Mengapa Kata Untuk “Kucing” Begitu Mirip Di Begitu Banyak Bahasa

Sebenarnya, sebagian besar kata untuk “anjing” dalam bahasa Indo-Eropa juga terkait satu sama lain. Canis Latin  (dari mana kata dalam sebagian besar bahasa Romawi, seperti bahasa Prancis chien), Welsh ci, Yunani Kuno κύων (kyon), matahari Latvia, Armenia շուն (šun), Hund Jerman, Persia  سگ (sag), misalnya, semuanya serumpun satu sama lain. Anjing Inggris dan сука Rusia  (suka, berarti “jalang”) memiliki asal yang sama. Kata-kata ini tidak semuanya terlihat mirip, tetapi itu karena mereka telah berkembang secara terpisah sejak zaman Proto-Indo-Eropa sekitar lima ribu tahun yang lalu. Dalam beberapa kasus, tentu saja, keturunan Indo-Eropa asli telah digantikan oleh beberapa alternatif (seperti anjing Inggris  atau perro Spanyol – meskipun anjing masih ada dalam bahasa Inggris dengan arti yang lebih sempit, dan masih dapat ada dalam bahasa Spanyol sebagai sinonim yang jarang digunakan untuk “anjing”).

Keluarga kata-kata kucing (cath, Katze, obrolan, kot,  dll.) adalah kedatangan yang jauh lebih baru. Sebagian besar kata untuk kucing dalam bahasa Eropa adalah keturunan atau peminjaman dari bahasa Latin Akhir cattus/catta, yang tampaknya telah dipinjam ke dalam bahasa Latin dari bahasa Afro-Asiatik dan yang menggantikan istilah asli feles, yang berasal dari yang tidak pasti. Istilah ini menyebar ke seluruh Eropa hanya sekitar satu setengah milenium yang lalu, jadi memiliki waktu yang jauh lebih sedikit untuk diubah daripada kata Indo-Eropa untuk anjing. (Hipotesis alternatif mengatakan bahwa itu berasal dari bahasa Eropa, dan menyebar ke seluruh Eropa dan ke beberapa bahasa Afro-Asiatik; ini membuat perbedaan besar dalam hal etimologi, tetapi tidak benar-benar mengubah waktunya.) Karena asal usul Afroasiatik/Eropa – berlawanan dengan Indo-Eropa – ini, kata-kata di belahan dunia lain cenderung berbeda, bahkan dalam bahasa Indo-Eropa. Kata Persia adalah gorbi, sedangkan kata Hindi adalah billi, misalnya. (Juga tidak cukup universal di Eropa – kata Hongaria yang biasa, saya percaya, adalah macska, yang dipinjam dari bahasa Slavia).

Bukan hanya kata yang merupakan inovasi yang relatif baru. Fakta bahwa kata Indo-Eropa untuk anjing  bertahan selama lima ribu tahun lebih (dan berbeda dari kata Indo-Eropa untuk serigala) adalah bukti bahwa orang-orang yang berbicara bahasa Indo-Eropa telah memiliki anjing domestik setidaknya selama itu. Kucing peliharaan datang cukup lama kemudian bagi sebagian besar penutur bahasa ini. Meskipun mereka cukup umum di Mesir Kuno, Herodotus menyatakan keterkejutan melihat kucing peliharaan, menunjukkan bahwa mereka tidak umum di Eropa Selatan. Mereka tampaknya tidak terlalu umum di Eropa pada umumnya sampai sekitar waktu kata Latin menyebar ke seluruh benua – kira-kira satu setengah milenium yang lalu. Hewan peliharaan dan kata itu tampaknya, tidak biasa, telah menyebar bersama.

#cat

#kucing

#cath

#katze

Kucing-kucing Jalanan

Ada sebelas kucing suka nongkrong di depan rumah. Eitts jangan salah, mereka bukan kucingku, tapi juga bukan kucing garong. Mereka hanya kucing jalanan sehingga tidak satupun diantara kesebelasnya memiliki nama resmi.  Sehingga kadang kita di rumah memanggilnya hanya dengan kondisi fisiknya. si telon (berbulu tiga warna), si putih, si kuning, si keple. Si keple itu kucing betina yang jalannya agak terseok.

Diantara ke 11 kucing itu yang kutau hanya ada 2 yang betina, si telon sama si keple. Mungkin karena daya tarik si telon yang lumayan menarik, nggak tau menarik dari sudut pandang perkucingan atau gimana, si telon ini banyak dikejar-kejar oleh 9 kucing jantan yang lain. Yang cukup intensif mengejar si telon adalah si putih dan si kuning. Dua kucing jantan ini bertubuh besar banget hampir seukuran cempe. Aku juga gak tau siapa pemilik dua kucing  super ini. Dari yang kulihat kucing-kucing ini seperti dipelihara bener-bener sama pemiliknya.

Na si telon ini emang bener-bener bikin kedua kucing-kucing jantan ini klepek-klepek. Mereka setiap hari berebut dan bertengkar. Eantah antar dua jantan, atau malah pertengkaran yang melibatkan cinta segitiga. Ciyeh..u

Si telon juga nggak akan grusa-grusu memilih mana yang mana yang akan menjadi kekasihnya, secara dia akan memilih bibit bebet dan bobot. Itulah kenapa dua kucing jantan yang gede ini pada kepingin menarik perhatian si telon, mereka hampir tiap hari datang ngapel si telon. Kadang malah membawa buah tangan, kadang ikan asin, pindang, kerupuk udang, dan atau tulang ayam. Entah darimana mereka dapatin berbagai cinderamata itu. Tapi yang jelas hal ini membuat si telon bingung, mau milih oleh-oleh yang mana. Lah abis dibawaainnya bermacam-macam rasa, kari ayam, bakso, udang dan sapi lada hitam. Kayak mi instan aja.

Si kuning dan si jantan nggak mau tau, yang penting kekasihnya bahagia. Nah karena si telon hanya memilih satu, dia akan melihat performance dua kucing gede ini sekaligus dengan bawaaannya. Akhirnya keputusan si telon jatuh ke si kuning. Dua kucing jantan ini sama besarnya tapi buntut si kuning suka mengembang seperti bulu kucing anggora, sehingga si telon lebih memilih si kuning yang jauh lebih menarik dan suka ngobrak-abrik tempat sampah untuk dapatin oleh-oleh buat si telon.

Nah setelah pilih-pilih memang pilihan jatuh pada si kuning. Si kuninglah yang setiap kali nungguin si telon, duduk-duduk santai di bawah pohon pisang. Mungkin mereka bercengkerama, terdengar dari ekspresinya. Mereka saling pandang dan kadang nyakar. Wah..nyakar??

Mbuh wes kemana arah hubungan perkucingan ini. Salahnya lagi, kenapa aku memperhatikan kucing-kucing itu?

!@#$%^&**)(

Kucing-kucing Jalanan

Ada sebelas kucing suka nongkrong di depan rumah. Eitts jangan salah, mereka bukan kucingku, tapi juga bukan kucing garong. Mereka hanya kucing jalanan sehingga tidak satupun diantara kesebelasnya memiliki nama resmi.  Sehingga kadang kita di rumah memanggilnya hanya dengan kondisi fisiknya. si telon (berbulu tiga warna), si putih, si kuning, si keple. Si keple itu kucing betina yang jalannya agak terseok.

Diantara ke 11 kucing itu yang kutau hanya ada 2 yang betina, si telon sama si keple. Mungkin karena daya tarik si telon yang lumayan menarik, nggak tau menarik dari sudut pandang perkucingan atau gimana, si telon ini banyak dikejar-kejar oleh 9 kucing jantan yang lain. Yang cukup intensif mengejar si telon adalah si putih dan si kuning. Dua kucing jantan ini bertubuh besar banget hampir seukuran cempe. Aku juga gak tau siapa pemilik dua kucing  super ini. Dari yang kulihat kucing-kucing ini seperti dipelihara bener-bener sama pemiliknya.

Na si telon ini emang bener-bener bikin kedua kucing-kucing jantan ini klepek-klepek. Mereka setiap hari berebut dan bertengkar. Eantah antar dua jantan, atau malah pertengkaran yang melibatkan cinta segitiga. Ciyeh..u

Si telon juga nggak akan grusa-grusu memilih mana yang mana yang akan menjadi kekasihnya, secara dia akan memilih bibit bebet dan bobot. Itulah kenapa dua kucing jantan yang gede ini pada kepingin menarik perhatian si telon, mereka hampir tiap hari datang ngapel si telon. Kadang malah membawa buah tangan, kadang ikan asin, pindang, kerupuk udang, dan atau tulang ayam. Entah darimana mereka dapatin berbagai cinderamata itu. Tapi yang jelas hal ini membuat si telon bingung, mau milih oleh-oleh yang mana. Lah abis dibawaainnya bermacam-macam rasa, kari ayam, bakso, udang dan sapi lada hitam. Kayak mi instan aja.

Si kuning dan si jantan nggak mau tau, yang penting kekasihnya bahagia. Nah karena si telon hanya memilih satu, dia akan melihat performance dua kucing gede ini sekaligus dengan bawaaannya. Akhirnya keputusan si telon jatuh ke si kuning. Dua kucing jantan ini sama besarnya tapi buntut si kuning suka mengembang seperti bulu kucing anggora, sehingga si telon lebih memilih si kuning yang jauh lebih menarik dan suka ngobrak-abrik tempat sampah untuk dapatin oleh-oleh buat si telon.

Nah setelah pilih-pilih memang pilihan jatuh pada si kuning. Si kuninglah yang setiap kali nungguin si telon, duduk-duduk santai di bawah pohon pisang. Mungkin mereka bercengkerama, terdengar dari ekspresinya. Mereka saling pandang dan kadang nyakar. Wah..nyakar??

Mbuh wes kemana arah hubungan perkucingan ini. Nah salahnya lagi, kenapa aku memperhatikan kucing-kucing itu ya?

!@#$%^&**)(