Apa Warna Kulitnya?

Mengapa orang Melayu di Malaysia memiliki kulit yang lebih gelap dibandingkan dengan orang Melayu di Indonesia? Saya sudah pergi ke kedua negara ini dan saya masih penasaran tentang ini. Wallace mencatat, warna kulit ras Melayu yang telah berkembang menjadi suku bangsa yang beraneka ragam adalah coklat kemerah-merahan dengan sedikit banyak kuning kecoklatan.

Karena tidak semua orang Indonesia adalah orang Melayu. beberapa di antaranya juga suku Dayak, Sunda, dan Batavia yang cenderung memiliki kulit lebih cerah. Juga, itu karena banyak Melayu Malaysia membawa lebih banyak keturunan India Selatan. Di Malaysia, mereka memiliki komunitas India yang lebih besar daripada di Indonesia dan sebagian besar berasal dari India Selatan.

Dan ras campuran atau “peranakan” di Indonesia sangat umum. Percampuran ras terjadi di seluruh nusantara selama ratusan tahun. Orang Cina dan Arab sudah memiliki koloni perdagangan di seluruh Jawa sejak abad ke-15. Jadi sebenarnya mayoritas orang Indonesia adalah peranakan atau ras campuran.

Tapi, karena Indonesia dan Malaysia memiliki budaya yang sama, menurut saya orang Melayu Indonesia dan Melayu Malaysia memiliki warna kulit dan ciri yang sama.

 

Wah Gawat, Dilarang Berbahasa Indonesia

Bahasa Melayu

Pertarungan antara bahasa Indonesia dan Bahasa Melayu di media sosial sulit dielakkan. Siapa yang kuat dialah yang akan menang. Dan fenomena ini mungkin tidak pernah terbayangkan sebelumnya oleh tokoh-tokoh tua di Malaysia yang selalu berilusi mengenai tamadu Melayu. Mereka agaknya yakin dengan impian mereka tentang bahasa Melayu. Konsep ini diharapkan bisa  disosialisasikan di Indonesia yang bahasanya sudah sangat settled bahkan ditirukan oleh millenial Melayu.

Mereka juga mengais-ngais sejarah bahasa Melayu sebagai Lingua Franca. Padahal bahasa Melayu di wilayah Indonesia telah diangkat menjadi bahasa Indonesia resmi. Halusinasi mengenai Melayu menyebabkan mereka tak sanggup menerima kenyataan ini.

Tapi cara berpikir milenial Malaysia cukup berbeda. Mereka tak terlalu peduli dengan konsep bahasa Melayu resmi Malaysia itu.  Mereka lebih berpikir realistis. Karena itu jangan heran kalau kaum muda Malaysia dengan senang hati menggunakan bahasa Indonesia. Padahal mereka tahu bedanya antara bahasa Indonesia dengan bahasa Melayu dimana mereka anggap bahasa Indonesia lebih baku dan modern.  Adapun bahasa Melayu Malaysia belum baku dan terkesan bahasa kampung,

Dalam pertarungan antara bahasa Indonesia dan bahasa Melayu itu, data di internet dan algoritma tidak bisa dibohongi. Algoritma media sosial selalu memihak pada bahasa yang lebih banyak dipergunakan.  Meskipun orang-orang tua melayu mengatakan bahwa bahasa Indonesia berasal dari bahasa Melayu, toh bahasa yang dipergunakan sekarang adalah bahsa Indonesia.

Tak ada gunanya sebenarnya bila tokoh-tokoh Melayu memberi label bahasa Melayu pada bahasa Indonesia di setiap seminar-seminar bahasa.