If I learn Bahasa Indonesia, Would it Make Learning the Javanese Language Easier?

The answer depends on how much you want to master the Javanese language. For the basic level, learning Bahasa Indonesia can help you understand the sentence structure of Javanese, which follows the same format of subject-verb-object plus adverb. This means that you can easily translate word by word from one language to another. For example, the sentence “I eat rice” in Bahasa Indonesia is “Saya makan nasi”, and in Javanese is “Aku mangan sego”.

But don’t be fooled, Javanese is a whole different beast, as it has three levels of politeness (ngoko, krama, and krama inggil) that change the way you speak and write. Ngoko is the casual level, Krama is the respectful level, and Krama inggil is the supreme level. For example, the word for “you” in ngoko is “kowe”, in krama is “sampeyan”, and in krama inggil is “panjenengan”. So, learning Bahasa Indonesia will not help you much with these aspects of Javanese.

#javanese

Bahasa Yang Paling Banyak Digunakan Di Asia, Jumlah Penutur Bahasa Jawa

Setiap negara mempunyai bahasa nasionalnya masing-masing yang berbeda dengan negara lain. Di benua Asia sendiri terdapat sebanyak 48 negara dengan bahasa yang digunakan beragam. Pertanyaannya, bahasa apa yang paling banyak digunakan di Asia?

Asia merupakan benua terbesar di dunia dan telah menjadi tempat tinggal lebih dari 4,46 miliar orang. Di benua seluas 44,58 km2 ini terdapat sekitar 2.294 bahasa dan merupakan keanekaragaman bahasa yang paling banyak dibandingkan benua lainnya. Di peringkat kedua ditempati oleh benua Afrika dengan 2.144 bahasa yang masih digunakan.

Dari berbagai bahasa yang masih digunakan untuk berkomunikasi, bahasa Mandarin menjadi bahasa dengan penutur terbanyak di Asia. Selain itu, bahasa Mandarin menduduki peringkat kedua sebagai bahasa dengan penutur terbanyak di dunia setelah bahasa Inggris.

Berikut ini adalah daftar bahasa yang paling banyak digunakan di benua Asia:

Bahasa Mandarin digunakan oleh sebanyak 1,1 miliar penutur. Jumlah masyarakat yang tertarik menggunakan bahasa Mandarin semakin meningkat seiring dengan kemajuan Tiongkok di bidang ekonomi dan bisnis.

Urutan kedua bahasa yang paling banyak digunakan di Asia ditempati oleh bahasa Hindi. Bahasa Hindi adalah bahasa resmi di India selain bahasa Inggris. Bahasa ini digunakan oleh sebanyak 698 juta penutur. Bahasa ini banyak digunakan untuk menunjang kebutuhan masyarakat Asia dalam berbisnis di India.

Bahasa berikutnya yang paling banyak digunakan di Asia adalah bahasa Arab. Ada 273 penutur bahasa Arab. Bahasa ini digunakan untuk komunikasi masyarakat yang tinggal di negara-negara Timur Tengah, tersebar di Asia Barat hingga Afrika Utara. Negara-negara Asia Barat yang menggunakan bahasa ini, antara lain Arab Saudi, Irak, Bahrain, Kuwait, Oman, Lebanon, Palestina, Qatar, EUA, Suriah, Yaman, dan Yordania.

Bahasa saya berada di urutan berikutnya sebagai bahasa yang paling banyak digunakan di Asia. Bahasa saya digunakan oleh sebanyak 265 juta penutur. Bahasa mempunyai sejarah yang panjang karena berasal lebih dari seribu tahun yang lalu dan merupakan bagian dari cabang pembantu Indo-Arya Timur. Bangsa ini merupakan para penggembala dan keturunan yang bermigrasi dari Asia Tengah ke Asia Selatan.

Bahasa Indonesia menduduki peringkat kelima sebagai bahasa yang paling banyak digunakan di Asia. Bahasa Indonesia digunakan oleh sebanyak 200 juta penutur. Bahasa Indonesia merupakan bahasa ibu mayoritas masyarakat Indonesia, meskipun saat ini masyarakat sudah menggunakan bahasa tersebut.

Meskipun jumlah penduduk Indonesia sangat besar, namun bahasa ini umumnya digunakan di perkotaan. Selain itu, bahasa Indonesia juga digunakan oleh sebagian masyarakat yang tinggal di negara tetangga seperti Malaysia dan Timor Leste.

Bahasa yang paling banyak digunakan berikutnya adalah bahasa Urdu. Urdu adalah bahasa resmi di Pakistan. Pengguna bahasa ini bahkan meningkat pesat di India utara dalam beberapa dekade terakhir.

Urdu merupakan bahasa warisan bangsa Mongol dari India Utara. Bahasa ini terus digunakan dan dikembangkan selama berabad-abad karena adanya perdagangan. Menariknya, bahasa Urdu ditulis dari kanan ke kiri dengan alfabet yang sama dengan bahasa Arab dan Ceko.

Bahasa Jepang berada di peringkat ketujuh sebagai bahasa yang paling banyak digunakan di Asia. Jumlah penduduk di Jepang sekitar 126 juta jiwa dan bahasa Jepang digunakan oleh 150 juta penutur.

Bahasa Jepang juga digunakan di negara lain, seperti Palau, Korea Selatan, Taiwan, Guam, Kepulauan Marshall, Hawaii, Mikronesia, dan masih banyak lagi. Penggunaan bahasa Jepang bisa terus meningkat karena budaya pengatur waktu tersebut tersebar dan populer di tingkat global atau internasional.

Bahasa Jawa masuk dalam jajaran bahasa yang paling banyak digunakan di Asia, menempati urutan kedelapan. Bahasa Jawa digunakan oleh 84 juta penutur. Bahasa ini mempunyai banyak penutur karena masyarakat Jawa tersebar di berbagai pulau di Indonesia hingga negara Suriname. Menariknya, ada beberapa dialek dalam bahasa Jawa, antara lain dialek Jawa Timur, Banyumasan, hingga Tanggul.

#javaneselanguage

#urdu

Memahami Budaya Lokal Dengan Lebih Baik

Dunia adalah tempat yang menarik dan perjalanan akan memungkinkan Anda melihat dan menemukan masakan, ritual, dan tradisi yang berbeda. Mereka pasti akan mengubah cara berpikir Anda tentang budaya lain. Anda akan menyadari perbedaan cara melakukan sesuatu dan cara orang lain menghabiskan hari mereka. Ini adalah sesuatu yang harus Anda alami secara langsung.

Anda dapat mengikuti festival lokal dan memahami sepenuhnya mengapa mereka merayakannya, daripada hanya mengikuti perayaan tersebut untuk bersenang-senang. Anda akan menikmati masakan lokal karena Anda memahami sejarah makanan mereka dan cara hidangan disiapkan.

Mungkin Anda pernah mendengar pernyataan ini – bahwa budaya dan bahasa adalah mitra. Dalam perjalanan sejarah, bahasa membentuk kebudayaan, sebagaimana budaya juga dibentuk oleh bahasa. Beberapa orang mengatakan bahwa tidak mungkin memahami budaya suatu negara jika Anda tidak menguasai bahasanya.

Misalnya, jika Anda mengunjungi hutan hujan di Kolombia dan berkesempatan mengunjungi suku setempat, Anda akan mendapatkan pengalaman yang benar-benar baru dan pemahaman yang lebih dalam tentang kehidupan komunitas mereka jika Anda bisa berbicara bahasa Spanyol. Anda akan memahami sepenuhnya bagaimana mereka menghabiskan hari-hari mereka dan tradisi, adat istiadat, dan kepercayaan apa yang mereka ikuti.

Temukan Jalan Anda

Mempelajari bahasa lokal membantu Anda menjelajahi kota. Jika Anda bingung, lebih mudah mencari bantuan. Pengetahuan dalam berbicara, membaca dan menulis dalam bahasa lain membuat Anda beradaptasi lebih baik dengan lingkungan sekitar. Anda dapat membaca tanda, peringatan, label dan petunjuk arah.

Bahkan jika Anda tersesat, lebih mudah untuk kembali ke rencana perjalanan awal karena Anda bisa mendapatkan bantuan. Anda tidak perlu mencari seseorang yang bisa berbicara bahasa Anda untuk menanyakan arah yang benar.

Anda Mendapatkan Kemandirian

Jika Anda tidak dapat berbicara bahasa lokal, rencana perjalanan Anda hanya mencakup mengunjungi semua tempat wisata biasa. Tentu saja, Anda dapat menyewa mobil untuk tur kota, namun biayanya bisa mahal dan sering kali, Anda hanya dapat menghabiskan beberapa menit di setiap tujuan.

Jika Anda berbicara bahasa tersebut, bayangkan kesenangan yang akan Anda rasakan karena Anda dapat berkeliling kota dengan aman dan bahkan menjelajahi pinggiran kota untuk menemukan tempat-tempat yang mungkin tidak termasuk dalam rencana perjalanan rutin Anda. Mungkin Anda akan menemukan toko artis lokal atau toko buku yang menjual barang-barang yang selalu ingin Anda beli. Mungkin terdapat kafe yang menyajikan hidangan lokal terlezat atau toko roti yang menjual roti yang belum pernah Anda cicipi sebelumnya.

#locallanguage

#language

#bahasa

#javanese

Makna Sebagai Representasi Mental

Disini kita membahas makna dari tanda budaya dan penerapan linguistik. Cara orang memandang sesuatu dengan menggunakan fungsi system nervous sebagai jalinan hubungan kedekatan dari perubahan-perubahan didalam relasi kegiatan diantara komponen-komponennya (Maturana dan Vrela, 1987:164). Biasanya makna mental ditunjukkan dalam penggunaan metafora. Yang dicontohkan oleh kedua peneliti tersebut adalah metaphor orang yang sedang berdansa. Saat berdansa, pasangan tersebut masih tetap kontinu merespon lingkungan dan memberlakukan perilaku yang berubah mengikuti berdasarkan perubahan didalam lingkungannya, misalnya mempercepat atau memperlambat gerakan berdasarkan perubahan ritme. Semuanya itu membutuhkan kepekaan terhadap lingkungan dan koordinasi yang baik didalam hubungan tersebut. Perilaku itu merupakan efek dari pentingnya sejarah dari pembentukan kebiasaan di lingkungan sekitar (Gibson, 1979).

Didalam lingkungan Jawa, makna sebagai representasi mental ini sangat tampak, misalnya kebiasaan masyarakat Jawa yang selalu perhatian di lingkungan sekitar. Berikut ini adalah contoh-contoh kegiatan di masyarakat Jawa yang menunjukkan makna ‘peduli terhadap sesama dan terhadap lingkungannya’ yang sering kita sebut dengan kearifan lokal. Contoh-contoh tentang kepedulian masyarakat Jawa terhadap lingkungan dan sesama saya ambil dari sebuah blog: jejakjejakhijau.blogspot.co.id/2012/ sebagai berikut:

  1. Pranoto Mongso

Perhatian petani terhadap lingkungan terutama untuk bercocok tanam dengan mengikuti tanda-tanda alam dalam mongso yang bersangkutan, tidak memanfaatkan lahan seenaknya sendiri meskipun sarana prasarana mendukung seperti misalnya air dan saluran irigasinya. (Makna sebagai representasi mental orang Jawa yang menjaga lingkungan alam sekitarnya, tidak boleh rakus dengan memanfaatkan alam secara terus menerus tanpa memperhitungkan kesuburannya)

  1. Nyabuk gunung

Cara bercocok tanam dengan membuat teras sawah yang dibentuk menurut garis kontur. Bentuk bercocok tanam seperti ini mencegah terjadinya longsor. (Makna sebagai representasi mental orang Jawa yang menjaga lingkungan alam sekitarnya)

  1. tong royongIstilah gotong royong berasal dari bahasa Jawa. Gotong berarti pikul atau angkat, sedangkan royong berarti bersama-sama. Sehingga jika diartikan secara harafiah, gotong royong berarti mengangkat atau mengerjakan sesuatu secara bersama-sama. Partisipasi aktif tersebut bisa berupa bantuan yang berwujud materi, keuangan, tenaga fisik, mental spiritual, ketrampilan, sumbangan pikiran atau nasehat yang konstruktif, sampai hanya berdoa kepada Tuhan (Makna sebagai representasi mental orang Jawa yang peduli terhadap sesama dan lingkungan).Didalam masyarakat Jawa ada beberapa sifat mental yang bisa dilihat atau diamati.
    1. Pemalu, sungkan tapi suka menyapa

    Orang Jawa suka senyum senyum dan mengangguk ketika berpapasan. Mereka suka menyapa namun biasanya jarang berani memulai percakapan.

    1. Pandai menjaga etika dan sopan santun

    Orang Jawa itu sopan, baik terhadap orang yang lebih tua ataupun terhadap sesama, mereka juga pandai menjaga etika ketika berbaur dalam lingkungan bermasyarakat. Merundukkan badan ketika berjalan didepan orang yang lebih tua sudah menjadi kebiasaan bagi masyarakat Jawa sebagai wujud penghormatan, tata krama, dan sopan santun. Sikap tubuh yang merunduk ini juga merupakan tanda bahwa seseorang sungguh menghargai dan dapat menempatkan posisi dirinya.

    1. Orang Jawa itu pekerja keras dan penurut

    Bila ditinjau dalam lingkup perusahaan, orang Jawa adalah pekerja terbaik. Mereka mengerjakan apa yang seharusnya mereka kerjakan, tak pernah mengeluh, dan berdedikasi tinggi terhadap apa yang dibebankan padanya.

    Orang Jawa menganut filosofi hidup mengalir seperti air dengan menjalani kehidupan seolah tanpa beban dan tanggungan. Yang penting adalah bisa makan, ibadah, dan menghidupi keluarga.

    Sikap orang Jawa adalah sikapnya yang menerima apa adanya terutama dalam hal hubungan. Mereka menerima keadaan apapun dari pasangannya.

    Didalam keluarga, orang Jawa adalah orang-orang yangsuka mengalah.

    Wong Jowo kuwi gampang ditekak-tekuk. Orang Jawa mudah berbaur dengan orang-orang dari suku lain walaupun mereka agak pemalu dan sungkan. Kesopanan dan keramahan orang Jawa membuat orang-orang senang bergaul dengan mereka.

    Bahasa Jawa memiliki strata bahasa halus, sedang, dan kasar. Orang orang Jawa terutama yang berasal dari daerah Yogyakarta, Solo, dan Semarang dikenal dengan kehalusan dan kelembutan bicaranya.

    Banyak sekali tradisi-tradisi yang berawal dari leluhur jawa yang masih lestari dan dilakukan sampai sekarang. Beberapa tradisi tersebut merupakan symbol-simbol dari suau peristiwa penting di masa lalu atau bentuk rasa syukur yang dibingkai dalam sebuah acara.

    Kebiasaan masyarakat untuk menyantap makanan dengan menggunakan tangan dirasa lebih nikmat.

    Hidup mengalir seperti air Menerima apa adanya Suka mengalah, kalem, dan menghindari konflik Gaya dan nada bicaranya sopan Orang Jawa itu luwes Mempertahankan tradisi dan budaya Muluk/puluk

#antropologi

#anthropology

#javanese

#jawa

#linguistics

#linguistik

#orangjawa

Bahasa Yang Menentramkan

Bahasa Arab itu bahasa yang mulia, lembut dapat menentramkan serta menenangkan jiwa dan hati. Umat Islam saat mendengar lantunan ayat suci Al-Quran akan tentram dan nyaman. Dalam Al Qur’an sudah dijelaskan bahwasanya bahasa Arab adalah bahasa yang fasih, jelas, luas dan banyak mengandung makna yang menentramkan jiwa.

Begitu pula dengan bahasa Jawa. Bahasa satu ini saya anggap juga memberikan ketentraman pada pengguna dan pendengarnmya. Sebagai contoh ada seorang wanita dengan logat Bahasa Sunda mengobrol dengan saya melalui telepon. Saat itu wanita tersebut adalah manajer sebuah bank di Bandung yang hendak memberi persetujuan kredit nasabah yaitu adik saya. Sayapun menyetujui untuk dipasang sebagai saksi di permohonan kredit adik sejumlah 1 M tersebut.

Kemudian tersambunglah dialog antara saya sebagai pengguna Bahasa Jawa yang meskipun sudah sedikit bergeser karena saya adalah orang Jawa Timur dengan orang Sunda.  Wanita tersebut mengggunakan bahasa Indonesia dialek Sunda dengan cukup berhati-hati karena akan menandatangani kredit bernilai besar.

Dengan hati-hati wanita tersebut bertanya ini ibu Ika (dengan nada Sundanese yang kental)? Dan saya jawab apa coba.. Jawaban saya juga berhati-hati dan cukup pelan, bersahaja dan menghargai dengan satu kata yaitu inggih (Jawa : iya). Selanjutnya bahasa itu pula yang kupergunakan dalam merespon pertanyaan wanita Sunda tersebut.

Kata panggil pun kusesuaikan dengan kondisi yaitu seorang wanita muda di Jawa akan sangat menghargai bila dipanggil dengan panggilan mbak. Dan itu pula yang selalu kukatakan dari awal hingga akhir saat bercakap dengan wanita tersebut. Yaitu “inggih mbak”.

Bahasa Jawa juga selalu diucapkan dengan suara tidak tinggi sebenarnya, halus namun masih terdengar jelas. Kadang diucapkan dengan nada agak tinggi bila ingin menegaskan atau sedikit emosi. Dan itu pula yang kupakai saat berbicara dengan manajer Bank berdarah Sunda ini.

Dan woila! Berhasil..

Kredit yang diajukan oleh adik senilai 1 M itu lolos.

Mudah-mudahan karena bahasa Jawa yang menentramkan didengar seperti Bahasa Arab.