisah adalah komoditi sayur termahal saat itu di kota Malang, karena semua orang mengolah manisah atau labu untuk pendamping ketupat lebaran di hari ke 8. Apa yang terjadi? Manisah menjadi sayur paling mahal karena permintaan tinggi. Harganya menjadi 4 kali lipat.  Maka ada sayur alternatif pengganti manisah yaitu pepaya muda.

Unik banget budaya di kotaku

Resep JSR Untuk Pengidap Asma

Resep herbal untuk penderita asma yaitu

1 sm cengkeh

1 potong lengkuas

2 batang sere (ambil yang putih) potong-potong

1 sm pala atau 3 butir pala digeprek

Cara membuat :

Rebus bahan dengan 2 gelas air hingga mendidih. Lalu saring. Masukkan ke dalam gelas dan tunggu hangat. Setelah hangat beri 1 sm madu. Minum saat pagi

Kehidupan Ibadah

Segala sesuatu yang selain di sisi-Nya, disebut dengan kehidupan. Kehidupan itu, bersifat dunia dan dunia yang dimaksud adalah permainan yang penuh dengan tipuan dan kepalsuan. Maka, kehidupan dunia yang penuh dengan permainan dan tipuan, itu tidak menyelamatkan, artinya kerhidupan dunia itu, berada di dalam zona yang tidak selamat, karena penuh dengan tipuan dan kepalsuan (QS al Qoshos (28) : 60, 61), (Al An’am (6) : 32), Al Hadid (57) : 20). 

Sedangkan, yang di sisi Allah adalah keselamatan (al Islam) dan itulah kekekalan (QS Ali Imron (3) : 19). Karena yang di sisi Allah itu, wujud keselamatan dan kekekalan, maka ia tidak hidup dan tidak mati, namun bersifat selamat dan hidup serta kekal; Dan, itulah fungsinya agama ketika anugerah akal dari Allah bagi dirinya manusia berfungsi (QS Ar Rum (30) : 30).

Maksudnya, kehidupan keduniaan itu, telah Allah berikan kepada dirinya manusia, akan tetapi perlu diingat, bahwa keduniaan dan seluk beluknya itu, semuanya hanyalah permainan dan tipu muslihat oleh nafsu dirinya manusia yang musti dipimpin oleh yang di sisi Allah lewat jalan tempuh yang disebut dengan “agama”.

Lalu, apa dan siapa yang di sisi Allah, itu? Dialah “al Islam” atau keselamatan. Maka, keselamatanlah yang musti memimpin kehidupan kemanusiaan dunia itu, agar dirinya manusia memperoleh keselamatan.

Sebenarnya bukan keselamatan yang musti memimpin kehidupan dunia, akan tetapi yang membawa keselamatan, itulah yang diinginkan untuk memimpin dirinya manusia di dalam menjalani tugas kehidupan di dunia, yang tiada lain adalah Nabi Muhammad saw sang pembawa keselamatan.

Dialah Rasul Allah satu-satunya yang bernama amin (QS Ali Imron (3) : 96,97), ia berada di Baitullah, tanda alamatnya Ka’bah, terlahir ke dunia sebagai putra Abdullah dengan Ibu bernama Aminah, diberi nama Nabi Muhammad saw, yang berbangsa dan berbahasa Arab, wafat dan dimakamkan di Madinah; Di dalam diri Nabi Muhammad saw terdapat rasul utusan Allah, yang diutus oleh-Nya untuk rahmah bagi seluruh alam insan (QS Al Anbiya’ (21) : 107). Maka, dialah satu-satunya yang “shollahu ‘alaihi wa salam” (saw), sedangkan para Nabi dan Rasul selain Nabi Muhammad sebagai rasul utusan Allah sebanyak 124.313, semuanya rasulnya amin yang selalu sambung hubungan dengan dia (amin) satu-satu rasul Allah. Oleh karena itu,  mereka seluruh para Nabi dan Rasul, semuanya selalu atasnya keselamatan (as) (QS Al Ahzab (33) : 56) atau selalu di dalam keselamatan (‘alaihis salam).

Adapun para manusia biasa selain para Nabi dan Rasul seperti yang telah disebutkan di atas; Yang mana, di dalam diri setiap diri manusia itu terdapat iman, ketika imannya berfungsi dan menegakkan 4 sifatnya : yaitu shidiq, amanah, tabligh dan fathonah, maka dirinya manusia itu sambung terhadap Nabi Muhammad sebagai rasulnya Allah, sehingga diri manusia itu, atasnya selamat. Namun sebaliknya, ketika imannya tidur atau tercover oleh sifat kafir dirinya manusia, maka dirinya manusia itu tidak di dalam keselamatan (QS At Taghabun (64) : 2). 

Oleh karena itulah, “sholat itu, lebih baik dari pada tidur” (ash-sholatu khoirun minan naum), tersambungnya iman dengan amin adalah kebaikan, sebaliknya terputusnya iman dengan amin adalah kejelekan dan kesengsaraan, karena tidak berada di dalam keselamatan.

Jadi, kehidupan itu, erat berkaitan dengan diri manusia diciptakan (fitrah), dan semuanya adalah permainan yang penuh dengan kepalsuan serta tipuan oleh diri nafsu manusia dengan berbagai sifat dirinya manusia. Maka, diri nafsu manusia yang erat hubungannya dengan kehidupan yang penuh dengan permainan (dunia) dan kepalsuan itu, musti dipimpin oleh keselamatan atau yang membawa keselamatan, yaitu Nabi Agung Muhammad saw, sebagai rasul utusan Allah melalui ajaran yang disebut dengan agama (diin-millah), agar dirinya manusia di dalam menjalani tugas kehidupannya, benar-benar penuh ketundukkan dan patuh (QS Adz Dzariyat (51) : 56) terhadap ajaran agama oleh iman, sehingga apa yang dilakukannya bernilai ibadah di sisi-Nya.

Manusia Fir’aun

Di dalam diri setiap manusia terdapat berbagai sifat makhluq ciptaan-Nya, termasuk sifat fir’aun yang ingin dipertuhan dan disembah oleh manusia yang lainnya. Sifat fir’aun dan berbagai sifat yang lainnya tersebut, tidak bisa hilang dari dirinya manusia, sebab sifat itu melekat dan bersama dengan kehidupan jasadnya manusia. Ketika jasadnya manusia mati, maka sifat tersebut akan ikut mati atau tidak ada, sehingga yang tertinggal pada dirinya manusia adalah iman, ilmu dan nikmat yang bersifat ruhaniyah, dan ia berasal dari Allah melalui tiupan, di saat jasad manusia berusia 120 hari di dalam kandungan ibunya.

Oleh karena sifat fir’aun itu, sebagaimana disebutkan di atas melekat pada dirinya manusia, maka sifat tersebut tidak bisa hilang atau dihilangkan dari jasad kehidupan manusia.

Eksistensi sifat fir’aun hanya bisa disadari atau dirasakan oleh nikmat dan bisa diketahui oleh ilmu serta bisa dibenarkan oleh iman yang ada pada dirinya manusia (QS Ar Rahman (55) : 13, 16, 18, 21, 23, 25, 28, 30, 32, 34, 36, 38, 40, 42, 45, 47, 49, 51, 53, 55, 57, 59, 61, 63, 65, 67, 69, 71, 73, 75, 77), (QS Al ‘Ankabut (29) : 49), (QS Al Baqoroh (2) : 2,3).

Berbagai sifatnya manusia, khususnya sifat fir’aun itu, benar bisa dirasakan dan benar bisa diketahui serta benar bisa dicek kebenarannya oleh iman. Semuanya, baik rasa, ilmu maupun iman, itu terukir dan terdapat serta terbaca di dalam catatan (al kitab) yang terdapat di dalam dadanya manusia  (QS Bani Israil (17) : 14). Anapun lisan (qoul) atau ucapan dan tindakan (af’al-fi’li) oleh jasadnya manusia, bisa saja berbeda dengan apa yang dirasakan oleh nikmat itu. Alias, rasa sifat fir’aun di dalam diri manusia, bisa saja dikatakan oleh lisan manusia, wujud perkataan “loyalitas” dan sejenisnya. Atau sifat rasa fir’aun tersebut, diekspresikan oleh perbuatan jasadnya manusia, wujud sopan santun, ahli ibadah dan sebagainya.

Maka, bacaan catatan wujud rasa berbagai sifatnya manusia tersebut, khususnya sifat fir’aun yang menginginkan terhadap dirinya agar dipertuhan dan disembah oleh manusia atau orang lain selain dirinya, itu dikembalikan kepada dirinya masing-masing diri manusia. Oleh karena itu, beruntunglah dan menang bagi siapa yang menyadari akan eksistensi sifatnya serta mau mensucikannya atau tidak diikuti sifat jahatnya itu, khususnya sifat fir’aun yang menginginkan dirinya dipertuhan itu. 

وَنَفْسٍ وَمَا سَوَّاهَا 

فَأَلْهَمَهَا فُجُورَهَا وَتَقْوَاهَا

قَدْ أَفْلَحَ مَنْ زَكَّاهَا 

وَقَدْ خَابَ مَنْ دَسَّاهَا

QS Asy-Syams (91) : 7-8-9-10

Hidangan Lebaran Nusantara

Hari lebaran di negeri kita selalu dirayakan dengan penuh sukacita. Semua orang berkumpul, bahkan dari jau datang agar bisa bertemu dengan keluarga. Maka mudik untuk kepentingan lebaran menjadi sebuah kebiasaan yang sudah mendarha daging turun temurun.

Berkumpul dengan keluarga dan semua anggotanya selalu dibarengi dengan makanan-makanan lezat khas lebaran. Hal ini akan selalu diupayakan karena lebaran dirayakan sekali dalam satu tahun.

Kali ini ada sekelumit tulisan mengenai hidangan lebaran yang selalu tersedia di keluarga-keluarga di Indonesia. Pertama adalah hidangan lebaran di Bandung. Saya sudah berkali-kali menyicip hidangan  lezat di hari lebaran resep ala mertua yang selalu ada saat lebaran, Yaitu kornet daging, gulai kambing, soto bandung. Dan tak lupa potongan cabe dalam larutan cuka. Soto Bandung sangat terkenal di dataran tanah Sunda, karena mengandung aspek peranakan di dalam nya yaitu potongan-potongan lobak. Soto daging dengan lobak hampir kita tidak pernah temui kecuali di Bandung. Rasanya sangat segar juga gurih. Untuk kornet, ibu mertua sudah sering membuat hidangan ini dan resep didapat turun temururn dari buyut.

Yang kedua adalah hidangan lebaran ala kota Lampung. Kebetulan saya banyak berteman dengan teman-teman dari Lampung sehingga sayapun bisa berkesempatan mencicip salah satu kue hidangan lebaran yang saat itu dibawakan teman. Kalau nama sebeanrnya adalah lapis legit namun berbeda dengan lapis legit umumnya. Kue ini terbuat dari hanya telur dan gula. Rasanya sangat manis dan gurih. Untuk hidanga lebaran lainnya, masyarakat Lampung juga suka menyediakan Pempek Palembang saat lebaran. Pempek Palembang di Lampung agak sedikit berbeda dengan Pempek Palembang. Bentuknya lebih panjang dan kecil. Teksturnya sangat berbeda, hampir mirip puding. Namun rasanya masih otentik pempek Palembang.

Secara umum hidangan lebaran di Indonesia adalah opor ayam, rendang daging, lontong dan sebagainya. Untuk di kota Malang kelahiran saya, hidangan lebaran pernah mengalami pergeseran. Dulunya tidak pernah tersedia ketupat atau lontong di hari pertama lebaran. Ketupat dan lontong baru bisa kita temui pada minimal hari ke 5 atau 7.  Namun belakangan masyarakat Malang sudah menyediakan ketupat dan lontong sejak hari pertama Lebaran. Lauk ketupatnya adalah sayur labu atau manisah kemudian telur bumbu petis. Hidangan ini kerap kali disebut Lontong Cap Go Meh. Dan juga hidangan lebaran nusantara seperti opor, rendang, gula dan lain-lain yang sering juga terhidang di meja-meja keluarga Jawa Malang.

Yang terakhir ini adalah hidanga Lebaran di keluarga Ambon. Keluarga orang tua, tete dan nenek saya di Pulau Buru. Sup sayuran dan gado-gado adalah hidangan lebaran termewah bagi saudara-saudara kami di Ambon. Hal ini karena banyak bahan baku yang harus didatangkan dari Jawa. Seperti misalnya kol, bunga kol, daun selada,  wortel, daun bawang. Untuk membuat gado-gado yang sudah tersedia di sana adalah kacang tanah, ketimun, tauge, dan lontong. Mereka masih harus menyediakan (mengimpor) kerupuk, kol, kecap. Betapa cukup berjuang untuk mendapatkan dua hidangan ini ke meja untuk lebaran. Sehingga dua hidangan ini menjadi hidangan termewah dan patut disediakan saat lebaran. Karena lebaran hanya satu kali dalam setahun.

Menjaga Fitrah

Fitrah, artinya ciptaan, bukan suci atau kesucian. Menjaga Fitrah, berarti menjaga ciptaan, bukan menjaga kesucian.

Fitrah atau ciptaan yang dimaksudkan adalah fisik atau jasadnya manusia diciptakan. Di mana, jasadnya manusia itu, memerlukan asupan makanan dan minuman serta yang lainnya yang berhubungan dengan kehidupan fisik atau jasad. Artinya, fisik jasadnya manusia itu, erat berhubungan dengan kehidupannya.

Maka, do’a ketika berbuka untuk mengakhiri puasa adalah sebagai berikut :

اللهُمّ لكَ صُمت وعَلى رِزقك أفطرت 

Ya Allah, karena dan bagi-Mu aku perpuasa dan atas rizki-Mu aku “fitrah” (makan, minum dan yang lain serta sejenisnya).

Maksudnya, puasa atau meninggalkan makan dan minum serta yang lain dan sejenisnya itu, bukanlah fitrah atau ciptaan fisiknya manusia diciptakan. Fisik atau jasadnya manusia, diciptakan (difitrahkan), ia memerlukan makan dan minum serta seterusnya, tersebut. 

Tidak makan dan tidak minum serta tidak memerlukan terjadinya hubungan saling membantu antar satu dengan yang lainnya, itu bukan sifatnya manusia diciptakan. Akan tetapi, tidak makan dan tidak minum serta tidak memerlukan bantuan atau kehadiran dari siapa dan apa saja, itu sifatnya Allah swt Yang Maha segalanya. Dan, DIA-lah yang mem”fitrah” atau menciptakan fisiknya manusia, di mana fisik manusia itu, memerlukan asupan makanan dan minuman serta memerlukan terjadinya hubungan atau kehadiran orang lain antar satu dengan yang lainnya untuk mempertahankan dan melangsungkan kehidupan fisiknya, baik melalui pernikahan maupun yang sejenisnya.

Oleh karena itulah, “menjaga fitrah” yang dimaksudkan adalah fitrah atau ciptaan fisik manusia yang memerlukan kehadiran orang lain di dalam meraih kebutuhan hidupnya, itulah yang musti dijaga lewat ajaran agama, agar di dalam meraih kebutuhan hidupnya, manusia tetap tegak lurus dan menghadapkan dirinya terhadap pencipta-Nya oleh iman yang di di dalam dadanya.

فَأَقِمْ وَجْهَكَ لِلدِّينِ حَنِيفًا ۚ فِطْرَتَ اللَّهِ الَّتِي فَطَرَ النَّاسَ عَلَيْهَا ۚ لَا تَبْدِيلَ لِخَلْقِ اللَّهِ ۚ ذَٰلِكَ الدِّينُ الْقَيِّمُ وَلَٰكِنَّ أَكْثَرَ النَّاسِ لَا يَعْلَمُونَ

QS Ar-Rum (30) : 30.

Maka, tegakkan dirimu untuk agama secara sungguh-sungguh, itulah fitrah Allah yang Allah fitrahkan (ciptakan) atas diri (jasad) manusia, di mana ciptaan (fitrah) itu, tidak ada perubahan. Itulah agama yang lurus, akan tetapi kebanyakan manusia tidak mengetahui.

Maka, puasa dalam arti “pengendalian diri manusia”, itu bukan hanya pada bulan Ramadhan saja. Akan tetapi, puasa dalam arti pengendalian dirinya manusia” atau “mengendalikan dirinya manusia”, adalah sepanjan zaman oleh iman yang di dalam dadanya manusia. Hanya saja, selama pada bulan Ramadhan, iman yang ada di dalam dada setiap manusia itu, disuruh oleh Allah untuk mengendalikan dirinya manusia, agar manusia berpuasa tidak makan dan tidak minum serta yang lainnya, sebagai “test-case” untuk pengendalian dirinya manusia yang sesungguhnya, yaitu sepanjan masa. 

Oleh karena itu, bukan orang-orang yang sudah beriman yang disuruh berpuasa, akan tetapi iman yang di dalam dadanya manusia, itulah yang mempuasakan atau mengendalikan dirinya manusia (jasad) dicipta, agar di dalam meraih kebutuhan fisiknya untuk mempertahankan kelangsungan kehidupan, manusia tetap dipimpin oleh imannya yang bersifat shidiq, amanah, tabligh dan fathonah. Sehingga, manusia tetap benar dan tidak melakukan kesalahan serta amanah dan tidak  khiyanat, kemudian jujur dan apa adanya di dalam meraih sarana kehidupan dunia yang bersifat jasadi itu.

Impersonate Atau Cover

Ramai dibicarakan seorang pendatang baru atau musisi baru yang lumayan banyak dibicarakan di medsos. Baik IG, Twitter, FB dan You Tube. Kedua anak muda ini, Tri Suaka dan Zinidine Zidan sering berdua berkolaborasi menyanyi dari panggung ke panggung. Karena musisi yang masih pemula, meski suaranya okay namun mereka banyak menyanyikan lagu cover. Lagu cover adalah istilah yang diberikan bagi penyanyi yang menyanyikan lagu orang lain.

Sudah barang tentu ada unsur memakai barang orang lain atau meminjam. Dan menyanyikan lagu orang lain di negeri kita ternyata memiliki aturan ketat dan baku yaitu harus memberi royalti kepada pemilik lagu yang asli.  Kemudian justru masalah muncul bukan karena dua musisi ini mencover lagu, dalam hal ini lagu beberepa musisi. Salah satunya adalah lagu Andika Kangen Band.  Masalah muncul adalah anak muda ini mneyanyikan lagu cover milik Andika Kangen  Band dengan gaya menghina penyanyi aslinya.

Penampilan Andika dari awal berkarir hingga saat ini sudah mengalami perubahan cukup drastis. Banyak kasus yang dia lakukan dari sejak awal karir 2005 hingga beberapa tahun belakangan sudah membuat jera, terlihat saat ini. Penampilannya yang santun dan peduli dengan putra putrinya. Dan Andika selalu menolak menjawab bila ditanya tentang masa lalunya.

Namun hal ini masih menjadi sasaran empuk Zidan untuk menyanyikan lagu cover kangen Band dengan gaya menghina. Walhasil netizen se-Indonesia memberontak dan membully Zidan dan rekannya. Buntutnyapun mereka akan dituntut salah satu pemilik lagu yang dicover. Belum lagi pengacara Andika yang ikut maju mengeluarkan somasi. Di podcast Uya Kuya, akhirnya Zidan dan Tri datang dan memberikan pernyataan maaf.

Hal-hal seperti ini selalu terjadi di negeri +62. Seseorang dengan bebas merdeka melakukan kesalahan lalu kemudian selalu berakhir dengan permintaan maaf di depan publik. Begitu mudahnya dan begitu meremehkan dengan mempergunakan dalih maaf. Padahal mungkin tidak semudah itu publik memaafkan.

Lalu apa beda menyanyikan lagu orang lain alias cover dengan impersonate? Saat ini artis yang dikenal mahir impersonate adalah Gilang Dirga dan Rina Nose. Mereka berdua begitu lihai menirukan suara tokoh, menyanyikan lagu terkenal dan bahkan berperan seperti orang yang ditirukan. Saat Rina Nose menyanyikan lagu Laksmana Raja Di Laut, dia begitu maksimal menirukan lagu dan gerak Iyet Bustami. Bahkan baju yang dipakai Rina adalah kostum yang biasa dipakai Iyet. Saat itu Iyet juga hadir ikut bernyanyi bersama Rina. Sehingga tidak ada masalah antara keduanya, demikian juga dengan host acara tersebut.

Gilang Dirga juga sangat mahir menirukan maupun menyanyikan lagu para musisi. Dengan cengkok yang cukup mirip dengan penyanyi aslinya, Gilang pun mampu membawakan lagu itu. Disamping itu Gilang juga sangat lihai menirukan gaya tokoh.

Antara cover dan impersonate ada perbedaan tipis. namun bagaimanapun menyanyikan lagu musisi lain atau menirukan gaya tokoh harus diniatkan untuk menghibur. Jangan menyusupkan adegan-adegan menghina musisi atau tokoh aslinya.

Wallahu A’lam