Korea Itu Ada Dua

Mungkin anda salah satu penikmat drakor atau drama Korea yang cukup dikenal di masyarakat milenial belakangan ini. Kalau disebut drakor sebenarnya adalah drama dari Korea Selatan. Sangat mustahil kalau drama itu berasal dari Korea Utarua.

Salah satu contoh drama Korea yang pernah saya lihat adalah Crush Landing on You.  Industri drama dan movie di Korea Selatan memang cukup besar hingga membuat penontonnya benar-benar percaya bahwa film itu benar-benar dibuat di Korea Utara atau setidaknya di perbatasan Korea Utara dan Selatan atau yang disebut dengan Demiliterized Zone.

Padahal boro-boro drakor tersebut dibuat di Korea Utara. Sedang masuk ke Negaranya saja sulit. Hingga pernah terjadi seorang mahasiswa yang meninggal di Korea Utara karena dibunuh. Alasannya pun kurang bisa diterima.

Kita perlu tau pintu-pintu mana yang bisa dimasuki menuju ke negara Korea Utara.  Salah satunya adalah menggunakan jalur darat masuk ke Korea Utara lewat Cina. Dan mahasiswa ini melalui travel agent bisa dengan sukses masuk kesana. Namun kemudian sebuah peristiwa terjadi, mahasiswa ini dipulangkan ke Amerika dalam keadaan koma dan lalu berujung meninggal. Alasannyapun sampai sekarang belum bisa diketahui dengan pasti.

Nah balik ke drama Korea tadi, bercerita tentang seorang gadis yang kesasar masuk menyebrang ke negara Korea Utara. Awalnya gadis ini main paralayang kemudian angin membawanya menuju ke perbatasa Korea Utara hingga akhirnya terjatuh di dekat Zona Demiliterisasi. Gadis ini memang akhirnya diselamatkan oleh para tentara Korea Utara. Dan endingnya sudah bisa ditebak.

Dari situ bisa disimpulkan bahwa betapa sederhananya bahasa, budaya dan kegiatan masyarakat Korea Utara. Jauh berbeda dengan saudaranya yaitu Korea Selatan. Mungkin bisa dibilang lebih konservatif (baca: ndeso). Suasana di Korea Utara sepertinya agak mencekam. Banyak aturan-aturan yang tidak masuk akal. Seperti tidak adanya internet,  jarang nya listrik dan kabel telpon. Tidak banyak pengguna HP android.

Kok miris ya..

Semenanjung yang terbelah menjadi dua ini ternyata memang menjadi berbeda secara signifikan. Satu dikuasai Uni Sovyet yang komunis dan satu dikuasai Amerika yang kapitalis. Uni Sovyet mungkin gak jauh beda dengan Korea Utara, agak sedikit konservatif gitu. Tapi bagaimanapun sudah meluncurkan apolo Soyus, lebih cepat dari negara-begara lain.

Cerita menjadi semakin rumit setelah gadis Korea Selatan ini kepincut tentara dari Korea Utara. Nah ada adegan yang begitu dramatik yaitu saat perpisahan mereka di perbatasa Korea Utara Selatan tepatnya di jalan Tol dimana disana adalah Zona Demiliterisasi.  Di sebelah utara garis dijaga oleh tentara-tentara Korea Utara yang dikenal sadis, dan di sebelah Selatan gari dijaga oleh tentara Korea Selatan. Gadis ini berteriak memanggil kekasihnya yang berada di Utara garis. Dan endingnya bisa ditebak.

 

Istilah Islam Nusantara

Setiap individu itu, siapa pun orangnya dan apapun keadaannya, ia tidak akan mengalami atau terjadi pada dirinya suatu problematika dan persoalan apapun, terhadap istilah apapun dan dari manapun istilah itu berasal; Dengan catatan, jika masing-masing individu yang bersangkutan tidak mengalami problematika diri, karena telah memproblem atau mempersoalkan sesuatu yang di luar dirinya. 

Islam Nusantara, hanyalah sebuah istilah yang dimunculkan oleh pihak tertentu, yang sudah barang tentu mempunyai maksud tertentu, serta untuk kepentingan dan tujuan yang tertentu pula. Dan sudah barang tentu juga, istilah apapun yang berupa perkataan dan pernyataan atau tulisan, ia tidak lebih hanyalah sekedar untuk memberikan penjelasan terhadap Islam itu sendiri, untuk didapatkan penjelasan yang lebih jelas. Oleh karena, ia sekedar penjelasan, maka penjelasan berupa apapun dan oleh siapapun, itu tidak definitif alias, penjelasan itu, tidak akan ada finalnya. Maka, penjelasan berupa apapun dan oleh siapapun, itu masih memungkinkan untuk dijelaskan lagi oleh siapapun, agar didapatkan sebuah penjelasan yang lebih jelas lagi; Begitu dan seterusnya.

Oleh karenanya, apapun istilah yang dipergunakan untuk Islam, apakah Islam Nusantara, Islam Berkemajuan dan bahkan juga Islam Kejawen, Islam Kesumatran atau apapun istilahnya, tetaplah ia Islam yang damai dan mendamaikan, sehingga tercipta sebuah kerukunan, demi hilang dan tiadanya pertengkaran antar satu orang dengan yang lainnya, agar didapatkan sebuah ketenangan dan kebahagiaan hidup di dunia yang fana’ ini, sehingga seseorang bisa berbahagia kelak menuju dan sampai kembali ke hadirat Allah swt. 

Artinya, bagaimana Islam itu, mewujud ke dalam kehidupan yang damai dan sejahtera pada masing-masing individu orang; Dan, tidak terjadi bertengkaran antar satu orang dengan yang lainnya, sehingga timbul rasa pada diri  masing-masing individu orang tersebut, sebuah ketenangan dan kebahagiaan, ia bukan terletak pada istilah Islam itu, yang menentukannya. Akan tetapi, nilai dan ruh Islam itu sendiri, sangat bergantung erat dengan individu masing-masing orang yang bersangkutan. Apakah individu seseorang itu bersedia untuk berdamai diri, sehingga bersedia pula untuk berdamai terhadap orang lain, demi terciptanya hidup yang rukun dan damai serta sejahtera, semuanya dikembalikan kepada masing-masing diri individu orangnya, bukan pada istilahnya, baik berupa tulisan atau pengumuman dan sejenisnya.

Maka, sebenarnya Islam adalah wujud kedamaian diri seseorang yang bersedia untuk berdamai dengan orang lain, apapun Istilahnya yang dipergunakan. Sebab, istilah itu didapatkan atau dirumuskan oleh seseorang berdasarkan pengamatan dan sejenisnya  terhadap kejadian tertentu pada lokal dan budaya tertentu. Islam adalah produk Allah dan ia yang di sisi Allah, sehingga tidak terjadi di dalamnya perbedaan apapun. Sedangkan istilah, apapun itu namanya, ia adalah produk manusia yang sudah barang tentu berbeda-beda antar satu orang dengan yang lainnya.

Kenapa Ngapaq-Ngapaq

Mungkin dari sekian diantara kita memahami lebih dari satu bahasa lokal. Semisal beberapa orang di Jawa bisa berbahasa Sunda, Jawa dan bahasa Ngapaq. Hal ini tak lain adalah karena pengguna ketiga bahasa lokal tersebut tinggal di zona perbatasa-perbatasan dimana bahasa mengalami pergeseran.

Seperti misal orang-orang yang tinggal di Cilacap, Tegal, Kebumen, Brebes yang notabene ini adalah masuk di propinsi Jawa Tengah. Kebanyakan masyarakat Jawa Tengah adalah pengguna bahasa Jawa atau Boso Jowo dimana bahasa ini memang digunakan oleh umumnya masyarakat Jawa Tengah. Bahasa Jawa berkarakter halus dan memiliki Speech levels lebih dari satu. Sehingga para pengguna bahasa Jawa dengan berhati-hati memilih salah satu level apabila sedang berbicara dengan seseorang. Pemilihan ini berdasarkan siapa yang diajak bicar, umurnya, jenis kelaminnya, sikonnya dll.

Orang-orang yang mampu menggunakan ke 3 bahasa menurut saya adalah manusia luar biasa. Baik bahasa Jawa, Sunda maupun Ngapaq memiliki kekhasan dan kesulitan masing-masing. Bahasa Sunda memiliki kosakata yang cukup berbeda yaitu sejumlah 75% bedanya dengan bahasa Jawa. Dan bahasa Sunda juga memiliki beberapa speech level seperti bahasa Jawa.

Fenomena tiga bahasa diucapkan oleh masyarakat ini terjadi di Kecamatan Bantar Kabupaten Cilacap. Di pasar bisa kita temui para penjual dan pembeli bisa memahami tiga bahasa lokal ini, baik bahasa Sunda, Jawa maupun Ngapaq. Tidak satu bahasapun diantara ketiganya yang lebih baik maupun lebih unggul. LKetiganya digunakan dengan harmonis dan saling mudah memahami.

Warga Cilacap kadang berbicara dengan menggunakan bahasa Sunda di saat-saat tertentu. Begitu juga dengan bahasa Jawa. Bahasa Ngapaq sendiri saat ini menjadi bagian dari budaya masyarakat Cilacap, Brebes, Tegal dan sekitarnya. Seringkali bahasa ini menjadi begitu komersil digunakan di sinetron-sinetron dan iklan layaknya Bahasa Madura. Keduanya sama-sama begitu komersil karena keduanya sama-sama menarik.

Sebagai pengguna Bahasa Jawatimuran khususnya Boso Malangan, saya bisa dengan mudah memahami Bahasa Ngapaq karena memiliki perbedaan yang tidak terlalu signifikan yaitu perubahan dari huruf vokal O menuju huruf vokal A. Beberapa kosakata yang saya temui di Bahasa Ngapaq ternyata adalah kosakata yang sudah lama tidak terdengar di Bahasa Malangan yaitu :

cihuy |cihui|

yahud |yahut|

asik |asiq|

asoy |ashoi|

dan beberapa kosakata yang sudah menghilang dari peredaran bahasa Malangan.

Sungguh unik belajar bahasa dan budaya lokal khas Indonesia

Kiroto Boso

“Kiroto”, maksudnya “dikiro” atau lakukan dzikir agar “tumoto” atau tertata. Sedangkan, “boso” adalah bahasa, apakah berupa ucapan atau lisan dan tulisan maupun yang lainnya, seperti Bahasa Isyarat, Bahasa Tubuh dan sebagainya, di mana semuanya itu, merupakan ungkapan sebuah rasa seseorang.

Oleh sebab itu, “kiroto boso”, dimaksudkan adalah bahwa, bahasa itu tidak semata ucapan verbal atau tulisan yang terbaca dan dibunyikan oleh lisan manusia. Akan tetapi, bahasa yang sesungguhnya, itu erat berkaitan dengan rasa yang dihati (dzikir) untuk diperoleh sebuah ketatan atau tertatanya piranti kehidupan di semua sektor kebutuhan dasar hidup diri manusia.

Maka itu, kata kunci dari semua hal berkait tersebut di atas, terdapat pada kata “kiroto” dan “boso”; “dikiro”, lakukan aktifitas dzikir, agar “tumoto-bosomu”, tertata rasamu. Lakukanlah secara terus menerus kegiatan ber-dzikir, demi tertatanya sebuah rasa yang ada di dalam dada manusia, dialah iman, ilmu dan nikmat. 

Karena, kata, “dzikir” atau ingat, merupakan atau menunjuk kepada pekerjaan hati atau rasa, di mana ia berbeda sekali dengan kata, “menyebut”, sebab kata “menyebut”, menunjuk kepada perbuatan lisan. Maka, “dikiroto-boso”, berarti selalu ingatlah oleh rasa atau hidupkan rasa (boso) atau bahasamu, agar kehidupanmu menjadi tertata.

Dalam konteks ajaran agama (Islam) yang dibawa oleh Nabi Agung Muhammad saw, kata “dzikir”, menunjuk akan arti sholat atau hubungan diri mukmin dengan amin di tempat ingatan atau di tempat berhubungan yaitu di Baitullah (QS Thoha (20) : 14), (QS Ali Imron (3) : 96-97), oleh rasa atau nikmat yang bisa diketahui oleh ilmu yang di dalam dada setiap insan atau manusia (QS Al ‘Ankabut (29) : 49), (QS Ar Rahman (55) : 13, 16, 18, 21, 23, 25, 28, 30, 32, 34, 36, 38, 40, 42, 45, 47, 49, 51, 53, 55, 57, 59, 61, 63, 65, 67, 69, 71, 73, 75, 77).

Oleh sebab itu, kata “kiroto boso”, dalam konteks dzikir dan sholat, dimaksudkan adalah lakukanlah dan tegakkan sholat agar diri mukmin selalu ingat di tempat ingatan, sehingga berjumpa dengan yang dingat, yaitu amin melalui rasa nikmat yang bisa diketahui oleh ilmu yang di dalam dada, agar diri mukmin selalu memimpin diri manusia untuk bisa kembali ke asal mulanya, yaitu Allah swt.

وَاسْتَعِينُوا بِالصَّبْرِ وَالصَّلَاةِ ۚ وَإِنَّهَا لَكَبِيرَةٌ إِلَّا عَلَى الْخَاشِعِين 

الَّذِينَ يَظُنُّونَ أَنَّهُمْ مُلَاقُو رَبِّهِمْ وَأَنَّهُمْ إِلَيْهِ رَاجِعُونَ

Al-Baqarah (2) : 45 – 46

Mintalah pertolongan dengan yang sabar dan tegakkan sholat. Sesungguhnya sholat itu sangat berat, kecuali atas (mereka) yang khusyu’; Yaitu, mereka yang telah memperoleh keyakinan, karena telah berjumpa Tuhan mereka dan mereka kembali (ke asalnya).

#DI_KIROTO-BOSO_MU; dzikirkanlah rasamu, agar dirimu tertata, melalui sholat yang tertegakkan oleh mukmin, supaya dirimu bisa berjumpa amin di tempat perjumpaan, yaitu Baitullah. Lalu, dirimu bisa bersama-sama dan diantar olveh amin menuju kembali ke asal muasal diri manusia, yaitu Allah swt.

Benda dan Kata

Para Filusuf Bahasa sepakat, bahwa benda atas kata itu lebih dulu ada dari pada kata atas bendanya. Karena, semua kata itu menunjuk pada bendanya.

Artinya adanya kata-kata itu didahului oleh adanya benda, baru muncul kata-kata. Oleh sebab itu, untuk mendapatkan pengertian atas kata apapun dibalikanlah kepada asal dan usulnya bahasa yang al. dengan cara “mengkirata” atau “kiroto boso”. 

Lakukan dengan seksama alias tidak sekedar hanya mengkira-kira tanpa tata bahasa dan kaidahnya sebagai pertimbangannya, namun perkiraan yang didasarkan pada tata bahasa dengan berbagai seluk beluknya. 

Itulah makna “kiroto” atau mengkira-kira dan menata berdasarkan tata kaidah yang musti dijadikan pertimbangan secara seksama.

Demikian para ahli berpendapat, bahwa benda itu lebih dulu ada baru dikata-kata atau muncul kata. Maka, hendaknya siapapun orangnya tidak mengata atau berkata atas kata atau katanya, namun hendaknya seseorang itu mengata dan berkata atas bendanya.

Katakanlah atas kenyataannya (nyatanya) dan tidak mengata atas katanya yang tidak tahu akan kenyataannya.

Itulah yang ditegaskan oleh Allah swt dalam firman-Nya sebagai dosa besar (kaburo maqtan) di sisi-Nya jika seseorang hanya mengata namun tidak mampu untuk melakukannnya. Bagaimana mungkin bisa melakukannya, jika kata yang diucapkan tidak menunjuk atas bendanya alias hanya mengata saja tanpa mengerti apa yang dikatakannya karena tidak bisa menemukan bendanya???

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا لِمَ تَقُولُونَ مَا لَا تَفْعَلُونَ 

كَبُرَ مَقْتًا عِنْدَ اللَّهِ أَنْ تَقُولُوا مَا لَا تَفْعَلُونَ

Ash-Shaf 2 – 3.

Karena iman yang ada pada setiap dada insan manudia tidak dipergunakan cahaya dan ilmunya (tahunya), maka mereka para manusia itu hanya mengata yang tidak mampu untuk  melakukannya. Sehingga “maqtan” atau membikin gatal yang besar atau sangat menggatalkan jika seseorang hanya mengata yang tidak melakukannya, tidak mengata atas benda alias hanya mengata atas kata atau katanya.

Oleh sebab itulah, kemungkinan ada benarnya apa yang dinyata oleh beberapa ahli sejarah berdasarkan data yang diperolehnya, bahwa Abdullah Ibn Mas’ud, sahabat Nabi Agung Muhammad saw, atas perintah Khalifah ke empat Sayyidina Ali Ibn Abi Thalib Kw, pernah tiba di kepulauan Nusantara, khususnya di pulau Jawa, tepatnya di daerah Wonosobo Jawa Tengah.

Bahkan singkatan nama ormas umat Islam terbesar di Indonesia adalah NO (Nahdlatul Oelama’) atau NU (Nahdlatul Ulama’), bukan “nahlu” atau yang lainnya, akan tetapi NU. Kenapa demikian? Karena kata NO-NU, itu diambil dari kata “nusantara” atas ide alm. Kyai Sya’roni dari desa Keras Kediri yang  terinspirasi dari kata “nusantara”.

Dalam musyawarah para Kyai sepuh di Surabaya untuk merumuskan singkatan Nahdlatul Oelama’, pernah ada seorang Kyai sepuh dari Madura yang melontarkan kata “Nahl” yang berarti tawon sebagai singkatan dari Nahdlatul Oelama’.

Namun setelah dikaji dan difikirkan mendalam serta selalu memohon petunjuk Allah swt, maka Mbah Hasyim keluar sebentar dari ruangan musyawarah untuk menemui Kyai Sya’roni. Mbah Hasyim meminta kepada Kyai Sya’roni untuk melakukan istikharah berkenanaan dengan singkatan dari Nahdlatul Oelama’-Nahdlatul Ulama’.

Dalam istkharahnya Kyai Sya’rini diperlihatkan, bahwa Mbah Hasyim membawa tulisan berhuruf Arab :

” نهضة العلماء “

yang di depannya terdapat tulisan huruf latin yaitu NOESWATARA.

Hasil istikharah dari Kyai Sya’roni tersebut dihaturkan kepada beliau Mbah Hasyim, lalu diambillah huruf pertama dan kedua yakni N-O atau NU.

Selanjutnya singkatan NO atau NU dibahas oleh para Kyai untuk ditemukan filosofinya yang dikaitkan dengan kata antara (tengah-tengah) sehingga detemukan kata Nusantara dan Nahdlatul Oelama’ atau Nahdlatul Ulama’.

Maka singkatan NO atau NU, dipilih didasarkan pada berbagai pertimbangan bahasa yang dikira (dikaji) untuk diperoleh “ketataan” atau “tata” yang menjadi idaman semua manusia yaitu hidup tertata; Berkata secara tertata dan bertata kelola negara yang bertata dst.

Semua tahapan berfikir sebagaimana disebutkan di atas sebut menkaji untuk terjadinya ketataan atas segala sesuatunya khususnya, bahasa. Sehingga muncul kata “kirata bahasa” atau “kiroto boso”; bukan hanya sekedar diKIRO KIRO tanpa MIKIR.

Kirata bahasa atau kiroto boso berguna untuk menumbuhkan rasa agar pertimbangan apapun di dalam berkata dan bertindak tidak hanya berdasarkan hasil kajian intelektualitas belaka, namun juga spiritualitas agar tumbuh rasa.

Bekenaan dengan telah ditemukannya berbagai bukti nyata sejarah peninggalan akan perjuangan da’wah umat Islam, maka berbagai nama kota yang terdapat di pulau Jawa semuanya bisa dikirata bahasakan yang didasarkan pada sejarah penamaannya oleh para da’i Muslim saat itu.

Maka nama kota Kediri, konon merupakan ajakan agar semua orang mau ke dirinya masing-masing.

اقْرَأْ كِتَابَكَ كَفَىٰ بِنَفْسِكَ الْيَوْمَ عَلَيْكَ حَسِيبًا

 Al-Isra’ : 14.

Bagaiman seseorang bisa ke diri masing-masing???. 

Dijelaskan tata caranya untuk bisa dan mampu ke diri yaitu dengan kata “Nganjuk”. Kata “nganjuk” adalah bahasa Arab ” ‘an juu’in”, tentang lapar yakni perut atau hawa nafsu atau nafsu ketika berhawa, hendaknya di imsak dikendalikan dengan berpuasa agar “juu’ ” atau lapar untuk mampu ke diri masing-masing.

Karena nafsu atau hawa nafsu hanya bisa tunduk dengan neraka “juu’ “, bukan dengan 7 neraka sebagaimana disebutkan di dalam firman-Nya yang jumlah pintu neraka itu sebanyak tujuh.

Dengan ke diri masing-masing melalui “juu’ ” barulah diperoleh “madyun” atau Madiun, yakni kondisi senang dan mahabbah yang hampir sakar atau mabuk, tapi tidak sampai mabuk sehingga serasa senang dan ridho atas apapun yang terjadi. Kondisi diri demikian disebut dengan “madyunun”.

Senang bahagia didapatkan, maka ridho dirasakan sehingga tidak terjebak hidupnya oleh hal-hal yang bersifat materialistik alias terlepas dari berbagai hal yang berfifat ragawi (Ponorogo).

Ponorogo atau hilangnya keterjebakkan (fana’) diri dari berbagai hal yang ragawi, maka kegundah gulaan tertinggalkan (tarku qolqin) yang diucap dengan kata “Trenggalek”. 

Tertinggalkannya kegundah gulaan, artinya hilangnya kesedihan.

Hilangnya kesedihan menandakan datangnya pertolongan Tuhan (Tulung Agung). 

Jika dalam kesedihan, maka Tuhan tiada bersama kita alias pertolongan-Nya tidak akan diberikannya kepada kita. 

Maka itulah pesan Nabi Agung Muhammad saw kepada sahabatnya Abu Bakar ra, adalah janganlah engkau bersedih, sesungguhnya Allah itu bersama kita.

يا أبا بكر لا تحزن إن الله معنا

Jika pertolongan Allah didapatkan, maka tentara Tartar saat itu yang telah menguasai 3/4 dunia tidak mampu mengalahkan bangsa Indonesia yang memang telah terbimbing oleh Allah dan rasul-Nya.

Maka mereka kembali kembali ke negaranya di Tartar (Balitar atau Blitar) tanpa ada perlawanan yang berarti. Karena mereka para tentara Tartar, saat itu ketika ingin mengalahkan dan menguasai bangsa Indonesia mengejar rakyat Indonesia sampai di pesisir pantai utara. Yang mana para rakyat Indonesia ketika menghadapi tentara Tartar memakai pakaian celana pendek (Tubban atau Tuban), sedangkan Tentara  memakai baju besi sehingga mereka ketakutan dengan sendirinya, baju besi pasti tenggelam di laut melawan orang-orang yang hanya menggunakan “tubban” atau celana dalam.

Bagaimana Malangkucecwara dan Pasuruan serta Surabaya sampai Jakarta?

Semoga di lain waktu bisa saya menjelaskannya.

Tahlil

Apa itu “tahlil-tahlilan”, apa itu “ila hadroti” dan seterusnya??? Sebagaimana sudah mentradisi kegiatan tersebut yang diberi nama “tahlilan” dilakukan oleh umat Islam Indonesia, Jawa khususnya dan lebih khusus lagi umat Islam di Jawa Timur.

Apapun yang dilakukan umat Islam sebagai bentuk peribadatan dan ibadah kepada Allah, selama belum ditemukan bendanya, maka selama itu pula akan terjadi perbedaan pendapat.

Dan perbedaan pendapat terhadap suatu kata, karena belum ditunjukkan atau ditemukan bendanya itu akan terus terjadi.

Terjadinya perbedaan pendapat, itulah yang disebut dengan tafsir atau tafsiran yang masing-masing orang akan berbeda tafsirnya sesuai dengan perkiraannya.

Berbeda dengan suatu kata yang sudah menunjuk terhadap bendanya, maka pertanyaan akan benda tersebut tidak diperlukannya lagi.

Jika saya memegang benda bernama HP dan benda yang bernama HP tersebut, sudah dilihat atau diketahui oleh sesesorang misalnya, apakah saya perlu bertanya kepada seseorang itu untuk saya mintai pendapatnya, “apa pendapat anda apakah yang pegang ini HP”?

Tentu tidak diperlukan pertanyaan semacam itu..

Berbeda dengan ketika seseorang mengata yang bukan atas bendanya alias ia mengata atas katanya, maka perkataan orang tersebut akan menimbulkan banyak penafsiran dan hal demikian itu wajar biasa terjadi..

Kata “tahlil”, usul dari asal kata tersebut bukanlah pekerjaan hati, ia pekerjaan qouli atau lisan atau mulut alias kegiatan atau pekerjaan salah satu anggota badan yang bernama mulut, yakni mengucapkan “laa ilaha iLLaLLAH”.

Ia “af’al al Qouliyah” bukan ‘af’al qolbiyah” (pekerjaan lisan atau ucapan, bukan pekerjaan hati).

Kata “tahlil” maupun “tahlilan”, keduanya adalah isim masdar dari kata kerja “hallala – هلل “. Sedangkan perbedaan dibaca marfu’ dan manshub, itu hanya persoalan berbeda i’rob atau kedudukan kata dalam kalimat tertentu.

Maka, baik kata “tahlil” maupun “tahlilan” tidak ada berbedaan arti secara subtantif, kecuali penentuan apakah ia sebagai subyek, predikat dan obyek dalam tata kalimat (nafwu) bahasa Arab.

Kemudian yang dimaksud dengan kata “tahlil” adalah ucapan “laa ilaha illaLLah”.

Kalau “tahmid” adalah ucapan “alhamdulillah”.

Istighfar adalah ucapan “astaghfirullah” 

Ttakbiir” adalah ucapan “Allahu Akbar”..

dst..

Baik, saya akan fokuskan masalah “tahlil” ini terlebih dahulu, kemudian jika masih memungkinkan akan saya bahas di waktu yang lain, apa itu “ila hadroti” dst..

Sebenarnya siapa saja yang membaca apa saja, baik itu ayat-ayat al Qur’an, bacaan sholawatan dan juga tahlil atau tahlilan maupun bacaan yang lainnya, tidak ada hubungannya dengan kematian seseorang atau apapun.

Artinya, membaca hal itu semuanya boleh dilakukan oleh siapa saja, kapan saja dan di mana saja asal tidak mengganggu orang lain. Tentu yang dimaksud kapan dan di mana saja ada pembatas, mengingat ia tergolong kalimat yang baik, maka ada pertimbangan hal-hal yang bersifat etis atau etika tertentu.

Pertimbangan tersebut, misalnya jika bacaannya dikeraskan dengan menggunakan sound system, sehingga bisa mengganggu ketenangan tetangga kanan kiri atau mengganggu orang lain.

Maka pekerjaan mengganggu siapa dan apa  saja, oleh siapa saja itu dilarang oleh ajaran agama.

Kemudian bagaimana jika bacaan tahlil tersebut dibaca pada saat atau di rumah seseorang yang salah satu dari anggota keluarganya baru meninggal, boleh apa tidak???

Yaa boleh boleh saja asal, si tuan rumah tidak merasa terganggu dengan bacaan tahlil tersebut.

Lebih-lebih jika tuan rumah merasa senang dengan bacaan tahlil tersebut, maka membacanya dalam kondisi semacam itu sangat dianjurkan.

Karena inti makna takziyah adalah menghibur keluarga yang ditinggal wafat oleh anggoga keluarganya.

Jadi, substansi takziyah itu untuk keluarga yang sebagian anggota keluarganya meninggal dunia atau mati, bukan untuk si mayit atau yang wafat itu sendiri.

Orang yang sudah meninggal dunia, selesai urusannya dengan dunia.

Jika keluarga si mayit mengalami duka dan kesusahan yang berlarut karena wafatnya salah satu dari anggoga keluarganya, maka menghibur mereka itu diebut dengan takziyah.

Sehingga diharapkan, atas kehadiran para orang-orang yang bertakziyah berkunjung kepada keluarga yang ditinggal mati oleh anggota keluarganya, itu bisa menghibur mereka,bukan menambahai masalah atau beban.

Pada umumnya keluarga yang ditinggal mati oleh anggota keluarganya, itu hatinya tentram mana kala ada keyakinan, bahwa si mayit yang meninggal akan bertambah bahagia jika dido’akan dengan membaca Qur’an dan kalimat thoyyibat lainnya seperti tahlilan.

Maka dalam konteks takziyah, tahlilan atau melakukan kegiatan membaca al Qur’an dan berbagai kalimat thayyibah di rumah duka, mana kala keluarga yang ditinggal meninggal salah satu keluarganya, itu merasa senang dan terhibur dengan adanya kegiatan tersebut, maka kegiatan tersebut tidak ada masalah alias boleh bahkan dianjurkan.

Kemudian, apa itu tahlil dalam totalitas ajaran Islam?

Apa itu tahlil pengertiannya adalah totalitas kalimat Adzan.

Adzan dikumandangkan dengan permulaan takbir “Allahu Akbar” dua kali. Apa itu takbir Allahu Akbar dan kenapa dua kali diucapkan? 

Allah adalah dzat dan Akbar adalah sifatnya Allah, dialah Muhammad Rasulullah saw.

Diucapkan dua kali, karena keduanya adalah dzat dan shifat yang tidak bisa dipisahkan antara satu dengan lainnya alias dzat dan sifat menjadi satu.

Maka kalimat berikutnya adalah persaksian atas keduanya yang diperkuat dengan bersaksi atas ke-Esaan Allah dua kali dan bersaksi atas diutusnya Muhammad sebagai utusannya Allah dua kali.

Baru kemudian tertegakkan shalat..

Dengan lain kata, hal demikian dapat diperoleh jika shalat antara hamba dengan Allah melalui rasulnya Allah Muhammad saw terwujudkan. 

Wujud shalat adalah menghadap Qiblat ke Akbar dengan i’tiqod keyakinan kepada Allah swt.

Baru kemenangan dan kebahagiaan di dapatkan. Kemenangan atas tetapnya iman kepada Allah swt melalui utusannya Allah yakni, Muhammad rasulullah saw.

Beradalah hamba di dalam benteng Allah swt yang tiada tersentuh oleh api neraka selamanya.

لا إله إلا الله حصمني فمن دخل حصني أمن من عذابي

Laa ilaha illaLLAH adalah benteng-KU, siapa memasuki benteng-KU aman dari siksa-Ku.

Karto Kasan Oposan

Oposan

Dari hari ke hari upah buruh di sebuah perusahaan perkebunan kapas milik Compeni Belanda, semakin tidak bisa mencukupi kebutuhan primer bagi kaum buruh tani.

Setiap menerima upah pada hari Sabtu selalu mengalami pengurangan dari upah seminggu sebelumnya, padahal harga kebutuhan pokok semakin naik.

Wal hasil, para buruh tani yang dalam menutupi kebutuhan hidupnya sehari-hari mengandalkan upah dari kerja di sebuah perkebunan kapas milik Compeni tersebut, semakin lama semakin berat.

Ngomong punya, akhirnya mereka berkumpul untuk membicarakan upah yang semakin menurun sebagai imbalan dari perusahan yang bergerak di bidang pertanian kapas tersebut.

Dalam perkumpulan diputuskan, mereka sepakat untuk melakukan semacam unjuk rasa, memprotres terhadap pengurangan upah yang mereka terima dari setiap minggunya.

Dalam aksi memprotes kebijakkan perusahaan yang mengurangi upah dari para buruh tersebut, pimpinannya adalah KASAN.

Kasan diangkat dijadikan pimpinan mereka dalam melakukan unjuk rasa memprotes penurunan upah terhadap buruh tani.

Karena dalam menyampaikan aspirasinya, mereka menggunakan bahasa Jawa, maka sang pemilik perusahan kesulitan untuk bisa mengerti apa yang disampaikab oleh kaum buruh.

Akhirnya, sang pemilik perusahaan yang berkebangsaan Belanda tersebut menyuruh KARTO, seorang pribumi yang bekerja sebagai Sinder atau Waker di perusahaan pertanian kapas itu.

Si Karto sangat mengusai bahasa Belanda dengan baik, sekaligus juga bahasa Jawa, karena Karto berasal dari sebuah desa jauh dari kota di Kabupaten Ponorogo.

Setelah Karto mendapatkan perintah dari pemilik perusahaan kapas yang sama sekali tidak mengerti bahasa Jawa tersebut, untuk menemui para temonstran yang mendemo perusahaannya. Maka, Karto langsung melaksanakan perintah dari Bossnya.

Si Karto ambil alih posisi Boss untuk menghadapi para demontran yang dipimpin oleh Kasan dengan penuh keyakinan dan kebanggaan atas tugas khusus dari sang Boss tersebut.

Langsung si Karto dengan langkah tegap penuh keyakinan dengan pakaian kewibaan dan kumis diplintir, memanggil pimpinan demo tersebut :

” OPO SAN…???”

Suara Karto yang keras tersebut, terdengar oleh si Boss yang berada di dalam kantor.

Maka, sejak saat itu orang-orang yang melakukan protes terhadap kebijakan di sebuah perusahaan di sebut, “OPOSAN”.

Analisis Wacana Penutur Dalam Percakapan

Jika seseorang tampak tidak tertarik atau tidak memahami (apakah mereka benar-benar tertarik atau tidak), Anda mungkin akan memperlambat, mengulangi, atau menjelaskan secara berlebihan, sehingga memberi kesan bahwa Anda ‘berbicara.’ Frederick Erickson telah menunjukkan bahwa ini dapat terjadi dalam percakapan antara pembicara kulit hitam dan putih, karena kebiasaan yang berbeda sehubungan dengan menunjukkan pendengar. Penanda Wacana ‘Penanda wacana’ adalah istilah yang diberikan ahli bahasa untuk kata-kata kecil seperti ‘baik’, ‘oh’, ‘tetapi’, dan ‘dan’ yang memecah pembicaraan kita menjadi beberapa bagian dan menunjukkan hubungan antar bagian. ‘Oh’ mempersiapkan pendengar untuk hal yang mengejutkan atau baru diingat, dan ‘tetapi’ menunjukkan bahwa kalimat berikutnya bertentangan dengan kalimat sebelumnya. Namun, penanda ini tidak selalu berarti seperti yang kamus katakan. Beberapa orang menggunakan ‘dan’ hanya untuk memulai pemikiran baru, dan beberapa orang menempatkan ‘tetapi’ di akhir kalimat mereka, sebagai cara untuk mengakhiri dengan lembut. Menyadari bahwa kata-kata ini dapat berfungsi sebagai penanda wacana penting untuk mencegah frustrasi yang dapat dialami jika Anda mengharapkan setiap kata memiliki arti kamusnya setiap kali digunakan.

Speech Act Analisis tindak tutur tidak menanyakan apa bentuk ujaran itu, tetapi apa yang dilakukannya. Mengatakan “Saya sekarang menyatakan Anda pria dan istri” memberlakukan pernikahan. Mempelajari tindak tutur seperti memuji memungkinkan analis wacana menanyakan apa yang dianggap sebagai pujian, siapa yang memberikan pujian kepada siapa, dan fungsi lain apa yang dapat mereka layani. Misalnya, ahli bahasa telah mengamati bahwa wanita lebih mungkin memberikan pujian dan juga mendapatkan pujian. Ada juga perbedaan budaya; di India, kesopanan mengharuskan jika seseorang memuji salah satu milik Anda, Anda harus menawarkan untuk memberikan barang tersebut sebagai hadiah, jadi memuji bisa menjadi cara meminta sesuatu. Seorang wanita India yang baru saja bertemu dengan istri Amerika putranya terkejut mendengar menantu barunya memuji sarinya yang indah. Dia berkomentar, “Gadis seperti apa yang dia nikahi? Dia menginginkan segalanya!” Dengan membandingkan bagaimana orang-orang dalam budaya yang berbeda menggunakan bahasa, analis wacana berharap dapat memberikan kontribusi untuk meningkatkan pemahaman lintas budaya.

Salah Satu Bahasa Tabu

Orang-orang terus-menerus menyensor bahasa yang mereka gunakan (saya membedakan ini dari pengenaan sensor). Dalam masyarakat Barat kontemporer, tabu dan eufemisme terkait erat dengan konsep kesantunan dan wajah (pada dasarnya, citra diri seseorang). Umumnya, interaksi sosial berorientasi pada perilaku yang sopan dan hormat, atau setidaknya tidak menyinggung. untuk mempertimbangkan apakah apa yang mereka katakan akan memelihara, meningkatkan, atau merusak wajah mereka sendiri, serta untuk mempertimbangkan, dan merawat, kebutuhan wajah orang lain.

Kebanyakan sumpah serapah dan sebagian besar penggunaan ekspresi tabu dalam bahasa Inggris mengacu pada agama atau bagian tubuh dan proses tubuh, terutama yang terkait dengan aktivitas seksual atau dengan menggunakan toilet. Dalam bahasa Inggris, umpatan yang mengandung ungkapan tabu ‘agama’ cenderung lebih lemah daripada umpatan yang melibatkan ungkapan tabu ‘bagian tubuh’. Ungkapan tabu yang paling umum yang melibatkan ‘bagian tubuh’ adalah fuck (untuk melakukan hubungan seksual – kata digunakan baik sebagai kata benda dan sebagai kata kerja) dan kotoran (kotoran tubuh – kata digunakan baik sebagai kata benda dan sebagai sebuah kata sifat). Ketika kita bersumpah, kita biasanya menggunakan kata seru. Ini bisa berupa kata tunggal atau frasa atau klausa pendek. Kami paling sering menggunakannya untuk mengekspresikan perasaan yang kuat, terutama perasaan marah. Kekuatan kata-kata dan ekspresi di sini ditandai dengan bintang. Ekspresi yang sangat kuat memiliki lima bintang (******) dan ekspresi yang kurang kuat memiliki satu bintang (*). Orang-orang memiliki pandangan berbeda tentang ekspresi mana yang lebih kuat dari yang lain.

1. F*ck – Kata f-u-c-k adalah salah satu kata umpatan yang paling dikenal dalam bahasa Inggris. Kata f literal adalah versi singkat dari: ‘Percabulan Di Bawah Persetujuan Raja.’ Seperti kebanyakan kata umpatan, itu memang berasal dari referensi seksual, yang masih digunakan sampai sekarang.

2. Persetan kamu – Menambahkan kata ‘Anda’ berarti Anda mengarahkan pelanggaran ke orang lain. Ini sering digunakan sebagai lelucon atau ketika Anda sedang marah pada orang lain.

3. Sial – Arti lain dari kotoran adalah kotoran , tetapi sering digunakan secara internal ketika sesuatu yang tidak terduga muncul dalam hidup Anda. Contohnya adalah jika Anda lupa bahwa Anda memiliki proyek yang akan jatuh tempo minggu ini, Anda akan mengatakan ‘Sial! Saya benar-benar lupa tentang itu.

4. Kesal -Jika Anda ingin seseorang menjauh dari ruang pribadi Anda, Anda cukup menyuruh mereka untuk marah.

5. Kepala kon*ol – anda dapat membayangkan secara visual kata umpatan ini tanpa terlalu banyak usaha, saya yakin. Ini adalah panggilan nama yang umum digunakan untuk menggambarkan seseorang yang tidak adil atau tidak adil, tetapi bisa juga dengan teman sebagai lelucon.

6. Bajingan- ini adalah salah satu kata makian yang secara harfiah menggambarkan bagian tubuh kita (di pantat), tetapi juga digunakan sebagai kata makian.

7. Anak b*tch – Kata serbaguna yang dapat digunakan secara internal seperti kata ‘sialan’ atau ‘sialan’ tetapi juga dapat digunakan untuk menggambarkan seseorang yang melemparkannya ke Anda.

8. Bajingan – Terjemahan harfiah untuk bajingan adalah anak haram atau anjing kampung. Ini digunakan sebagai kata benda untuk menggambarkan seseorang yang memberi Anda pengalaman yang tidak menyenangkan. Misalnya, jika seseorang menabrak Anda di kereta bawah tanah dan Anda akhirnya jatuh, menyebutnya bajingan mungkin tepat.

9. Jalang – Sebuah kata umum yang tidak hanya digunakan secara global tetapi dari laki-laki dan perempuan. Menurut penelitian ini, kata ‘jalang’ digunakan dalam 4,5 juta interaksi di Facebook, menjadikannya 5 kata umpatan paling umum dalam bahasa Inggris online.

10. Sialan – Ini bukan kata umpatan paling kasar yang digunakan di Amerika dan yang diucapkan kepada diri sendiri, bukan untuk menyakiti orang lain. Menurut survei ini, kata itu paling sering digunakan di bagian timur bawah Amerika Serikat.

11. T*nt – Sementara kata ini digunakan di Inggris dan di tempat lain, itu jauh lebih keras di Amerika Serikat. Hati-hati menggunakan ini, terutama di sekitar wanita, karena Anda mungkin akan segera memasuki interaksi fisik setelahnya. Kata-Kata Sumpah Inggris (UK) Orang Inggris memiliki salah satu kata umpatan yang paling orisinal. Mengingat dari situlah bahasa Inggris berasal, masuk akal jika mereka sangat unik! Kata-kata umpatan bahasa Inggris British berikut ini paling umum digunakan di Inggris tetapi perlahan-lahan dikenal di seluruh dunia.

12. Omong kosong Bollocks – adalah kata lain untuk ‘kotoran’, dan digunakan dengan cara yang persis sama. Perbedaannya adalah terjemahan literal dari kata-kata tersebut. Sementara ‘kotoran’ berarti kotoran, ‘omong kosong’ digunakan untuk menggambarkan testis Anda.

13. Pengacau – Salah satu kata yang paling umum digunakan oleh orang Inggris, bugger berarti menyodomi seseorang. Cara Anda menggunakannya adalah untuk menyatakan situasi yang tidak menyenangkan atau gangguan.

14. Neraka Berdarah – Dari semua kata-kata umpatan Inggris, ini mungkin yang dengan cepat digunakan oleh orang Amerika. Kata ‘berdarah’ juga merupakan kata dasar yang dapat dilampirkan pada kata lain untuk membentuk kata umpatan, seperti ‘berdarah tolol’ atau untuk menyeru kata lain, seperti ‘berdarah brilian!’

15. Choad – Choad hanyalah kata lain untuk penis dan dapat digunakan mirip dengan cara kata ‘kontol’ digunakan di Amerika.

16. Crikey – Beberapa orang mungkin berpendapat bahwa ini bukan kata umpatan, tetapi ini adalah kata bahasa Inggris yang penting untuk dikenali. Crikey sering digunakan untuk menunjukkan keheranan dan keterkejutan, mirip dengan cara kata ‘Kristus!’ digunakan.

17. Sampah – Sampah adalah apa yang Inggris sebut sebagai ‘sampah.’ Jadi, ketika Anda memberi tahu seseorang bahwa pekerjaan mereka ‘sampah’, itu berarti itu sampah.

18. Bercinta – Untuk ‘shag’ berarti berhubungan seks. Tidak terlalu menyinggung ketika Anda menggunakannya di sekitar teman-teman Anda, tetapi hanya cara yang kurang langsung untuk menggambarkan percabulan.

19. Pengecut – Kata ‘wank’ berarti masturbasi, yang berarti menambahkan ‘er’ berarti Anda menyebut seseorang masturbasi.

20. Mengambil kencing – Jika seseorang dari tim Anda tidak produktif atau benar-benar bodoh, Anda dapat mengatakan ‘apakah Anda marah?’

21 Twat – diterjemahkan menjadi ‘p*ssy’ sehingga Anda dapat membayangkan bagaimana kata ini dapat digunakan dengan penuh warna dalam berbagai situasi. Lalai Kata-Kata Sumpah Australia (AU)

22. Sumpah Berdarah – Kode untuk: ‘F*ck Yeah!’ Sering digunakan untuk menunjukkan dukungan besar Anda untuk sesuatu.

23. Akar Apa ‘shag’ – bagi orang Inggris, kata ‘root’ untuk orang Australia. Digunakan sangat mirip.

24. Dapatkan Boneka Pengganti yang mudah untuk memberitahu seseorang untuk ‘mengganggu’ atau ‘mengecewakan.’

25. Peluk aku Yang ini mungkin agak membingungkan karena kata ‘saya’ digunakan di sini. Tapi itu juga berarti ‘tersesat.’ Istilah yang lebih tepat adalah ‘bugger off’

26. Cukup menyedot sav Kami harus mengakhiri daftar kata-kata kutukan bahasa Inggris kami dengan yang istimewa ini. Kata “sav” adalah kependekan dari saveloy, atau merah, seasone

Term of Address Lagi

Dunia vlogging makin merajai bundaran internet terutama aplikasi youtube. Ngevlog ada bermacam-macam performance yang ditunjukkan. Salah satu yang saya banyak perhatikan adalah addressing atau panggilan. Hal ini bisa dilihat di vlogging podcast, dongeng atau bercerita dan lain sebagainya. Dengan berbicara di depan kamera hp atau kamera profesional lainnhya maka munculah apa yang disebut dengan addressing.

Addresing adalah bermaksud mengajak interaksi para viewer atau pemirsa dengan cara memberikan panggilan-panggilan akrab. Panggilan akrab akan memberikan kesan bersahaja, mengikut sertakan viewer dalam komunikasi antar pembicara dalam vlog dengan pemirsanya. Addresing akan memberikan kesan seolah-olah viewers atau pemirsa ikut serta aktif di dalam proses vlogging.

Banyak juga terjadi, karena sang vlogger tidak memberikan kesempatan berperan antara pemirsa dengan aktivitas ngevlognya. Jadi hanya sekedar bicara tanpa menyapa dan memanggil. Hal ini b isa mengakibatkan video menjadi kurang menarik. Hal ini pula juga menyebabkan rating berpengaruh ke atas atau bahkan ke bawah.

Pada youtube vlog dengan nama Santo Sapi, dia memberi istilah unik kepada pemirsa videonya yaitu “lilike” atau lik. Dalam bahasa Jawa dialek Cilacap lik adalah kependekan dari bulik. Bulik atau bulek di boso Jawatimuran berarti panggilan untuk yang lebih muda dari ibunda kita. Sehingga lilike yang disebutkan Santo Sapi adalah panggilan kepada viewer yang dibahasakan statusnya lebih muda dari ibunda Santo, yang nama beliau adalah Ibu Dirah.

Panggilan penuh keakaraban yang digunakan Santo Sapi dalam vlognya memang sangat interaktif. Awal vlog Santo Sapi muncul memang masih menggunakan kata bapak/ibu. Namun seiring perjalanan Santo Sapi merubah bahasa vlognya menjadi bahasa Jawa dialeg Cilacap. Dan ternyata menurut pengakuan dia, dengan ngevlog berbahasa Cilacap justru menaikkan rating youtube yang telah dirilisnya 2 tahun lalu. Perubahan dari bapak/ibu menjadi lilike inilah yang merubah rating youtube Santo menjadi significant.

Pada vlog youtube Nadya Omara, seorang pendongeng, dia menggunakan addressing wak atau wak-wak. Wak dalam bahasa Sunda adalah panggilan bagi orang yang lebih tua dari orang tua kita. Bisa juga disebut pakde/bude dalam boso Jawatimuran. Namun Nadya gunakan panggilan wak dalam hal ini adalah istilah dalam bahasa Melayu Riau karena Nadya adalah orang Riau. Penggunaan kata wak dalam youtube vlog Nadya Omara sama seringnya dengan penggunan kata lik/lilike dalam vlog Santo Sapi. Terms of address ini sangat sering disebut dalam vlog mereka sehingga memang yang terjadi pemirsa merasa sangat disertakan dalam komunikasi.

Addressing seperti teman-teman, sobat, pemirsa sangat sering dipergunakan dalam yotube vlog terutama yang banyak menggunakan percakapan. Namun seiring waktu viewers semakin pintar memilih mana yang menarik dan nyaman untuk disimak. Wajah tidak perlu cantik dan bagus, ternyata komunikasi dengan menggunakan addressing yang tepat justru lebih menjanjikan rating youtube.