Out bond

Out Bound

Seorang teman sedianya akan mengajakku rafting di sungai Batang Merangin Jambi. Namun karena jadwal yang tidak sinkron dengan kegiatan akademik kampus maka terpaksa kurelakan keinginanku untuk mengunjungi lokasi rafting terbaik di pulau Sumatera tersebut. Di Sulawesi ada sungai Sa’dang yang berhulu di Toraja dan bermuara di Danau Tempe. Sungai Sa’dang memiliki kesulitan teknik rafting yang cukup kuat pada sungai yang lumayan panjang tersebut. Dibandingkan dengan sungai Batang Merangin yang berhulu di danau Kerinci Jambi ini cukup dikenal para rafter dan kayaker di seluruh Indonesia.

Mungkin anda sering mendengar Aji Massaid (alm) yang sering melakukan rafting arung jeram di lokasi sungai Citarik, Sukabumi Jawa Barat. Beliaulah yang mempopulerkan olah raga sungai ini. Bahkan Aji juga memperkenalkan atraksi dayung pura, yang seharusnya hanya para perwira yang biasa melakukan pesta pedang pura saat prosesi pernikahan. Namun Aji bias-bisanya mengadakan atraksi dayung pura saat menikah dengan Reza.

Sungai Batang Merangin juga memiliki kelebihan tersendiri, sama dengan sungai-sungai Rafting yang lain. Itulah sebabnya saat teman mengajakku kesana, dan ternyata saya tidak menyanggupi karena kesibukan akademik, saya lumayan menyesal. Saya ingin banget menyusuri sungai melegenda tersebut. Seorang sahabat, Amin (alm) adalah wartawan Sriwijaya Pos yang meliput berita bersama bupati Jambi dan meninggal di salah satu jeram yang ekstrim. Sehingga jeram sangat memacu adrenalin itu kemudian diberi nama Jeram Amin. Al Fatihah untuk bang Amin.

Disamping tingkat kesulitan sungai Batang Merangin yang cukup tinggi dibandingkan sungai Citarik, Sa’dang, dan Brantas, sungai ini juga melengkapi agenda wisata siapapun yang dating kesana karena terdapat Taman Batu tertua Geopark berumur 300tahun. Sehingga wah nyesel nggak selesai sampai saat ini. Hmmfth..

Namun memang rencana tinggal rencana, untunglah kemarin kampus  mengadakan kegiatan outbond Rafting dan Airsoft Gun. Ini kesempatan yang tak mungkin kutinggalkan. Rafting harus terlaksana, berhubung hobby. Heheh.. 😀

Saya dan teman-teman bergerak menuju kecamatan Ngantang dimana ada sungai Brantas untuk rafting disana. Bukan hanya rafting atau arung jeram, kami pula mengadakan outbond Airsoft Gun di dekat hotel dimana kami tinggal di danau Selorejo, tepatnya di tengah danau yaitu di pulau Jambu. Kegiatan Airsoft Gun yang sama-sama memacu adrenalin bersama kolega-kolega saya menyisakan cerita-cerita lucu. Banyaknya buah jambu saat itu yang membuat saya lengah. Berkali-kali terkena lecutan cat panas yang membuat paha bengkak selama seminggu. Tapi lumayan lah buat kenang-kenangan dan pengalaman. Bengkak memang.. hihih.. 😀

Esoknya setelah melakukan outbond di pulau Jambu, tibalah saatnya untuk rafting arung jeram di sungai Brantas Ngantang. Mirip dengan sungai Citarik, namun kesulitannya lebih sedikit disbanding sungai Citarik. Tikungannya juga lebih banyak. Saat melalui dam, skipper tidak mengizinkan kami untuk melalui. Mereka bilang tidak ada seorang rafter dan kayaker pun yang sanggup melalui dam bertembok tinggi ini. Sehingga hanya kayak nya saja yang dijatuhkan. Kami menunggu di bawah sambil menikmati heci dan kopi yang dibawakan oleh panitia. Setelah itu kami lanjutkan perjalanan arung jeram menuju finish di selorejo.

Ini harusnya ada foto-foto ‘narsis’ kami selama berafting di Brantas tapi begitulah memang kalau niatnya sudah pengen narsis saja. Sehingga perjalanan rafting kami sama sekali tidak berdokumen. Ini disebabkan karena masalah administrasi. Yaelah.. 😀

Padahal aku dah eksyen seperti James Bond .. ihik!

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *