Kulit HItam Berubah Drastis Menjadi Putih, Bisa Gak?

Vitiligo

Jadi tidak diragukan lagi bahwa Michael Jackson menderita vitiligo, menurut pengakuannya sendiri dan menurut otopsi setelah kematiannya. Dia tampaknya menggunakan Benoquin untuk membantu menghilangkan pigmen kulitnya, tetapi bukan karena dia “ingin menjadi putih”, tetapi sebagai pengobatan yang disetujui FDA untuk vitiligo-nya.

Kulit Jackson berwarna cokelat sedang selama masa mudanya, tetapi sejak pertengahan 1980-an secara bertahap menjadi lebih pucat. Perubahan tersebut menarik liputan media yang luas, termasuk spekulasi bahwa ia telah memutihkan kulitnya. Dokter kulit Jackson, Arnold Klein, mengatakan dia mengamati pada tahun 1983 bahwa Jackson menderita vitiligo, suatu kondisi yang ditandai dengan bercak-bercak kulit yang kehilangan pigmennya. Dia juga mengidentifikasi discoid lupus erythematosus di Jackson. Dia mendiagnosis Jackson dengan lupus tahun itu dan dengan vitiligo pada tahun 1986.

Efek drastis vitiligo pada tubuh dapat menyebabkan tekanan psikologis. Jackson menggunakan riasan berwarna cerah dan mungkin krim resep pemutih kulit untuk menutupi bercak warna yang tidak merata yang disebabkan oleh penyakitnya. Krim tersebut akan semakin mencerahkan kulitnya, dan dengan aplikasi riasan, dia bisa terlihat sangat pucat. Penyebab vitiligo tidak diketahui  tetapi diyakini karena kerentanan genetik yang dipicu oleh faktor lingkungan sehingga terjadi penyakit autoimun.

Perubahan fisik Jackson mendapatkan liputan media yang luas dan memicu kritik dari publik. Beberapa psikolog Afrika-Amerika berpendapat bahwa Jackson adalah “panutan yang buruk bagi pemuda kulit hitam”. Dennis Chestnut mengatakan Jackson telah memberikan “perasaan kepada pemuda kulit hitam bahwa mereka dapat mencapai”, tetapi mungkin mendorong mereka untuk percaya bahwa mereka harus esoteris dan istimewa untuk menjadi sukses. Dr. Halford Fairchild mengatakan Jackson dan selebritas Afrika-Amerika lainnya akan mencoba “untuk terlihat lebih seperti orang kulit putih agar bisa tampil di film dan di televisi”. Jackson juga dihadapkan pada reaksi orang-orang di sekitarnya. Pembuat film John Landis, yang menyutradarai dua video musik untuk Jackson, mengatakan ketika Jackson menunjukkan dadanya yang memutih, dia mengatakan kepadanya bahwa dokter yang melakukannya adalah seorang kriminal.

Kulit Jackson berwarna cokelat sedang selama masa mudanya, tetapi sejak pertengahan 1980-an secara bertahap menjadi lebih pucat. Perubahan tersebut menarik liputan media yang luas, termasuk spekulasi bahwa ia telah memutihkan kulitnya. Dokter kulit Jackson, Arnold Klein, mengatakan dia mengamati pada tahun 1983 bahwa Jackson menderita vitiligo, suatu kondisi yang ditandai dengan bercak-bercak kulit yang kehilangan pigmennya. Dia juga mengidentifikasi discoid lupus erythematosus di Jackson. Dia mendiagnosis Jackson dengan lupus tahun itu dan dengan vitiligo pada tahun 1986.

Efek drastis vitiligo pada tubuh dapat menyebabkan tekanan psikologis. Jackson menggunakan riasan berwarna cerah dan mungkin krim resep pemutih kulit untuk menutupi bercak warna yang tidak merata yang disebabkan oleh penyakitnya. Krim tersebut akan semakin mencerahkan kulitnya, dan dengan aplikasi riasan, dia bisa terlihat sangat pucat. Penyebab vitiligo tidak diketahui tetapi diyakini karena kerentanan genetik yang dipicu oleh faktor lingkungan sehingga terjadi penyakit autoimun.

Perubahan fisik Jackson mendapatkan liputan media yang luas dan memicu kritik dari publik. Beberapa psikolog Afrika-Amerika berpendapat bahwa Jackson adalah “panutan yang buruk bagi pemuda kulit hitam”. Dennis Chestnut mengatakan Jackson telah memberikan “perasaan kepada pemuda kulit hitam bahwa mereka dapat mencapai”, tetapi mungkin mendorong mereka untuk percaya bahwa mereka harus esoteris dan istimewa untuk menjadi sukses. Dr. Halford Fairchild mengatakan Jackson dan selebritas Afrika-Amerika lainnya akan mencoba “untuk terlihat lebih seperti orang kulit putih agar bisa tampil di film dan di televisi”. Jackson juga dihadapkan pada reaksi orang-orang di sekitarnya. Pembuat film John Landis, yang menyutradarai dua video musik untuk Jackson, mengatakan ketika Jackson menunjukkan dadanya yang memutih, dia mengatakan kepadanya bahwa dokter yang melakukannya adalah seorang kriminal.

Namun, pada tahun 1993, Jackson memberi tahu Oprah Winfrey “di sana, seperti yang saya ketahui, tidak ada yang namanya pemutihan kulit. Saya belum pernah melihatnya, saya tidak tahu apa itu.” Dia mengatakan dia memiliki kelainan kulit keturunan (vitiligo), dan akan menggunakan make-up untuk meratakan warna kulit yang tidak rata. “Itu adalah sesuatu yang tidak bisa saya bantu,” kata Jackson. “Ketika orang mengarang cerita bahwa saya tidak ingin menjadi diri saya sendiri, itu menyakitkan saya. Ini masalah bagi saya. Saya tidak bisa mengendalikannya. Tapi bagaimana dengan jutaan orang yang duduk di bawah sinar matahari untuk menjadi lebih gelap, untuk menjadi selain apa adanya. Tidak ada yang mengatakan apa-apa tentang itu.” Wawancara Winfrey tentang Jackson ditonton oleh 62 juta orang Amerika. Itu juga memulai wacana publik tentang topik vitiligo, kondisi yang relatif tidak diketahui.

Jackson secara terbuka mengatakan bahwa dia bangga menjadi orang kulit hitam. Dia juga menulis surat kepada fotografer William Pecchi Jr. pada tahun 1988 yang berbunyi: “Mungkin saya melihat dunia melalui kacamata berwarna mawar tetapi saya mencintai orang-orang di seluruh dunia. Itu sebabnya cerita rasisme sangat mengganggu saya. Karena sebenarnya saya percaya SEMUA pria diciptakan sama, saya diajari itu dan akan selalu mempercayainya. Saya tidak bisa membayangkan bagaimana seseorang bisa membenci orang lain karena warna kulit. Saya mencintai setiap ras di planet bumi. Prasangka adalah anak kebodohan. Dengan telanjang kita datang ke dunia dan telanjang kita akan keluar. Dan hal yang sangat baik juga, karena itu mengingatkan saya bahwa saya telanjang di bawah baju saya, apa pun warnanya.

Tak lama setelah kematian Jackson, tabung Benoquin dan hydroquinone ditemukan di rumah Jackson. Kedua krim tersebut biasa digunakan untuk mengobati vitiligo; Dr. David Sawcer mengatakan beberapa pasien vitiligo menghilangkan bagian kulit yang gelap ketika sebagian besar kulit mereka menjadi pucat. Menggelapkan kulit depigmentasi juga sangat sulit. Depigmentasi menyebabkan kepekaan permanen dan ekstrem terhadap matahari. Pasien vitiligo berisiko terkena melanoma, dan disarankan untuk melakukan pemeriksaan kanker tahunan.  Jackson juga menutupi kelainan kulitnya dengan pakaian berlengan panjang dan celana panjang. Dalam video musik untuk “Remember the Time”, semua penari dan aktor kecuali Jackson berpakaian ringan mengikuti contoh yang ditetapkan oleh orang Mesir kuno. Jackson biasanya menghindari mengenakan pakaian bermotif untuk menghindari gangguan tersebut.

#michaeljackson

#vitiligo

Wah Gawat, Dilarang Berbahasa Indonesia

Bahasa Melayu

Pertarungan antara bahasa Indonesia dan Bahasa Melayu di media sosial sulit dielakkan. Siapa yang kuat dialah yang akan menang. Dan fenomena ini mungkin tidak pernah terbayangkan sebelumnya oleh tokoh-tokoh tua di Malaysia yang selalu berilusi mengenai tamadu Melayu. Mereka agaknya yakin dengan impian mereka tentang bahasa Melayu. Konsep ini diharapkan bisa  disosialisasikan di Indonesia yang bahasanya sudah sangat settled bahkan ditirukan oleh millenial Melayu.

Mereka juga mengais-ngais sejarah bahasa Melayu sebagai Lingua Franca. Padahal bahasa Melayu di wilayah Indonesia telah diangkat menjadi bahasa Indonesia resmi. Halusinasi mengenai Melayu menyebabkan mereka tak sanggup menerima kenyataan ini.

Tapi cara berpikir milenial Malaysia cukup berbeda. Mereka tak terlalu peduli dengan konsep bahasa Melayu resmi Malaysia itu.  Mereka lebih berpikir realistis. Karena itu jangan heran kalau kaum muda Malaysia dengan senang hati menggunakan bahasa Indonesia. Padahal mereka tahu bedanya antara bahasa Indonesia dengan bahasa Melayu dimana mereka anggap bahasa Indonesia lebih baku dan modern.  Adapun bahasa Melayu Malaysia belum baku dan terkesan bahasa kampung,

Dalam pertarungan antara bahasa Indonesia dan bahasa Melayu itu, data di internet dan algoritma tidak bisa dibohongi. Algoritma media sosial selalu memihak pada bahasa yang lebih banyak dipergunakan.  Meskipun orang-orang tua melayu mengatakan bahwa bahasa Indonesia berasal dari bahasa Melayu, toh bahasa yang dipergunakan sekarang adalah bahsa Indonesia.

Tak ada gunanya sebenarnya bila tokoh-tokoh Melayu memberi label bahasa Melayu pada bahasa Indonesia di setiap seminar-seminar bahasa.