Akik Batu Mulia

Entah kenapa akhir-akhir ini suamiku jadi sedikit lebay dengan memakai batu-batuan berbentuk cincin di jari-jarinya. Dan tidak hanya satu, bahkan empat. Sedikitnya ada lebih dari 3 macam bebatuan menempel di jari-jari hitamnya. Jari-jari yang mengandung sedikit nikotin dan sentuhan kasih sayang..ciyee. Kalau dilihat-lihat kuku-kukunya memang berwarna coklat karena terkena beban asap rokok yang sudah dihisapnya dari sejak SMA. Namun jari jemari beserta kukunya menjadi lebih kinclong karena keberadaan batu mulia. Jadi lebih mulia sepertinya. Ahikkk

Batu-batu itu entah datang dari mana, tau-tau jadi buanyak tersimpan di almari doi. Enambelas butir diaantaranya sebenarnya adalah milikku. Dulu waktu akik masih belum menjadi tren saat ini, saya mendapat kiriman souvenir atau oleh-oleh dari temanku, pak Mappajarungi. Saat itu beliau baru pulang dari Harare Zimbabwe. Batu-batu berwarna itu menjadi koleksiku sejak tahun 2007 saat pak Mappajarungi datang ke Indonesia. Namun semua sudah beralih tangan, ke almari suamiku. Hahaha. Entah lah hobby absurdnya itu koq jadi nganeh-nganehi. Jadi kayak tukang tadah.

Tapi emang dari dulu hobbynya selalu jadi incaran orang-orang, teman koleganya. Mulai dari makelar aquarium, kok badminton, sales sepeda gunung, mancing mania, sales pancing dan yang absurd-absurd lainnya. Apa yang dia suka tau-tau menjadi incaran teman-temannya juga, yang guru di SMU dikotaku. Yang paling absurd adalah makelar aquarium. Tadinya ada 2 aquarium berukuran berbeda di rumah. Lumayan bisa lihat2 ikan-ikan lucu-lucu sambil mengurangi depresi. Eh koq anehnya beberapa teman2 suamiku pada ikutan pelihara ikan dalam aquarium. Dan suamikulah yang makelarin pembelian aquarium. Wahah..

Nah batu-batu akiq bertuan dan bertuah (mungkin) kemudian menjadi penghuni almari suamiku. Herannya dia cepet sekali dapat info gosok akiq dimana, kotak akiq yang kukira adalah kotak cincin seserahan itu beli dimana, dia tau banget. Kotak itu tadinya kukira kotak seserahan manten, terbuat dari beludru biru. Ternyata isinya adalah akik yang sudah dikemas berbentuk cincin-cincin. Indah ternyata. Aku cukup heran. Tadinya nggak sampai seserius ini memiliki batu batu seperti itu. Bahkan senter untuk menyinari batu itu pun ada dia miliki. kadang dibawa-bawa kemana-mana bak detektif. Aku tadinya nggak ngeh kalau itu senter, karena bentuknya kayak pulpen. Itu batu koq cantik jadinya setelah dikemas. Dan apabila disinar satu-satu, banyak terdapat corak dan teksture di dalamnya.

Kami bergegas menuju pameran akik batu mulia di MX mall. Wah berniat sekali suamiku waktu dengar ada pameran. Sesampainya disana kamipun segera naik di lt 2 dan melihat-lihat. Hihi expresi suamiku lucu, karena tadinya aku nggak ngeh kalau dia sangat suka batu-batu itu. Yang aku lebih terkesan lagi, ternyata dia bawa beberapa batu dalam tas kecilnya. Bahkan ada yang dipakainya dalam bentuk liontin besar di dadanya. Wahh aku sampai terperangah melihat betapa besar akik hijau di dada suamiku. Lha aku sendiri, kerikil berlian tak satupun ada di diriku. Hallah..

Lama-lama dia tunjuk beberapa batu di dalam etalase. Suamiku dan para owner batu mulia di pameran serius banget mendiskusikan berbagai type dan varian batu tersebut. Terlihat mereka begitu serius mengeluarkan batu masing-masing, bahkan senternya pun sibuk menyinari tiap-tiap batu. Dari kejauhan semua itu terlihat seperti strobo yang saling menyinari para tukang tadah batu ini. Weheh

Akik akik..

Published by Ika

I am Rafter, Blogger, and Teacher

Leave a comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *