
Apakah kegunaan bahasa yang terdapat antara budaya orang Amerika, Australia, Ilongot, dan Wolof? petunjuknya terdapat dalam peribahasa sapaan Wolof berikut: “Ketika dua orang menyapa satu sama lain, seorang merasa malu, seorang merasa bangga” (Irvine 1974: 175). Sehingga, tindakan lingustik berkaitan dengan sapaan Wolof pada lawan bicara tergantung tipe individunya dalam sebuah pertemuan; tentu saja, mempertimbangkan cara mengatur dapat dimanipulasi selama pertemuan melalui strategi verbal berupa sikap rendah hati dan meninggikan harga diri, perilaku berbahasa ini sudah ditentukan sebelumnya berdasarkan seperti apa orang tersebut. Pemahaman terhadap seperti apa orang tersebut sehubungan dengan lawan bicara lain yang diwujudkan dalam tindakan naluriah mereka. Secara luas mereka menilai kedudukan lebih tinggi, tindakan naluriahnya akan menjadikan cara bertindak yang tepat dalam perilaku gerak dan berbahasa; begitupula, ketika pada kedudukan rendah. Cara bertindak yang tepat diwujudkan dalam tindakan naluriah melalui ritual sebelumnya yang tak terhitung jumlahnya, sejarah hidup penggabungan struktur sosial individu, yang mana ia memiliki kedudukan baik lebih tinggi atau lebih rendah. Jadi perilaku yang telah diperintah itu ditanamkan dalam tindakan naluriah, yang mana secara bergantian sehingga yang terhitung jumlahnya yang mana secara bergantian mereproduksi itu. Penting diperhatikan bahwa rumusan ini tak bersifat pasti, tindakan naluriah organisme merupakan sebuah hasil sejarah structural coupling, tetapi dengan susah payah, structural coupling merupakan hubungan antara organisme dan lingkungannya, termasuk juga organisme lainnya. Karena besarnya keliatan sistem saraf manusia, organisme mungkin akan bereaksi sesuai rangsangan lingkungan sekitar dalam jumlah yang tak bisa diperkirakan, inilah yang kita akui sebagai kehendak bebas dan strateginya bisa diterapkan dalam ritual sapaan Wolof seperti bentuk perilaku orang lainnya. Tindakan naluriah yang telah diwujudkan tersebut, jika anda sependapat, semakin diam-diam diketahui seseorang (untuk pembahasan lebih jauh dari kehendak bebas, perwakilan atau cline kesadaran tindakan sosial dari sadar sepenuhnya dan tidak sadar, lihat Giddens (1984).
Lebih lanjut, karena kemampuan unik untuk memonitor dan akhirnya terefleksi pada tindakan seseorang dalam gambaran yang tersedia melalui bahasa, manusia mampu membangun gambaran atau penjelasan lebih jauh dalam tindakan ini, yang mana umumnya melekat pada ideologi lokal. Dalam konteks sekarang ini, pernyataan bahwa rencana tindakan linguistik dalam sebuah budaya, terwujud dalam tindakan naluriah para penganut budaya, yang mana ideologi lokal kepribadian keduanya bersifat indikatif dan konstitutif–apakah yang disebut orang dan orang tersebut bisa jadi seperti apa? Jadi, perbedaan kegunaan bahasa yang telah kita temukan dalam pemahaman Amerika, Hongot, Wolof, semuanya merupakan ideologi kepribadian yang bersifat simbolik. Melalui kegunaan linguistik yang kompeten dalam jangkauan konteks, pembicara hadir untuk memainkan peranan kepercayaan lokal, dan dalam pelaksanaannya, tindakan lingusitik bersifat penting dan pokok (Bordieu 1977, 1990; Giddens 1979, 1984). Jadi, perbedaan dalam tindakan berbahasa antara lawan bicara dalam sapaan Wolof ditemukan tidak secara benar-benar menandakan ketidaksetaraan sosial relatif antara orang, dalam tiap ideologi lokal, tapi dengan menyertakan tindakan berbahasa yang tersedia, contohnya, self-lowering dan meningkatkan diri, lawan bicara sebenarnya menciptakan istilah diluar dari ideologi lokal yang mana bisa membangun (ini terletak diawal konsep Giddens (1979, 1984 )pemikiran dari struktur dualisme, konsep strukturasinya, yang mana struktur saling ketergantungan –dalam hal ini, ketidaksamaan dan institusi yang mewujudkan hal tersebut–dan agensi).
