Hermeneutika, Sebuah Proses Penerjemahan dan Penafsiran

Hermeneutika merupakan proses interpretasi; penerjemahan; penafsiran. Namun, permasalahannya adalah bagaimana jika makna yang sama diungkapkan dalam bentuk yang berbeda dan hal ini berada pada sistem makna dan sistem yang ditentukan sendiri, baik secara parsial maupun secara temporal. Proses hermeneutika ini telah dilakukan langsung terhadap suatu penduduk asli untuk mengetahui teks bahasa proses ritual. Interpretasi seperti ini harus juga didukung dengan kekuatan imajinasi dan mengesampingkan keyakinan penafsir sendiri untuk evaluasi kritis, sehingga mampu mengungkapkan asumsi terdalam berdasarkan sejarahnya. Revisi juga tidak luput untuk dilakukan seiring dengan meningkatnya kemampuan imajinasi dan pemahaman empati kita (Foley, 1997).

Misalnya, pada bahasa Jawa sangat kental dengan undha usuknya sehingga pada saat berbicara dan menginterpretasikan sesuatu kepada mitra tutur sangat berhati-hati dan mempertimbangkan usia, gender, dan jabatannya. Kapan menggunakan ngoko, kromo, kromo inggil sangat diperhatikan karena bentuk kesopanan sebagai orang Jawa. Contohnya: mangan tidak baik diucapkan oleh istri pada suaminya karena kata mangan adalah ngoko, tetapi istri harus menggunakan kromo pada suami yaitu kata dhahar. Contoh ini dilihat berdasarkan gender dari hubungan suami istri pada orang Jawa.

Sementara itu, dalam bahasa Angkola tidak ada speech level seperti pada bahasa Jawa tadi, yang ada adalah bahasa umum dan bahasa adat. Misalnya, kata mangan dalam bahasa Angkola yang kebetulan sama dengan bahasa Jawa, artinya adalah makan. Kata ini dapat digunakan oleh siapa saja tanpa memandang usia, gender, dan jabatannya. Tetapi, ketika masuk dalam acara adat, maka kata mangan ‘makan’ tadi berubah menjadi sangat halus dengan ungkapan marrasoki ‘berezeki; menikmati rezeki (dalam hal ini makanan yang sudah terhidang di depan mata)’. Hal seperti ini membutuhkan kepekaan interpretasi yang terlatih agar tidak terjadi misinterpretasi.

Referensi

Foley, William A. 1997. Anthropological Linguistics: An Introduction. China: Blackwell Publisher Ltd.

#penerjemahan

#williamfoley

#bahasadaerah

Masalah Penerjemahan Bahasa Daerah

Masalah penerjemahan terjadi karena ketidaksetaraan antara background knowledge, pemahaman teori, bahasa, maupun budaya. Hal ini terlihat pada saat mengungkapkan sebuah tanda bahasa, baik teori, bahasa, atau budaya akan diungkapkan dengan cara-cara yang berbeda. Singkatnya, skema konseptual dimediasi oleh bahasa dan budaya. Proses ini terkait lagi dengan relativitas, karena pengalaman seseorang berbeda maka tidak ada sistem tertentu yang dapat sesuai antara bahasa dan budaya yang satu dengan yang lain (Foley, 1997).

Masalah penerjemahan ini dapat dipahami dengan lebih sederhana berdasarkan contoh berikut:

  1. Dalam bahasa Jawa, kata abang artinya merah sedangkan dalam bahasa Angkola, kata abang artinya saudara laki-laki yang lebih tua dari kita.
  2. Dalam bahasa Jawa, kata lombok artinya cabai sedangkan dalam bahasa Angkola, kata lombok dipahami dengan Pulau Lombok.
  3. Dalam bahasa Jawa, kata motor artinya sepeda motor sedangkan dalam bahasa Angkola kata motor artinya
  4. Dalam bahasa Jawa, kata kereta artinya kereta api sedangkan dalam bahasa Angkola, kata kareta artinya sepeda motor.
  5. Dalam bahasa Jawa, kata gulung artinya menggulung sesuatu sedangkan dalam bahasa Angkola, kata gulung artinya rebah; merebahkan badan di atas alas tidur atau tempat tidur.

Dengan demikian, relativitas pengalaman dan mental dari bahasa dan budaya sangat mempengaruhi seseorang dalam memahami sesuatu. Oleh sebab itu, dibutuhkan kepekaan dalam memahami lingkungan sekitar yang penuh dengan etnis dan komunitas yang beraneka ragam. Hal ini sangat berguna dalam membantu memahami maksud dan tujuan dari mitra tutur yang berasal dari komunitas yang berbeda. Tujuannya tidak lain adalah menjaga keharmonisan berbangsa dan bernegara.

Referensi

Foley, William A. 1997. Anthropological Linguistics: An Introduction. China: Blackwell Publisher Ltd.

#penerjemahan

#bahasadaerah

#translation