Resep Herbal Asam Urat

Anda suka kolang kaling? Kolang kaling memang enak kenyil-kenyil dan segar. Namun siapa sangka ternyata kolang kaling adalah salah satu penyembuh asam urat.

Ini resepnya. Rebus kolang kaling secukupnya, untuk satu porsi sehari. Rebus hingga lunak. Jangan lupa masukkan juga daun pandan wangi. Bisa juga air rebusan pertama dibuang terlebih dahulu karena kadang berasa agak asam. Lalu rebus kembali dengan membubuhkan daun pandan dan juga gula. Gula dalam hal ini bisa dipergunakan gula aren atau gula merah.

Untuk santannya, gunakan santan masak. Caranya yaitu sebagai berikut sediakan kelapa parut dan air hangat. Satukan keduanya dan peras. Inilah santan masak, tidak mengandung kolesterol, kaya enzim dan sehat. Gunakan santan masak ini untuk menambah kelezatan herbal untuk asam urat.

Bila ada tambahkan pula rumput laut. Craanya rumput laut kering direbus hingga lunak. Campurkan ke dalam seporsi dawet kolang kaling tadi. Baik rumput laut maupun kolang kaling, keduanya sama-sama bisa menyembuhkan asam urat.

Memang inilah herbal terlezat untuk sakit asam urat.

Term of Address Lagi

Dunia vlogging makin merajai bundaran internet terutama aplikasi youtube. Ngevlog ada bermacam-macam performance yang ditunjukkan. Salah satu yang saya banyak perhatikan adalah addressing atau panggilan. Hal ini bisa dilihat di vlogging podcast, dongeng atau bercerita dan lain sebagainya. Dengan berbicara di depan kamera hp atau kamera profesional lainnhya maka munculah apa yang disebut dengan addressing.

Addresing adalah bermaksud mengajak interaksi para viewer atau pemirsa dengan cara memberikan panggilan-panggilan akrab. Panggilan akrab akan memberikan kesan bersahaja, mengikut sertakan viewer dalam komunikasi antar pembicara dalam vlog dengan pemirsanya. Addresing akan memberikan kesan seolah-olah viewers atau pemirsa ikut serta aktif di dalam proses vlogging.

Banyak juga terjadi, karena sang vlogger tidak memberikan kesempatan berperan antara pemirsa dengan aktivitas ngevlognya. Jadi hanya sekedar bicara tanpa menyapa dan memanggil. Hal ini b isa mengakibatkan video menjadi kurang menarik. Hal ini pula juga menyebabkan rating berpengaruh ke atas atau bahkan ke bawah.

Pada youtube vlog dengan nama Santo Sapi, dia memberi istilah unik kepada pemirsa videonya yaitu “lilike” atau lik. Dalam bahasa Jawa dialek Cilacap lik adalah kependekan dari bulik. Bulik atau bulek di boso Jawatimuran berarti panggilan untuk yang lebih muda dari ibunda kita. Sehingga lilike yang disebutkan Santo Sapi adalah panggilan kepada viewer yang dibahasakan statusnya lebih muda dari ibunda Santo, yang nama beliau adalah Ibu Dirah.

Panggilan penuh keakaraban yang digunakan Santo Sapi dalam vlognya memang sangat interaktif. Awal vlog Santo Sapi muncul memang masih menggunakan kata bapak/ibu. Namun seiring perjalanan Santo Sapi merubah bahasa vlognya menjadi bahasa Jawa dialeg Cilacap. Dan ternyata menurut pengakuan dia, dengan ngevlog berbahasa Cilacap justru menaikkan rating youtube yang telah dirilisnya 2 tahun lalu. Perubahan dari bapak/ibu menjadi lilike inilah yang merubah rating youtube Santo menjadi significant.

Pada vlog youtube Nadya Omara, seorang pendongeng, dia menggunakan addressing wak atau wak-wak. Wak dalam bahasa Sunda adalah panggilan bagi orang yang lebih tua dari orang tua kita. Bisa juga disebut pakde/bude dalam boso Jawatimuran. Namun Nadya gunakan panggilan wak dalam hal ini adalah istilah dalam bahasa Melayu Riau karena Nadya adalah orang Riau. Penggunaan kata wak dalam youtube vlog Nadya Omara sama seringnya dengan penggunan kata lik/lilike dalam vlog Santo Sapi. Terms of address ini sangat sering disebut dalam vlog mereka sehingga memang yang terjadi pemirsa merasa sangat disertakan dalam komunikasi.

Addressing seperti teman-teman, sobat, pemirsa sangat sering dipergunakan dalam yotube vlog terutama yang banyak menggunakan percakapan. Namun seiring waktu viewers semakin pintar memilih mana yang menarik dan nyaman untuk disimak. Wajah tidak perlu cantik dan bagus, ternyata komunikasi dengan menggunakan addressing yang tepat justru lebih menjanjikan rating youtube.

Herbal Untuk Penderita Kanker

Manggis

Siapa sangka kulit manggis berguna..? Salah satu herbal penyembuh kanker adalah kulit manggis. Kanker adalah momok bagi semua orang dan solusi penyembuhnya sangat beragam termasuk manggis.

Resepnya adalah : blender kulit manggis beserta bijinya untuk konsumsi segelas. Tambahkan madu di dalamnya. Setelah diblender lalu saring. Minum saat pagi sebelum memulai semua aktifitas. Mudah2an resep ini bermanfaat.

Tipsnya adalah jangan lupa rutinkan makan kurma 7 butir di pagi hari. Rutinkan puasa senin kamis atau puasa daud selama 3 bulan. Dan hindari buah2an yang sudah direkayasa genetika misalnya semangka tanpa biji. Hindari daging olahan seperti misalnya sosis dan bakso kemasan, tempura kemudian makanan-makanan instan dan msg, dll. Hindari sementara gula dan pemanis buatan.

Salam sehat..

Herbal Untuk Asam Lambung

Ketumbar

Anda menderita asam lambung hingga berbulan-bulan? Ini cobalah solusi dengan mempergunakan resep JSR atau Jurus Sehat Rasulullah.

Caranya adalah seduh dengan air panas yaitu : setengah sendok makan ketumbar, seruas jahe atau 3 cm, dan seruas kayu manis sekitar 6 cm. Seduh dengan air panas, cukup dengan air panas dan jangan direbus. Karena akan rawan kehilangan enzim herbal tersebut.

Setelah diseduh dengan air panas, tunggu hingga hangat dan masukkan sesendok madu. Minum hangat-hangat saat pagi saat belum melakukan aktifitas atau sarapan pagi.

aSaran dan tips hindari stress berlebihan. Jangan terlalu memikirkan orang lain, pikirkan kesehatan diri sendiri dulu. Hindari makanan pedas. yang asam masih tetap diperbolehkan seperti misalnya wedang jeruk nipis. Tambahkan madu di dalamnya. Lakukan aktifitas sebaik mungkin hingga bisa mengalihkan pikiran-pikiran rumit. Lakukan jalan sehat selama 30 menit dengan kecepatan rendah saja.

Mudah2an bermanfaat.

Herbal untuk DB Demam Berdarah

Daun Pepaya

Salah satu tumbuhan untuk menyembuhkan demam berdarah adalah daun pepaya. Caranya adalah dengan menumbuk 2 helai daun pepaya hingga dihasilkan air atau jus daun sebanyak minimal dua sendok makan.

Daun pepaya bisa juga dijus atau diblender. Namun dengan mempergunakan mesin blender dibutuhkan air sebanyak 50-75 ml. Kemudian peras dengan mempergunakan kain bersih atau penyaring.

Minum jus daun pepaya ini sekali dalam sehari. Untuk menggantikan darah yang sudah banyak berkurang bisa dengan jus jambu merah dengan tambahan madu.

Mudah2an bermanfaat


Ramuan JSR untuk Asam Urat

Agar-agar rumput laut

Salah satu ramuan JSR untuk mengurangi sakit pada gejala asam urat adalah dengan cara mengkonsumsi rumput laut. Rumput laut bisa diolah menjadi agar-agar seperti gambar di atas atau dikonsumsi begitu saja. Caranya adalah dengan merebus rumput laut kering hingga lunak.

Untuk rumput laut yang dikonsumsi langsung bisa ditambahkan di dalamnya yaitu buah kolang kaling. Buah ini juga bisa mengurangi sakit asam urat karena baik rumput laut maupun kolang-kaling sama-sama mengandung kolagen yang bisa mengurangi dan menggantikan kolagen yang berkurang di tempat dimana dirasakan sakit asam urat.

Rumput laut bisa direbus dengan ditambahkan daun pandan wangi. Bisa juga dengan menambahkan jus daun pandan wangi dan pandan betawi untuk menambah warna, rasa dan aroma. Jus dua macam daun ini sebenarnya sangat baik karena setara dengan daun kelor.

Untuk kuahnya bisa digunakan santan masak. Santan masak adalah parutan kelapa yang diperas dengan air masak. Santan masak sangat bergizi dan bernutrisi tinggi, tidak mengandung kholesterol jahat. Bahkan menjadi herbal yang baik untuk beberapa macam sakit. Tambahkan larutan gula aren dan gunakan garam himalaya agar semakin gurih.

Memang herbal untuk asam urat ini adalah herbal terlezat tapi sangat ampuh.

Silahkan dicoba..

Heci Makanan Peranakan

Heci, mungkin anda tahu banget dengan penganan yang cukup populer ini. Sejenis cemilan gorengan yang sangat dikenal di Malang dan di kota-kota lainnya.

Heci cemilan gorengan yang berbahan tepung terigu dan sayuran. Sayur-sayurnya terdiri dari kol, wortel, daun bawang dan lain-lain. Kadang ada yang menambahkan udang di tengahnya. Lalu setelah diaduk merata, adonan ini digoreng dengan metode deep frying hingga berwarna golden brown.

Kadang heci juga diselipkan bukan hanya udang, tetapi kacang tanah beberapa biji di tengahnya. Heci yang satu ini bisa anda temukan di kota Madiun.

Di kota Malang heci biasa disantap dengan petis udang atau ikan. Petis memang sangat digemari oleh masyarakat Jawa Timur terutama di daerah penghasil petis seperti Sidoarjo dan Gresik. Juga Banyuwangi. Petis sangat kental berbentuk pasta padat sehingga harus dicairkan dulu dengan air hangat lalu direbus dengan bumbu-bumbu seperti gula, bawang putih dan cabe rawit.

Seperti halnya di Malang, heci menggunakan saus cocolan petis, maka heci di Bandung yang disebut dengan bala-bala disantap dengan kuah kacang. Orang Bandung sangat menyukai makan gorengan dengan cocolan saus kacang tanah. Bala-bala di Bandung sedikit berbeda dengan heci Malang, dia berbentuk abstrak dan tidak dicetak. Sehingga bentuknya menyerupai bakwan jagung.

Sejenis heci pula, bisa kita temukan di Jepang. Disana disebut Okonomiyaki. Penganan ini berbentuk lebar, lebih mirip ke pancake. Saus yang disukai para muda di Jepang adalah mayones. Okonomiyaki juga disantap dengan saus khusus yang namanya saus okonomiyaki. Pula ditambah dengan saus sambal dan tomat.

Jika kita bergeser ke daerah pelosok kita juga temukan heci dengan sayuran khusus yaitu daun beluntas. Daun yang memiliki cita rasa jamu ini ternyata bisa dicampurkan ke dalam adonan heci. Dan heci daun beluntas disantap dengan cabe rawit hijau, karena tidak menggunakan petis. Heci ini bisa kita temukan di daerah Nganjuk Jawa Timur.

Ada pula varian heci jenis lain yaitu heci dengan sayuran daun kelor. Daun kelor banyak mengandung vitamin dan berkhasiat untuk menyembuhkan banyak penyakit. Tetapi siapa sangka daun yang disebut herbal ajaib ini bisa dijadikan bahan sayuran untuk heci. Heci daun kelor bisa kita temukan di Klaten Jawa Tengah. Disamping daun kelor heci di Klaten ini dicampur juga dengan wortel, tauge dan kol. Heci ini cukup disantap dengan cabe rawit kuning. Di Jawa Tengah heci disebut dengan bakwan.

Meski dekat dengan kota Malang, heci di Porong Sidoarjo disebut dengan Ote-ote Porong. Penganan senada dengan heci di Porong ini menggunakan tepung yang terbuat dari kedelai. Ote-ote Porong berongga di tengahya sehingga terlihat menggelembung. Kebanyakan Ote-ote Porong menggunakan filling atau isian daging. Sayur yang dicampurkan di dalam nya adalah daun bawang perai atau pre. Ote-ote Porong sangat disukai masyarakat Jawa Timur karena rasanya yang lezat. Kebanyakan Ote-ote Porong dijual oleh warga keturunan Chinese karena memang baik heci maupun Ote-ote Porong ini adalah makanan peranakan. Penganan ini seperti halnya heci Jawa Timuran disantap dengan saus petis udang Sidoarjo.

Di Solo kita bisa temukan Ote-ote Porong di penjual jajan basah berdampingan dengan sosis solo, bakwan dan gembus. Dan di Solo Ote-ote Porong disebut dengan Pia-pia.

Happy bercemilan..

Kuliner Soto

Soto Rempah

Membicarakan kuliner ini seperti tak habis-habis. Seperti Soto Rempah ini. Soto ini selalu menjadi santapan wajib di pagi hari di kota Solo. Soto ini pula yang selalu menjadi inspirasi untuk menulis dan mengulas kuliner Nusantara.

Soto Rempah cukup dikenal di kota Solo atau Surakarta karena bumbu-bumbunya yang cukup banyak. Meski tidak sekental Gulai Kambing, bumbu soto rempah ini sudah mendekati paling lengkap. Tentu saja pasti ada kunyit, karena kebanyakan warna soto adalah kuning. Lalu ada bumbu-bumbu wajib lainnya hingga gunakan bunga lawang, kayu manis dan cengkehpun. Hanya memang sekali lagi tidak seperti gulai kambing.

Soto Rempah tidak terlalu pekat, cenderung bening namun cukup berasa rempah-rempahnya. Itulah kemudian dikenal dengan nama Soto Rempah.

Mungkin hanya Soto Rempah di nusantara ini yang memiliki pendamping lauk cukup beragam. Hal ini karena pendamping-pendamping ini selalu tersedia di meja warung. Diantaranya adalah tempe goreng, mendoan, gembus, sundukan dan karak. Kesemuanya ini wajib tersedia di meja warung soto rempah.

Hal ini mengakibatkan kuliner soto rempah menjadi bergeser menunya yaitu soto dengan pendamping tempe dan lain-lain. Resep soto pun bergeser, dari soto yang hanya daging dan topping kecambah berubah menjadi soto dengan pendamping tempe goreng dan sundukan. Bila tidak ada pendamping ini serasa belum afdol makan soto rempah.

Memang saya akui soto rempah sangat lezat bila disantap dengan gembus.

Terms of Address Kedua

Lagi-lagi terms of address. Membaca tulisan iseng seorang teman yang menyampaikan kebingungannya sesaat. Bingung karena takut salah sebut, sebutan untuk memanggil kepada seseorang. Addressing atau panggilan atau dalam bahasa akademiknya adalah terms of address yang memiliki aturan tertentu pada tiap-tiap keadaan.

Ada seorang dosen yang sangat kami hormati di lingkungan tempat kerja. Beliau menyandang gelar cukup banyak karena pencapaian akademiknya yang cukup panjang. Gelar professor, doktor, bahkan haji sudah lama bertahan di depan namanya. Belum lagi gelar di belakangnya, ada magister macam-macam. Yang belum ada hanya gelar almarhum atau yang sering ditulis dalam tanda kurung (alm).

Namun siapa sangka gelar-gelar berentetan ini justru membuat kita bingung untuk memanggil atau menyebut. Secara lingkungan kerja kami ini adalah lingkungan dimana setiap senior, terutama alumni akan dipanggil dengan sebutan mentereng yaitu USTADZ. Meski bukan alumni pesantren dan meski bukan orang-orang yang mengemban misi agama.

Sehingga semakin panjang daftar kata panggil yang akan kita sebut yang kita ucapkan kepada satu orang saja. Saat kita akan panggil beliau “prof”, nah mungkin tepat bila berada di dalam kelas. Saat berada di kelas dengan mahasiswa alumni maka hampir semua sepakat memanggil dengan sebutan “ustadz”. Karena mahasiswa selalu memanggil dosennya dengan kata ustadz, apapun bidang yang digelutinya.

Sebenarnya kata panggil “pak” kepada seorang pria berumur 25 tahun ke atas mungkin adalah kata yang paling tepat digunakan. Kata “pak” sangat luwes disampaikan kepada siapapun yang bergender laki-laki. Bahkan sangat lebih menghargai apabila disebutkan kata lengkapnya yaitu “bapak”.

Namun pandangan dan pikiran setiap orang berbeda-beda saat ingin dihargai dengan cara memanggil. Kadang dia lupa dan tidak menganut konvensi, akhirnya yang muncul adalah kesalah pahama dan marah-marah. Seorang professor tidak terima dipanggil “pak”. Sudah barang tentu, beliau bersusah payah untuk dapatin gelar berentetan. Lalu dengan terburu-buru segera dikoreksi oleh teman dengan panggilan “ustadz” karena beliau adalah senior di lokasi kerja. Apa yang terjadi?

Malah marah meluap-luap karena ditambah dengan ungkapan kata ganti kedua “anda”.

Kadang terms of address itu banyak dipengaruhi oleh faktor emosi psikologis, latar belakang budaya seseorang hingga ditentukan kata panggil itu, dan lain-lain.

Di instagram ada kisah pilu seorang anak yang membawa ibunya ke panti jompo. Ibu yang memiliki 6 orang anak ini berusia hampir 70 tahun. Menurut keterangan dari pihak panti, ibu ini sudah diserahkan oleh anak-anaknya kepada panti untuk diurus keperluannya sehari-hari.

Dan berita ini lalu menjadi viral lantaran diungkapkan dengan kalimat-kalimat heboh. Seorang ibu dibuang anaknya ke panti jompo. Ada lagi seorang ibu sanggup mengurus 6 orang anaknya sampai menginjak dewasa. Namun 6 orang anak belum tentu bisa mengurus seorang ibu. Hal ini menjadikan salah satu anak klarifikasi atas berita yang sudah tersebar kemana-mana.

Dalam klarifikasinya, anak berusia dewasa dan sudah berumah tangga mengungkapkan ketidak sanggupannya untuk merawat ibu yang sudah tua. Hal ini dikarenakan bahwa ibunya sering berulah dan mengancam anak-anaknya untuk berpisah dengan pasangan masing-masing. Atau ada juga cerita salah satu anak yang memang tidak lagi bisa menerima keadaan sang ibu yang suka berbuat onar, kasar, berbicara kotor dan banyak lagi. Dari klarifikasi sang anak, terlihat dia tidak terima bila disebut membuang orang tuanya, karena banyak sekali penyebab mereka harus dengan terpaksa menitipkan orangtua ke panti jompo.

Di negeri ini memang masih tabu bila ada keluarga yang menitipkan orang tua ke panti jompo. Beda dengan di negara-negara lain yang memang sudah terbiasa dengan keadaan bahwa orang tua bisa tinggal di panti jompo lebih aman.

Mungkin karena suara netizen lebih dominan dan menguasai, memaksa anak-anak ibu ini untuk klarifikasi. Namun si anak ini dengan situasi yang tidak jelas, klarifikasi dengan hanya suara bukan video, menyebut kata ganti kedua untuk ibunya dengan kata panggil “dia”. Hal ini semakin membuat marah netizen. dan semakin yakin bahwa sang anak ini memang sudah melakukan kesalahan besar, menitipkan orang tuanya ke panti jompo.

Sekali lagi kata panggil yang sangat crucial dan tidak lagi mudah untuk disebut.

Kita tidak tahu apa fakta di balik klarifikasi sang anak, dan mengapa anak ini menyebut dengan kata “dia:. Disaat nada suara yang terdengar adalah pelan dan sopan.

Memang terms of address cukup rumit.

Love Soto Nusantara

Seperti layaknya Asam Laksa dari Malaysia dan Bak Ku Teh dari Singapura, Soto layak mendapatkan predikat hidangan khas Indonesia diantara ratusan kuliner Indonesia lainnya. Hidangan ini memang patut mendapatkan acungan jempol oleh setiap yang menyantapnya. Dari sejumlah rempah-rempah yang dipergunakan dalam kuliner yang satu ini, kita bisa pahami akan kekayaan budaya, herba dan sistim olah yang sangat memanjakan lidah. Seperti yang disampaikan oleh Murdijati Gardjito, Guru Besar UGM menyebutkan ada 75 variasi  Soto yang tersebar di negeri kaya rempah ini.

Termyata cukup banyak juga varian kuliner segar yang satu ini, ada 75 judul resep yang bisa kita cicipi sambil sarungan dengan membaca Koran, dan si ibu belanja rempah-rempah Soto memakai daster. Dengan begini semua bahan dan bumbu Soto kemudian tersedia di dapur dan siap untuk disantap dengan nyaman oleh segenap keluarga. Dan sepertinya tidak ada yang tidak suka dengan kuliner berkuah yang satu ini. Mungkin tidak bisa dibahas semua dalam artikel karena akan menjadi Ensiklopedi Otos seperti Arema bilang. Namun hidangan berkuah ini memang cocok untuk semua umur, gender, dan di segala macam event. Salah satu contoh kali ini saya sebutkan Soto paling legendaris di dunia perkulineran NKRI ini yaitu Soto Lamongan. Mudah-mudahan teman-teman dari kota selain Lamongan tidak mengernyitkan alis karena kotanya belum saya sebut.

Namun kuliner Soto Lamongan ini cukup digemari oleh semua kalangan. Soto khas Jawatimuran yang cukup kaya dengan rempah ini bisa dibilang paling lengkap rempah-rempahnya diantara soto-soto yang lain. Dan juga dibarengi dengan topping yang beraneka ragam membuat Soto Lamongan menjadi semakin digemari. Hampir semua bumbu ada di dalamnya, kecuali rimpang kunci. Bisa disebutkan yaitu : bawang merah, putih, jahe, kunyit, kemiri, ketumbar, merica, daun jeruk purut, daun salam, batang sereh dan rimpang laos. Toppingnya pun sangat menggoyang lidah yaitu bawang putih goreng, bawang merah goreng dan kerupuk udang yang ditumbuk halus menjadi Koya. Koya inilah yang menjadi kunci kelezatan dari kuliner Soto Lamongan. Dan tentu saja ditambah dengan topping beragam yaitu rajangan daun bawang, batang seledri, sohun, tauge, rajangan kol, telur rebus, perasan jeruk nipis dan kentang. Penggunaan kentang ini yang memang bervariasi di Jawa Timur.

Seperti misalnya Soto Madura. Dengan menggunakan bumbu yang nyaris sama dengan Soto Lamongan, maka kuliner yang satu ini tidak kalah lagi dengan saudara kembarnya. Penggunaan kentang di dalam Soto Madura, Soto Bondowoso dan Soto Malang hampir mirip dengan Soto Banjar yang juga menggunakan kentang sebagai topping. Soto Madura menggunakan kentang rebus yang dipotong-potong sedang Perkedal Kentang dipergunakan sebagai topping kuliner Soto Banjar. Di Malang, dengan bumbu yang nyaris sama, keripik kentang dipergunakan sebagai topping lezat. Soto ini sangat dikenal sebagai hidangan khas acara pengantin dengan metode unik Piring Terbang. Dan seperti juga saudara kembar lainnya, Soto Surabaya juga memiliki kekhasan tersendiri sebagai kuliner yang sangat dibanggakan oleh arek Suroboyo. Soto Ambengan adalah salah satunya. Kuah Soto Ambengan agak bening karena beberapa rempah cukup dengan digeprek. Namun bahan utama yang dipergunakan adalah ayam kampung yang sudah cukup tua sehingga kuah Soto ini sangat legit dan memiliki penggemar tersendiri. Disamping juga dipergunakan Koya di Soto Suroboyoan tersebut.

Di Kalimantan sebagian besar penduduknya menggemari Soto Banjar yang memiliki kekhasan kuliner Banjarmasin dengan bumbu tambahannya adalah kayu manis, pala dan cengkeh. Rempah tambahan ini yang membuat Soto Banjar lebih lekoh seperti Gulai Kambing. Sebagian penduduk Kalimantan menyukai Soto Banjar yang khas rempah-rempahnya. Seperti misalnya di Balikpapan. Pada beberapa kegiatan sosial seperti selamatan pemberangkatan haji, acara pernikahan, dan aqiqah dipergunakan dua macam Soto dalam sekali waktu yaitu Soto Banjar dan Coto Makassar. Kita tahu bahwa sebagian penduduk Balikpapan adalah pendatang dari Makassar, sehingga banyak sekali kuliner di Balikpapan berasal dari berbagai tempat di Indonesia. Seperti misalnya Pecel Madiun, Sup Ayam Pak Min Klaten, Soto Lamongan, Gudeg Jogja, Coto Makassar, Sate Madura, Warung Padang, dll. Jarang kita temui masakan asli Balikpapan. Ini karena kota ini baru saja didirikan seiring dengan pengeboran minyak di lepas pantai Balikpapan. Hingga kemudian tidaklah aneh bila kita temui dalam satu kali waktu terdapat dua hidangan cantik yaitu Soto Banjar dan Coto Makassar. Ini yang membuat tamu-tamu jadi bingung mau pilih yang mana, karena semua enyak.

Karena menyebut Coto Makassar, maka inilah cerita yang patut disimak. Hidangan berlatar belakang sejarah yang cukup kuat ini berasal dari pulau Sulawesi tepatnya dari Sulawesi selatan. Kita bisa menemui Coto Makassar hingga ujung paling utara Sulsel yang berbatasan dengan Sulteng. Konon khabarnya, Coto Makassar dahulu adalah hidangan para raja. Suktan Hasanuddin yang berkuasa di Gowa sangat menyukai Coto Makassar.  Juga raja-raja Bugis Makassar yang lain termasuk Aru Palakka, Raja Bone dan La Madukelleng, Raja Wajo. Dan memang seluruh raja di pulau Celebes menjadikan kuliner ini sebagai hidangan sehari-hari. Bagi kita yang sudah banyak menjauhi jerohan sapi seperti hati, paru, ginjal, limpa dan usus, namun tidak dengan kuliner Soto yang satu ini. Dengan mempergunakan rempah Soto Nusantara, kecuali kunyit, Coto Makassar menjadi kebanggaan masyarakat Sulawesi Selatan karena mengandung nilai sejarah cukup tinggi. Resep Coto Makassar seperti Soto lainnya, mempergunakan bumbu Soto Nusantara standar. Dan bahan utama Coto adalah jerohan. Uniknya, dipergunakan air cucian beras yang terakhir dalam kuah Coto. Hal ini dimaksudkan agar kuah Soto menjadi kental. Kalau rajanya makan Soto jerohan, pertanyaannya rakyatnya makan dagingnya kah? Pertanyaan yang harus ditelusuri jawabannya. Namun belakangan bila kita ingin menyantap Coto Makassar di warung-warung Coto, biasanya kita ditanya mau daging atau jerohan. Coto Makassar disantap dengan sejenis lontong yang disebut dengan Buras. Buras lebih kecil dari Lontong dan tidak dihidangkan dalam bentuk irisan layaknya Lontong atau Punten melainkan langsung digigit seperti Nogosari. Dan orang Makassar sangat menyukai masakan yang asam-asam sehingga banyak terdapat irisan jeruk nipis di meja hidang. Bila persediaan jeruk di Sulsel menipis ini menjadikan kiamat kecil bagi orang Makassar, maka dipergunakanlah cuka masak sebagai pendamping. Atau mendatangkan jeruk nipis dari luar pulau. Hal ini sering dilakukan oleh para pedagang jeruk nipis karena permintaan cukup tinggi.

Dengan mempergunakan topping kacang goreng atau kedelai goreng, kita bisa temukan kuliner Soto Nusantara di Bandung yaitu Soto Bandung dan Soto Pacitan yaitu Saoto. Soto Bandung berwarna bening karena tidak mempergunakan kunyit dan kemiri. Yang membuat Soto Bandung sangat segar adalah adanya bahan irisan lobak. Topping yang dipergunakan adalah irisan daun seledri, kedelai goreng, bawang merah goreng, jeruk nipis dan telur rebus. Untuk bahan pedasnya yaitu potongan cabe rawit hijau yang direndam dengan cuka. Meskipun bertekstur bening, Soto ini cukup digemari di Jawa Barat termasuk juga sangat digemari oleh suami saya. Eh..

Di Pacitan, Sotonya berbasis Jawatimuran. Artinya bahan-bahan, rempah=rempah dan topping yang dipergunakan adalah khas Jawatimuran. Topping kacang tanah dipergunakan pada Soto ini, sehingga rasa gurih muncul saat kita mengunyah kacang dan menyeruput kuah soto bebarengan. Mudah-mudahan nggak batuk-batuk.

Di sebuah desa di Saradan Madiun, terdapat kuliner Soto yang cukup sederhana. Masih mempergunakan bumbu Jawatimuran namun siapa sangka, Soto ini tidak mempergunakan daging ayam atau daging sapi. Melainkan tahu. Tahu ini digoreng setengah matang dan menjadi bahan utama dalam Soto Klangon, sebuah desa yang terletak di puncak gunung Pandan diantara pepohonan Jati milik Perhutani. Desa yang cukup pelosok dan lumayan terpencil ini, tinggalah disana sekelompok masyarakat yang cukup sederhana yang hidup dari menanam palawija di tengah-tengah jati, mengkonsumsi ulat jati dan daun krokot. Namun bukan berarti Soto Klangon ini berkurang rasa legitnya. Rasa Soto khas Jawatimuran masih bisa ditemukan dalam Soto ini karena bumbu yang dieprgunakan cukup lengkap dan mempergunakan topping kacang tanah goreng, kerupuk dan perasan jeruk nipis.

Seperti halnya Soto Jawatimuran, Soto Jawa Tengah juga sangat lezat. Seperti misalnya Soto Solo yang dikenal dengan nama Soto Rempah. Sesuai dengan namanya, Soto Solo ini mempergunakan rempah lengkap meski tidak sekental Soto Lamongan atau Coto Makassar. Soto Rempah Solo ini lumayan bening. Tapi penjualnya bisa saja berkelakar, kalau mau agak kental dan berempah datang saja subuh. Masih kimleq-kimleq (kental dengan lemak) ungkapnya. Solo terlenal dengan warung hiq nya (hik) yaitu sejenis warung lesehan yang buka pada  malam hari. Sajian yang dihidangkan di warung hik kebanyakan adalah gorengan dan nasi kucing. Gorengannya banyak ditemukan dalam bentuk tusukan atau sundukan. Nah sundukan-sundukan inilah yang selalu tersedia di meja-meja hidang Soto Rempah Solo. Tadinya Soto Rempah hanya disajikan dengan topping irisan daun seledri dan bawang merah goreng, namun karena setiap orang selalu menyantap Soto Rempah Solo dengan pendamping sundukan maka resep khas Soto Rempah Solo menjadi sedikit bergeser. Tambahan hidangan pendamping ini menjadi resep tetap Soto Rempah Solo. Diantaranya adalah : tempe goreng, tahu goreng, sundukan bakso, sosis solo tahu dan tempe bacem, dan karak.

Seperti halnya Soto yang lain, Soto Pekalongan sangat legendaris. Sebutannya adalah Tauto atau Tauco Soto. Dari sebutannya sudah bisa kita bayangkan bahwa bahan dasar Tauto adalah tauco. Tauco adalah bahan fermentasi yang sudah dikenal cukup lama sebagai warisan  dari masyarakat Chinese yang pernah bermukim di nusantara. Masyarakat Chinese banyak menggunakan metode fermentasi karena banyaknya panenan sehingga membuat mereka harus memutar otak bagaimana menyimpan hasil panenan agar tidak busuk. Dan tauco ini adalah salah satunya. Karena mempergunakan bahan tauco, maka Soto Tauto berasa segar karena adanya rasa asam tauco di dalam Soto ini. Topping yang dipergunakan masih lumayan sama yaitu bawang goreng dan irisan daun bawang. Seperti Coto Makassar, Soto Tauto ini disantap dengan lontong atau ketupat. Warna merah dari Soto Tauto berasal dari tauco dan kecap sebagai topping. Dan yang membuat Tauto lezat adalah daging yang dipergunakan sebagai bahan utama adalah daging kerbau. Hmm jadi pingin L

Rendang Padang memang paling top di Nusantara ini karena rempahnya yang cukup kuat dan kualitas memasak dengan rentang waktu cukup lama. Tidak ada yang bisa mengalahkan Rendang Padang di negeri ini sepertinya. Para jamaah hajipun dengan berbagai cara ingin membawa rendang sebagai sangu ke tanah Suci. Namun siapa sangka Soto Padang mampu mengejar kakaknya agar bisa setara dan mendapatkan predikat soto nusantara terdebest. Hal ini karena bumbu Soto Padang tidak jauh beda dengan Gulai Kambing, sehingga rempah yang cukup banyak dan lengkap ini sanggup menyaingi Rendang Padang. Sebut misalnya adanya tambahan bunga lawang, cengkeh, kayu manis, kapulaga, pala dan jintan hijau. Dari ragam bumbunya bisa dicermati bahwa Soto Padang ini sangat berempah dan layak bersaing dengan Rendang Padang. Kerupuk pink yang sering digunakan oleh masyarakat Betawi pada Ketoprak, Gado-gado, Karedok, dan Soto Betawi, juga ditemukan sebagai topping di Soto Padang. Sehingga menambah kecantikan soto ini hingga menimbulkan lapar mata. Disamping kerupuk pink, soto ini juga menampilkan perkedel kentang seperti Soto Banjar dan juga irisan jeruk nipis sebagai salah satu topping. Memang orang Indonesia tidak bisa jauh-jauh dari yang asam-asam.

Mirip dengan Coto Makassar, Soto Betawi ini mempergunakan jerohan sebagai bahan utamanya.Bahan yang dipergunakan adalah paru, babat dan sebagian lemak sapi. Yang membuat Soto Betawi ini menjadi cukup legit adalah penggunaan santan sebagai kuahnya. Di beberapa tempat di Jakarta, Soto Betawi dihidangkan dengan kuah susu, sehingga rasanyapun menjadi semakin nendang. Bagi mereka yang punya masalah dengan dengkul linu sepertinya menghindari dulu. Layaknya kerupuk pink, orang Betawi dangat menyukai emping belinjo sebagai topping, apapun hidangannya. Baik karedok, ketoprak, gado-gado, bakso, nasi goreng. Hingga Soto Betawi pun menggunakan topping emping belinjo. Topping lain digunakan juga potongan kentang rebus seperti soto Jawatimuran.

Bumbu Soto Nusantara memang tak terkalahkan, hingga banyak orang berkreasi menciptakan hidangan lezat Soto ala-ala. Seperti misalnya Rujak Soto. Penganan terdebest di Banyuwangi ini menjadi ikon penting dan menjadi jujukan wisata Banyuwangen. Hal ini dikarenakan banyak orang yang penasaran dengan Nusantara Fusion ini. Bayangkan saja Soto dicampur dengan rujak petis dimana keduanya mempunyai bumbu yang cukup berbeda. Namun hidangan ini menjadi cukup viral karena rasanya yang unik. Kalau pernah mencicipi Tahu Campur Lamongan, maka Rujak Soto ini memiliki rasa yang hampir mirip karena ada beberapa unsur yang sama. Yaitu petis, tauge, daun selada, daging, tahu goreng, dan sohun. Namun di Banyuwangi memang tidak mau kalah seru dengan adanya Rujak Soto, ada pula Rujak Bakso dan fusion-fusion lainnya.

“Bila kita ingin mengenal budaya sebuah negeri, kenalilah dulu kulinernya”